HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


 
Pembaruan Hidup Lukas 19:1-10 |
Sukacita Filipi 4:4-7 | Power Up!
1 Korintus 9:24-27 |
Pemberdayaan Orang Lain Galatia 6:1-10
 
  Buah Kesaksian dan Pelayanan

    Pemberdayaan Orang Lain   Minggu Keempat : 24 November 2019
Bacaan : 
Galatia 6:1-10
Bahan yang diperlukan :

 
 

fokus
Kata "daya" adalah kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Jawa, yaitu: "daya" (dibaca: doyo) yang berarti tenaga, kekuatan, upaya, keterampilan maupun juga modal untuk melakukan sesuatu. Maka kata pemberdayaan berarti proses memberikan daya, baik kepada diri sendiri maupun kepada individu/ kelompok lain secara sistemik dan berkesinambungan sehingga diri sendiri atau individu/ kelompok lain menjadi lebih berdaya. Pemberdayaan pada umumnya diasumsikan dilakukan oleh pihak yang kuat kepada pihak yang lebih lemah. Namun sebenarnya proses pemberdayaan melibatkan dua belah pihak, baik pihak yang memberdayakan maupun pihak yang diberdayakan. Pemberdayaan tidak akan berhasil apabila pihak yang diberdayakan tidak mau berpartisipasi aktif dalam proses pemberdayaan tersebut. Pada prinsipnya, kedua belah pihak saling melengkapi sebab tidak ada seorang manusia pun yang sempurna. Setiap orang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing sehingga manusia membutuhkan sesamanya untuk saling melengkapi. Bagi remaja Kristen, kesempatan untuk saling melengkapi terjadi dalam interaksi persekutuan, kesaksian, dan pelayanan keseharian, baik di lingkungan rumah, sekolah, pergaulan, juga di gereja. Buah dari kegiatan bersekutu, bersaksi, dan pelayanan adalah remaja mau dan mampu memberdayakan orang lain.

penjelasan teks
Galatia 6 diawali dengan nasihat Paulus kepada jemaat yang mengatakan, "Kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran..." Yang dimaksud pelanggaran di sini mungkin mengacu pada perilaku yang tercantum dalam Galatia 5:18-2, yakni percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan dir i sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Paulus melanjutkan dengan perkataan, "...maka kamu yang rohani." Siapakah yang dimaksud dengan "kamu yang rohani" ini? Bahasa aslinya (Yunani) menyebut mereka sebagai pneumatikos yang artinya orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah. Galatia 5:24-25 menyebutkan bahwa orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah adalah orang yang menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Artinya mereka adalah orang-orang yang dengan sadar menjauhi segala bentuk pelanggaran dan hidupnya menghasilkan buah-buah Roh (Galatia 5:22-23). Paulus menasihati agar anggota jemaat yang sudah kuat kerohaniannya memiliki tanggung jawab moral terhadap sesamanya yang jatuh ke dalam dosa. Paulus memberi petunjuk mengenai bagaimana mereka mesti bersikap.

1. Yang kuat memimpin yang lemah (ayat 1).

Kata "memimpin" yang digunakan di sini dalam bahasa aslinya katartizo yang berarti memperbaiki, memulihkan, melengkapi, menyempurnakan. Ibarat seorang dokter bedah yang melakukan pembedahan demi memperbaiki kondisi pasien supaya menjadi pulih kembali, demikian pula tujuan memimpin orang yang telah jatuh dalam dosa. Mereka tidak dibiarkan terus berkubang dalam dosa. Mereka dibimbing agar bisa mengalami pertobatan dan kembali ke jalan yang benar. Bimbingan mesti diberikan dengan cara yang lemah lembut, bukan dengan mencemooh atau menghakimi. Jemaat mesti berbesar hati memberi kesempatan kepada orang tersebut untuk memperbaiki diri dengan memberikan teladan-teladan hidup yang melengkapi dan menyempurnakan pemulihan rohani mereka. Namun keberhasilan dari bimbingan ini juga memerlukan respon positif dari orang yang dibimbing, yakni partisipasi dan usahanya untuk memperbaki diri. Jika tidak demikian maka bimbingan tidak akan menuai hasil.

