HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


 
Pembaruan Hidup Lukas 19:1-10 |
Sukacita Filipi 4:4-7 | Power Up!
1 Korintus 9:24-27 |
Pemberdayaan Orang Lain Galatia 6:1-10
 
  Buah Kesaksian dan Pelayanan

    Pembaruan Hidup   Minggu Pertama : 3 November 2019
Bacaan : 
Lukas 19 :1 - 10
Bahan yang diperlukan :
 

fokus
Salah satu panggilan orang Kristen adalah mempersaksikan kasih Allah di tengah masyarakat. Untuk mempersaksikan kasih Allah di tengah masyarakat, seseorang harus hadir di tengah masyarakat dengan rendah hati. Adapun tujuan dari kesaksian adalah pembaruan hidup dalam diri semua orang. Bagaimana dengan remaja Kristen masa kini? Apakah panggilan bersaksi juga dinyatakan bagi mereka? Jawabnya adalah: "Ya!" Remaja Kristen masa kini dipanggil untuk bersaksi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, melalui bahan ini diharapkan supaya remaja dapat menjelaskan bahwa buah atau hasil dari kesaksian dan pelayanan itu dapat berupa pembaruan hidup. Selain itu remaja bersedia untuk bersaksi dengan rendah hati, menolong orang lain dan dirinya untuk mengalami pembaruan hidup.
 

penjelasan teks
Kisah Zakheus dalam Lukas 19:1-10 tidak bisa dilepaskan dari cerita yang disampaikan Yesus dalam Lukas 18:9-14. Dalam Lukas 18:9-14 diceritakan tentang dua orang di bait Allah. Satu orang Farisi dan satunya pemungut cukai. Kedua orang itu sama-sama berdoa. Orang Farisi yang merasa diri saleh dalam hal keagamaan itu menaikkan doa dalam hatinya, "Ya Allah, aku mengucap syukur kepada¬Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku."

Namun Tuhan tidak berkenan terhadap doa orang Farisi itu karena ia menaikkan doa untuk meninggikan diri dan nnerendahkan serta melecehkan orang lain. Sikap tinggi hati dan sombong itulah yang membuat orang Farisi tidak diperkenan Allah, meskipun ia sudah menjalankan hidup keagamaannya dengan baik seperti berdoa, berpuasa, dan melakukan persembahan. Sebaliknya pemungut cukai tidak berani menengadahkan kepalanya dan hanya menunduk serta berdoa dalam hatinya, "Ya Allah, ampunilah aku orang yang berdosa ini!" itu diperkenan Allah. Pemungut cukai yang sering direndahkan dan dilecehkan oleh orang Farisi itu doanya didengar Allah. Tuhan berkenan kepadanya karena ia rendah hati.
Setelah menceritakan perbedaan antara orang Farisi dan pemungut cukai, penulis Injil Lukas menceritakan perjumpaan Yesus dengan Zakheus. Ia dikenal sebagai pemungut cukai. Lukas menyebut bahwa Zakheus bukan hanya sekadar pemungut cukai biasa, sebab ia seorang kepala pemungut cukai.Ini artinya ia di atas semua pemungut cukai biasa. Apa pekerjaan pemungut cukai? Pekerjaannya adalah menjadi perantara (broker) pajak. Ketika itu Israel sedang dijajah oleh bangsa Romawi. Penjajah menetapkan pajak dan memberikan hak penagihan kepada pemungut cukai. Ada banyak pajak ditetapkan pemerintah Romawi selaku penjajah seperti: pajak kepala, pajak bea barang-barang dan pajak-pajak yang lain. Pajak diserahkan kepada penjajah, sementara penariknya adalah orang-orang Israel sendiri. Akibat dari tindakan itu, para pemungut cukai dianggap sebagai pekerja pro penjajah. Oleh karena itu, tidak heran apabila pada akhirnya para pemungut cukai dibenci oleh masyarakat Israel. Dampaknya adalah para pemungut cukai biasanya diasingkan dari kehidupan bersama.
Zakheus seorang kepala pemungut cukai. Dari pekerjaannya itu ia mendapat banyak harta dan dapat dipastikan bahwa ia orang kaya. Namun apalah artinya kaya jika hidupnya terasa terasing dari tetangga, kerabat, dan orang-orang di sekitarnya? Apalah artinya memiliki banyak uang tetapi hidupnya sepi? Kesepian adalah hal yang tidak membahagiakan dan merupakan penderitaan berat. Dari berbagai berita yang didengarnya, ada Yesus yang baik hati. Ia hadir di tengah masyarakat dan bersedia merengkuh semua orang, termasuk para pendosa (Lukas 15:1). Zakheus ingin berjumpa Yesus. Pada saat Yesus memasuki Yerikho, Zakheus berusaha melihat-Nya. Namun karena banyak orang mengerumuni Yesus, ia tidak berhasil melihat Yesus sebab tubuhnya pendek. Untuk itu ia mencari cara agar bisa melihat Yesus.
Zakheus berlari mendahului orang banyak lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus. Tindakan memanjat pohon ara itu merupakan buah dari dorongan batinnya. Gerak batin untuk dapat berjumpa dengan Yesus membuatnya melakukan "tindakan kreatif': memanjat pohon ara. Ketika ia . memanjat pohon ara, alangkah terkejutnya Zakheus oleh karena Yesus menyapanya, "Zakheus segeralah turun, sebab hari ini Aku menumpang di rumahmu." Ketika orang-orang di sekitarnya mengacuhkan, membenci, dan mengasingkannya, Yesus menyebut namanya dan mengatakan hendak menumpang di rumahnya. Penyebutan nama secara personal menunjukkan bahwa Yesus menghargai Zakeus. Sapaan ini membuat Zakheus merasakan indahnya perjumpaan dengan Yesus.

