HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Mei 2018
Pribadi Ilahi Roh Kudus
 

 

- Janji tentang Penghibur - Menantikan Roh Kudus
- Roh Kudus Roh Pemersatu - Roh yang Menghidupkan

 

Mei 2018 Minggu IV

Roma 8 : 5-11
Bahan yang diperlukan:
fotokopi tabel

 

Fokus
_____________________

 
Hidup dengan terburu-buru, padatnya jadwal studi, les, pemenuhan target demi pencapaian prestasi merupakan gambaran kehidupan banyak remaja di zaman ini. Dampaknya adalah pikiran, jiwa, dan hidup jadi mudah lelah. Tidak jarang pula banyak remaja melarikan diri dari kenyataan hidup. Ketika remaja lari dari kenyataan hidup, sesungguhnya "hidupnya" sudah berakhir. Harapan di masa mendatang terkubur dalam-dalam karena perasaan tidak berdaya. Apakah citra remaja Kristen harus seperti itu? Tidak! Remaja Kristen adalah milik Kristus yang hidupnya dikasihi dan direngkuh oleh Kristus. Tuhan menyertai remaja dengan Roh-Nya. Roh-Nya menjadikan hidup dalam damai sejahtera dan dalam kebenaran. Dengan Roh-Nya, Tuhan menghidupkan semangat dan menunjukkan jalan menuju hidup kekal. Ia terus berkarya dan menyertai remaja dalam kembara kehidupan di bumi ini. Melalui pelajaran ini remaja menyebutkan karya Roh Kudus yang menghidupkan dan yakin bahwa dirinya diperbarui oleh Roh Kudus setiap hari.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Roma pasal 8 berisi nasihat Rasul Paulus tentang kehidupan baru dalam Roh. Sebelum berbicara tentang kehidupan baru dalam Roh, Rasul Paulus memberikan pengajaran pada jemaat tentang dua cara hidup manusia yaitu menurut daging dan menurut Roh (Rm. 8:5-8). Setelah memberikan dua gambaran cara hidup manusia, Paulus memberikan pengajaran tentang Roh yang menghidupkan (Rm. 8:9-11).
Ada dua cara hidup manusia, menurut daging dan menurut Rob. Dua tabiat itu menghasilkan perbuatan tertentu.

Manusia yang hidup menurut daging akan memikirkan dan menjalankan hal-hal yang dari daging. Kata memikirkan menunjukkan sebuah tindakan di mana hati, perasaan, pikiran benar-benar berfokus pada hal-hal yang dipikirkan. Dalam hal ini pikiran berupa keinginan-keinginan dari daging. Buah dari pikiran adalah tindakan. Paulus menyebut tindakan kedagingan sebagai buah dari berpikir tentang kedagingan dalam diri tiap-tiap orang berbeda-beda. Ada pribadi yang hidupnya dikendalikan oleh hawa nafsu, kesombongan, perilaku jahat, serakah, dan tindakan-tindakan lain. Muara dari kehidupan dalam daging adalah maut (ayat 6). Maut menjadi muara kehidupan dalam daging karena keinginan daging adalah perseteruan dengan Allah (ay. 7). Allah tidak berkenan terhadap orang-orang yang hidupnya memusuhi (berseteru dengan) Allah (ay. 8).
Cara hidup kedua dalam diri manusia adalah kehidupan yang dikuasai oleh Roh Allah. Mereka yang hidup menurut Roh memikirkan dan melakukan hal-hal yang dari Roh (ay. 5b). Keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera (ay. 6). Dari sini kita bisa membandingkan apa beda hidup dalam daging dan hidup dalam Roh. Hidup dalam daging menuju kematian, sedangkan hidup dalam Roh menuju hidup dan damai sejahtera. Kehidupan yang dikuasai oleh Roh berpusat pada Kristus dan tertuju pada Allah.
Pada Roma 8:9 Paulus menyebutkan bahwa hidup yang berpusat pada Kristus merupakan hidup dalam pimpinan Roh Allah. Seruan Paulus, "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan oleh Roh" menunjukkan bahwa jemaat Roma sudah terhisab hidup dalam Roh Allah. Kehadiran Roh Allah dalam jemaat adalah buah dari iman mereka pada Kristus. Kehadiran Roh menjadi patokan untuk melihat apakah seseorang adalah milik Kristus atau bukan. Kepada jemaat Roma, Paulus merasa perlu memberikan arahan cara hidup orang Kristen di tengah-tengah masyarakat. Apakah mereka hidup dengan cara yang baik, adil, jujur, benar, menjauhkan diri dari nafsu kedagingan sebagaimana dikehendaki Kristus atau sebaliknya. Bila perilaku mereka masih seperti kebanyakan orang di kota Roma yang gemar melakukan tindakan-tindakan kedagingan, sesungguhnya hidup mereka belum dikuasi Roh dan bukan milik Kristus.

