HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Mei 2018
Pribadi Ilahi Roh Kudus
 

 

- Janji tentang Penghibur - Menantikan Roh Kudus
- Roh Kudus Roh Pemersatu - Roh yang Menghidupkan

 

Mei 2018 Minggu I

Yohanes 14:25-26
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus
_____________________

 
Kehilangan pada umumnya merupakan peristiwa yang tidak menyenangkan. Kehilangan kadang dapat membawa pada kesedihan yang berkepanjangan, yang berdampak pada keengganan melakukan kewajiban. Bahkan tak jarang karena kesedihan orang dapat melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Mengingat beratnya peristiwa kehilangan itu, Yesus memberikan janji memberikan penghiburan dan penolong melalui kehadiran Roh Kudus. Pelajaran ini dirancang agar remaja meyakini bahwa karya Roh Kudus menyertainya untuk memberikan penghiburan dan kekuatan di tengah berbagai macam keadaan.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Pemberitaan tentang kepergian Yesus merisaukan hati para murid. Itu sebabnya, Yesus mengatakan "Janganlah gelisah hatimu" (Yoh. 14:1). Berangkat dari pengajaran itu, dialog terjadi. Para murid, melalui Filipus, meminta Yesus memperlihatkan Sang Bapa. Yesus menegaskan bahwa di dalam diri¬Nya terdapat Bapa, dan sebaliknya (ay. 10). Penegasan itu mestinya memberikan keyakinan kepada para murid bahwa mereka akan disertai Bapa.

Namun kepergian Yesus tetaplah membuat para murid gelisah. Karena itu Yesus menjanjikan Roh Kudus (Yun.: parakletos). Kata parakletos berarti "sesuatu" yang dipanggil untuk menghibur atau membela. Secara harfiah parakletos berarti: pembela, pengantara, pendamping, pendorong, penguat, pelindung, penghibur, penolong. Nama-nama itu menunjukkan fungsi-fungsi Roh Kudus. Terjemahan "penolong" dan "penghibur" tampaknya cukup tepat untuk melihat kerja dari parakletos. Kata "yang dipanggil" dengan demikian menyiratkan hakikat kerja parakletos itu. la bukanlah semacam Roh yang "pasif', yang bekerja menunggu panggilan (bdk Yoh 3:20). Cara mengundang-Nya adalah dengan percaya kepada-Nya. Itulah sebabnya penginjil Yohanes menegaskan bahwa dunia tidak dapat menerima kuasa Roh, karena dunia tidak mengenal dan memercayai-Nya.

Justru karena penyertaan Roh Kudus, para murid diajak untuk tidak gelisah dan takut. Mereka tidak akan ditinggalkan sebagai yatim piatu. Teks Yunani memakai kata orphanos yang artinya tidak punya ayah. Ungkapan ini amat berarti bagi orang percaya pada waktu itu, karena tanpa ayah seseorang tidak memiliki identitas. Mereka diberi keyakinan bahwa Sang Bapa tidak pernah meninggalkan mereka. Adalah sebuah hal yang lazim jika kehilangan memberikan dampak besar bagi para murid. Bapa, demikian tegas Yesus, tidak akan pernah meninggalkan umat yang taat kepada-Nya. Sebab Roh akan diberikan (dikirimkan). Selain itu, Yesus juga akan datang kembali (parousia).


Pengenaan
_____________________


Setiap orang pasti merasakan sedihnya kehilangan. Bagi seorang remaja, yang masih dalam proses pendewasaan diri, rasa sedih karena kehilangan dapat membawanya pada perilaku yang tidak seharusnya. Hal itu dilakukan untuk menghibur dirinya. Sayangnya hiburan yang didapat melalui pergaulan atau dunia maya malah menyesatkan dirinya.