Dampak dari perjumpaan itu adalah perubahan hidup Zakheus. Ia mengatakan. "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat" (Lukas 19:8). William Barclay menyebut bahwa langkah Zakheus itu sebagai tindakan seseorang yang hidupnya diperbarui (bahasa yang digunakan Barclay: diubahkan). Setelah Yesus menyatakan mau singgah ke rumahnya, Zakheus menemukan sahabat baru yang mengagumkan. Dengan segera Zakheus memutuskan untuk memberikan setengah dari hartanya kepada orang-orang miskin; yang setengahnya lagi tidak dimaksudkan untuk dirinya sendiri, meliinkan untuk dipergunakan membuat pengembalian terhadap "penipuan" yang sudah ia buat. Dengan mengatakan hal itu, dia mengakui kesalahannya. Pengakuan kesalahan merupakan hal penting dalam rangka pembaruan hidup.
Hal lain yang menarik diperhatikan adalah pernyataan Zakheus, "sekiranya ada yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat" Kata `sekiranya' menunjukkan bahwa sesungguhnya Zakheus tidak melakukan pemerasan kepada banyak orang sebagaimana dituduhkan khalayak ramai kepadanya. Pengembalian sebanyak empat kali lipat menunjukkan bahwa Zakeus melakukan kebaikan luar biasa. Mengapa demikian? Menurut ketentuan hukum Yahudi, seseorang yang memeras hanya berkewajiban mengembalikan dua kali lipat dari apa yang diperasnya. Sementara, Zakeus mengembalikan sebanyak empat kali lipat.
 

Perjumpaan Zakheus dengan Yesus ini mengandung dua makna pembaruan, yaitu: pertama, terbentuknya kesadaran baru dalam diri Zakheus. Hal itu terwujud dengan kesediaannya berbagi hidup. Kedua, pembuktian kepada banyak orang tentang Zakheus yang berbeda dengan anggapan banyak orang di sekitarnya. Ia berusaha menjadi pemungut cukai yang tidak  memeras sesamanya. Di sini tampak bahwa Zakheus dan masyarakat di sekitarnya sama-sama membaharui hidup.

 

Pembaruan itu disimpulkan oleh Yesus dengan mengatakan, "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini karena  orang inipun anak Abraham sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan  menyelamatkan yang hilang." Kata `hilang' bermakna berada di tempat yang  keliru (Barclay). Sesuatu disebut hilang apabila ia tidak berada dalam  tempat yang wajar dan perlu dikembalikan ke tempat yang sebenarnya.
Seseorang hilang apabila ia berjalan jauh dari Allah dan ia dikatakan ditemukan kembali bila menempati kembali tempatnya semula sebagai seorang yang taat kepada kehendak Bapa. Itulah pembaruan. Pembaharuan dalam Yesus bukan hanya seketika dan sekali namun berjalan terus-menerus. Seseorang yang hidupnya diperbaharui akan membaharui kehidupan di sekitarnya. Hal itu terjadi pada Zakeus. Ia menerima kehadiran Yesus dan semua orang di rumahnya. Keterbukaan itu merupakan kesediaannya menjadi pembaharu bagi masyarakat di sekitarnya.

