HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 
















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 45
Januari - Juni 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia



Yesus Anak Tukang Kayu | Yesus Blusukan | Yesus Memilih Rakyat Jelata | Yesus Memberi Makan |
The Compassion of Christ |
 

   

Yesus
di tengah
Masyarakat


  Yesus Blusukan
 

fokus
Presiden Joko Widodo terkenal dengan kegiatan blusukan yang sudah ia lakukan sejak menjadi walikota Surakarta, gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden.
Dengan blusukan ia dapat melihat realitas di lapangan, mengenal dan dikenal rakyat. Dan rakyat pun selalu antusias berjumpa dengan bapak Joko Widodo; terbukti ia selalu dielu-elukan, diajak bersalaman dan berfoto.
Jauh sebelum era Joko Widodo, Yesus pun melakukan blusukan. Ia berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Yesus selalu berada di tengah-tengah rakyat. Melalui pelajaran ini remaja memahami makna pelayanan yang dikerjakan Yesus, dan terpanggil melakukan pelayanan berdasar teladan Yesus.
 
Materi ini membutuhkan: kertas dan alat tulis untuk tiap kelompok, untuk menuliskan rencana blusukan

penjelasan teks
Lukas 8:1-3 menunjukkan kegiatan Yesus blusukan, yaitu dengan berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah (ay. 1). Karya Yesus menunjukkan gerakan rakyat (data, bukan kelompok elit yang berkuasa. Ia memberitakan Injil (= kabar baik) tentang Kerajaan Allah.
 

Pemberitaan tentang Kerajaan Allah adalah pemberitaan tentang kekuasaan dan pemerintahan Allah, yang memberikan keselamatan kepada manusia. Pemberitaan ini menguatkan dan memberikan pengharapan kepada rakyat yang menderita di bawah penjajahan Romawi (yang menarik pajak yang sangat besar dan memberatkan rakyat), serta para pemimpin Yahudi yang acuh tak acuh terhadap rakyat.
Komunitas Yesus terdiri dari laki-laki dan perempuan. Selain 12 murid laki-laki, ada pula beberapa perempuan: Maria Magdalena, Yohana, Susana dan banyak perempuan lain. Jadi jangan membayangkan komunitas Yesus hanya 13 laki-laki seperti boy band masa kini. 12 murid laki-laki yang dikhususkan oleh Yesus itu disebut rasul-rasul. Sedangkan murid-murid lebih luas daripada 12 orang tadi. Murid-murid Yesus terdiri dari bermacam-macam golongan: laki-laki dan perempuan, orang tua/dewasa, muda, dan anak-anak; dari kalangan rakyat miskin dan kelas menengah; dari berbagai latar belakang sikap politik, termasuk orang Zelot yang memperjuangkan kemerdekaan.
Dikatakan pada ayat 2 bahwa para perempuan itu telah disembuhkan Yesus dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit. Pada zaman Yesus orang masih percaya bahwa penyakit disebabkan pekerjaan roh-roh jahat; maka harus diusir. Maria Magdalena dibebaskan dari tujuh roh jahat; artinya disembuhkan dari berbagai penyakit yang dideritanya — pada masa kini disebut penyakit komplikasi yang menyerang berbagai organ tubuh. Jadi Maria Magdalena bukanlah pelacur atau perempuan berdosa yang meminyaki kaki Yesus (Lukas 7:36-50). Dalam penafsiran dan tradisi gereja tertentu seringkali Maria Magdalena disebut sebagai pelacur atau perempuan yang tidak baik. Itu tidak benar. Alkitab tegas menyebutkan Maria Magdalena dirasuk tujuh setan, yang dikaitkan dengan penyakit yang disembuhkan Yesus. Hanya Lukas 8:2 yang menjelaskan tentang siapa Maria Magdalena.

