HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Oktober
Sakramen

 

•Sakramen Menyelamatkan? •Baptisan dan Pertobatan • Percik atau Selam? •Perjamuan Kudus sebagai Perayaan Sukacita

 

Fokus
_____________________

 
Bapa gereja bernama Agustinus mengatakan,`sakramen adalah tanda yang kelihatan dari anugerah yang tidak kelihatan." GKI sebagai gereja Calvinis sependapat dengan perkataan tersebut. Di dalamnya terkandung penghayatan bahwa setiap orang yang telah menerima tanda yang kelihatan (sakramen) tersebut bukan hanya diadakan di dalam gedung gereja pada saat berlangsung sakramen baptis atau sakramen perjamuan kudus, melainkan juga dihadirkan dalam hidup keseharian orang percaya. Dengan demikian pemahaman akan sakramen bukan sebatas pada pengetahuan saja, melainkan juga pada praktik nyata hidup sesehari di mana tanda kehadiran anugerah Allah dinyatakan. Melalui pelajaran hari ini remaja diajak untuk memiliki pemahaman akan makna sakramen secara umum dan bagaimana sakramen itu dihayati dalam hidup sesehari.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Secara umum, surat Rasul Paulus kepada orang-orang percaya di kota Kolose mengungkapkan syukur Paulus atas iman dan pengharapan jemaat yang kuat terhadap Kristus, Sang Juruselamat. Paulus memuji kasih dan iman Jemaat di kota Kolose yang, sekalipun terdiri dari beraneka ragam suku bangsa, hidup bersama dalam semangat yang kuat untuk mendukung pemberitaan Injil. Namun demikian, jemaat Kolose rupanya sedang mempergumulkan pengajaran iman yang dikacaukan oleh pemahaman filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia (2:8), sekalipun penyesatan itu dibungkus dengan kata-kata yang tampak logis dan indah (2:4). Filsafat kosong dan palsu yang dimaksudkan Paulus adalah ajaran Gnostik, yakni ajaran yang mengutamakan pengetahuan. Para pengikut Gnostik percaya bahwa mereka dapat mengenal Allah dan bersatu dengan Allah jika mereka terus-menerus mencari pengetahuan akan Allah. Mereka percaya Kristus adalah pengantara mereka untuk sampai kepada pengetahuan illahi sebab Kristus adalah realitas illahi. Oleh karena Kristus adalah realita illahi, maka ia tidak disalib, tidak mati, dan tidak menderita. Dengan demikian pengikut Gnostik juga percaya bahwa Yesus tidak menyelamatkan manusia dengan cara menebusnya dari dosa dengan kematian-Nya di kayu salib. Oleh karena itu, salah satu pokok penting dari surat Kolose adalah penegasan Paulus terhadap dasar iman Kristen, yaitu utuhnya penebusan Kristus. Segala bentuk pengajaran yang mengutamakan berbagai adat-istiadat di luar anugerah penebusan Kristus adalah salah.

Paulus berharap agar Jemaat Kolose tetap beriman teguh dan tak bergeser dari pengharapan iman (1:23) kepada Rahasia Keselamatan yang telah digenapi dalam Pengurbanan Kristus (1:26-27). Mengapa Paulus menyebut keselamatan dalam Kristus sebagai rahasia atau "musterion" (Yun.)? Mengapa Paulus memakai istilah ini? Karena Paulus mau mengkontraskan dengan ajaran Gnostik yang suka sekali menggunakan kata 'misteri'. Semakin orang belajar, semakin punya banyak pengetahuan, semakin tahu hal-hal yang misteri, berarti semakin kenal Tuhan. Paulus hendak mengatakan bahwa orang Kristen juga punya misteri, tetapi misteri yang lain, yang tidak sama dengan apa yang dikatakan oleh ajaran Gnostik. Paulus mengatakan orang Kristen juga punya misteri tetapi misterinya bukan karena pengetahuan yang hebat, karena kalau itu yang terjadi maka hanya orang-orang terbatas saja, jumlah yang sedikit sekali yang bisa mengenal Tuhan.Tetapi justru Paulus mengatakan rahasia yang dari Kristus itu adalah rahasia yang justru "sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudusnya sebagai rahasia yang kaya dan mulia..." Rahasia itu adalah: Kristus ada di tengah-tengah kamu (ayat 27). Justru rahasia yang indah itu adalah ketika tahu bahwa Yesus ada di tengah-tengah umat-Nya, Dia mau turun ke dalam dunia ini, mengosongkan diri dan menjadi sama dengan manusia, sehingga dapat dikenali oleh setiap orang, bukan hanya oleh orang-orang tertentu. Jadi rahasia itu justru sesuatu yang sangat mudah dikenal, bahwa Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini, tinggal dan hidup di tengah-tengah umat-Nya dan umat-Nya bisa mengenal Dia. Yesus betul-betul menjadi manusia, dan karena itulah Dia juga bisa merasakan kesakitan manusia; Dia bisa merasakan penderitaan manusia; Dia bisa merasakan kesulitan yang dihadapi manusia.

