HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Maret 2018
Tuhan Yesus Kristus

 
44 Yesus Sang Guru   1
48 Yesus, Imam Besar Agung   2
52 Yesus, Nabi dari Nazaret   3
56 The Extraordinary King   4

Maret 2018 Minggu 1

Matius 4 :23-25
Bahan yang diperlukan:
-papan tulis dan spidol, atau computer dan LCD
- fotokopi lembar kegiatan dan alat tulis sebanyak remaja yang hadir

 

Fokus
_____________________


Yesus dikenal oleh orang banyak terutama sebagai guru atau rabi. Kata "rabi" berasal dari akar kata bahasa Ibrani rav, yang berarti besar atau terkemuka dalam pengetahuan. Di kalangan orang Yahudi zaman dahulu, Rabi merupakan gelar untuk seseorang yang menguasai 613 mitzvot (hukum agama) Yahudi, sehingga ia dapat mengajar orang banyak. Yesus sebagai guru tidak hanya mengajar- dengan cara yang sama seperti guru-guru lain. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Sorga, mengajar, dan menyembuhkan. Yesus mengajar dengan isi dan cara yang berbeda, sehingga orang banyak menjadi takjub (Matins 7: 28). Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat (Matius 7:29). Melalui pelajaran ini remaja dapat menjelaskan bahwa Yesus adalah Guru yang baik. Tidak hanya itu, melalui pelajaran ini remaja juga percaya bahwa Yesus adalah Guru yang baik baginya. Artinya remaja mau menjadi murid Yesus yang taat dan meneladani-Nya, di tengah dunia remaja (teman dan media) yang sangat kuat pengaruhnya.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Perikop Matius 4:23-25 ini menceritakan awal karya Yesus di tengah orang-orang Yahudi. Tampilnya Yesus dimulai dari ayat 17: Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Pemberitaan Yesus merupakan kelanjutan dari pemberitaan Yohanes Pembaptis (Matius 3:1-2). Ayat 17 diulang lagi pada ayat 23, sehingga membingkai ayat 18-22 yang merupakan perikop tentang pemanggilan murid-murid yang pertama. Pada ayat 23 Yesus tidak hanya "memberitakan" Injil Kerajaan Allah (seperti ayat 17), namun juga "mengajar" dalam rumah-rumah ibadat (sinagoge), serta "menyembuhkan" atau melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Jadi ada tiga hal yang dilakukan Yesus: memberitakan (kerussein), mengajar (didaskein), dan menyembuhkan (therapeuein).

• Melalui pemberitaan-Nya (kerugma) Yesus menyampaikan injil, yaitu kabar baik tentang mulainya Kerajaan Sorga di bumi.
• Melalui pengajaran-Nya (didakhe) Yesus menguraikan implikasi-implikasi kabar baik itu untuk kehidupan dan perutusan murid-murid dan jemaat.

• Melalui tindakan penyembuhan-Nya (therapeia) Yesus mewujudnyatakan berkat Kerajaan Allah, Injil Matius ditulis secara sistematis. Maka hal Yesus mengajar dikelompokkan pada pasal 5-7, kemudian hal Yesus menyembuhkan dikelompokkan pada pasal 8-9.

Ternyata kabar tentang Yesus yang memberitakan Injil, mengajar, dan menyembuhkan itu terdengar ke mana-mana, tidak hanya di kalangan orang Yahudi, tapi juga orang bukan Yahudi. Banyak orang sakit dari seluruh wilayah Siria dibawa kepada Yesus untuk disembuhkan. Dan banyak orang dari Galilea, Dekapolis, Yerusalem, Yudea dan seberang Yordan datang untuk mengikut Yesus.


