HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 41
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

     
YESUS SAHABAT ORANG BERDOSA
Lukas 7:18-35
 
  1
SAHABAT YANG BERKURBAN NYAWA
yohanes 15:9-17, Amsal 17:17
 
  2
YESUS MEMAHAMIKU
Yohanes 8:2-11
 
  3
TUHAN YESUS SAHABATKU
Kidung Agung 2:1-2: Mat 6:28-29: Mazmur 27:1: Yoh 6:32-35,51
  4

 

2017

Maret
Minggu 1
 



 

 YESUS SAHABAT ORANG BERDOSA



 
Bacaan : Lukas 7 :18-35
 Bahan yang digunakan: -


 

FOKUS



Yesus pernah mengatakan "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Mrk 2:17). Hal itu membuat dalam kehidupan Yesus kerap terlihat kehadiran orang-orang yang dianggap berdosa. Bahkan, Yesus juga menjalin persahabatan dengan orang berdosa. Pernyataan Yesus itu tidak kemudian membuat kita berpikir untuk berdosa terlebih dahulu agar dapat menjadi sahabat Yesus. Tentu ini pemikiran tidak benar. Menjadi sahabat orang berdosa itu dilakukan Yesus, agar orang yang berdosa tidak terus menerus hidup dalam dosa. Yesus bersahabat dengan orang berdosa agar mereka keluar dari dosa. Ada pemahaman yang mengaitkan keberdosaan dengan derita yang dialami seseorang, seperti sakit penyakit atau disabilitas. Yesus hadir untuk memulihkan mereka. Pelajaran ini dirancang agar remaja menyadari bahwa Yesus adalah sahabat semua, termasuk orang yang diabaikan dan dianggap berdosa.
 

PENJELASAN TEKS


Teks kita menuturkan relasi Yesus dan Yohanes. Yohanes tengah berada di dalam penjara (Luk. 3:2). Dari balik penjara itu, kabar tentang sepak terjang Yesus terdengar. Untuk memastikan apa yang didengarnya, Yohanes mengutus dua orang muridnya untuk menjumpai dan mengamati Yesus. Pertanyaan "Engkaukah yang akan datang itu" (ay. 19 dan 20) adalah pertanyaan yang diajukan dalam kerangka pengharapan mesianis. Pengharapan mesianis adalah pengharapan akan kehadiran Sang Mesias,penyelamat umat. Yesus memberikan jawaban berdasarkan teks Yesaya (lihat Yes. 35:5-6): "Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik" (ay. 22). Jawaban Yesus secara tidak langsung mengiakan bahwa diri-Nya adalah mesias yang dinantikan itu. Jawaban Yesus dipertegas dengan pernyataan pengutusan yang ditujukan pada murid-murid Yohanes: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar" (ay. 22). Pernyataan Yesus menjadikan para murid Yohanes sebagai pembawa misi Kabar Baik, Injil itu sendiri.

Yesus tidak hanya mengutip Yesaya untuk menguatkan pernyataannya. Yesus juga terlihat melakukan aksi nyata, "Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta" (ay. 21). Keterangan waktu pada saat itu menunjukkan bahwa para murid Yohanes juga menjadi saksi dari apa yang ditanyakan Yohanes.

Tuturan kemudian berlanjut dengan pandangan Yesus terhadap Yohanes. Tuturan ini menjadi penting, sebab ada anggapan yang beredar bahwa Yohaneslah mesias yang dinantikan. Yohanes digambarkan sebagai utusan yang mendahului sang Mesias (ay. 27). Utusan seperti Yohanes amat penting sampai Yesus memberikan penghargaan yang tinggi dengan mengatakan: "Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes" (ay. 28a).

Apa yang terjadi tidaklah menyenangkan bagi orang Farisi dan ahli Taurat, sang "penjaga kebenaran." Sikap orang Farisi dan ahli Taurat dikritik oleh Yesus. Sebab ketika mereka berjumpa dengan Yohanes yang tidak makan roti dan minum anggur, mereka mengatakan Yohanes kerasukan setan (ay. 33). Sedangkan Yesus yang makan dan minum dikritik sebagai sahabat orang berdosa (ay. 34). Pernyataan Yesus tentang Anak Manusia sebagai seorang "pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa" (ay. 34) muncul agaknya karena telah umum dipahami orang. Orang mengenal bahwa Yesus adalah sahabat orang berdosa. Pernyataan itu pada awalnya adalah sindiran bagi Yesus, yang sebetulnya meringkas dengan amat tepat tindakan dan tujuan utama pelayanan Yesus.
 

