HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

November 2017
Mengenal Allah

 
102 Adonai   1
106 Rahmani dan Rahimi   2
110 El Roi:The God Who Sees Me   3
116 Imanuel   4

November 2017 Minggu II

Rahmani dan Rahimi
Bacaan: Mazmur 145:8-9, 14-19
Bahan yang diperlukan: Lirik nyanyian Mazmur 145
 

 

Fokus


Sejak kecil remaja mungkin sering mendengar "Kalau kamu berbuat baik, Tuhan pun akan baik kepadamu. Namun kalau kamu jahat,Tuhan akan menghukum kamu." Melalui pemikiran seperti ini, gambaran yang muncul akan Tuhan adalah Tuhan yang mudah menghukum orang-orang yang berlaku tidak baik. Hal ini membuat banyak orang Kristen bukan lagi hidup takut akan TUHAN, tetapi ketakutan terhadap TUHAN. Padahal hal ini bukanlah sifat Tuhan. Bulan ini remaja diajak untuk lebih mengenal Tuhan beserta sifat-sifatNya. Setelah belajar mengenal nama-Nya, maka minggu ini remaja akan diajak untuk lebih mengenali sifat Tuhan yang rahmani dan rahimi, pengasih dan penyayang.

Penjelasan Teks


Kalimat Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia berasal dari Keluaran 34:6 di mana Tuhan sendiri yang memberikan pernyataan tersebut kepada Musa. Kalimat ini dinyatakan 8 kali dalam Perjanjian Lama (Keluaran 34:6, 2 Tawarikh 30:9, Mazmur 86:15, Mazmur
103:8, Mazmur111:4,Mazmur 145:8, Yoel 2:13, dan Yunus 4:2) dan menjadi gema akan iman pengenalan bangsa Israel akan Tuhan. Hal ini pula yang diamini oleh Daud melalui pengalaman hidupnya.
Rahmani berasal dari bahasa Arab Rahmaan yang berarti pengasih (Ibrani: chanun). Pengasih memiliki pengertian pemberian, sesuatu yang diberikan kepada seseorang.Tuhan yang rahmani memiliki arti bahwa segala sesuatu adalah pemberian daripada-Nya. Yang diberi tidak perlu melakukan apa apa untuk mendapatkannya, atau bahkan sebenarnya tidak layak diberi (lnggris: grace). Bumi, alam, hewan, tumbuhan adalah pemberian dari Tuhan karena kasih-Nya kepada manusia. Bahkan Tuhan sendiri kemudian memberikan anak-Nya yang tunggal agar manusia mendapatkan keselamatan. Paham Kekristenan menyatakan bahwa inisiatif di dalam hubungan antara Tuhan dan manusia dalam karya keselamatan dari Tuhan selalu dimulai dari Tuhan.

Rahimi juga berasal dari bahasa Arab Rahiim (Ibrani: rachamim) yang berarti penyayang. Penyayang berarti menyatakan kebaikan bagi orang-orang yang tidak pantas mendapatkannya dan mengampuni orang yang bersalah kepadaNya. Hal ini juga ditegaskan dalam Mazmur 103:10 yang mcnyatakan bahwa "tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita." Kiasan Tuhan yang penyayang ini juga dapat digambarkan sebagai bayi dalam rahim ibu yang mengasihi sang bayi. Dalam rahim yang hangat, penuh kasih sayang, di sanalah keberadaan kita.

Jika sifat Tuhan adalah demikian, maka seyogyanya hal ini tidak berubah dan tidak bergantung pada perbuatan manusia. Allah yang masa pengasih dan penyayang adalah Allah yang panjang sabar, yang tidak mudah marah, tidak mendendam, dan setia. Kasih¬Nya ini tidak hanya untuk bangsa Israel namun semua orang. Ia penuh dengan kebaikan kepada semua orang dan penuh rahmat kepada semua ciptaan-Nya (ay. 9). Semua orang yang jatuh, yang tertunduk yang tidak dapat lagi mendukung dirinya sendiri ditopang oleh kasih Tuhan (ay.14). Ia yang mendengarkan setiap orang dan yang menopang mereka membuktikan kasih Tuhan yang tidak terbatas ini.

