HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Maret 2018
Tuhan Yesus Kristus

 
44 Yesus Sang Guru   1
48 Yesus, Imam Besar Agung   2
52 Yesus, Nabi dari Nazaret   3
56 The Extraordinary King   4

Maret 2018 Minggu IV

Yohanes 18: 28-38
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus
_____________________

 
Raja identik dengan kekuasaan yang besar dan mutlak. Perkataan dan perintah raja harus diikuti dan dituruti oleh rakyatnya. Raja tidak dapat salah, dan berhak memerintah siapa saja. Ketika seorang raja tidak bijak menggunakan kekuasaannya, akhirnya dia menindas rakyat. Rakyat takut kepadanya bukan karena hormat, tetapi takut pada hukuman. Raja identik juga dengan kekayaan. Negeri yang dipimpinnya adalah hartanya. Dia menjadi pemilik negeri tersebut. Salah satu jabatan Yesus adalah Raja. Namun Yesus bukan Raja seperti biasanya. Dia hadir sebagai Raja tanpa takhta dan selalu ada bersama 'rakyat'-Nya. Tema minggu ini adalah Yesus sebagai Raja. Pelajaran ini bertujuan agar remaja memaknai kembali keyakinan iman mereka yang mengakui Yesus sebagai Raja. Tema ini pula yang menjadi bagian akhir dari pembahasan tentang tiga gelar Yesus: Imam-Nabi-Raja.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Rob Bell menyebutkan data historis tentang kaisar Romawi pada zaman Yesus lahir ke dunia. Julius Caesar, misalnya, dikabarkan munculnya komet di langit ketika dia meninggal dunia. Membaca fenomena ini, masyarakat berkata bahwa Julius Caesar adalah anak dewa yang naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan para dewa. Setelah itu, kaisar Agustus memerintah. Masyarakat Romawi percaya bahwa dia adalah anak Dewa yang diutus ke bumi untuk membawa kekuasaan yang penuh kemakmuran. Pada waktu itu slogan propaganda yang dihidupkan untuk menghormati Kaisar Agustus adalah "Tidak ada nama lain di bawah langit yang bisa menyelamatkan manusia selain Kaisar." Kaisar Agustus pula yang memeringati hari lahirnya selama 12 hari yang disebut sebagai Adven bagi Kaisar. Selain itu, dalam rangka menghormati Kaisar, rakyat saling menyapa dan menyerukan: "Caesar is Lord." Karena itu, menurut Bell, pada awal kekristenan, menyebutkan Yesus Kristus adalah Allah yang bangkit dari kematian, bukanlah hal yang unik. Masyarakat lebih dulu percaya Kaisar sebagai allah. Jadi apa yang niembedakan pemerintahan kaisar Romawi dengan pemerintahan Yesus?

Apabila kita membaca Injil Yohanes, kita menemukan cara penulis Yohanes mengisahkan tentang Yesus berbeda dengan penulis Injil lainnya. Yohanes sangat kuat menceritakan Yesus sebagai Allah yang datang ke dunia, daripada sisi kemanusiaan Yesus. Hal ini tergambar pula dalam kisah pengadilan Yesus di hadapan Pontius Pilatus.
1. Setting pengadilan Yesus adalah Yesus dibawa ke hadapan Pilatus setelah Kayafas, Imam Besar Yahudi. mengadilinya. Tujuan Kayafas hanya satu yaitu kematian Yesus. Karena aturan Yahudi yang tidak boleh membunuh, maka dia memakai tangan Pilatus sebagai wakil pemerintah Romawi untuk menghukum dan membunuhnya. Apabila kita perhatikan setting pengadilan Yesus, kita berjumpa pada kenyataan bahwa kekejaman dan kekerasan terjadi saat itu. Bahkan kekerasan itu dilakukan oleh lembaga pemerintah dan agama.
2. Pilatus mengadili-Nya dengan mengajukan pertanyaan: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" Yesus menjawab bahwa Dia bukan seorang raja yang biasa, yang sama dengan raja yang berkuasa saat itu. Dia mengatakan bahwa kerajaan-Nya bukan berasal dari dunia. Yesus datang sebagai Raja yang berbeda sebab Dia datang menyatakan kebenaran. Jawaban Yesus ini ingin menegaskan bahwa kebenaran akan pemerintahan yang Dia hadirkan berbeda dengan pemerintahan dunia ini yang penuh kekerasan dan kekejaman. Kerajaan-Nya yang bukan berasal dari dunia adalah Kerajaan Allah yang membawa damai sejahtera. Dia tidak memerintah dengan tangan besi dan kejam, tetapi penuh cinta dan pengampunan. Dengan sengaja penulis Yohanes ingin mengontraskan pemerintahan Yesus dengan pemerintahan dunia ini. Yang satu, kekuasaan digunakan untuk membawa damai dan memulihkan, sedangkan yang lainnya, kekuasaan digunakan untuk menindas dan menakuti rakyat. Pemerintahan Yesus adalah pemerintahan yang sangat anti kekerasan, sedangkan pemerintahan dunia (Romawi dan agama) adalah pemerintahan yang sarat dengan kekerasan.