pengenaan
Hadirnya Yesus dalam kehidupan Zakheus membuat dirinya mengalami pembaruan hidup. Ia bersedia merengkuh semua orang. Ungkapan "sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" benar-benar terjadi.
Sebagaimana Kristus merengkuh semua orang, pembaruan hidup dari Allah mencakup semua bidang kehidupan: pribadi, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya. Dengan pembaruan di semua sisi kehidupan itu, Allah mengharapkan kehidupan umat dipenuhi damai sejahtera.
Sebagai pengikut Yesus, remaja Kristen diajak untuk mengikuti teladan-Nya. Sikap rendah hati, merangkul semua orang adalah wujud mengikut Yesus. Memang untuk melakukan hal itu bukan hal mudah. Paling tidak ada dua penghalang.
Pertama, dari dalam diri. Penghalang dari dalam ibarat kesombongan orang Farisi yang merasa diri paling baik, benar, suci. Perasaan itu menjadikan seseorang membangun tembok penghalang untuk berjumpa dengan sesama.
Penghalang kedua adalah dari luar. Berbagai tantangan ada di sekitar remaja dan menjadikan mereka enggan untuk hadir bagi sesamanya. Dengan belajar dari sikap Yesus terhadap Zakeus, remaja diharap memiliki sikap rendah hati dan menolong orang lain dan dirinya untuk mengalami pembaruan hidup melalui perjumpaan yang positif.

langkah-langkah penyampaian
1. Tanyakan pada remaja tentang apa yang mereka pahami dengan kata 'kesaksian'. Ajak remaja berdialog tentang makna kata itu.
2. Sampaikan pada remaja bahwa kesaksian merupakan panggilan hidup setiap pengikut Yesus. Semua orang dipanggil-Nya mempersaksikan kasih Allah di tengah masyarakat. Tujuan dari kesaksian adalah pembaruan hidup semua bidang kehidupan.
3. Ajak remaja membaca Lukas 19:1-10 dan sampaikan Penjelasan Teks.
4. Ajak remaja mendialogkan makna pembaruan hidup sebagaimana terjadi pada diri Zakheus dan masyarakat di sekitarnya.
5. Akhiri dengan menyampaikan ilustrasi dan kegiatan.

kegiatan
Apa Bentuk Kesaksianku?

Inti dari kesaksian Kristen adalah mempersaksikan Allah yang penuh kasih dan bertindak dengan kasih-Nya. Semua tindakan mempersaksikan kasih Allah adalah dengan mewujudkan kasih pada sesama. Siapakah yang akan kukasihi? Apa bentuk kasihku pada mereka?
                                             
ilustrasi
Kiai Ibrahim Tunggul Wulung

Menurut tradisi lisan yang beredar di sekitar Muria, Kiai Tunggul Wulung adalah anak seorang selir Raden Ngabehi Atmasudirdja (Bupati Pulisi Pura Mangkunegaran) yang dilahirkan kira-kira pada tahun 1800 dengan nama asli Raden Tandakusuma.
Ia kemudian menjadi seorang demang di kawasan Kediri dengan nama Raden Demang Padmadirdja tetapi karena keterlibatannya dengan Perang Diponegoro 1825-1830, maka ia menyembunyikan diri dan menjadi rakyat jelata di kawasan Juwono, Kediri. Sedang sumber lain menyebutkan nama aslinya Abdullah. Ia datang pada Jellesma seorang pendeta di Mojowarno. Ia menerima Tunggul Wulung sebagai tamu yang dihormatinya. Kiai Jawa itu mengatakan ingin mempelajari Kekristenan. Hal itu membuat Jellesma heran, lain ia pun bertanya sebab musabab keinginannya.Ia menemukan sepotong kertas yang bertuliskan Sepuluh Hukum Allah saat bertapa di Gunung Lawu. Tunggul Wulung mengaku mendapat wahyu dari Tuhan yang mengatakan bahwa ia harus menaati hukum ini dan disarankan meminta penjelasan tentang agama yang sejati kepada orang-orang yang tinggal di Sidoarjo dan Mojowarno.

