HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 40
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

Nopember 2016    

Panggilan Beribadah: Total Depravity
Mazmur 121:1-8
 
  1
Mendengarkan Firman Allah
Lukas 11:28
  2

Thanksgiving
Roma 12:1
 
  3
Never Ending Worship
Amos 5:21-24, Bilangan 6:22-27
 
  4

 

Never Ending Worship


 
 Bacaan:
 Amos 5:21-24, 
 Bilangan 6:22-27

 Bahan yang 
 diperlukan:
-
 
 

FOKUS



Ibadah merupakan perjumpaan antara Yang llahi dan yang insani, antara Allah dengan manusia. Dalam ibadah itu.Tuhanlah yang mengundang umat untuk datang ke rumah-Nya dan berjumpa dengan-Nya. Namun bukan hanya mengundang. Ia juga sekaligus Tuhan yang mengutus dan memberkati umat-Nya. Umat yang ikut serta dalam kebaktian, setelah mengalami perjumpaan yang menguatkan dan meneguhkan, diutus keluar dari ruang kebaktian untuk menjadi saksi Kristus, bergerak ke berbagai penjuru untuk membagikan berkat bagi sesama.

Pelajaran hari ini disusun untuk mengingatkan remaja tentang arti pengutusan dan berkat dalam bagian liturgi Minggu, sehingga ibadah mereka tidak berhenti saat kebaktian di gereja selesai, melainkan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari dengan penyertaan berkat Tuhan.
 

PENJELASAN TEKS


Amos melayani sekitar tahun 750 SM. Masa pelayanannya adalah sebelum kerajaan Samaria utara jatuh ke tangan Babel pada 722 SM. Dalam kitab Amos disebutkan bahwa Amos berasal dari daerah Tekoa dan pekerjaannya adalah peternak domba (Am. 1:1) dan memungut buah ara hutan (Am. 7:14). Dengan pekerjaan itu tampak bahwa ia adalah seorang "awam" yang bekerja di antara banyak orang untuk memberitakan suara Allah di tengah masyarakatnya. Meskipun ia tidak mengaku dirinya sebagai seorang nabi (Am. 7:14), karya-karya dan seruannya didengar oleh banyak orang. Orang-orang mendengar pernyataan-pernyataannya karena yang disampaikan merupakan peringatan dan berita penghukuman atas perilaku jahat yang dilakukan umat Allah, terutama para pemimpinnya. Mereka bertindak sewenang-wenang, memeras, menindas orang-orang kecil. Hal yang memuakkan Amos adalah perilaku pemeras itu. Di satu sisi mereka berlaku jahat, kejam, memeras di sisi lain mereka tampak saleh saat berada di dalam rumah ibadah. Amos muak dengan kepura-puraan hidup beragama.

Dalam Amos 5:21-23 disebutkan bahwa Tuhan melalui nabi Amos mengecam ibadah yang dilakukan orang Israel. Padahal jika diperhatikan dari ritual ibadah yang dilakukan orang Israel, maka tampak kasat mata mereka beribadah dengan sungguh-sungguh. Ibadah disusun dengan sangat rapi dan teratur. Persiapannya juga matang, buktinya korban-korban diberikan. Jelas ini membutuhkan persiapan untuk memilihnya karena tidak boleh ada cacat sedikit pun di tubuh hewan kurban. Selain itu ada juga nyanyian dan permainan alat musik yang semarak, yang tentu juga membutuhkan persiapan. Semua itu menunjukkan keseriusan mereka dalam beribadah.
Namun Allah tidak berkenan kepada ibadah yang dilakukan Israel. Tuhan membenci dan menghinakan ibadah yang dilakukan itu. Ia tidak suka kepada korban-korban yang diberikan umat-Nya. Ia juga tidak mau mendengarkan puji-pujian lewat nyanyian dan musik yang disampaikan umat-Nya. Rupanya ibadah mereka hanya seperti bendungan, yang membuat air tidak bergerak, berhenti. Ibadah hanya menjadi formalitas di rumah Tuhan saja dan tidak mengalir keluar dalam kehidupan sehari-hari. Praktik hidup orang Israel jauh dari sikap saleh dan benar (Am 5:7-13). Mereka mengubah keadilan menjadi ipuh (pohon yang beracun), menghempaskan kebenaran, membenci orang yang memberi teguran, dan berlaku keji kepada orang yang berkata dengan tulus ikhlas. Mereka menginjak-injak orang lemah, menerima suap, dan mengesampingkan orang miskin serta menjadikan orang benar mengalami kesusahan.Akibatnya ibadah mereka tidak berkenan di hadapan Tuhan.Tuhan ingin agar ibadah berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengutus umat-Nya untuk hadir secara nyata menegakkan kebenaran dan keadilan dalam hidup dengan sesama.