Selain Maria Magdalena, disebutkan juga Yohana dengan penjelasan bahwa ia adalah istri Khuza bendahara Herodes. Yang dimaksud dengan Herodes di sini adalah Herodes Antipas yang memerintah di Galilea sebagai wali negeri di bawah kekaisaran Roma. Tugas bendahara (= epitropos) adalah mengawasi, memelihara, dan mengelola harta milik pribadi Herodes untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari Herodes dan keluarga beserta seluruh isi istananya. Bendahara merupakan orang kepercayaan raja; ia dipercaya karena terbukti jujur.
Nama perempuan ketiga yang disebut adalah Susana, tanpa keterangan apapun. Pasti ia pun dikenal oleh jemaat sehingga tidak perlu dijelaskan identitasnya. Yang menarik adalah bahwa perempuan perempuan itu melayani rombongan atau komunitas Yesus dengan harta yang mereka miliki. Jadi para perempuan ini adalah orang-orang kaya yang sudah disembuhkan oleh Yesus, lalu mengikut Dia dan melayani dengan kekayaan mereka. Inilah wujud ungkapan syukur dan kasih kepada Yesus. Para perempuan ikut ambil bagian dalam pelayanan dengan memakai kemampuan yang mereka miliki. Bahkan sampai masa kini pun seringkali komisi wanita dalam gereja merupakan komisi yang paling kaya.
Nama-nama perempuan ini muncul lagi dalam Lukas 24:10 saat Yesus bangkit, dan mereka menjadi saksi kebangkitan-Nya: "Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul." Jadi perempuan-perempuan itu menjadi bagian dani komunitas Yesus sejak dari Galilea hingga Yerusalem. Mereka saksi kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus.

pengenaan
Yesus yang melakukan blusukan di tengah masyarakat untuk memberitakan kabar baik dan pengharapan bagi rakyat yang menderita telah menjadi inspirasi banyak orang Kristen masa kini untuk melakukan advokasi bagi orang-orang yang menderita dan mengalami ketidakadilan. Contohnya: Pdt. Sugianto (GKSBS Lampung) yang membela para petani, sampai ia sendiri dipenjara.
Karya Yesus dan beberapa tokoh masa kini ini kiranya menginspirasi remaja untuk mau blusukan: baik secara fisik blusukan ke desa-desa dan kampung-kampung kumuh, maupun dengan membaca laporan wartawan yang meliputnya melalui media. Lain remaja dapat melatih kepekaannya terhadap realitas, sehingga dapat berbuat sesuatu untuk menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.

langkah-langkah penyampaian
1. Pakai Ilustrasi no. 1 tentang presiden Joko Widodo blusukan. Bicarakan apa gunanya ia melakukan blusukan: bukan untuk pencitraan, melainkan untuk melihat dan mendengar langsung realitas di tengah masyarakat.
2. Ajak remaja membaca Lukas 8:1-3. Jelaskan tentang Yesus blusukan disertai komunitasnya yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada rakyat yang menderita. Karya Yesus adalah gerakan rakyat. Pakailah Penjelasan Teks.
3. Tunjukkan contoh-contoh pada masa kini, bagaimana tokoh-tokoh melakukan blusukan dan advokasi terhadap rakyat yang diperlakukan tidak adil. Pakailah Ilustrasi no 2.
4. Masuk dalam Kegiatan
5. Tutup dengan menyanyikan "B'rikanku Hati-Mu" By Franky Sihombing

B'rikanku hati seperti hatiMu
Yang penuh dengan belas kasihan
B'rikanku mata seperti mataMu
Memandang tuaian disekelilingku
B'rikan ku tanganMu 'tuk melakukan tugasMu
B'rikanku kakiMu melangkah dalam rencanaMu

B'rikanku, B'rikanku, Brikanku hatiMu

kegiatan
1. Minta remaja masuk dalam kelompok kecil.
2. Tiap kelompok merencanakan blusukan, agar dapat melihat dan mendengar realitas. Misalnya masuk ke kampung-kampunglalu memotret (dengan handphone) realitas yang ada: masalah kebersihan, kesehatan, penghijauan, sampah dsb.
3. Selanjutnya blusukan ini benar-benar.dilaksanakan pada hari-hari mendatang sesuai kesepakatan.
4. Hasil blusukan dibicarakan bersama pada minggu berikutnya, untuk merencanakan aksi yang sesuai dengan realitas atau kebutuhan.
5. Aksi dilakukan secara nyata.
6. Selesai aksi dilakukan, dilanjutkan dengan evaluasi dan refleksi.

ilustrasi
1. Jokowi Blusukan
Blusukan di Agats, Jokowi Boncengkan lriana Naik Motor Listrik
 

ASMAT, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana, Kamis (12/4/2018), blusukan di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Menariknya, dari satu tempat blusukan ke tempat lainnya, Presiden Jokowi memboncengkan Iriana menggunakan moda transportasi motor listrik. Di Agats, masyarakat setempat memang terbiasa menggunakan motor listrik untuk mobilitas. Saat hendak menuju lokasi pertama, yakni Gedung Serba Guna Widya Mandala. Presiden Jokowi mengenakan helm terlebih dahulu sebelum menaiki motor berpelat RI-1. Adapun Iriana sudah mengenakan helm terlebih dahulu. Usai siap, Presiden Jokowi menarik tuas gas dan mulai berkeliling Kota Agats.