2. Saling menolong dalam menanggung beban (ayat 2)

Paulus memahami kondisi jemaat Galatia yang tengah menghadapi banyak persoalan. Mereka menghadapi orang-orang kristen Yahudi yang membingungkan jemaat dengan memaksakan sunat dan hukum Taurat diberlakukan bagi orang-orang kristen non Yahudi. Mereka juga menghadapi godaan dari budaya masyarakat sekitar di mana "perbuatan daging" sudah biasa dilakukan tanpa memikirkan dosa. Semua itu menjadi beban tersendiri bagi kehidupan berjemaat di Galatia. Sebagian orang kuat imannya, sebagian tidak. Maka mereka perlu saling menolong dan saling menguatkan, bukan menutup mata dan tidak peduli. Itulah wujud ketaatan mereka memenuhi hukum Kristus.

3. Jangan sombong (ayat 3-5)

Bagi orang-orang yang dipercaya untuk membimbing saudara seiman yang telah jatuh ke dalam dosa, Paulus menasihatkan supaya mereka tidak menjadi sombong rohani. Bukan berarti mereka yang dewasa kerohaniannya sudah kebal dari berbagai kemungkinan untuk jatuh ke dalam dosa. Paulus menasihati agar mereka juga mawas diri supaya tidak ikut terjatuh dalam dosa. Mereka juga dinasihati supaya tidak membanggakan diri karena sudah mampu membimbing orang lain. Juga tidak boleh menghakimi kelemahan orang yang mereka layani. Sebaliknya mereka harus menyadari bahwa mereka menolong saudara seiman itu karena kehendak Tuhan dan bukan karena diri mereka sendiri. Oleh karenanya mereka harus memusatkan diri pada tang,gung jawab pribadi di hadapan Allah, yaitu pada karya Allah di dalam dan melalui diri mereka.

4. Jangan jemu-jemu berbuat baik (ayat 9-10)

Kata "jemu" dalam bahasa aslinya ekkakeo yang berarti lelah, kelelahan, sama sekali tidak bersemangat lagi. Kondisi jemu di sini mungkin terkait dengan respon orang-orang yang dibimbing rohaninya. Tampaknya ada orang-orang yang menganggap ringan bimbingan rohani tersebut dan tidak bersungguh-sungguh untuk kembali ke jalan yang benar. Hal tersebut nampak dari perkataan Paulus, "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan...." (ayat 7). Menghadapi orang yang tidak bersungguh-sungguh untuk bertobat dan memperbaiki diri memang bisa melelahkan dan membuat patah semangat sebab mereka tidak kunjung berubah menjadi baik. Semua bimbingan yang diberikan nampak sia-sia. Namun Paulus menasihatkan supaya itu tidak membuat orang-orang yang membimbing tidak menjadi jemu atau patah semangat. Membimbing memang tidak bisa sekali jadi. Dibutuhkan banyak waktu dan kesempatan. Dan selama kesempatan itu masih ada, teruslah berjuang (ayat 10). Kelak, "...apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." Demikian Paulus menyemangati. Jadi meski cepat atau lambat, asalkan tidak jemu dan berputus asa, bimbingan akan membuahkan hasil.