PENGENAAN
 


Di zaman Yesus, sakit yang diderita seseorang dipercaya berasal dari dosa. Pertanyaan murid Yesus tentang orang buta menunjukkan hal tersebut, "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" (Yoh 9:2). Justru karena sakit berasal dari dosa maka orang sakit dijauhi. Kehadiran Yesus memberikan harapan buat mereka yang sakit, yang dianggap berdosa, dan yang disingkirkan. Hal itu yang membuat ke manapun Yesus pergi, senantiasa ada orang berdosa di sekitarnya. Sampai ada yang mengatakan: "Alih-alih menjauhi orang berdosa, Yesus biasa mencarinya dan memilihnya sebagai sahabat."

Sebagai remaja, berbagai perasaan berdosa kerap muncul dalam hidup kita. Bahkan ada beberapa remaja yang sering merasa bersalah secara berlebihan. Menurut kajian psikologis ada beberapa penyebab rasa bersalah yaitu:

• Perasaan rendah diri atau minder
• Tekanan sosial
• Rasa berdosa di hadapan Tuhan karena telah melakukan dosa tertentu.

Remaja perlu menyadari bahwa di tengah perasaan berdosa itu, Yesus hadir menjadi sahabat mereka. Dalam perkembangan imannya, remaja memerlukan gambaran Allah sebagai sahabat, yang mendukung dan menuntunnya. Remaja perlu diajar bahwa Allah adalah sahabat karib, yang mendampingi, mengarahkan, dan menemani mereka yang tengah hidup dalam berbagai kecemasan
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Perkenalkan Jean Vanier kepada remaja (lihat ilustrasi). Tegaskan, pilihan hidup bersama mereka yang disingkirkan dianggap tidak terlalu populer.
2. Pilihan Yesus bersama mereka yang dianggap berdosa tidak mudah dipercayai. Yohanes sampai mengutus murid-Nya untuk memastikan. Jelaskan bahwa ketidakpercayaan orang Farisi dan ahli Taurat mudah kita pahami. Bagaimana orang percaya bahwa tujuan Yesus bersahabat dengan orang berdosa untuk menyelamatkannya?
3. Sampaikan penjelasan jawaban dan tindakan Yesus menunjukkan siapa diri-Nya (pakailah Penjelasan Teks).
4. Dunia ini banyak diisi orang-orang yang diasingkan, karena dianggap "berdosa" (dalam arti nakal, tidak selevel, dll.). Remaja perlu mengingat sekaligus menyampaikan berita bahwa Yesus bersedia menjadi sahabat mereka.
5. Akhiri persekutuan dengan kegiatan di bawah.

                                                                                                   
KEGIATAN


Analisis Berita:
- Bagikan kutipan berita saat Paus Fransiskus terpilih menjadi Paus. Ajak mereka mendiskusikan hal-hal berikut ini:
  o Apakah Anda setuju tentang gereja untuk orang miskin?
  o Mengapa orang miskin penting bagi Yesus?
  o Apakah gereja telah ramah pada orang miskin?
  o Apa yang dapat Anda usulkan agar gereja menjadi ramah pada orang miskin?
  o Bagaimana cara Komisi Remaja dapat mewujudkan peran gereja untuk mereka yang tersisih?

Paus Fransiskus mengatakan menginginkan sebuah gereja untuk orang miskin
setelah terpilih sebagai pimpinan umat Katolik dunia pekan lalu.

Dalam konferensi pers pertama, Sabtu 16 Maret, dia mengatakan memang memilih nama Francis of Assisi, yang mencerminkan 'kemiskinan dan perdamaian'.

"Pada saat pemilihan, di sebelah saya duduk Uskup Agung emeritus Sao Paulo, Kardinal Claudio Hummes...ketika situasi berbahaya dia selalu menenangkan. Ketika suara mencapai dua pertiga, dia memeluk saja dan mengatakan 'jangan lupa dengan orang miskin' dan kata itu melekat pada saya, orang miskin... orang miskin," kenangnya.
 

