HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Maret 2018
Tuhan Yesus Kristus

 
44 Yesus Sang Guru   1
48 Yesus, Imam Besar Agung   2
52 Yesus, Nabi dari Nazaret   3
56 The Extraordinary King   4

Maret 2018 Minggu II

Ibrani 4: 14-16
Bahan yang diperlukan: - kertas
- alat tulis atau pencil warna sebanyak remaja yang hadir

 

Fokus
_____________________

 
Dalam surat Ibrani Yesus disebut Imam Besar Agung. Sebutan ini dipengaruhi tradisi Yahudi, yaitu adanya seorang Imam Besar yang sekali dalam setahun masuk ke dalam ruang mahakudus dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran pada hari raya pendamaian (yam kipur). Ritual kurban ini hanya boleh dilakukan oleh seorang Imam Besar sebagai perantara antara umat Israel dengan Tuhan. Yesus adalah Imam Besar Agung, yang menggenapi seluruh fungsi Imam Besar. Maka bagi orang Kristen tidak dibutuhkan lagi adanya seorang Imam Besar, sebab Yesus sendirilah Imam Besar Agung atau Imam Besar yang sejati. Yesuslah perantara antara Allah dan manusia, yang memperdamaikan Allah dengan manusia. Melalui pelajaran ini remaja dapat menjelaskan dan percaya bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Sebagai Imam Besar Agung, Yesus menjadi perantara antara Allah dan manusia. Yesus menyampaikan firman dan kehendak Allah kepada manusia, dan membawa manusia masuk ke hadirat Allah. Maka Imam Besar Agung harus benar-benar mengenal Allah dan manusia. Ibrani 4:14 menekankan keilahian Yesus dengan istilah "telah melintasi semua langit." Artinya Yesus yang agung lebih tinggi daripada semua langit. Ia telah melintasi atau melampaui segala yang ada.

Ibrani 4:15 menekankan kemanusiaan Yesus. Ia sama dengan manusia. dan mengalami semua hal yang dialami manusia. Perbedaan Yesus dan manusia adalah bahwa Yesus tidak berbuat dosa. Justru di sinilah letak beratnya tekanan dan serangan pencobaan yang dialami Yesus. Jika manusia biasa yang penuh dosa dicobai, seringkali manusia jatuh tanpa merasakan beratnya pencobaan itu. Bukankah ada orang-orang yang membiarkan diri hidup dalam dosa, dan melakukan dosa tanpa rasa bersalah? Misalnya orang yang suka korupsi, menyalahgunakan jabatan, mengumbar hawa nafsu, tanpa rasa bersalah? Tapi Yesus berbeda. Karena Ia tidak berbuat dosa, beban melawan pencobaan itu menjadi sangat berat. Si pencoba atau penggoda berusaha terus menekan dan menyerang Yesus dengan segala kekuatan yang ada padanya. Dan Yesus menangkis semua serangan itu. Perikop yang sangat jelas menggambarkan pencobaan yang dialami Yesus adalah Matius 4:1-11.
Pengalaman pencobaan yang dialami Yesus itu membuat-Nya dapat merasakan kelemahan-kelemahan manusia. Yesus dapat berempati, ikut merasakan, semua kelemahan dan penderitaan manusia. Inilah salah satu segi iman Kristen yang berbeda dari beberapa kepercayaan pada zaman dahulu.

Aliran filsafat Yunani yang disebut Stoa mengajarkan bahwa Allah itu apatheia, tidak dapat merasakan sesuatu sama sekali. Sedangkan aliran Epikuri menekankan para dewa hidup dalam kesenangan dan kemuliaan yang sempurna, sehingga tidak berurusan dengan dunia. Sedangkan iman Kristen meneruskan iman Yahudi yang percaya kepada Allah yang mahatinggi. namun Allah telah menjadi manusia dalam diri Yesus, Imam Besar Agung.
Yesus yang ikut merasakan penderitaan manusia itu mengerti keadaan manusia yang lemah dan berdosa, sehingga Ia mengampuni manusia dan menyelamatkan mereka. Yesus sanggup menolong manusia dalam semua keadaan. Ayat 16 merupakan ajakan untuk berani menghampiri takhta kasih karunia Allah, untuk menerima rahmat dan anugerah serta pertolongan dari Allah pada waktunya.