Itulah sebenarnya arti sakramen yang sesungguhnya dalam pemahaman iman kristen. Sakramen berasal dari bahasa Latin sacramentum yang berakar dari kata "sakral" atau kudus.Adapun kata kudus yang digunakan dalam Alkitab memiliki arti: dipisahkan dari yang lain (yang berdosa), disendirikan karena kekhususannya atau karena kemurniannya; jauh dari cacat dan cela. Iman kristen memahami sakramen sebagai tanda bahwa seseorang telah direngkuh masuk ke dalam kasih Allah yang tak terselami dan tak terbatas. Sakramen mempersaksikan bahwa penebusan Kristus telah termeterai bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus menjadi milik kepunyaan Allah yang Maha Kudus. Oleh sebab itulah, orang yang telah menerima sakramen adalah juga orang-orang yang menghidupi perkataan Paulus "Kristus ada di tengah-tengah kamu" (ayat 27).Artinya, para pengikut Kristus dapat selalu menghadirkan Kristus melalui kehidupannya sesehari supaya orang lain melihat Kristus melalui hidup para pengikut-Nya. Orang tidak perlu melalui sesuatu yang hebat, yang susah, yang sulit, untuk mengenal Kristus, tetapi justru melalui diri para pengikut-Nya itulah Kristus dikenal.


Pengenaan
____________________


GKI mengakui dua sakramen: sakramen baptis dan sakramen perjamuan kudus. Keduanya sama¬sama merupakan tanda. Baptis adalah tanda bahwa seseorang telah dimeteraikan di dalam kasih karunia Allah yang menyelamatkan. Perjamuan kudus adalah tanda bahwa umat bersyukur atas tubuh dan darah Kristus yang telah dikurbankan bagi keselamatan dunia. Sebagai tanda, sakramen tidak memiliki efek keselamatan pada dirinya sendiri. Dengan kata lain sakramen tidak menyelamatkan.
Setiap orang yang menerima sakramen dipanggil menunjukkan tanda bahwa ia telah mengalami kasih karunia Allah dengan cara menunjukkan bahwa "Kristus ada di tengah-tengah kita". Undangan ini tentu berlaku untuk semua pengikut Kristus, termasuk remaja, yang sudah sepatutnya selalu menghadirkan Kristus melalui kehidupannya sesehari supaya orang lain melihat Kristus melalui hidup para pengikut-Nya.

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Ajaklah remaja melakukan Kegiatan. Di akhir kegiatan sampaikan kepada remaja bahwa hari ini remaja akan diajak untuk memahami apa makna sakramen sebenarnya dan bagaimana menghayatinya dalam hidup sesehari.
2. Sampaikan Penjelasan Teks dengan garis besar penjelasan mengenai: pergumulan yang dihadapi jemaat Kolose yang menghadapi penyesatan dari ajaran Gnostik, usaha Paulus untuk meluruskan ajaran kristen yang benar-khususnya soal Kristus dan penebusan-Nya yang menyelamatkan dunia, penjelasan yang benar, dan penjelasan mengenai perkataan Paulus "Kristus hidup diantara kamu."
3. Sampaikanlah Pengenaan. Beri contoh dengan Ilustrasi I tentang orang kristen yang tidak mau memenuhi panggilan untuk menunjukkan tanda bahwa ia telah mengalami kasih karunia Allah. Tegaskanlah lagi Pengenaan.
4. Akhiri dengan menyampaikan Ilustrasi 2. Sampaikan pesan cerita.

