HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


 
Keluarga yang Saling Memaafkan
Kejadian 45:1-15
| Keluarga yang Saling Mengingatkan 1 Korintus 4:14-17 |
Keluarga yang Saling Menghargai
Efesus 5:20-21,6:1-4
| Keluarga yang Saling Berkomunikasi Kejadian 37:1-11
 
  Kesaksian dan Pelayanan dalam Keluarga

    Keluarga yang Saling Berkomunikasi   Minggu Keempat : 27 Oktober 2019
Bacaan : 
Kejadian 7 :1 - 11
Bahan yang diperlukan :
 

fokus
Salah satu tantangan terbesar keluarga zaman now adalah pada komunikasi antar anggotanya. Kesibukan orangtua bekerja mencari nafkah ditimpali kesibukan anak-anak dalam studi dan kegiatan pribadi masing-masing. Home sweet home berubah menjadi seperti layaknya hotel, suasana kebersamaan di meja makan menjadi momen yang amat mahal karena jarang bisa terjadi; atau kalaupun terjadi, masing-masing sibuk dengan gawainya sehingga komunikasi secara langsung antar anggota keluarga, antar orangtua¬anak, atau antar kakak-adik menjadi sulit terjadi. Pelajaran kali ini disusun agar remaja bersedia untuk saling berkomunikasi di tengah keluarga dalam suasana membangun.
 


penjelasan teks
Perikop ini dimulai dengan keterangan bahwa Yakub tinggal di negeri penumpangan ayahnya, di tanah Kanaan. Kalau kita perhatikan pasal sebelumnya, Kej. 36, disebutkan bahwa sang kakak, yaitu Esau memilih meninggalkan keluarga Yakub untuk mendiami daerah pegunungan Seir (Kej. 36:8). Keterangan ini mau menunjukkan bahwa Yakub memang kembali ke tempat asalnya. Dengan berdamainya dua kakak beradik, Esau dan Yakub itu, lewat pembagian daerah kekuasaan, maka berakhirlah sibling rivalry di antara keduanya.

Tapi justru episode baru muncul. Yakub yang mengalami sibling rivalry di masa lalunya dengan Esau, sang kakak karena masalah favoritisme masing-masing orangtua, kini ia muncul justru sebagai penyebab awal siblings rivalries di antara anak-anaknya sendiri. Yakub seperti tidak belajar dari pengalamannya sendiri ketika mendapatkan perlakuan berbeda dari ayah dan ibunya. Ia justru sekarang jadi pelaku yang memilih-milih dalam mengasihi anaknya. Yakub lebih mengasihi Yusuf dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Mengapa bisa begitu? Selain karena Yusuf lahir dari Rahel, istri yang sangat dicintainya, Yusuf dalam ayat 3 disebut sebagai anak yang lahir pada masa tuanya. Kalau anak sulung adalah kebanggaan seorang ayah saat masih muda, maka anak bungsu yang lahir pada masa tua merupakan kesayangan dan penghiburan seorang ayah.

Selain favoritisme ini, tampaknya ada hal lain yang menyebabkan munculnya siblings rivalries di antara anak-anak Yakub. Tampaknya ada komunikasi yang tidak sehat di tengah keluarga Yakub. Ayat 5 menyatakan demikian: "Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya." Masalah makin meruncing ketika Yusuf mengkomunikasikan mimpinya kepada saudara-saudaranya dan juga kepada orangtuanya. Katanya: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."
 

Lagi kata Yusuf: 'Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku." Ada kesan di satu sisi Yusuf ini terlalu naif sehingga begitu terbukanya dia apa adanya menceritakan mimpinya tanpa pretensi apapun. Namun di sisi lain juga ada kesan inilah bentuk arogansi seorang anak yang terbiasa dinomorsatukan dan diistimewakan oleh sang ayah. Pada gilirannya Yusuf ketika mengkomunikasikan mimpinya, kurang mempertimbangkan perasaan dan kurang memiliki empati terhadap saudara-saudaranya bahkan ayah ibunya.Muncul kemudian tanggapan dari pihak saudara-saudaranya dan sang ayah. Apa yang dikomunikasikan sebagai respons terhadap ucapan Yusuf? Protes keras muncul dari saudara saudaranya. Sementara nada yang lebih lembut muncul dari tanggapan sang ayah yang menyayangkan isi mimpi Yusuf tersebut. Protes dan keresahan disampaikan menanggapi Yusuf, namun tidak ada klarifikasi untuk mencoba memahami lebih dalam apa yang Yusuf komunikasikan itu. Lalu percakapan di tengah keluarga itu berhenti begitu saja, meninggalkan marah dan kebencian di hati saudara-saudara Yusuf, sementara sang ayah hanya menyimpannya dalam hati tanpa penyelesaian.
Komunikasi yang tak sehat ini akhirnya berlanjut pada tindakan yang merusak hubungan antar saudara sedarah itu. Cerita selanjutnya bak kisah sinetron. Yusuf hendak dihabisi, lalu kemudian dijual sebagai budak belian oleh saudara¬saudaranya.

