HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

November
Pembinaan Iman

 

•Katekisasi • Life Group • Prayer • Gereja yang Bernyanyi

 

Fokus
_____________________

 
"Belajar adalah ibadah". Ungkapan ini sangat populer. Dalam ungkapan itu disandingkan dua aktivitas utama yang dilakukan manusia dalam hidupnya. Namun yang menjadikannya menarik adalah ketika kita diajak untuk memahami bahwa sejatinya, belajar dan ibadah bukan merupakan dua aktifitas yang terpisah. Proses belajar pada hakikatnya bukan hanya bertujuan untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang tangguh dalam kehidupan, melainkan juga mengantarkan manusia menjadi pribadi yang takut akan Tuhan. Pembelajaran seperti itulah yang merupakan bagian dari ibadah. Dengan demikian, seseorang yang ingin hidup dan bertumbuh di dalam Tuhan, harus mau belajar agar semakin diperlengkapi menjadi pengikut-pengikut Kristus. Itulah mengapa, pembelajaran iman diperlukan dalam kehidupan kita.

Istilah katekisasi tidak asing bagi remaja. Katekisasi dimengerti sebagai suatu masa pengajaran atau masa belajar yang harus ditempuh. Selama ini istilah ini akrab bagi mereka yang ingin mengaku percaya (sidi) dan yang akan dibaptis. Sebagai sebuah proses pembelajaran, katekisasi mestinya tidak hanya dibatasi bagi persiapan sidi atau baptis saja. Katekisasi merupakan proses belajar yang terus menerus dan dijalani selama menjadi pengikut Yesus. Melalui tema ini, remaja memahami makna katekisasi sebagai proses pembelajaran dan pembinaan yang terus menerus dengan semangat dan cinta.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Bacaan kita diawali dengan teguran dari penulis kitab Ibrani kepada orang-orang yang mengaku percaya kepada Allah namun kurang memahami pengajaran Allah. Mereka disebut sebagai orangŽorang "lamban dalam mendengarkan." Mereka sebetulnya mampu untuk mendengar, namun tidak memiliki ketaatan belajar dan memahami firman Tuhan. Oleh karena itu penulis kitab Ibrani menegaskan bahwa mereka masih perlu untuk dibimbing. Menurut penulis kitab Ibrani, seharusnya mereka sudah dapat menjadi pengajar (ayat 12) namun rupanya, tidak mampu melakukannya. Hal itu menunjukkan jemaat tidak belajar dan tidak bertumbuh. Mengapa mereka tidak ber-tumbuh?
1. Lamban dalam hal mendengarkan
Proses pembelajaran pada waktu itu adalah guru berbicara dan murid mendengarkan. Penulis kitab Ibrani merasa sulit menyampaikan pengertian dan pemahaman tentang kekristenan kepada jemaat karena pendengarnya tidak memiliki kepekaan. Kata yang dipakai adalah nothros, artinya lamban berpikir, dungu, kurang mengerti, kurang tajam dalam mendengarkan. Penulis merasa prihatin sebab jemaat tidak memiliki upaya untuk belajar. Kemalasan menjadi perilaku buruk dan melambankan pendengaran. Mengapa malas? Kemalasan terjadi karena tidak adanya ketaatan dalam proses belajar.Terkait hal itu, penulis kitab Ibrani mengingatkan perlunya jemaat belajar ketaatan dari Yesus, Sang Anak Allah (bdk. Ibrani 5: 1 - 10). Ketaatan merupakan hal penting bagi setiap orang bertumbuh.

2. Masih memerlukan susu dan bukan makanan keras

Sebagaimana keberadaan dan fungsinya, susu menggambarkan makanan bagi manusia pada fase awal kehidupan (bayi). Pada fase berikutnya, manusia membutuhkan makanan keras. Penggambaran itu dikaitkan dengan cara beriman umat. Pada awal menjadi Kristen, pengajaran bagi umat adalah pengajaran sederhana. Di masa selanjutnya, umat mesti belajar tentang pengajaran yang lebih mendalam. Kata yang digunakan dalam ayat ini adalah nepios, yang artinya lebih tegas dan jelas dari sekadar anak kecil.Apa yang terjadi dengan jemaat? Rupanya ada orang-orang Kristen sengaja enggan untuk menjadi dewasa dalam iman. Keengganan menjadi dewasa membuat mereka malas mengembangkan diri dan tidak belajar tentang kebenaran sebab kebenaran kerap dianggap berat untuk diterima. Di sinilah penulis kitab Ibrani menggambarkan jemaat yang masih memerlukan susu ketimbang makananan keras.