Seseorang yang menjadi milik Kristus akan hidup dalam Kristus. Kristus sudah bangkit dari antara orang mati. Pada bagian lain Paulus menggambarkan bahwa Kristus sebagai "Roh" yang memberi hidup, tetapi tidak berarti bahwa Ia tidak mempunyai tubuh (bdk. I Kor. 15:45). Hal ini penting, karena jika Kristus memiliki kuasa untuk memberi hidup maka Ia dapat memberi hidup sama dengan yang dimiliki-Nya sendiri. Kebangkitan-Nya menghidupkan manusia yang fana oleh Roh-Nya.
 

Pada ayat 11, dikatakan, "Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu." Kata menghidupkan dalam bahasa Yunani disebut dengan zwopoihsei yang artinya akan memberi hidup. Dalam terjemahan lain, kata menghidupkan disebut dengan quicken yang bermakna mempercepat (hidup) dan menuju masa depan (future). Dari kata itu, kita bisa menyimpulkan bahwa Roh yang menghidupkan pada prinsipnya diam di dalam kita menjadi sumber dari semua proses penghidupan dan perubahan hidup. Penghidupan dan perubahan hidup itu bukan hanya buat kehidupan di masa mendatang (kehidupan setelah kematian) melainkan juga kehidupan di masa kini, selama kita hidup di bumi ini.

Pengenaan
_____________________


Kehidupan jemaat Roma yang diperhadapkan pada tantangan-tantangan zaman pada masanya relevan untuk direfleksikan bagi remaja masa kini yang memiliki tantangannya tersendiri. Jemaat Roma ada di tengah-tengah Kota yang menawarkan hidup konsumtif, hedonis dan menawarkan kenyamanan¬kenyamanan hidup tanpa perlu bersusah-susah kerja. Meski dengan bentuk yang berbeda, hal yang sama dialami orang Kristen pada masa kini. Kepada jemaat Roma, Paulus menasihatkan bahwa kehidupan yang serba permisif, hedonis, konsumtif dapat digolongkan sebagai cara hidup menurut kedagingan. Manusia yang hidup dalam kedagingan bermuara pada kematian. Jemaat harus hidup dalam karya Roh. Karya Roh menghendaki hidup dan kebenaran. Hal itu mengandung makna bahwa Roh Allah menghidupkan umat untuk hidup dalam kebenaran. Siapa yang hidup dalam pimpinan Roh? Mereka yang hidup dalam pimpinan Roh adalah mereka yang menjadi milik Kristus (baca: orang Kristen).
Remaja Kristen masa kini adalah milik Kristus. Maka dari itu mereka diajak untuk hidup dalam pimpinan Roh yang menghidupkan. Roh menghidupkan remaja untuk hidup dan mengalami damai sejahtera Allah. Bila dijabarkan, Roh menjadikan remaja hidup dengan berani menghadapi realitas dan tetap hidup dalam kebenaran. Roh yang sama juga memberikan damai sejahtera agar remaja mampu menjalani hidup dengan tenang alias tidak terburu-burn. Hidup yang tenang akan membuat hati, pikiran, jiwa penuh dengan kesabaran, cinta, dan pengharapan.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Tanyakan pada remaja, apa yang mereka hayati dengan hidup. Minta remaja menceritakan penghayatannya tentang makna hidup.
2. Ajak remaja membaca Roma 8:5-11.
3. Sampaikan pada remaja tentang dua model kehidupan sebagaimana disampaikan oleh Paulus (hidup dalam daging dan dalam Roh). Sampaikan penafsiran teks Roma 8:5-11.
4. Berikan ilustrasi tentang kehidupan dalam daging. Kehidupan dalam daging membuat manusia terkunci dan sulit bangkit menuju hidup berpengharapan (lihat bagian Ilustrasi).
5. Sampaikan pada remaja makna Roh yang menghidupkan (Penjelasan Teks di alenia terakhir).
6. Ajak remaja melakukan kegiatan (lihat di bawah).
7. Akhiri penyampaian dengan mengajak remaja menghayati makna Roh yang menghidupkan dalam konteks kehidupan masa kini (lihat Pengenaan dan kembangkan sesuai konteks setempat).
 