Pun demikian dengan pernyataan pemazmur yang menyatakan pemeliharaan Tuhan dengan memberikan makanan pada waktunya bagi mereka yang menantikan Dia (ay. 15) dan Ia akan mengenyangkan mereka (ay. 16)
Tuhan selalu menyatakan diri-Nya dengan keadilan bagi semua orang, walaupun itu bukanlah langkah manusia. Semua orang yang berseru kepada Allah di dalam kebenaran (yaitu, dengan hati yang sungguh-sungguh dan tulus) dapat yakin bahwa Dia itu dekat. Dia akan mendengar doa mereka, memenuhi keinginan mereka akan pertolongan dan mengusahakan kelepasan mereka

Pengenaan

Pemahaman Tuhan yang pengasih dan penyayang pastilah bukan sesuatu yang baru bagi remaja. Mereka pasti pernah mengalami peristiwa di mana mereka merasakan kasih sayang Tuhan, tetapi mungkin mereka tidak menyadari bahwa kasih Tuhan tidak pernah berhenti. Hal inilah yang penting bagi mereka untuk dapat mengenal Tuhan yang penyayang dan pengasih ini dengan lebih dalam.
Di sisi lain, di zaman pendangkalan makna di mana remaja tidak lagi terlatih untuk berefleksi dan memaknai pengalaman hidup mereka, terkadang mereka mendapatkan informasi bahwa Tuhan tidak segan untuk menghukum mereka jika mereka melakukan kesalahan, baik dari lagu-lagu maupun perkataan yang sifatnya ancaman hukuman Tuhan. Bagaimana mereka kemudian dapat merasakan Tuhan yang pengasih dan penyayang? Hal ini justru yang membuat mereka ketakutan dan tidak lagi melihat Tuhan yang pengasih dan penyayang ini. Oleh karena itu pengenalan akan sifat dan atribut Tuhan ini diharapkan akan membuat mereka memiliki kerinduan untuk terus mau mengenal Tuhan dengan kasih-Nya, berserah pada-Nya dan tidak ketakutan kepada-Nya.

 

Langkah-langkah Penyampaian


1. Bentuklah kelompok-kelompok dan ajaklah remaja untuk mendiskusikan apakah mereka merasakan Tuhan yang pengasih dan penyayang, lalu mintalah mereka untuk menjelaskan peristiwa atau pengalaman hidup mereka yang menguatkan jawaban mereka tersebut.
2. Bacalah teks Alkitab dan lanjutkan pada penjelasan teks.
3. Jelaskan kepada mereka makna Tuhan yang pengasih dan penyayang kepada semua orang.
4. Masuklah dalam pengenaan. Ajaklah remaja untuk berfokus pada kasih-Nya dan tidak lagi ketakutan pada Tuhan.
5. Ceritakanlah ilustrasi tentang Tokichi Ishii yang merasakan kehadiran Tuhan yang pengasih dan penyayang.
6. Ajaklah remaja untuk menuliskan satu kalimat mengenai Tuhan yang pengasih dan penyayang berdasarkan pengalaman mereka.
7. Tutuplah dengan menyanyikan Mazmur 145 secara berbalasan dipimpin oleh liturgos, pemandu pujian atau pembicara.
                                                     

Kegiatan

Menyanyikan Mazmur 145 bersama cantoria dan jemaat
 
Tuhan itu pengasih dan penyayang;
panjang sabar, kasih setia-Nya besar.
Tuhan itu baik pada semua orang,
penuh rahmat pada semua ciptaan-Nya.

Tuhanlah penopang bagi orang yang jatuh.
Dialah penegak bagi semua yang tertunduk.
Mata semua orang menanti-Mu,Tuhan,
memb'ri makan dan kenyangkan semua yang hidup.

Tuhan itu adil di segala jalan-Nya,
Kasih setia-Nya penuh di tiap karya-Nya.
Tuhan pun dekatlah pada tiap orang
yang dengan setia berseru kepada-Nya.

Tuhan memenuhi hasrat orang yang taat.
Dia dengar jeritannya dan 'kan menolongnya.
Tuhan pun menjaga yang mengasihi-Nya,
namun orang fasik 'kan dibinasakan-Nya.

Mulutku ucapkan pujian kepada-Nya.
Biarlah semua mahluk pun memuji nama-Nya.
Kar'na Tuhan baik dan kuduslah nama-Nya,
pujilah nama-Nya terus sampai s'lamanya.