Pengenaan
_____________________


Remaja mengalami pencobaan yang berat dalam hidup sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun dalam pergaulan. Misalnya nyontek, berbohong, melakukan kekerasan, godaan pergaulan bebas dan sebagainya. Betapa mudahnya remaja jatuh dalam pencobaan itu. Banyak pilihan ada di depan remaja: mau ikut arus dunia atau mau taat kepada Tuhan. Maka remaja membutuhkan Yesus. Imam Besar Agung, yang ikut merasakan pencobaan itu, untuk menolong mereka melawan godaan dan pencobaan. Yesus menolong remaja dengan memberikan kemampuan rasional untuk memilih melawan pencobaan, berpikir kritis, dan tidak sekedar ikut-ikutan teman.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tanyakan kepada remaja godaan apa yang terbesar dan tersering mereka alami. Apakah mudah melawan godaan-godaan itu? Apakah yang mereka lakukan untuk melawan godaan-godaan itu?
2. Jelaskan kepada remaja mengapa manusia mudah jatuh dalam godaan dan pencobaan, yaitu karena manusia sudah ada dalam dosa, sehingga tidak merasa bersalah saat jatuh dalam godaan. Bahkan mungkin manusia mencari alasan pembenaran atas perbuatan dosanya: "harap maklum, saya manusia biasa yang penuh dosa..."
3. Ajak remaja membaca Ibrani 4:14-16. Jelaskan bahwa Yesus sebagai Imam Besar Agung ikut merasakan kelemahan manusia. Pencobaan yang dialami Yesus lebih berat karena Ia tidak berbuat dosa. Dengan pengampunan dan keselamatan yang Yesus berikan, Ia memanggil manusia untuk datang kepada-Nya dan menerima rahmat dan anugerah. Pakailah Penjelasan Teks.
4. Tanyakan kepada remaja apakah mereka mau datang kepada Yesus, Imam Besar Agung, untuk menerima rahmat dan anugerah, agar tidak terus menerus jatuh dalam pencobaan. Yesuslah yang memberikan kekuatan dan kemampuan untuk melawan godaan, melalui cara berpikir rasional dan kritis (Lihat Pengenaan).
5. Masuklah dalam kegiatan.
 

Kegiatan
_____________________

1 . Mintalah remaja duduk agak berjauhan satu sama lain, agar tidak saling mengganggu. Bagikan kertas dan alat tulis (pen, pensil warna) kepada setiap remaja.
2. Putarlah musik instrumental yang teduh. Dalam suasana tenang mintalah remaja menuliskan atau menggambarkan godaan dan pencobaan terbesar dalam hidup mereka.
3. Persilahkan remaja berdoa dalam hati sambil membawa kertas yang berisi gambaran godaan itu, untuk mohon kekuatan dari Tuhan agar berani melawan godaan.
4. Jika memungkinkan, remaja masuk dalam kelompok kecil 2-3 orang untuk berbagi apa yang mereka alami dan apa yang ingin mereka lakukan.
5. Tutup kegiatan dengan berdoa bersama. dalam posisi membentuk satu lingkaran besar sambil setiap orang membawa kertas masing-masing, mohon kekuatan dari Tuhan untuk melawan godaan.


Ilustrasi
_____________________


Sejarah lagu "Lawanlah Godaan" (KJ 436)

1. Lawanlah godaan, s'lalu bertekun;
tiap kemenangan kau tambah teguh;
nafsu kejahatan harus kautentang;
harap akan Yesus: pasti kau menang

Refrein:
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan;
Ia b'ri pertolongan: pastilah kau menang

2. Tinggalkan yang jahat, dosa dicegah;
tindakanmu tulus tiada bercela:
junjung kebenaran, hidup dalam t'rang,
harap akan Yesus: pasti kau menang.

3. Allah memberikan tajuk mulia
bagi yang berjaya di dalam iman;
Kristus memulihkan kau yang tertekan,
harap akan Yesus: pasti kau menang.

Judul asli lagu ini adalah Yield Not to Temptation, dikarang oleh Horatio R. Palmer (1834-1907) pada tahun 1868. Lagu ini menggambarkan pergumulan manusia melawan godaan yang besar dalam hidup sehari-hari. Jadi lagu ini tentang realita hidup manusia di dunia, bukan sekedar doktrin atau ajaran. Godaan dan tantangan itu nyata. Apa yang harus dilakukan saat pencobaan atau godaan itu datang? Berpalinglah pada Allah, sebagaimana kata-kata pada bagian refrein: Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan;
Ia b'ri pertolongan: pastilah kau menang.

( disarikan dari http://themeltdowncontinues.blogspot.co.id/2013/03/yield-not-to-temptation hymnstory.html)
 

                                                                          


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999