HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


 
Pembaruan Hidup Lukas 19:1-10 |
Sukacita Filipi 4:4-7 | Power Up!
1 Korintus 9:24-27 |
Pemberdayaan Orang Lain Galatia 6:1-10
 
  Buah Kesaksian dan Pelayanan

    Power Up !   Minggu Ketiga : 17 November 2019
Bacaan : 
1 Korintus 9 :24-27
Bahan yang diperlukan :

 
 

fokus
Remaja masa kini sering diidentikkan sebagai remaja yang memiliki daya juang yang rendah dan mudah menyerah. Demikian pula dengan iman dan spiritualitas mereka. Tidak banyak yang rindu untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan menjadi serupa dengan-Nya. Tetapi bukan hanya mengenai spiritualitas saja hal ini terjadi, namun hampir dalam segala hal. Salah satu penyebabnya adalah tiadanya tujuan dalam hidup. Tujuan sangat berkaitan erat dengan daya juang, daya tahan menghadapi masalah, dan juga pembangunan karakter. Tentu masih ada hal-hal lain yang berpengaruh. Melalui pelajaran hari ini remaja akan diajak untuk belajar pentingnya pemberdayaan diri dan memiliki tujuan.
 

penjelasan teks
Paulus adalah seorang yang selalu terpesona oleh gambaran atlet. Sebagai seorang yang juga hidup dalam dunia Yunani dan Romawi yang gemar melakukan pertandingan atletik, Paulus memberikan gambaran perjuangan dan pertumbuhan hidup melalui gambaran seorang atlet, dan kota Korintus tahu benar bagaimana kontes yang menggetarkan bisa terjadi, karena di Korintuslah pertandingan Isthmia, perlombaan terbesar kedua setelah olimpiade, diadakan.
Seorang atlet harus berlatih dengan intensitas yang tinggi jika dia ingin memenangkan kontesnya. Ia harus dengan disiplin melatih dirinya untuk memenangkan mahkota daun Laurel yang dalam beberapa hari akan menjadi layu. Jika mereka mau berjuang dengan sekuat tenaga berbulan bulan dan bertahun tahun untuk suatu penghargaan yang akan hilang dalam beberapa hari, maka setiap orang Kristen juga perlu mendisiplinkan dirinya untuk menghasilkan buah dari hidup dan pelayanannya.

Dalam bagian ini Paulus menyatakan filosofi hidup sebagai pertandingan dan pertarungan.

1. Hidup adalah pertarungan. Semua orang berlari tetapi hanya satu yang memperoleh hadiah (ay.24). Seperti yang dikatakan William James, "Jika hidup ini bukanlah suatu pertarungan sungguhan, di mana kita akan memperoleh sesuatu secara kekal, maka hidup tidak menjadi lebih baik dari sekadar pertunjukan sandiwara pribadi dimana seseorang dapat mengundurkan diri sesuka hati. Tapi dalam hidup ada pertarungan untuk mencapai sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri dengan idealisme dan kesetiaan. Seorang prajurit yang gemuk tidak bisa memenangkan pertempuran; pelari yang lamban tidak bisa memenangkan perlombaan. Kita harus menganggap diri kita selalu sebagai manusia yang terjun dalam suatu kampanye menuju pada suatu tujuan.

2. Untuk memenangkan pertandingan dan untuk menang dalam perlombaan menuntut disiplin (ay. 25). Kite harus mendisiplinkan tubuh kita. Salah satu penyebab depresi spiritual muncul adalah karena manusia tidak melatih fisik mereka dengan baik. Hal ini yang sering dilupakan dalam kehidupan spiritual. Jika seseorang ingin mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia harus memiliki tubuh yang juga sehat dan fit. Disiplin tubuh dan rohani harus dilatih bersama dalam keseimbangan. Demikian pula dengan mendisiplinkan pikiran. Salah satu tragedi kehidupan adalah penolakan atau keengganan untuk menggunakan dan melatih pikiran dengan kritis hingga manusia tidak dapat lagi berpikir. Melatih din i secara mental juga memerlukan disiplin. Kita tidak pernah dapat menyelesaikan suatu masalah dengan menolak untuk melihatnya atau melarikan diri daripadanya. Hal ini yang cenderung menjadi pilihan manusia. Demikian pula dengan jiwa kita. Belajar mendisiplinkan jiwa kita berarti menghadapi kesedihan dan penderitaan hidup dengan ketekunan yang tenang, godaan-godaan hidup dengan kekuatan yang dari Tuhan dan kekecewaan dengan keberanian.