Jellesma pun memutuskan untuk menerima Kiai Tunggul Wulung dan istrinya, Nyai Endang Sampurnawati. Keduanya tinggal di Mojowarno dan belajar kekristenan serta baca-tulis dari Jellesma. Dua tahun kemudian dia pun dibaptis oleh Jellesma dan diberi tambahan nama Ibrahim.
Selanjutnya Kiai Tunggul Wulung mulai melakukan pekabaran Injil ke kawasan Malang. Dimulai di desa Pelar dan melanjutkan pekabaran lnjilnya ke Dimoro (Kepanjen), Jenggrik (Malang) dan di Jungo (Pandaan). Di wilayah-wilayah itu Kiai Tunggul Wulung mendirikan komunitas-komunitas Kristen. Metode pekabaran Injil yang dilakukan oleh Tunggul Wulung adalah melalui jejagongan (cerita-cerita sambil melepas lelah seusai bekerja) sehingga orang-orang Jawa lebih mudah mengerti daripada harus mendengarkan pidato atau ceramah seperti yang dilakukan para penginjil Eropa.
Selain itu, cara lain yang dilakukan oleh Tunggul Wulung adalah melalui debat ngelmu. Sifat orang Jawa pada waktu itu, cenderung akan mengikuti orang yang mampu mengalahkan ilmu yang dimilikinya. Beberapa waktu kemudian, Kiai Tunggul Wulung menerima tawaran Sem Sampir (murid Jellesma yang diperbantukan kepada Pieter Jansz di Jepara sebagai pembantu penginjil pribumi) untuk membantunya melakukan pekabaran Injil di wilayah Jepara-Jawa Tengah. Bersama Sem Sampir, Tunggul Wulung justru melakukan penginjilan di daerah Kabupaten Juwono, serta di Margotuhu Klitheh dan Ngluwang (sebelah utara Tayu). Aksi tersebut membuat geger para penguasa kolonial karena ternyata ada seorang Jawa yang menjadi Kristen, menerima pelajaran agama Kristen dan memberitakan Injil diantara orang pribumi. Keadaan tersebut membuka mata para pemerintah kolonial mengenai adanya kekristenan Jawa yang berada di luar utusan-utusan Injil Eropa dan dilakukan secara bebas tanpa terbatasi oleh wilayah tertentu seperti yang berlaku bagi para utusan Injil Eropa.

Jemaat-jemaat yang didirikan oleh orang-orang awam dan penginjil Jawa bersifat integratif. Sekalipun mereka dibaptiskan oleh pendeta dari kelompok lain, mereka membentuk jemaat Jawa yang terpisah. Mereka mendorong orang-orang Jawa untuk tetap menjadi bagian dari budaya dan masyarakat mereka, oleh sebab itu jemaat ini dapat tumbuh secara pesat. Jemaat ini pulalah yang dikembangkan oleh Kiai Ibrahim Tunggul Wulung di kawasan Gunung Muria.
Di kawasan Muria, Ibrahim Tunggul Wulung berhasil membujuk dan mempengaruhi pengikut¬pengikutnya dari berbagai tempat seperti Kayuapu, Bangsal, Ngalapan, Margotuhu dan tempat¬tempat lain termasuk pengikut zendeling Peter Jansz di sekitar Jepara.
Kiai Ibrahim Tunggul Wulung beserta pengikut-pengikutnya mulai membangun desa-desa Kristen, mula-mula di kawasan angker yang diberi nama Ujungjati kemudian bergeser ke arah selatan termasuk kawasan angker tempat tinggal Mbah Suto Bodo yang adalah tokoh mistik penguasa dunia roh di kawasan pesisir antara Jepara dan Tayu.
Tunggul Wulung juga melakukan pemribumian terhadap tata cara yang berkaitan dengan ritual pengakuan dosa dan dikembangkannya di jemaat Banyutowo. Menurutnya, seseorang yang mengaku dosa harus melakukannya secara langsung di depan jemaat. Dan untuk menyambut kembalinya domba yang tersesat tersebut diselenggarakanlah pesta ucapan syukur berupa pesta kupat-lepet (ketupat dan lepet) yang selaras jika dikaitkan dengan ngaku lepat (pengakuan bersalah) dalam upacara pengakuan dosa tersebut.
Injil keselamatan bagi Tunggul Wulung merupakan suatu konsep tentang pelepasan dan bukan penebusan seperti yang didengung-dengungkan oleh para pekabar Injil Eropa. Bagi masyarakat Jawa pada saat itu, yang menakutkan hidupnya bukanlah penghukuman dari Tuhan akibat dosa-dosa manusia melainkan pelepasan dari ketakutan terhadap kuasa jahat yang kemudian diperluas sebagai pelepasan dari kerja paksa dan perbudakan oleh bangsa asing. Pelepasan tersebut telah terjadi melalui Yesus Kristus, oleh sebab itu berserah kepada Allah berarti terlepas dari kuasa jahat dan segala jenis perbudakan.

Sumber:
Jaludieko Pramono, "Penginjil itu bernama Kiai Ibrahim Tunggul Wulung," dalam https://detbookcase.wordpress.com/2017/10/11/kekristenan-di-jawa-vi/


     
 
 

 


 
 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 | derap agustus 0419 |
| derap september 0119 | derap september 0219 | derap september 0319 | derap september 0419 | derap september 0519 |
| derap oktober 0119 | derap oktober 0219 | derap oktober 0319 | derap oktober 0419 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999