Melanjutkan data historis itu, Rob Bell dalam khotbahnya mengatakan kekuatan pemerintahan Romawi, yang mengakui Kaisar sebagai anak dewa yang berkuasa, adalah kekuatan militer yang memberi tekanan politik yang menindas rakyat untuk menciptakan dunia baru menurut Romawi. Namun, orang-orang Kristen mula-mula percaya pemerintahan Yesus adalah pemerintahan yang penuh dengan damai sejahtera. Mereka menunjukkan kekuasaan tidak diraih dengan kekerasan melainkan dengan cinta. Cara Yesus berbeda dengan cara Kaisar dalam membangun dunia yang lebih baik. Inilah cara penulis Yohanes memberikan kritik keras kepada pemerintah Romawi yang menindas rakyat waktu itu.


Pengenaan
_____________________


Pengakuan iman Kristen menyebut Yesus sebagai Raja. Saat kita mengakui Yesus sebagai Raja maka kita mengakui Yesus yang memerintah dalam hidup kita. Dia yang berkuasa penuh, dan kita adalah milik-Nya. Sebagai Raja, perbuatan Yesus menjadi contoh dan teladan bagi kita. Sebagai Raja, cara Yesus memerintah dunia ini dengan kasih menjadi nilai yang dipegang oleh kita sebagai 'rakyat'-Nya. Sebagai Raja, perkataan-Nya menjadi perintah yang harus kita lakukan dalam hidup sehari-hari.
Ketika Yesus memerintah dengan kasih dan membangun dunia tanpa kekerasan, maka hal ini pun menjadi panggilan bagi kita, termasuk remaja untuk menghadirkan dunia, tanpa kekerasan. Apabila wajah dunia yang ditunjukkan di depan mata remaja adalah dunia yang penuh dengan kekerasan. maka remaja Kristen melakukan yang sebaliknya. Hal ini sangat penting bagi remaja, di tengah pergaulan mereka yang seolah `melegalkan' tindakan perundungan alias bullying terhadap sesamanya. Beberapa kasus perundungan terjadi di lingkungan terdekat remaja, yaitu sekolah. Hal ini sangat memprihatinkan karena tindakan ini seolah dibiarkan oleh para penyaksi. Sang korban 'dianiaya' di depan teman¬temannya yang merespons dengan menertawakan bahkan menviralkannya.