 Iriana berpegangan pada pinggang Jokowi. Jalan di Kota Agats berada di atas tanah. Sebab, seluruh daerah itu berupa rawa. Jalan terdiri dari aspal yang ditopang beton. Lebarnya tidak lebih dari 3 meter. Banyak pula jalanan yang masih berupa papan kayu sehingga motor yang melintas mesti lebih berhati-hati. Masyarakat setempat yang menunggu kehadiran Presiden Jokowi di pinggir jalan terkejut orang nomor satu di Indonesia itu naik motor dan mengendarai sendiri. Apalagi, Presiden Jokowi memboncengkan Iriana. "Haa? Bapak Jokowi naik motor, ka?" kata seorang mama-mama yang berdiri di tepi jalan. Tidak hanya Presiden, sejumlah menteri, kepala daerah, dan kepala satuan wilayah setempat juga menggunakan motor listrik. Mereka melaju di belakang Presiden Jokowi. Di Agats, Presiden Jokowi blusukan di tiga daerah. Pertama di Gedung Serba Guna Widya Mandala di pusat kota. Kedua, di proyek pembangunan instalasi penampungan air bersih di Kampung Kayeh. Ketiga, proyek pembangunan rumah di kampung yang sama. Jarak dari satu tempat ke tempat lainnya sekitar 1 kilometer.

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Blusukan di Agats, Jokowi Boncengkan Iriana Naik Motor Listrik", https://nasional.kompas.com/read/2018/04/12/16241711/blusukan-di-agats¬jokowi-boncengkan-iriana-naik-motor-listrik. )
Penulis Fabian Januarius Kuwado
Editor Sandro Gatra

2. Pdt. Sugianto Dipenjara karena Membela Petani-petani Lampung


Jumat 03 Maret 2017, 15:12 W1B
Sengketa Tanah di Lampung, 4 Petani dan Pendeta Dibui Andi Saputra - detikNews

Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Manggala, Tulang Bawang, Lampung, menjatuhkan hukuman penjara kepada empat petani terkait dengan sengketa tanah. Ikut pula dipenjara tokoh agama setempat.
"Mereka divonis atas tuduhan provokasi kerusuhan di PT BNIL," kata kuasa hukum warga dari LBH Lampung, Alian, Jumat (3/3/2017).
Vonis itu dibacakan pada Kamis (2/3) kemarin. Mereka yang dihukum adalah:
1. Sujarno dihukum 2 tahun penjara.
2. Hasan dihukum 2 tahun penjara.
3. Sukirman dihukum 2 tahun 4 bulan penjara.
4. Sukirji dihukum 2 tahun 4 bulan penjara.
"Begitu pula dengan seorang pendeta pendamping petani, yakni Pendeta Sugianto. Pendeta Sugianto, yang memperjuangkan hak petani, justru divonis 1,6 tahun penjara karena alasan yang sama, yakni melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan," ucap Alian.
Selain lima orang tersebut, saat ini masih ada dua petani yang menjalani persidangan. Salah satunya Rajiman, guru mengaji dan kader Nahdlatul Ulama.
Kasus sengketa lahan milik petani dengan PT BNIL sudah berlangsung sejak 1991. Saat itu petani yang menduduki lahan transmigrasi dipaksa menyerahkan tanahnya kepada PT BNIL. Sepanjang perjuangan petani mendapatkan haknya, sudah ada 8 orang meninggal karena dibunuh, puluhan orang disiksa, dan belasan orang dikriminalisasi.
"Petani sudah mengadukan masalah ini ke Komnas HAM, Komisi II DPR, dan Kantor Staf Presiden. Namun sampai kini belum ada keadilan juga untuk mereka," ajar Alian. (asp/fdn)

(Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3437428/sengketa-tanah-di-lampung-4-petani-dan¬pendeta-dibui)
 

 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 | derap maret 0119 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999