Terkait dengan perasaan kehilangan, Granger Westber, membagi proses kehilangan (dalam hal ini kedukaan) dalam 10 tahap, yaitu:
1. Shock (terkejut, kaget)
2. Expression of emotions (mencurahkan perasaan)
3. Depression (depresi, suram, merana)
4. Physical symptoms of distress (muncul tanda-tanda fisik seperti menangis, air mata berlinang, mati rasa, badan gemetar atau tanda somatis lainnya seperti sedih)
5. Panic (mengalami kepanikan)
6. Guilt (perasaan bersalah)
7. Anger (kemarahan)
8. Immobilizaton (mencoba tenang, diam)
9. Hope (berpengharapan)
10.Affirmation of reality (menerima kenyataan)

10 langkah ini menunjukkan bahwa kehilangan memang tidak nyaman dan kadang dibutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan. Remaja perlu menyadari bahwa di tengah keadaan seperti apapun, penyertaan Tuhan terjadi di dalam hidupnya. Salah satunya melalui karya Roh Kudus yang memberi kekuatan dan penghiburan.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Jelaskan betapa tidak menyenangkannya kehilangan. Bahkan kehilangan bisa membawa pada keputusasaan. Minta remaja bercerita tentang peristiwa kehilangan yang mereka pernah alami (bisa kehilangan apa saja).
2. Masuklah pada pengenaan untuk menunjukkan tahap-tahap yang kerap dilalui seseorang ketika mengalami kehilangan. Jelaskan bahwa dalam segala keadaan penyertaan Tuhan terjadi.
3. Masuklah dalam Penjelasan Teks. Dalam rangka mempersiapkan diri meninggalkan para murid, Yesus menjanjikan kehadiran Roh Kudus. Paparkan karya Roh Kudus, salah satunya menghibur.
4. Yakinkan para remaja, sekalipun kehilangan menimbulkan kepedihan yang mendalam mereka telah didampingi oleh Roh Kudus yang akan memberikan kekuatan dan penghiburan.
5. Akhiri dengan kegiatan.
 

Kegiatan
_____________________

1. Ajak remaja menyanyikan KJ 228.
2. Minta remaja menyebutkan karya-karya Roh Kudus.
3. Diskusikan apakah mereka pernah merasakan karya Roh Kudus itu dalam hidup mereka.

KJ 228 "Datanglah, Ya Roh Kudus"

1 . Datanglah, ya Roh Kudus, b'rikanlah cahayaMu,
Sinar sorga yang baka. 0 Pengasuh kaum lemah,
Pemberi anugerah, Suluh hati, datanglah!

2. Kau Penghibur mahabaik dan Sahabat mahalaik,
Penyegar dan Penyejuk, Kau menampung yang lelah,
Kau tenangkan yang resah, Kau melipur yang sendu.

3. Cahya beranugerah, curahkanlah kurnia
dalam hati umatMu. Tanpa daya ciptaMu
tiada insan yang kudus, tiada hidup yang teduh.

4. Yang cemar sucikanlah, yang kersang siramilah,
yang ced'ra sembuhkanlah, yang tegar lunakkanlah,
yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah.

5. B'rilah pada umatMu yang percaya padaMu
rahmat dalam tiap hal dan pahala mulia.
mati bersejahtera, sukacita yang kekal.
 


Ilustrasi
_____________________


Dalam bukunya The Fisherman and His Friends, Louis Albert Banks menceritakan tentang dua pelaut yang ditugaskan untuk mengawasi kapal-kapal yang berlayar jauh ke tengah laut. Sepanjang malam itu badai mengamuk sehingga ombak melemparkan satu orang dari mereka ke laut. Anehnya, pelaut yang tenggelam justru yang berada dalam ruang kapal yang terlindung, sedangkan yang selamat adalah pelaut yang berada di ruang terbuka dan lebih dekat dengan laut. Apa sebabnya? Karena orang yang tenggelam itu tidak berpegangan.

ltulah gambaran sikap orang-orang ketika mengalami ujian dalam hidupnya! Ketika hidup berjalan dengan baik, mereka merasa tidak memerlukan bantuan. Namun ketika keadaan menjadi sulit, kakinya pun terpeleset sampai jatuh. Karena mereka menolak pertolongan Allah dan tidak mau berpegangan, mereka sangat mudah tenggelam.
Sebaliknya orang-orang yang berpegang erat kepada Tuhan akan dapat melewati kemalangan berat yang menimpa. Mereka cenderung berkata, "Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpa Tuhan." Itu berarti mereka tahu bahwa Bapa surgawi selalu bersama mereka untuk menguatkan, menjaga, dan melindungi mereka.

                                           
                                       
           
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999