3. Kita perlu mengetahui tujuan kita (ay.26). Suatu hal yang menyedihkan adalah ketidakjelasan arah hidup banyak orang; mereka hanyut ke mana saja tanpa memiliki arah dan tujuan yang jelas. Mereka tidak menuju ke suatu tempat. Tidak ada orang yang rela mendisiplinkan hidupnya jika tidak memiliki tujuan. Tanpa mengetahui tujuan maka tidak akan ada pemberdayaan. Pengembangan diri tidak akan terjadi jika tidak ada tujuan yang hendak dicapai. Tujuan memberikan kekuatan dan arah. Kegigihan, keteguhan, ketekunan lahir dari adanya tujuan. Dalam konteks yang Paulus sebutkan, maka tujuan yang harus dicapai adalah mahkota yang abadi, pencapaian kekekalan dan kesempurnaan dalam Kristus.
Tujuan disertai dengan nilai. Nilai yang memberikan makna ke dalam tujuan itu. Jika hanya berdasarkan pada tujuan tanpa dasar nilai yang benar, maka arah yang dituju tidak akan selaras dengan panggilan hidup Kristiani. Daya tarik Yesus yang besar bukanlah pada hukuman, namun dalam pencapaian berdasarkan kasih. Tujuan dari nilai itulah yang kemudian membuat pertarungan menjadi layak diperjuangkan.

4. Kita tidak dapat menyelamatkan orang lain kecuali kita menguasai dir i kita sendiri (ay.27). Orang-orang Yunani menyatakan bahwa aturan hidup yang pertama adalah mengenal dan menguasai diri sendiri. Tentu saja kita tidak bisa melayani orang lain sampai kita menguasai diri kita sendiri; kita tidak bisa mengajarkan apa yang tidak kita ketahui; kita tidak bisa membawa orang lain kepada Kristus sampai kita menemukan dia.

pengenaan
Pemberdayaan diri merupakan suatu proses holistik yang tidak hanya terjadi melalui satu atau dua aspek semata. Pemberdayaan diri meliputi proses pengembangan kepercayaan diri, pendalaman spiritualitas dan panggilan hidup, melatih tubuh, mempertajam pikiran dan kepekaan sosial, serta peningkatan kemampuan atau kompetensi diri dan secara ideal seharusnya semuanya berjalan beriringan. Pemberdayaan diri menjadi sangat penting karena melalui hal ini kemudian remaja dapat menyadari pentingnya diri dan hidup mereka sebagai bagian dari karya kasih Allah bagi manusia. Perasaan dikasihi, berharga, berguna adalah dasar bagi seseorang untuk menjalani kehidupan yang memiliki tujuan. Dengan memberdayakan diri maka mereka terus mengasah diri mereka.
Tujuan hidup, dalam hal ini menyatakan karya kasih Allah dengan memberi diri dalam pelayanan (tidak berarti hanya di gereja), adalah sesuatu yang harus disadari oleh remaja. Hal ini menjadi nilai dasar dalam tujuan mereka. Dengan memiliki tujuan, motivasi diri mereka akan meningkat dan secara sadar mereka akan berusaha untuk mencari cara untuk memberdayakan diri mereka dengan lebih baik lagi tanpa harus disuruh suruh. Motivasi yang didasarkan pada tujuan juga membuat mereka memiliki daya juang yang lebih kuat, memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap stres, dan melatih daya pikir kritis untuk menuju tujuan tersebut. Kesadaran akan tujuan dan panggilan ini juga membuat mereka menyadari kebutuhan yang lebih besar untuk berelasi dengan Tuhan dan sesama.