pengenaan
Telah disebutkan dalam Fokus bahwa pemberdayaan berarti proses memberikan daya, baik kepada diri sendiri maupun kepada individu/kelompok lain secara sistemik dan berkesinambungan sehingga diri sendiri atau individu/kelompok lain menjadi lebih berdaya. Juga bahwa proses pemberdayaan melibatkan dua belah pihak, baik pihak yang memberdayakan maupun pihak yang diberdayakan (timbal balik). Berdasarkan bacaan hari ini maka prinsip-prinsip pemberdayaan dapat diadaptasi remaja dari nasihat Paulus kepada jemaat di Galatia adalah:
1. Yang kuat membimbing (selanjutnya dibaca: memberdayakan) yang lemah (prinsip memberi daya).
Dalam kehidupan persekutuan, kesaksian, dan pelayanan gereja, khususnya dalam konteks remaja, ketika ada orang lain jatuh ke dalam dosa, janganlah mereka dicemooh. Seharusnyalah mereka yang memiliki kedewasaan rohani membimbing orang yang jatuh ke dalam dosa agar dapat berdiri lagi di dalam iman. Namun, respon positif dari pihak yang dibimbing untuk mau menerima bimbingan dibutuhkan supaya bimbingan memberi hasil.
2. Saling menolong dalam menanggung beban (prinsip timbal balik).
Ketika ada teman yang sedang menghadapi persoalan tertentu yang menjadi beban hidupnya, hendaknya ia ditolong. Bagi orang yang telah menerima pertolongan, ia juga wajib peduli dan menolong teman lain di saat mereka membutuhkan. Sesungguhnya inilah jiwa dari sebuah pemberdayaan: mau peduli dan menolong. Demikianlah pula hendaknya jiwa yang dikembangkan dalam persekutuan remaja Kristen: saling peduli, saling menolong, dan saling menguatkan siapapun diantara mereka yang sedang menanggung beban.
3. Jangan sombong (prinsip mengutamakan, individu/kelompok lain menjadi berdaya). Pemberdayaan bukanlah lagi pemberdayaan bila dilakukan dengan kesombongan dengan menganggap bahwa pihak yang diberdayakan sebagai objek semata. Fokus dari pemberdayaan adalah menjadikan pihak lain menjadi berdaya. Jadi tidak ada tempat untuk meninggikan diri atas pihak lain. Lagipula, mereka yang menjadi pemimpin atau penolong bagi temannya mawas diri bahwa pada suatu hari nanti mungkin ia yang terjatuh dan membutuhkan pimpinan atau pertolongan.
4. Jangan jemu-jemu berbuat baik (prinsip berkesinambungan).
Pemberdayaan bukanlah proses sekali jadi, melainkan terus-menerus dan berkesinambungan sampai menuai hasilnya. Dibutuhkan tekad, waktu, dan kesabaran untuk menuai hasilnya. Selama kesempatan masih ada, kebaikan mesti terus dilakukan tanpa jemu.

langkah-langkah penyampaian
1. Awali dengan memutar video berjudul "Tolong Menolong Sesama insan" (lihat Ilustrasi). Setelah usai menonton, tanyakan pendapat remaja pesan moral dar i video tersebut.
2. Tanyakan kepada remaja: apakah mereka pernah menolong orang lain, baik di lingkungan rumah, sekolah, atau gereja? Pertolongan seperti apakah yang mereka berikan? Apakah pertolongan itu memberi dampak perubahan hidup pada orang yang ditolong?
3. Jelaskan bahwa menolong orang lain merupakan bentuk pemberdayaan sesama. Sampaikan makna pemberdayaan (lihat Fokus).
4. Jelaskan tentang pemberdayaan itu dimaknai dalam Galatia 6:1 - 1O. Uraikanlah empat sikap yang dinasihatkan Paulus kepada jemaat Galatia (lihat Penjelasan Teks).
5. Sampaikanlah nasihat Paulus diadaptasi sebagai prinsip pemberdayaan terhadap sesama dalam kehidupan sesehari (lihat Pengenaan).
6. Akhiri dengan Kegiatan.

kegiatan
Merancang Proyek Les Gratis

Ajak remaja untuk merancang proyek les gratis bagi teman-teman yang kesulitan di mata pelajaran tertentu. Yang harus mereka persiapkan adalah mendaftar teman di antara mereka yang memiliki kelebihan pada mata pelajaran tertentu (misalnya Bahasa Inggris atau Matematika) dan bersedia memberikan les gratis kepada teman yang membutuhkan. Setelah itu mendaftar orang yang akan mengikuti les gratis. Setelah itu mereka diberi kesempatan untuk membuat kesepakatan sendiri rnengenai jadwal les gratis akan dimulai dan sebagainya.

*Catatan: proyek les gratis bisa juga diganti dengan proyek lain yang intinya memberdayakan teman-teman dalam persekutuan remaja sesuai dengan bacaan hari ini.

ilustrasi

Video berjudul "Tolong Menolong Sesama Insan" (Judul asli: "Because Kindness Keeps The World Afloat" dapat diunduh di https://m.youtube.com/watch??v=Gxelhv3DBPA. Durasi video 05:44) Video bercerita tentang kebaikan-kebaikan yang saling berelasi satu dengan yang lain. Setiap bagian menampilkan bentuk kebaikan yang diberikan. Pada akhirnya, ketika orang melakukan kebaikan bagi orang lain, sesungguhnya kebaikan pun akan kembali padanya.
 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 | derap agustus 0419 |
| derap september 0119 | derap september 0219 | derap september 0319 | derap september 0419 | derap september 0519 |
| derap oktober 0119 | derap oktober 0219 | derap oktober 0319 | derap oktober 0419 |
| derap november 0119 | derap november 0219 | derap november 0319 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999