HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Maret 2018
Tuhan Yesus Kristus

 
44 Yesus Sang Guru   1
48 Yesus, Imam Besar Agung   2
52 Yesus, Nabi dari Nazaret   3
56 The Extraordinary King   4

Maret 2018 Minggu III

Matius 21:1-11
Bahan yang diperlukan: - kertas
- alat tulis sebanyak kelompok kecil yang akan dibentuk

 

Fokus
_____________________

 
Saat Yesus masuk kota Yerusalem diiringi orang banyak yang mengelu-elukan-Nya, orang-orang Yerusalem mempertanyakan siapa Yesus itu. Ada yang mengatakan Yesus adalah nabi dari Nazaret. Gelar untuk Yesus ini bisa bermakna serius, tetapi bisa juga bermakna ejekan. Namun pemberian nama ejekan pun sebenarnya menunjukkan siapa Yesus yang sesungguhnya. Yesus memang seorang nabi dari kota Nazaret. Apa yang dialami Yesus dapat menjadi teladan bagi remaja di tengah pergaulan yang seringkali menimbulkan ejekan, agar mereka tidak berkecil hati atau patah semangat. Maka melalui pelajaran ini remaja dapat menjelaskan bahwa Yesus adalah nabi dari Nazaret, dan percaya kepada-Nya.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Matius 21:1-11 menceritakan peristiwa Yesus masuk kota Yerusalem di penghujung hidup-Nya. Saat Yesus dan para pengikut-Nya tiba di Betfage di bukit Zaitun dekat Yerusalem, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya untuk mengambil seekor keledai betina tertambat dan anaknya yang ada dekatnya, dan membawa keduanya kepada Yesus. Jika ada orang yang mempertanyakan perbuatan itu, harus dijawab bahwa Tuhan memerlukannya dan akan segera mengembalikannya. Setelah mendapatkan keledai, murid-murid mengalasi punggung keledai dengan pakaian mereka, dan Yesus naik ke atas kedua keledai itu.
Orang banyak, yaitu para peziarah yang berjalan menuju Yerusalem untuk merayakan Paskah, menghamparkan pakaian di jalan, dan memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Inilah wujud penyambutan seorang raja. Mereka juga berseru: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi." Hosana atau hosiana berarti "berilah kiranya keselamatan/kemenangan!" Sebenarnya hosana merupakan doa permohonan, namun telah menjadi seruan kegembiraan atas keselamatan. Gelar "Anak Daud" yang ditujukan bagi Yesus merupakan istilah yang banyak dipakai dalam injil Matius. Gelar "Anak Daud" menunjuk pada penyelamat dan penyembuh, bukan raja yang berkuasa. Hal ini sesuai dengan peristiwa Yesus dielu-elukan bak raja, padahal Ia menunggang keledai, bukan kuda. Keledai adalah kendaraan sehari-hari untuk berdagang dan melakukan perjalanan; sedangkan kuda adalah kendaraan perang. Jadi, dengan mengendarai keledai, Yesus adalah raja damai.

Matius 21:1-11 merupakan salah satu dari sedikit perikop yang ada di empat Injil: Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Keistimewaan Matius adalah:
1. Menggambarkan ada dua ekor keledai, yaitu induk dan anaknya, yang dibawa kepada Yesus. Bahkan Yesus naik ke atas mereka (kedua keledai). Hal ini disebabkan Matius 21:5 mengutip Zakharia 9:9 dan menjelaskan Yesus menggenapi firman yane disampaikan nabi:"Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda" (Matius 21:5).
"Lihat, rajamu datang kepadamu; Ia adil dan Jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda" (Zakharia 9:9).
Karena pengulangan kata "seekor keledai, seekor keledai beban yang muda" maka dianggap ada dua ekor keledai - sekalipun terasa aneh dan lucu Yesus naik ke atas dua keledai. Injil Yohanes juga mengutip Zakharia 9:9, namun tidak mengatakan adanya dua ekor keledai, melainkan seekor anak keledai (Yohanes 12:15). Peristiwa ini menjadi penggenapan sempurna nubuat tentang Raja Mesias.

2. Menceritakan reaksi orang-orang Yerusalem: ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." Yesus disebut nabi - suatu penghormatan bagi-Nya. Tetapi tambahan keterangan "dari Nazaret di Galilea" bisa berkonotasi hinaan karena daerah Galilea biasanya direndahkan oleh orang-orang Yahudi, dibandingkan Yudea. Galilea merupakan wilayah yang terbuka terhadap bangsa-bangsa asing, jauh dari bait Allah di Yerusalem, dan logatnyapun berbeda dari orang-orang Yudea. Orang-orang Galilea dianggap kasar, sesuai dengan profesi mereka sebagai nelayan dan petani. lstilah "nabi dari Nazaret" juga mengingatkan pada peristiwa Yesus ditolak di Nazaret, sehingga Ia berkata bahwa seorang nabi tidak dihormati di tempat asalnya (Matius 13:57). Walaupun Yesus sudah ditolak di Nazaret, dan akan ditolak di Yerusalem, Ia tetap seorang nabi dari Nazaret - kota tempat Ia dibesarkan.