3. Tidak terlatihnya panca indera yang bisa membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Panca indera berbicara tentang kepekaan. Pertumbuhan membutuhkan kepekaan. Indera yang terlatih dan peka berarti dibina dan dipersiapkan (tidak diam dan dibiarkan saja) sehingga melalui pengalaman demi pengalaman (bukan sekedar penge-TAHU-an dan kognisi-melainkan pe-PAHAMŽan) semakin menjadikannya aktif dan terampil, mampu membedakan di antara yang benar dengan yang salah, yang baik dan yang jahat; dapat melihat setiap keadaan dan peristiwa kehidupan dengan kacamata kedewasaan iman. Dalam bagian-bagian ini penulis kitab Ibrani memberi pesan sekaligus nasihat yang berisi peringatan teguran mengenai pertumbuhan iman yang tidak boleh mandeg.Agar pertumbuhan iman tidak mandeg, jemaat harus terus belajar.Apa dampak kemandegan iman? Kemandegan iman membahayakan hidup beriman dan bisa membawa seseorang pada kemurtadan (perhatikan perikop Ibrani 5:11 - 14). Di sinilah kita menemukan kaitan antara belajar dan hidup beriman. Melalui kesediaan belajar, hidup bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus, makin mengasihi Dia dan mengikut Dia dengan setia.

Pengenaan
____________________


Katekisasi berasal dari kata katekhein yang berarti: memberitakan, memberitahukan, menjelaskan, memberi pengajaran. Dart berbagai arti itu, yang yang paling menonjol adalah memberi pengajaran atau mengajar.Yang dimaksud mengajar di sini adalah mengajar dalam arti praktis, yaitu: mengajar atau membimbing orang agar ia melakukan apa yang diajarkan kepadanya, bukan dalam arti intelektualistis semata. Melalui katekisasi anggota jemaat, dilengkapi untuk mengenal dan percaya kepada Allah dalam Yesus Kristus sehingga sanggup menghayati, menaati dan melaksanakan imannya dalam keluarga, gereja dan masyarakat.

Banyak gereja mengadakan katekisasi sebagai kelas persiapan untuk baptis/sidi semata. Dampaknya banyak kali katekisasi diikuti peserta secara "terpaksa". Di sisi lain katekisasi tidak terlalu diminati. Padahal katekisasi merupakan ruang pembinaan dan bentuk penggembalaan. Oleh karena itu mestinya katekisasi tidak hanya untuk persiapan baptis atau sidi. Usai mengaku percaya (sidi) atau dibaptis, pembelajaran masih perlu dilakukan.

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan kegiatan Pesan Akrostik untuk mendapatkan pemetaan awal dan brainstorming para remaja terhadap katekisasi. Barangkali terdapat juga beberapa orang di antara mereka yang tengah atau telah mengikuti katekisasi, dapat diklasifikasikan juga jawaban dan pemaknaan di antara yang belum dengan yang sudah mengikuti.
2. Ajak remaja membaca bagian Alkitab bacaan Ibrani 5:11 - 14. Diskusikan secara singkat lalu pemimpin dapat melengkapi dengan uraian-uraian yang belum terwakili dari jawaban mereka (Lihat Penjelasan Teks). Harapannya para remaja juga menjadi aktif, dan merasa percaya diri (diberi kepercayaan sebagai subjek pembelajaran) dan menggugah mereka untuk semakin aktif dan rindu memahami kebenaran firman dan memaknainya dalam kehidupan sebagai remaja Kristen yang bertumbuh.
3. Berikan waktu kepada remaja untuk merenung dan menghayati pertumbuhan mereka di tengah dinamika zaman.Ajak remaja menemukan minimal satu hal yang membuat mereka lemah dan mandeg iman.
4. Bagikan potongan kertas warna-warni (bahan yang sama dengan kegiatan awal) untuk menuliskan komitmen pertumbuhan iman yang mau dilakoni bersama Tuhan.Simpan di dalam Alkitab, jadikan pembatas Alkitab.
5. Akhiri dengan nyanyian reflektif"Day by Day" dan ditutup Doa.

Kegiatan
_____________________

Akrostik adalah sebuah seni berbahasa dengan merangkaikan huruf-huruf dari sebuah kata menjadi kalimat bahkan puisi dan syair yang menyampaikan pesan-pesan tertentu. Dalam hal ini Pempimpin dapat menyiapkan kertas warna-warni (kertas lipat) dan menuliskan huruf-huruf K-A-T-E-K-IŽS-A-S-I, lalu meminta remaja merangkaikan kata-kata menjadi pesan Akrostik seputar tema tersebut.

Jika kelas berisi kurang lebih 20 peserta, mereka dapat langsung membentuk kata-kata dan kalimat dari huruf-huruf tersebut yang menggambarkan seberapa jauh remaja mengerti dan menghayati Katekisasi itu.
Jika kelas berisi lebih dari 20 peserta, dapat dibagi menjadi beberapa kelompok sehingga pesan yang tergambarkan juga menjadi semakin luas dan menyeluruh.
 

Ilustrasi
_____________________

 
Day by Day (St. Richard of Chichester)
Day by day, day by day
Oh dear Lord
Three things I pray:
To see you more clearly
To love you more dearly
Follow Thee more nearly
Day by day

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright Đ 1999