Kegiatan
_____________________

Membedakan Hidup Dalam Kedagingan dan Roh Allah
• Bagikan tabel.
• Minta Remaja membuat daftar hidup dalam kedagingan dan dalam Roh Allah.
• Setelah masing-masing remaja mengisi tabel, mintalah remaja masuk kelompok yang terdiri dari dua orang per kelompok. Minta setiap kelompok mendialogkan hal-hal yang merupakan buah hidup dalam kedagingan dan buah hidup dalam Roh.
• Usai berdialog, masing-masing remaja diminta saling mendoakan agar hidupnya tertuju pada kehidupan dalam Roh.
 

Hidup Dalam Kedagingan

Hidup Dalam Roh

   
   
   
   
   

Ilustrasi
_____________________


Seorang filsuf bernama Jean-Paul Sartre ingin mengeksplorasi penderitaan orang-orang yang merasa terjebak dan terperangkap dalam kehidupan mereka. Kehidupan dalam daging mengunci manusia dan menjadikan manusia hidup jauh dari kebenaran.
Sartre melihat hal itu sebagai neraka di bumi. Maka dari itu ia menulis sebuah drama tentang neraka semacam ini dan menyebutnya dengan nama "No Exit".

"Tiga orang tiba di sebuah 'ruangan', di mana terdapat ruang tamu dengan cermin di sekeliling dindingnya. Tidak ada pintu keluar di ruangan itu, dan tidak ada selingan atau istirahat dalam permainan. Ketiga karakter itu tetap berada di atas panggung sepanjang waktu, karena mereka tidak pernah bisa meninggalkan ruangan dan harus tetap bersama saling menjaga. Sementara mereka terus berbicara tentang masa lalu, namun tidak ada yang dapat mereka lakukan sekarang untuk mengubah masa lalu mereka. Karena mereka tetap terkunci di dalam ruangan, baris terakhir yang diucapkan adalah 'Ayo pergi'. Tetapi mereka tidak bisa pergi kemana-mana. karena mereka tidak bisa mengubah apapun baik di masa lalu maupun masa kini. Cermin-cermin itu terus mengingatkan mereka akan keterjebakan mereka. Inilah neraka bagi mereka, tetapi begitulah adanya."

Makna dari cerita ini adalah keberadaan manusia yang sering terjebak dengan dirinya sendiri. Fokus pada diri, melupakan Allah membuat manusia tidak mampu menggerakkan hidup pada Allah dan kehendak-Nya. Padahal Allah terus menerus menyatakan Roh-Nya bagi umat agar mengalami hidup. Dengan mengubah fokus hidup dari diri sendiri pada Allah, remaja diajak menuju hidup bersama Kristus.

Dikembangkan dari:
http://www.gemapasionis.org/artikel/renungan/roh-kudus-membuatku-bertumbuh-renungan-hari¬minggu-pentekosta-4-juni-2017.html                               

                                          
                  
          
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999