pengenaan
Generasi milenial dikenal sebagai generasi yang aktif berkomunikasi tanpa batas. Hanya cara generasi ini
berkomunikasi, termasuk remaja di dalamnya, adalah melalui layar atau screen. Oleh karena itu generasi ini sering disebut sebagai generasi menunduk karena mereka lebih sering menundukkan kepala dalam-dalam memandangi teks di layar gawai mereka, sehingga sering abai berkomunikasi secara langsung dengan tatap muka, face to face, dengan orang yang ada di hadapan atau dekat mereka, termasuk dengan orangtua dan anggota keluarga mereka sendiri. Akibat selanjutnya adalah kurangnya empati para remaja zaman now ketika berkomunikasi. Mereka lebih suka menyampaikan apa yang ada di benak mereka tanpa memikirkan perasaan dan kondisi orang lain. Kurangnya komunikasi face to face itu juga menyebabkan mereka kerap kesulitan memahami dan menerima orang lain yang berbeda sudut pandang dengan mereka sehingga muncul sikap yang dianggap tidak rnenghormati dan tidak menghargai orang yang berbeda dengan mereka.
Para remaja Kristen perlu belajar menjalin komunikasi dengan orangtua dan anggota keluarganya. Komunikasi yang sehat adalah komunikasi yang bukan satu arah dan membangun semua yang berelasi. Dalam berkomunikasi, remaja perlu membangun empati, menimbang rasa lawan bicara dan melakukan klarifikasi supaya muncul pemahaman yang benar.

langkah-langkah penyampaian
1. Awali dengan meminta pendapat beberapa remaja soal kelebihan dan kekurangan komunikasi via medsos yang biasa mereka lakukan. lngatkan soal komunikasi yang sehat dan membangun yang mestinya dikerjakan remaja, termasuk di tengah keluarga. Jadi bukan hanya soal bagaimana menyampaikan apa yang ada di benak dan apa yang dirasakan kepada orang lain, tetapi bagaimana terjadi saling memahami dalam komunikasi.
2. Masuk dalam Penjelasan Teks. Jelaskan soal persaingan tidak sehat di tengah keluarga Yakub, selain karena favoritisme, juga karena komunikasi yang tidak lancar dan tidak sehat yang terjadi di antara mereka: tidak menimbang perasaan orang yang diajak berkomunikasi, hanya menyampaikan apa yang dipikirkan begitu saja tanpa memilih dan memilah dengan bijak hal apa yang mau disampaikan, respons negatif yang reaktif area sekadar menyayangkan tanpa klarifikasi untuk memahami lebih lanjut komunikasi yang terjadi.
3. Pada bagian Pengenaan, ingatkan soal generasi milenial pada umumnya yang lebih suka berkomunikasi via layar, yang punya kecenderungan kurang empati dalam berkomunikasi dan tidak bisa menerima atau menghargai orang yang berbeda sudut pandang dalam melihat suatu persoalan. Ajaklah remaja mengembangkan komunikasi yang sehat dan membangun di tengah keluarga.
4. Masuk dalam Kegiatan. Minta remaja mengisi perbedaan antara komunikasi yang sehat dan membangun dengan komunikasi yang tidak sehat.
5. Akhiri dengan Ilustrasi yang dapat memotivasi remaja untuk mengembangkan komunikasi yang sehat dan membangun di tengah keluarga supaya orang tua dan anak atau sesama saudara dapat saling memahami dan menghargai apa yang sudah dilakukan masing-masing anggota keluarga.

kegiatan
Minta remaja berdiskusi dalam kelompok kecil terdiri dari 3-4 anggota tentang perbedaan¬perbedaan yang tampak antara komunikasi yang sehat-membangun dengan komunikasi yang tidak sehat dan menghancurkan.
 
 
   

Men har ai perasaan

Tidak peduli perasaan lawan bi ara

   
   
   
   

ilustrasi
Video: The Gift of Life
(https://www.youtube.com/watch?v=0soLsRF2GhA)
 
 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 | derap agustus 0419 |
| derap september 0119 | derap september 0219 | derap september 0319 | derap september 0419 | derap september 0519 |
| derap oktober 0119 | derap oktober 0219 | derap oktober 0319 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999