ILUSTRASI


Mengenal Jean Vanier, Pendiri Komunitas L'Arche

Jean Vanier lahir sebagai orang Kanada di tahun 1928. Ayahnya, George Vanier, menjadi Gubernur Jenderal Kanada pada 1959-1967. Karena karier diplomatiknya George dikirim ke Perancis dan Inggris, tempat di mana Jean menghabiskan masa kecilnya. Di tahun 1942, pada usia 13 tahun, Jean masuk Royal Navy College di Dartmouth. Di tengah perang dunia kedua, Jean muda berkarir selama 8 tahun di Angkatan Laut'Inggris dan Kanada, yang memberinya pengalaman tak terlupakan sepanjang masa. Di sanalah ia menemukan sisi lain dari kehidupan, dan mulai terdorong melakukan penyelidikan spiritual. Pada tahun 1950 ia memilih meninggalkan Angkatan Laut dengan karir yang menjanjikan.

Jean kemudian bergabung dengan Eau Vive, sebuah pusat formasi teologi dan spiritual untuk orang awam. Anggota lembaga ini terdiri dari berbagai macam negara dan dipimpin oleh seorang Dominikan, Thomas Philippe, yang di kemudian hari menjadi bapak spiritual Jean. Jean meraih gelar Doktor dengan keahlian etika Aristoteles di tahun 1962. Di tahun 1986 publikasinya pertamanya muncul dengan judul "Happiness as Principle and End of Aristotelian Ethics." Pada tahun 2000 ia mempublikasikan "A Taste of Happiness" yang juga memanfaatkan pemikiran Aristoteles secara luas.

Pada akhir tahun 1963, Vanier membantu Thomas yang menjadi pastor Val Fleuri di Trosly-Breuil, sebuah desa kecil di tepi hutan Compiegne, Oise. Val Fleuri adalah sebuah institusi kecil yang terdiri dari 30 orang dengan disabilitas intelektual. Hanya sebentar di sana, Jean ke Kanada untuk mengajar di St. Michael's College, Universitas Toronto. Kelas etika yang diampunya banyak diminati.

Pencarian spiritual Jean, membuatnya kembali ke Trosly dan mulai tertarik mempelajari kehidupan orang dengan disabilitas intelektual. Untuk itu, Jean mengunjungi RS Psikiatris di Saint-Ies-Dcux-Jumeaux, pinggir kota Paris bagian selatan. Di sana ia bertemu dengan Raphael Simi dan Philippe Seux, kedua orang itu menyentuh lubuk hati Jean. Dampaknya, Jean memutuskan untuk membeli sebuah rumah kecil dekat Val Fleuri. Di sanalah Jean hidup bersama Raphael dan Philippe. Kebersamaan mereka membuat Jean bercerita: "Pada dasarnya, mereka ingin teman. Mereka tidak sangat tertarik pada pengetahuan saya atau kemampuan saya untuk melakukan sesuatu, melainkan mereka membutuhkan hati saya dan diri saya."

Dalam beberapa tahun, rumah-rumah lainnya lahir, dan Jean Vanier mulai mengundang orang untuk dapat mendukung karyanya. Orang-orang muda - yang memilih hidup bersama dengan orang disabilitas-intelektual - mulai bergabung dengannya dari Perancis, Kanada, Inggris dan Jerman, dan menjadi rekan pelayanannya. Terbentuklah komunitas yang kemudian disebut L'Arche. L'Arche bertumbuh menjadi 147 komunitas yang tersebar di-5 benua. Ada lebih dari 5.000 anggota. Selalu ada proyek baru yang mulai dalam menanggapi kebutuhan orang-orang disabilitas intelektual.

Secara bersamaan, Jean Vanier juga mendirikan komunitas Iman dan Cahaya, bersama dengan Marie-Helene Mathieu, sebuah "komunitas perjumpaan" yang dijalin antara orang dewasa atau anak dengan orang disabilitas intelektual. Orang-orang ini, disertai dengan keluarga dan teman-teman mereka, diundang untuk berpartisipasi dalam pertemuan bulanan untuk berbagi persahabatan, doa, dan perayaan. Iman dan Cahaya memiliki hampir 1500 komunitas di 82 negara di 5 benua.
                                                                                                                                                                                                    


A R S I P
| derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |
|derap nopember 0416 | derap desember 0116 | derap desember 0216 | derap desember 0316 |
| derap desember 0416 | derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999