Sumber: http://www.juswantori.com/mzm-100-150/141-150/mazmur-1458-914-21.html
 

 

Ilustrasi

TOKICHI ISHII

Tokichi Ishii digantung karena pembunuhan di Tokyo pada tahun 1918.

Dia telah dikirim ke penjara lebih dari dua puluh kali dan dikenal sekejam harimau. Pada satu kesempatan, setelah menyerang seorang sipir penjara, ia diikat dan tubuhnya tergantung sedemikian rupa sehingga jari-jari kakinya hampir mencapai tanah. Tapi dia keras kepala menolak untuk mengatakan ia menyesal atas apa yang telah dilakukannya.
Hanya sebelum dijatuhi hukuman mati, Tokichi dikirimi kitab Perjanjian Baru oleh dua misionaris Kristen asal Kanada, nona West dan nona McDonald yang telah berulang-ulang mencoba menjalin komunikasi dengan Ishii. Alih-alih mau ber-dialog dan mendengar, tatapan mata Ishii bak binatang buas yang siap menerkam mangsanya. Dua wanita yang terkenal sabar itu mulai kehilangan kesabarannya. Mereka tidak lagi mengunjunginya. Namun mereka meninggalkan sebuah Alkitab untuknya. Setelah kunjungan terakhir dari nona West, ia mulai membaca kisah percobaan dan eksekusi Yesus. Perhatiannya terpaku dengan kalimat, "Dan Yesus berkata, Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan" (Lukas 23:34). Kalimat ini mengubah hidupnya dan saat itulah untuk pertama kalinya Tokichi merasakan kasih Tuhan yang mengampuni dirinya.

Sulit baginya untuk berhenti membaca. Ia terus membaca. Ketika Tokichi untuk pertama kalinya membaca kitab Injil, ia berkata,"Aku berhenti. Hatiku seakan-akan tertusuk, tembus oleh paku lima inci. Haruskah aku katakan itu kasih Kristus? Haruskah aku menyebutnya belas kasihan? Aku tidak tahu apa namanya itu.Yang aku tahu adalah bahwa aku percaya dan kekerasan hatiku diubah!"
Tokichi dijatuhi hukuman mati dan menerimanya sebagai "penghakiman yang adil dari Allah." Kata¬kata yang membawanya ke iman kini menopang imannya dalam cara yang mengagumkan. Mendekati akhir, nona West mengarahkannya pada kata-kata dari 2 Korintus 6: 8-10 tentang penderitaan orang benar. Kata-kata itu menyentuhnya dengan sangat mendalam, dan ia menulis, "dalam kesedihan, namun selalu bersukacita." Orang-orang akan mengatakan bahwa saya harus memiliki hati yang sangat sedih karena saya setiap hari menunggu pelaksanaan hukuman mati.Tetapi bukan seperti itu yang terjadi. Saya merasa tidak sedih atau tertekan atau sakit. Dikurung di sel penjara saya jauh lebih bahagia daripada saat saya hidup dalam dosa ketika saya tidak mengenal Allah. Siang dan malam, saya berbicara dengan Yesus Kristus.
Melalui firman Allah, Tokichi Ishii telah benar-benar bertemu dengan Allah yang hidup. Dia telah melihat kemuliaan Allah di wajah Kristus. Dia sekarang mengenal Allah. "Saya jauh lebih bahagia daripada ketika saya tidak mengenal Allah".

https://www.crossway.org/blog/2016/03/the-conversion-and-execution-of-tokichi-ishii/ https://nananggki.blogspot.co.id/2012/06/allah-yang-pemurah-dan-rahimi.html
 

                                                                           


A R S I P
| derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 | derap maret 0117 |derap maret 0217 |
| derap maret 0317 | derap maret 0417 | derap april 0117 | derap april 0217 | derap april 0317 |
| derap april 0417 | derap april 0517 | derap mei 0117 | derap mei 0217 | derap mei 0317 |
| derap mei 0417 | derap juni 0117 | derap juni 0217 | derap juni 0317 | derap juni 0417 |
| derap Juli 0117 | derap juli 0217 | derap juli 0317 | derap juli 0417 | derap juli 0517 |
| derap agustus 0117 | derap agustus 0217 | derap agustus 0317 | derap agustus0417 |
| derap september 0117 | derap september 0217 | derap september 0317 | derap september 0417 |
| derap oktober 0117 | derap oktober 0217 | derap oktober 0317 | derap oktober 0417 |

| derap oktober 0517 | derap november 0117 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999