HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Mei 2018
Pribadi Ilahi Roh Kudus
 

 

- Janji tentang Penghibur - Menantikan Roh Kudus
- Roh Kudus Roh Pemersatu - Roh yang Menghidupkan

 

Mei 2018 Minggu II

Kisah Para Rasul 1:12-14
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus
_____________________

 
Ada ujaran yang mengatakan "menunggu adalah pekerjaan yang membosankan." Lewat ujaran itu kita memahami bahwa menanti bukanlah perkara mudah bagi sebagian orang. Perikop hari ini menceritakan murid Yesus yang sedang dalam masa penantian. Mereka menantikan janji Bapa akan turunnya Roh Kudus. Penantian itu dijalani dengan bertekun dan sehati dalam doa bersama. Melalui pelajaran hari ini diharapkan remaja meneladan para murid dalam menantikan karya Roh Kudus dengan bertekun dalam doa dan mempersiapkan diri untuk melakukan tugas yang dipercayakan Tuhan kepadanya.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Pentakosta diawali dengan sebuah penantian, yakni lima puluh hari setelah Paskah dan sepuluh hari setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Sebelum kenaikan-Nya ke surga, Tuhan Yesus melarang para rasul meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa bahwa mereka akan dibaptis dengan Roh Kudus (Kis. 1:4-5). Tak lama lagi Roh Kudus akan turun atas mereka dan mereka akan menerima kuasa untuk menjadi saksi Kristus di Yerusalem, seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8).

Hal pertama yang dilakukan para rasul untuk mengisi masa penantian tersebut adalah dengan menaati perintah Tuhan Yesus untuk menanti di Yerusalem. Perintah tersebut sebenarnya menjadi tantangan tersendiri bagi para rasul, sebab mereka harus berhadapan kembali dengan orang-orang Yahudi yang baru saja menyalibkan Guru mereka. Kitab Yohanes menceritakan bagaimana takutnya mereka kepada orang-orang Yahudi setelah peristiwa penyaliban Tuhan Yesus sehingga mereka berkumpul dalam pintu-pintu yang terkunci (Yoh. 20:19, 26). Mereka ketakutan jika sewaktu-waktu orang Yahudi datang dan menangkap mereka, lalu memperlakukan mereka sama seperti Guru mereka. Namun dalam perikop ini gambaran ketakutan tidak nampak lagi. Justru mereka bergegas kembali dari Bukit Zaitun menuju Yerusalem setelah peristiwa Tuhan Yesus naik ke surga.

Hal kedua yang dilakukan oleh para rasul dalam mengisi masa penantian adalah bertekun bersama dalam doa. Setibanya di Yerusalem, para rasul segera naik ke ruang atas tempat mereka menumpang dan bertekun dalam doa. Kata bertekun dalam bahasa aslinya homothumadon yang artinya one mind, one accord, one passion. Artinya ketekunan dalam doa itu menjadi sarana bagi mereka untuk semakin sepikir, seia seka., dan memiliki semangat yang sama dalam masa penantian. Doa menghidupi kepercayaan mereka bahwa Tuhan pasti menepati janji-Nya. Mereka sadar bahwa tugas mereka nanti untuk menjadi saksi Kristus bukanlah tugas yang mudah. Waktunyapun "tidak lama lagi" (ay. 5) atau dalam bahasa aslinya ou meta pollas tautas hemeras (tidak banyak hari lagi). Waktu yang sudah tinggal sedikit itu mereka isi dengan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk tugas kesaksian nanti.
Para rasul bertekun dalam doa bersama dengan beberapa perempuan, Maria ibu Yesus, dan saudara¬saudara Yesus. Ada sebuah kebersamaan yang indah yang terbentuk di sini. Kebersamaan dari keluarga dan orang-orang terdekat merupakan faktor pendukung yang penting juga dalam mempersiapkan diri melakukan sebuah tugas yang baru.
 

Dari seluruh gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa penantian akan janji Tuhan dijalani para rasul dengan bertekun dalam doa dan berkegiatan aktif melakukan apa yang perlu dalam menyambut datangnya Roh Kudus. Semua itu dilakukan supaya mereka diperlengkapi untuk tugas kesaksian yang akan mereka jalani. Mereka tidak berlambat-lambat atau berdiam diri dalam kebingungan seperti orang yang tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Semua dilakukan dengan terencana dan teratur. Dalam ayat-ayat selanjutnya nanti diceritakan bahwa para rasul bukan hanya menaati perintah Tuhan dan bertekun dalam doa, serta menjalin kebersamaan para murid yang lain. Mereka juga mengumpulkan seratus dua puluh orang percaya lainnya untuk bersama para rasul menentukan orang yang akan dipilih untuk menggantikan Yudas Iskariot.
Kesetiaan dalam penantian itu akhirnya berbuah manis saat Roh Kudus sungguh-sungguh hadir di hari Pentakosta. Roh Kudus memampukan para rasul untuk bersaksi tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (Kis. 2:11 ) sehingga banyak orang yang menjadi percaya kepada Tuhan.

Pengenaan
_____________________


Setiap orang, termasuk remaja, memiliki tugas masing-masing yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Untuk melaksanakan tugas tersebut Tuhan pasti memberikan Roh Kudus yang akan menolong supaya tugas itu dapat dilaksanakan. Untuk itu, sebagaimana para rasul, hal pertama yang harus dilakukan adalah menaati perintah Tuhan serta percaya pada janji-Nya akan penyertaan Roh Kudus. Kedua, bertekun dalam doa dan persekutuan dengan saudara-saudara seiman. Ketiga, tetap berkegiatan aktif sebagai wujud persiapan yang diperlukan agar tugas dapat dilakukan dengan baik.

Contohnya, saat remaja menanti masa ujian. Tentu remaja boleh meminta pertolongan Tuhan agar Roh Kudus menyertainya saat mengerjakan ujian. Remaja boleh bertekun dalam doa, namun di sisi lain juga harus bertekun dalam belajar. Tidak mungkin dengan doa saja dan tanpa belajar remaja dapat menyelesaikan ujiannya dengan baik. Selain itu remaja bisa memperlengkapi persiapannya dengan menambah waktu belajarnya misalnya dengan mengurangi waktu bermain gadget.
Bagi para murid, kehadiran Roh Kudus dinantikan untuk memberikan kekuatan baru bagi mereka yang mengalami ketakutan. Bagi remaja masa kini, kehadiran Roh Kudus memberikan semangat di tengah makin besarnya tantangan hidup.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tunjukkan gambar dalam ilustrasi kepada remaja. Jelaskan bagi banyak orang menantikan memang membosankan
2. Masuklah dalam kegiatan dengan meminta remaja berbagi pengalaman mengisi waktu selama menanti.
3. Tanyakan pendapat remaja bagaimana jika yang ditunggu itu janji Tuhan?
4. Masuklah dalam Penjelasan Teks. Jelaskan bahwa saat para rasul menanti janji Tuhan akan datangnya Roh Kudus, mereka mengisinya penantiannya bertekun dalam doa dan berkegiatan aktif melakukan persiapan-persiapan yang perlu dalam menyambut datangnya Roh Kudus. Semua itu dilakukan supaya mereka diperlengkapi untuk tugas kesaksian yang akan mereka jalani.
5. Sampaikanlah Pengenaan beserta contohnya.
6. Akhiri dengan Kegiatan.
 

Kegiatan
_____________________

- Bentuklah kelompok kecil (terdiri dari 3-4 orang).
- Mintalah dalam kelompok kecil itu menceritakan kegiatan positif saat menanti.
 


Ilustrasi
_____________________


                                     

                                           
                                       
           
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999