Dalam Bilangan 6:27 disebutkan bahwa Allah berkenan dan memberkati umat-Nya yang meletakkan nama TUHAN atas hidup mereka. "Meletakkan nama TUHAN atas hidup" merupakan istilah yang dipakai secara kiasan dalam artian menyebut untuk mengakui dan menjadikan nama TUHAN sebagai landasan dalam hidup umat-Nya. Itu berarti hidup yang dijalani adalah hidup yang selaras dengan kehendak Tuhan. Buat orang yang mau meletakkan nama TUHAN dalam hidupnya, ada janji berkat saat TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepada umat-Nya. "Menghadapkan wajah" sebagai lawan dari "memalingkan muka" adalah ungkapan untuk menggambarkan perkenanan TUHAN kepada umat-Nya. Ia berkenan ditemui dan juga berkenan memberkati, melindungi, memberi kasih karunia dan damai sejahtera kepada umat-Nya yang hidup selaras dengan kehendak-Nya.
 

PENGENAAN
 


Ibadah sering dilakukan dengan begitu meriah. Namun yang tak kalah meriah adalah bagaimana ibadah di gereja itu dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan menghendaki umat-Nya melanjutkan ibadah itu dalam tindakan nyata di tengah kehidupan. Karenanya di samping memberkati, Ia juga mengutus umat yang beribadah kembali ke tengah dunia.
 

Andar Ismail dalam buku Selamat Berbakti menyebutkan tiga fungsi dari pengutusan. Pertama, mengingatkan kita bahwa walaupun ibadah dalam gereja akan berakhir namun ibadah dalam hidup sehari-hari justru baru akan dimulai. Kedua, mengingatkan kita bahwa ibadah perlu ditindaklanjuti dengan praktik hidup yang sesuai dengan ketaatan kepada Tuhan. Ibadah bukan hanya perkara hubungan vertikal dengan Allah, tapi juga mengandung dimensi horizontal dengan sesama: menyatakan kebenaran, menciptakan keadilan, membagikan kasih dan kepedulian.

Ketiga, mengingatkan kita bahwa gereja yang berhimpun (gathered) memang akan segera bubar, namun setelah itu gereja sebagai persekutuan umat percaya tetap berfungsi, yaitu sebagai gereja yang menyebar (scattered). Inilah siklus kehidupan rohani anak Allah: kita memasuki gedung gereja untuk berbakti, lalu kita keluar lagi untuk bersaksi dan membagikan berkat Tuhan.