langkah-langkah penyampaian
1. Bukalah dengan menanyakan pada remaja, apakah kamu bahagia? Tanyakan alasannya.
2. Tanyakan pada remaja yang telah memiliki tujuan hidup. Diskusikan tentang menyadari pentingnya memiliki tujuan hidup.
3. Tanyakan pula pada remaja yang suka atau secara sadar menyadari pentingnya meng-upgrade diri sendiri.
4. Bacalah teks Alkitab dan lanjutkan dengan Penjelasan Teks.
5. Jelaskan kepada mereka pentingnya memiliki tujuan dan memberdayakan diri.
6. Tampilkan video Ilustrasi.
7. Masuklah pada kegiatan dan mintalah peserta untuk membuat daftar yang remaja ingin lakukan. Ajaklah remaja untuk berkomitmen pada rencana itu.

kegiatan
Perencanaan Pemberdayaan Diri

Bagian 1: Memenuhi Kebutuhan Dasar
1. Pastikan kamu memiliki kebutuhan dasar yang mencakup makanan, air, tempat tinggal, dan kegiatan. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar ini dapat memberi kepastian yang dibutuhkan untuk mengendalikan hidup.
2. Berjalan kaki. Olahraga dan aktivitas adalah kebutuhan manusia yang penting. Jika memungkinkan, berjalanlah atau berolahragalah di luar rumah di mana kamu bisa mendapatkan sinar matahari, berhubungan dengan alam, dan berinteraksi dengan orang lain.
3. Pikirkan berapa banyak waktu tidur yang kamu habiskan secara berkala. Jika kamu memperkirakan waktu tidur kamu kurang dari 7 jam minggu, perbaiki jadwal kamu agar sesuai dengan kebutuhan yang penting ini. Orang yang beristirahat dengan cukup akan jarang mengalami stres dan merasa lebih bahagia
4. Buatlah rencana untuk berinteraksi dengan orang lain. Hubungi teman atau keluarga, rencanakan kumpul dengan teman, atau temuilah orang-orang baru dalam kegiatan komunitas. Interaksi sosial adalah kebutuhan dasar dan dapat meningkatkan rasa percaya diri.
5. Berikan waktu untuk Tuhan. Berdoa dan bersaat teduh berarti kamu memberi diri untuk berelasi dengan Tuhan memberikan ketenangan, kedamaian, sukacita dan mempertajam panggilan hidup.