Saat remaja mengaku Yesus adalah Raja, remaja diingatkan kembali panggilannya untuk meneladani karya Kristus yang memerintah tanpa kekerasan. Inilah pula yang menjadi nilai hidup remaja untuk berkomitmen mewujudkan dunia tanpa kekerasan. Saat Yesus sebagai Raja bukanlah seperti Raja kebanyakan, yang memerintah dengan tangan besi; maka para pengikut-Nya pun bergaul dengan cara yang extraordinary: membalas kejahatan dengan kebaikan.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan meminta pendapat remaja tentang makna Yesus adalah Raja.
2. Ajak remaja untuk menggunakan data historis tentang perbedaan antara pemerintahan Kaisar Romawi dan pemerintahan Yesus (lihat Penjelasan Teks). Mintalah remaja berpendapat, pemerintahan siapakah yang lebih baik: Kaisar Romawi atau Yesus.
3. Jelaskan tentang Yesus sebagai raja yang extraordinary sebagai bahasan dari perkataan Yesus bahwa kerajaan dan pemerintahan-Nya bukanlah berasal dari dunia ini (lihat penjelasan teks).
4. Ajaklah remaja untuk berpikir kritis tentang pengakuan Yesus sebagai Raja berarti mereka pun harus mewujudkan pemerintahan Kristus yaitu dunia tanpa kekerasan. Mereka dipanggil untuk menghadirkan perdamaian, bukan kekerasan (lihat Pengenaan).
5. Mintalah remaja untuk melakukan kegiatan 1 yaitu berdiskusi tentang artikel kasus bullying di Thamrin City Mall (lihat Kegiatan 1).
6. Setelah itu, ajaklah remaja untuk menonton video anti bullying yang ada dalam ilustrasi. Mintalah pendapat mereka tentang video tersebut: apakah mereka terinspirasi untuk melawan kekerasan?
7. Akhiri pelajaran dengan mengajak remaja melakukan kegiatan 2. Peserta remaja bekerja dalam beberapa kelompok untuk membuat rancangan aksi Prapaskah.
 

Kegiatan
_____________________

1. Diskusi Artikel kasus Bullying di Thamrin City Mall, Jakarta: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/17/15274181/ini-kronologi-bullying-siswi-smp-di-thamrin-city
• Isi artikel berkisah tentang siswi SB yang dirundung oleh sekelompok pelajar SMP di Thamrin City Mall. Perundungan tersebut dilakukan dengan cara SB dijambak rambutnya, dipukul, dan dianiaya oleh beberapa orang temannya. Saat perundungan terjadi, salah seorang siswa SMP merekamnya dan menviralkannya di media sosial.
• Mintalah remaja berdiskusi tentang kasus ini dengan panduan pertanyaan:
- Apa perasaanmu saat kamu menjadi SB, atau menjadi para pelaku perundungan? Bagaimana pula perasaanmu apabila kamu menjadi orang yang membuat video perundungan tersebut?
- Menurutmu, mengapa kasus perundungan (bullying) banyak terjadi di kalangan remaja saat ini?
- Bagaimanakah caranya menghadirkan dunia tanpa kekerasan, dunia tanpa perundungan?

2. Aksi Paskah: Aksi Dunia Tanpa Kekerasan.
Mintalah remaja merancang aksi Prapaskah yang dimulai minggu depan. Remaja bebas berkreasi untuk mengisi tujuh (7) Minggu Paskah dengan aksi damai. Misalnya, tiap minggu Prapaskah mereka mengisinya dengan kegiatan-kegiatan antara lain: membuat video anti bullying; poster aksi damai; membuat status sosmed dengan status anti kekerasan; memberikan bunga tanda damai kepada para tetangga sekitar gereja; doa 100 lilin untuk perdamaian bangsa dan dunia; Run for Peace: lari pagi bersama sebagai aksi damai; dsb.


Ilustrasi
_____________________


Video Anti Bullying: It Only Takes One - https://www.youtube.com/watch?v=t5CIQhK2suE

Dalam video tersebut, satu demi satu teman-teman dari korban yang dirundung menghadang pelaku. Mereka bergandengan tangan dan berdiri di depan korban dan berhadapan dengan pelaku. Tindakan mereka merupakan aksi nyata membela sang korban sebagai tindakan anti kekerasan. Saat remaja menonton video ini, mereka terlibat secara emosi untuk melawan kekerasan secara langsung.
 

                                                                          


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999