Lewat hidup sehari-hari, yang tampak lewat perkataan dan perbuatan yang berkenan kepada Tuhan, para remaja melanjutkan ibadah dan menjadi saksi-saksi yang hidup tentang Tuhan dan karya-Nya.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Awali dengan menanyakan kepada beberapa remaja apa arti kebaktian atau ibadah bagi mereka. Perhatikan apakah jawaban mereka lebih menekankan hal-hal ritual yang dilakukan di gereja. Jadikan bagian Fokus sebagai pengantar untuk mengajak remaja memaknai hidup sehari-hari juga sebagai ibadah yang merupakan kelanjutan dari ibadah di gereja.
2. Masuk ke Penjelasan Teks untuk menjelaskan tentang ibadah Israel yang dikecam Tuhan. Ibadah Israel tidak berkenan di hadapan Tuhan bukan karena mereka asal-asalan dalam melakukannya, melainkan karena ibadah itu terhenti di rumah Tuhan, tidak berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
3. Lanjutkan dengan penjelasan bahwa Allah berkenan kepada umat yang meletakkan nama-Nya dalam hidup mereka sehingga selain diutus kembali ke tengah kehidupan, umat juga diberkati dengan penyertaan, kasih karunia, dan damai sejahtera.
4. Masuk dalam Kegiatan. Jika memungkinkan dibentuk kelompok terdiri dari 4-5 remaja. Diskusi tentang ibadah remaja, apakah berhenti hanya dalam ritual di gereja atau mewarnai dan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Berikan contoh-contoh untuk menjadi pengenaan soal ibadah yang terputus antara ritual di gereja dan kehidupan, maupun ibadah yang berlanjut antara ritual dan hidup keseharian remaja.
5. Akhiri dengan Ilustrasi

                                                                                                   
KEGIATAN


Diskusi mengenai ibadah remaja .yang semarak dengan musik-nyanyian-kesaksian dan ritual-ritual lainnya:
-Apakah ibadah itu berdampak dalam hidup sehari-hari?
-Bagaimana caranya supaya ibadah menjadi sebuah aliran antara ritual dan hidup keseharian?

                                                                                                                                                                  

ILUSTRASI

                                                  
                                                                     IMAN HARUS DIHAYATI

Seorang tukang sabun dan pendeta berjalan bersama-sama. Di tengah jalan tukang sabun itu mengkritik sang pendeta. Ia katakan bahwa kejahatan tetap ada, orang yang menipu tetap banyak, orang yang egois makin menjadi-jadi padahal setiap minggu pendeta berkhotbah tentang firman Allah. Kalau begitu firman Allah tidak berguna, katanya.

Sang pendeta diam saja. Sampai di suatu tempat mereka bertemu dengan anak-anak yang kotor bukan main karena sedang bermain di got berlumpur hitam. Sang pendeta bertanya,"Aneh ya, kau memproduksi sabun setiap hari, tapi anak-anak itu tetap kotor." Sang tukang sabun tentu saja protes,"Jelas saja mereka kotor, karena mereka belum pakai sabun untuk mandi dan membersihkan diri."

Kali ini pendeta bisa menjelaskan,"Begitu juga dengan firman Allah, akan menjadi berguna dan mendatangkan kebaikan bila dilakukan dalam hidup sehari-hari."

Disadur dari buku 111 Cerita & Perumpamaan                                                     

 


A R S I P
| derap desember 0415 | derap januari 0116 | derap januari 0216 | derap januari 0316 |
| derap januari 0416 | derap januari 0516 | derap februari 0116 | derap februari 0216 | derap februari 0316 |
| derap februari 0416 | derap maret 0116 | derap maret 0216 | derap maret 0316 | derap maret 0416 |
 | derap april 0116 | derap april 0216 | derap april 0316 | derap april 0416 | derap mei 0116 |

 | derap mei 0216 | derap mei 0316 | derap mei 0416 |derap mei 0516 |derap juni 0116 | derap juni 0216 |
 | derap juni 0316 | derap juni 0416 |derap juli 0116 | derap juli 0216 | derap juli 0316 | derap juli 0416 |  |derap juli 0516 | derap agustus 0116 | derap agustus 0216 | derap agustus 0316 | derap agustus 0416 |
| derap september 0116 | derap september 0216 | derap september 0316 | derap september 0416 |
| derap oktober 0116 | derap oktober 0216 | derap oktober 0316 | derap oktober 0416 |
| derap oktober 0516 | derap nopember 0116 | derap nopember 0216 | derap nopember 0316 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999