Bagian 2: Menyadari Situasi Saat ini (Kontemplatif)
1. Temukan hal yang baik. Pikirkan kejadian di masa lalu yang membuat kamu merasa tidak berdaya. Coba temukan cara untuk mengetahui kejadian masa lalu apa yang telah meningkatkan suatu aspek dalam kehidupan kamu. Menerima bahwa hidup penuh dengan kekeliruan dan perubahan adalah bagian untuk menjadi berdaya. Ketidakpastian tentang masa depan adalah hal yang normal dan kemampuan untuk memperbaiki kekeliruan dan kegagalan adalah langkah penting untuk pemulihan mental dan pemberdayaan diri.
Hal yang baik lainnya misalnya adalah bertemu orang yang penting di dalam kehidupan, menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang kamu sukai, mempelajari diri sendiri atau mencoba hal baru
2. Berhenti menggunakan kata-kata "tidak bisa". Ini adalah definisi ketidakberdayaan, karena menyatakan kalau kamu tidak memiliki kemampuan untuk berubah atau melakukan sesuatu. Kata tidak bisa hanya akan membuat kamu diam di tempat. Gunakan kata-kata yang menunjukkan bahwa kamu punya pilihan dalam setiap keputusan.
3. Cobalah gunakan kata-kata positif. Hal ini bisa menjadi tujuan, suatu perasaan yang ingin kamu capai atau kalimat yang membuat kamu bahagia. Ulangi kata-kata tersebut kapan pun kamu mulai berpikir atau membicarakan hal yang negatif.
4. Bergabunglah dengan komunitas yang melakukan hal positif. Memiliki komunitas yang positif akan membangkitkan kesadaran bahwa kamu menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, bahwa kamu tidak saja diperhatikan dan dihargai, namun juga dapat belajar memperhatikan dan menghargai yang lain.
5. Ikutilah sebuah kelas belajar. Mempelajari sesuatu yang baru dengan belajar di suatu lembaga pelatihan pemerintah, pusat pembelajaran, atau perpustakaan adalah cara yang murah dan kuat untuk mengubah sudut pandang kamu terhadap dunia. Pendidikan adalah sarana yang kuat untuk menumbuhkan rasa percaya diri, karena memberikan lebih banyak peluang untuk kamu. Belajar tidak melulu pendidikan formal, namun juga bisa belajar musik ataupun ketrampilan-ketrampilan yang lain seperti kelas fotografi, modeling, memasak, animasi dan lain lain.
6. Berikan waktu untuk berdiam diri. Dalam.dunia yang serba cepat dan berisik ini kamu perlu berdiam diri mendengarkan suara kamu sendiri dan suara Tuhan. Disini kamu akan merasakan lebih banyak kendali terhadap tubuh, hati dan pikiran.

Bagian 3 : Membuat Tujuan
1. Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Memperjuangkan sesuatu adalah titik kulminasi dari pemberdayaan, karena kamu harus merasa tindakan kamu akan membantu untuk mencapai sesuatu. Buatlah cita-cita hidup bersama dengan Tuhan, supaya tujuan kamu adalah tujuan Tuhan. Buatlah tujuan-tujuan jangka pendek seperti mendapatkan prestasi sekolah yang lebih baik, kenaikan/penurunan berat badan, naik level kursus, menambah destinasi travelling, meningkatkan keahlian hobi dan lain lain.
2. Buatlah perubahan di dalam hidup. Tentukan hal kecil yang ingin Kamu ubah dan wujudkanlah. Beberapa keputusan kecil bisa sama kuatnya seperti keputusan hidup yang besar. Perubahan baik misalnya adalah bepergian dengan berjalan kaki atau bersepeda, mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, bangun lebih pagi, tidur lebih awal, mengurangi waktu berada di depan internet atau alat komunikasi, menjadwalkan waktu untuk diri sendiri, mendekatkan diri pada Tuhan atau mencoba hal baru dalam hidup.
3. lkutilah kegiatan olahraga. Pilihlah sesuatu yang membuat kamu harus berlatih, seperti lari yang saat ini sedang populer atau olahraga lain secara rutin. Olahraga mengajarkan pemulihan mental
karena kamu belajar melewati rasa sakit dan melihat manfaatnya. Selain itu, merasa kuat secara fisik bisa membuat Kamu merasa kuat secara mental.
4. Cobalah melakukan tujuan jangka panjang seperti menabung untuk berlibur atau mendapatkan sertifikat keahlian.
5. Manfaatkan waktu untuk menjadi sukarelawan. Berbagi untuk komunitas lewat kegiatan gereja atau organisasi komunitas akan membantu kamu menyadari kekuatan yang dimiliki untuk berdampak pada orang-orang di sekitar kamu. Jadwalkan waktu satu jam seminggu atau setengah hari setiap bulan untuk meningkatkan kehidupan orang lain dan membantu mereka mencapai kebutuhan dasarnya.

Dari https://id.wikihow.com/Memberdayakan-Diri-Sendiri
 

 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 | derap agustus 0419 |
| derap september 0119 | derap september 0219 | derap september 0319 | derap september 0419 | derap september 0519 |
| derap oktober 0119 | derap oktober 0219 | derap oktober 0319 | derap oktober 0419 |
| derap november 0119 | derap november 0219 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999