HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


 
Pembaruan Hidup Lukas 19:1-10 |
Sukacita Filipi 4:4-7 | Power Up!
1 Korintus 9:24-27 |
Pemberdayaan Orang Lain Galatia 6:1-10
 
  Buah Kesaksian dan Pelayanan

    Sukacita   Minggu Kedua : 10 November 2019
Bacaan : 
Filipi 4 :4 - 7
Bahan yang diperlukan :
Alat tulis dan form sumber sukacita
 

fokus
Hidup dalam sukacita adalah harapan semua orang. Hal itu menyebabkan banyak orang melakukan berbagai cara agar mampu menikmati sukacita. Menariknya sukacita seringkali dipahami identik dengan sesuatu yang ada di luar diri manusia. Misalnya sukacita akan datang ketika saya memiliki sepatu atau baju dengan merek tertentu. Justru pemahaman semacam ini ternyata tidak pernah memberikan sukacita yang sesungguhnya, sebab tak lama kemudian muncul rasa bosan atas apa yang dulu memberikan sukacita. Bagi Paulus sukacita adalah cara pandang atas kehidupan. Lewat pelajaran hari ini remaja diajak untuk melihat bahwa sukacita mampu dirasakan saat memandang kehidupan dari sudut yang positif.
 

penjelasan teks
Ungkapan "sukacita" setidaknya diulangi sebanyak 10 kali dalam surat Filipi. Ungkapan itu menjadi menarik ketika kita meletakkannya pada keadaan baik Paulus (penulis surat) maupun umat Filipi (penerima surat). Ternyata keduanya tidak dalam kondisi yang baik, yang patut disambut dengan sukacita. Paulus disebutkan tengah berada di penjara (Flp 1:13). Penjara identik dengan penderitaan, jauh dari sukacita. Umat Filipi sendiri juga menghadapi berbagai rintangan yang disebut Paulus dilakukan oleh anjing-anjing, yang kemudian dijelaskan dengan pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu (Flp 3:2). Menghadapi gempuran semacam itu sudah pasti jauh dari sukacita.

Justru di tengah keadaan yang sering dianggap jauh dari sukacita itu, Paulus mengajak umat untuk bersukacita. Di sini Paulus memakai gambaran keadaan dirinya, yang juga dalam keadaan "tidak bersukacita" untuk memberikan kekuatan dan pengharapan pada umat. Oleh karena itu Paulus memulai suratnya dengan nada yang sangat positif: "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu" (Flp 1:3). Bahkan Paulus menyatakan, "Aku akan tetap bersukacita" (Flp 1:18). Keadaan semacam itu membawa Paulus pada nasihat agar umat bersukacita senantiasa (Flp 4:4). Kata "senantiasa" menunjuk pada segala keadaan, bukan sewaktu-waktu.
Hal itu dapat dilakukan Paulus sekalipun keadaannya jauh dari "sukacita." Mengapa? Karena Paulus memiliki cara pandang positif. Lewat Paulus kita belajar bahwa orang mampu bersukacita bukan karena hidupnya selalu baik, tanpa persoalan atau penderitaan. Orang dapat bersukacita karena ia mampu melihat hidupnya dari sudut pandang yang berbeda. Ia mampu melihat bahwa dalam seluruh kehidupannya, seperti apapun itu, senantiasa ada hal yang baik.

Sekarang bagaimana caranya agar dalam hidup ini kita mampu bersukacita? Bagi Paulus jawabannya sederhana, yaitu hidup secara positif. Paulus menegaskan hal itu kepada jemaat di Filipi. Paulus memberi nasihat agar mereka dapat memandang kehidupan dari sudut yang positif. Bagaimana caranya? Paulus mengatakan, " Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Flp. 4:8). Umat diajak untuk melihat hidup dari sudut kebaikan. Dengan cara itu, sudut pandang positif dapat mereka miliki. Cara pandang itu membuat mereka mampu bersukacita dalam segala keadaan, seperti yang dengan tegas dituliskan oleh Paulus, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!'Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Flp. 4:4). Paulus ketika menulis surat ini berada dalam penjara. Ia sudah mulai uzur dan punya penyakit kronis di mata, yang disebutnya duri dalam daging. Ia sedang mengalami kepahitan hidup. Tetapi, di dalam keadaan seperti itu ia tetap belajar bersukacita. Paulus melihat di balik seluruh hidupnya, Tuhan telah memberikan anugerah yang luar biasa, yaitu pengorbanan diri¬Nya. Jika Tuhan mengasihi kita, bahkan dengan mengorbankan diri-Nya, apalagi yang kurang? Itulah yang membuat Paulus mengatakan: "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus" (Flp 3:7). Pernyataan ini yang menjadi jawaban mengapa Paulus memandang kehidupan secara optimis.

pengenaan
Sukacita menurut remaja seringkali terkait dengan gaya hidup kekinian yang identik dengan hal-hal yang bersifat kegembiraan atau fun. Itu sebabnya, tempat-tempat yang memberi kegembiraan menjadi pilihan remaja. Hal ini kerap membuat remaja terjebak pada konsumerisme dan hedonisme. Pada gilirannya, keadaan semacam itu membuat remaja kerap berpikir bahwa sukacita itu berasal dari luar dirinya. Mereka berlomba-lomba mencari apa yang ada di luar dirinya. Hal itu membuat rasa sukacita tidak pernah tetap, karena tergantung pada apa yang ada di luar remaja. Cara pandang ini sesungguhnya keliru. Remaja perlu belajar melihat dirinya sebagai ciptaan yang patut disambut dengan sukacita.Ia bersukacita bukan karena apa yang dikenakannya, melainkan karena dirinya sendiri sebagai ciptaan unik dari Tuhan.
Di tengah berbagai macam pilihan yang disediakan oleh kehidupan, remaja perlu memahami sukacita adalah sebuah pilihan. Jika ingin bersukacita dengan benar, remaja perlu menerima dirinya apa adanya, karena sukacita adalah bagaimana cara memandang hidup.
 

langkah-langkah penyampaian
1. Minta remaja menyebutkan hal-hal yang memberikan sukacita kepada mereka. Catat jawaban remaja tersebut.
2. Bacalah teks Alkitab. Berikan penjelasan mengapa Paulus memberi nasihat agar umat bersukacita senantiasa.
3. Tegaskan bahwa nasihat untuk bersukacita bukan hanya disampaikan oleh Paulus, tetapi diteladankan olehnya. Hidupnya dalam penjara semestinya menunjukkan jauh dari sukacita, tetapi Paulus mampu melihat realitas dari sudut yang berbeda.
4. Remaja perlu melihat realitas dari sudut pandang yang berbeda. Pakailah Ilustrasi di bawah.
5. Akhiri dengan Kegiatan.

kegiatan
Mengisi kolom sukacita

Dari hasil jawaban remaja (langkah I), minta mereka membuat dua kolom yang berisi: diri sendiri dan di luar diri sendiri. Minta remaja mengisi dari jawaban mereka tentang sukacita yang berasal dari diri sendiri atau di luar diri sendiri.
 
   
 Tubuh mun ilku  Sepatu den an merek
   
   
   
   

ilustrasi
Tunjukkan gambar di bawah ini:
 

Jelaskan bahwa kedua gambar ini sebenarnya sama, hanya yang satu posisinya terbalik. Realitas adalah soal cara memandang.
 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 | derap agustus 0419 |
| derap september 0119 | derap september 0219 | derap september 0319 | derap september 0419 | derap september 0519 |
| derap oktober 0119 | derap oktober 0219 | derap oktober 0319 | derap oktober 0419 |
| derap november 0119 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999