Pengenaan
_____________________


Yesus Sang Guru yang sejati. Berarti remaja adalah murid-murid-Nya. Tapi karena pengaruh teman dan dunia media, seringkali remaja tidak menaati dan meneladani Yesus Sang Guru. jika yang menjadi guru mereka adalah teman dan media, dengan mudah mereka terjerumus pada perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan tidak benar, seperti memiliki sikap konsumtif, tidak peduli pada orang lain, bahkan tidak jujur dan adil; atau melakukan kekerasan (misalnya bullying, tawuran), melakukan hubungan seks secara bebas, menggunakan narkoba dsb. Maka remaja mesti cerus menerus belajar dari Yesus Sang Guru. Ajaran Yesus ada dalam Alkitab.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tanyakan kepada remaja: siapa Yesus itu. Tulislah jawabannya di papan tulis, atau di computer dan ditayangkan di layar LCD. Lihatlah apakah ada yang menyebut Yesus sebagai guru. Biasanya secara spontan orang mengatakan Yesus adalah juruselamat, Tuhan, Anak Allah. Tapi mungkin saja remaja menyebutkan gelar-gelar lain untuk Yesus seperti gembala yang baik; pintu; jalan, kebenaran dan hidup; Anak Manusia; dll,
2. Fokuskan pada Yesus sebagai guru. Pakailah ilustrasi tentang "pengertian guru" di bawah ini.
3. Ajak remaja membaca Matius 4:23-25. Tunjukkan tiga hal yang dilakukan Yesus: memberitakan Injil, mengajar, dan menyembuhkan orang sakit. jelaskan satu per satu dengan memanfaatkan Penjelasan Teks di atas.
4. Tekankan kepada remaja: jika Yesus adalah Guru, maka remaja adalah murid-murid-Nya. Apa yang semestinya dilakukan murid? Menaati dan meneladani Guru. Matius 5-7 merupakan isi pengajaran Yesus yang semestinya dijadikan pedoman untuk hidup bersama sesama dalam dunia. Tanyakan kepada remaja apa kesulitan menjadi murid Yesus yang taat dan meneladani sang Guru. Tunjukkan bahwa seringkali remaja lebih terpengaruh dan berguru kepada teman atau dunia media, sehingga lupa kalau semestinya berguru kepada Yesus Sang Guru. (Pakailah bagian Pengenaan)
                           

Kegiatan
_____________________

1. Bagikan lembar terlampir kepada setiap remaja yang hadir. Minta mereka mengisi kolom-kolom yang tersedia. Kolom kiri tentang isi ajaran Yesus yang diambil dari Matius 5-7, dan kolom kanan tentang apakah yang akan mereka lakukan sesuai dengan ajaran Yesus itu.
2. Setelah mengisi lembar itu secara pribadi, remaja masuk dalam kelompok kecil 4-5 orang untuk sharing apa yang mereka tulis, baik tentang apa yang diajarkan Yesus, maupun apa yang akan mereka lakukan untuk melaksanakannya.
3. Akhiri kelompok kecil dengan saling mendoakan.
 

Ajaran Yesus dalam Marius 5-7

Apa yang akan saya lakukan?

   
   
   
   
   


Ilustrasi
_____________________


Pengertian "Guru"
• Dalam bahasa Jawa: digugu lan ditiru (seseorang yang ditaati dan dicontoh) Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia: seorang yang pekerjaannya mengajar
• Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003 pasal 36 ayat 2: tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Yang manakah intisari dari seorang guru? Pekerjaan, tenaga profesional, atau seorang yang dapat ditaati dan dicontoh? Jika pengertian guru dibatasi pada pekerjaan dan tenaga profesional, seorang guru dapat salah mengira bahwa ia hanya guru selama ada di sekolah; di luar sekolah ia bukan guru. Maka di luar sekolah ia tidak perlu digugu lan ditiru. Kesalahmengertian ini dapat membuat guru tidak mengajar dengan seluruh keberadaan dirinya (identitas dan integritasnya). Yesus Sang Guru dapat ditaati dan diteladanl dalam seluruh keberadaan diri-Nya. Ia adalah Guru yang sejati.

 

                                                                           


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999