Kegiatan
_____________________

Diskusi mengenai makna sakramen
1. Mintalah remaja membentuk kelompok kecil 4-5 orang (atau disesuaikan dengan kondisi setempat).
2. Mintalah mereka mendiskusikan apakah makna sakramen bagi mereka.
3. Mintalah tiap kelompok untuk membagikan hasil diskusinya.
 

Ilustrasi
_____________________

 
Ilustrasi 1
Seorang hamba Tuhan bercerita:"Teman saya naik bus di Jakarta, kernetnya mengatakan,"Yang gayus turun, yang gayus turun..." Semua bingung maksudnya apa? Ternyata kernet bus itu mau memberitahukan waktu mendekat kantor pajak, nama"Gayus" koruptor pajak itu. Saya kaget sekali, karena setahu saya Gayus itu nama orang Kristen di Alkitab, bukan? Di Jakarta juga ada yang namanya "markus." Tetapi ini bukan nama penulis Injil, melainkan singkatan dari "makelar kasus." Dan juga ada namanya-petrus," bukan murid Yesus, tetapi singkatan dari "penembak misterius." Barangkali ini bukan satu hal yang kebetulan nama-nama ini nama khas orang Kristen untuk menunjukkan orang Kristen sama saja dengan orang-orang yang lain.Ada di antara mereka yang juga koruptor, pelaku kejahatan dan pelaku hal-hal yang tidak benar. Derajat nilai iman Kristen turun. Saya bertemu banyak pengusaha, mereka mengatakan "Sama saja, pak, pegawai Kristen tidak Kristen sama saja, bahkan yang Kristen seringkali hidup perilaku etikanya lebih buruk daripada yang bukan Kristen." Wow, sangat merosot sekali." (http://www.recisydney.org/2015/03/manifestasi¬kasih-kepada-kristus/ )
 

Ilustrasi 2
Ada sebuah kisah tentang sebuah biara yang terancam di tutup oleh gereja, karena para biarawan yang ada disitu semakin hari semakin mudah bertengkar, marah, iri, dan berkelahi dengan sesama biarawan.Akhirnya diutuslah seorang pendeta tua untuk mencari tahu duduk perkaranya dan mencari solusi.Apabila tidak ditemukan solusi dan tidak ada perubahan sikap dari para biarawan maka biara itu diputuskan untuk ditutup saja. Pendeta tua tersebut melakukan pengamatan selama beberapa waktu dan ia pun mengambil keputusan untuk menyetujui penutupan biara tersebut.
Setelah berkonsultasi dengan pihak gereja, ia pun mengumpulkan para biarawan di kapel pertemuan guna menyampaikan maksud penutupan biara tersebut. Pendeta tua berkata:"saya sudah berpikir matang-matang dan mengambil keputusan untuk segera menutup biara ini, tetapi saya masih yakin bahwa salah satu dari kalian layak untuk diangkat menjadi orang suci, jadi persiapkanlah diri kalian sebaik mungkin untuk acara penutupan biara sekaligus pengangkatan orang suci dari biara ini."

Setelah pertemuan tersebut, kehidupan di biara sontak berubah.Tidak ada lagi pertengkaran, marah, iri hati dan perkelahian sesama biarawan. Setiap kali ada yang akan marah dengan temannya, ia akan mengurungkan niatnya dengan pikiran:"jangan-jangan dia adalah calon orang suci yang akan diangkat oleh pendeta tua." Demikianlah mereka saling bersikap baik satu dengan yang lain karena pikiran yang sama: "jangan-jangan dia adalah calon orang suci yang akan diangkat oleh pendeta tua."

Akhirnya biara tidak jadi ditutup karena ternyata para biarawan telah mempraktekan sikap penghargaan, penerimaan dan kasih kepada calon orang suci yang akan diangkat oleh pendeta tua.

Dikutip dari: https://web.facebook.com/notes/alkitab-kegemaranku/membenci-dosa-tetapi¬mengasihi-orang-berdosa/ 100544655967/?_rdc=1&_rdr

Pesan cerita:
Kristus yang dihadirkan dalam kehidupan sesehari para pengikut-Nya akan membawa pengaruh balk semua orang yang ada di sekitarnya.

 

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999