Pengenaan
_____________________


Yesus adalah seorang nabi dari Nazaret. Dalam Alkitab seringkali kata-kata yang diucapkan orang terhadap Yesus dengan nada hinaan, justru merupakan kenyataan. Yesus benar-benar adalah nabi, yang berasal dari Nazaret di Galilea. Demikian pula saat Yesus disalib, tulisan yang menyatakan alasan hukumannya adalah "Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi" yang disingkat INRI (Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum). Sebenarnya ini ejekan yang dibuat oleh Pilatus kepada orang-orang Yahudi; namun sesungguhnya kalimat ini menyatakan kebenaran: Yesus memang orang Nazaret, dan Ia adalah raja orang Yahudi. Sama seperti istilah "Kristen" yang diciptakan oleh orang-orang Antiokhia untuk menghina pengikut Kristus, menjadi nama yang terus dipakai hingga kini. Ternyata ejekan atau hinaan dengan kata-kata sudah ada sejak zaman dahulu. Mungkin ada remaja yang diberi julukan tertentu yang menghina; atau remaja dihina dan didiskriminasi secara Iangsung di sekolah atau di tengah masyarakat sebagai seorang Kristen; mungkin juga merasakan hinaan dan diskriminasi melalui media sosial. Dalam keadaan seperti ini, ingatan akan Yesus yang disebut nabi dari Nazaret dapat menguatkan remaja untuk berani menghadapi hinaan. Jangan patah semangat oleh hinaan; justru hinaan dipakai untuk menunjukkan siapa diri remaja.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tanyakan kepada remaja apakah mereka pernah mengalami diejek atau diberi julukan yang menghina oleh teman atau teman-teman. Tanyakan bagaimana perasaan mereka saat diejek atau dihina. Jelaskan bahwa selain ejekan dan hinaan secara langsung, ada juga ejekan dan hinaan lewat media; misalnya dengan memberi sebutan pada kelompok etnis atau agama tertentu, bahkan ancaman. Ejekan, hinaan, dan ancaman dapat membuat orang menjadi takut, atau minimal berkecil hati dan kurang percaya diri.
2. Pakailah ilustrasi tentang don't judge a book by its cover di bagian Ilustrasi di bawah ini.
3. Ajak remaja membaca Matius 21:1 - 11. Jelaskan jalannya peristiwa Yesus masuk kota Yerusalem, dengan penekanan pada keistimewaan Injil Matius dalam hal sebutan Yesus sebagai nabi dari Nazaret (pakailah Penjelasan Teks). Putarlah video klip Yesus masuk ke Yerusalem dan percakapan tentang Yesus nabi dari Nazaret, yang diunduh dari https://www.youtube.com/watch?v=lbWurHq1bCQ
4. Hubungkan pengalaman remaja yang dihina dan diejek dengan sebutan tertentu, dengan ejekan untuk Yesus sebagai nabi dari Nazaret. Ajak remaja untuk meneladani Yesus yang tidak bereaksi terhadap sebutan itu, karena Yesus melihatnya dari segi positif dan netral bahwa Ia memang nabi yang berasal dari Nazaret. Bisa ditambahkan contoh tentang INRI saat Yesus disalib, dan sebutan Kristen dalam konteks aslinya yang juga merupakan ejekan. (Pakailah bagian Pengenaan)
5. Masuklah dalam Kegiatan.
 

Kegiatan
_____________________

Ajak remaja mempersiapkan kampanye positive words:
• Remaja masuk dalam kelompok kecil 4-5 orang.
• Tiap kelompok diminta menyusun kalimat-kalimat yang positif dan memberi semangat kepada orang-orang lain, terutama dalam menghadapi ejekan dan julukan. Julukan dapat membuat seseorang menjadi minder dan mempengaruhi identitasnya. Maka perlu kata-kata penyemangat supaya mereka tidak berputus asa.
• Tiap kelompok dipersilahkan memilih cara mengkomunikasikan positive words tersebut, apakah melalui media sosial, poster, atau perkataan dan tindakan langsung.


Ilustrasi
_____________________


Ada sebuah kalimat bijak dalam bahasa Inggris yang berbunyi don't judge a book by its cover. Secara hurufiah kalimat ini berarti jangan menghakimi atau menilai suatu buku dari sampulnya. Kalimat bijak ini bermaksud memberi nasihat agar seseorang tidak membentuk opini terhadap seseorang atau sesuatu hanya berdasarkan apa yang kelihatan dari luar atau permukaan, sebab jika dilihat lebih dalam lagi mungkin saja orang atau benda itu ternyata sangat berbeda dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Misalnya:
• penampilan seseorang yang sangat sederhana belum tentu berarti ia tidak memiliki uang atau ia datang untuk meminta-minta.
• penyandang disabilitas belum tentu meminta bantuan; mungkin ia datang untuk memberi bantuan.
• orang yang berpenampilan glamour belum tentu kaya.
• orang yang berpenampilan meyakinkan atau ramah belum tentu jujur; bisa saja ia penipu. Oleh sebab itu janganlah menilai orang hanya dari penampilannya. Lihatlah ke kedalaman untuk mengenal yang sesungguhnya dari seseorang atau sesuatu
 

                                                                          


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999