HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Oktober 2017
Keluarga Anugerah Tuhan

 
74 Keluargaku Surgaku   1

80 Tuhan Kepala Keluarga

  2
86 Pray, Eat, Love
  3

92 Supporting

  4

98 Saling Mengampuni

  5

Oktober 2017 Minggu II

Tuhan Kepala Keluarga
Bacaan: Efesus 4:11-16
Bahan yang diperlukan: Copy perbesar gambar "Christ is The Head"

 

 

Fokus


Keluarga adalah komunitas fundamental yang mendapat peran sentral dalam kekristenan. Sedemikian pentingnya peran keluarga bagi hidup beriman, maka Alkitab menempatkan kisah keluarga Adam tepat setelah kisah penciptaan. Narasi-narasi tentang Sang Juruselamat dalam Injil juga dibuka dari sebuah keluarga. Tak ketinggalan, berdirinya gereja perdana juga diawali dari persekutuan rumahan di mana keluarga-keluarga kristen menjadi pengelolanya. Bahkan kehidupan keluarga-keluarga jemaat perdana menjadi sebuah model persekutuan yang memiliki peran dan pengaruh penting tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik dalam lingkungan masyarakat Yunani-Romawi pada waktu itu.
Dalam pengertian yang lebih luas, keluarga bukan hanya keluarga inti yang beranggotakan ayah, ibu, dan anak. Gereja juga merupakan keluarga (besar) yang terbentuk dari keluarga-keluarga inti.Alkitab (dari PL hingga PB) selalu mencatat bahwa Tuhanlah yang berinisiatif untuk mengawali dan memimpin hidup keluarga. ltulah sebabnya Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah Kepala Keluarga, namun sekaligus juga Kepala Gereja. Keluarga dan gereja tidak dapat dipisahkan sebab keluarga adalah unit terkecil dari gereja. Menempatkan Kristus sebagai Kepala berarti menjadikan Kristus sebagai Pemimpin dan Panutan dalam hidup sesehari. Ajaran Kristus senantiasa menjadi dasar pikiran, perkataan, dan perilaku setiap anggota keluarga. Pelajaran kali ini dirancang untuk mengajak remaja bersedia menjadikan Tuhan sebagai Kepala Keluarganya.
 

Penjelasan Teks

Kota Efesus (sekarang di daerah Turki) terletak di pantai Laut Tengah sebagai ibukota propinsi Asia pada zaman kerajaan Romawi. Sebagai sebuah metropolitan perdagangan dan pemerintahan, kota Efesus telah mempertemukan berbagai bangsa dan agama untuk tumbuh di sana, khususnya masyarakat non-Yahudi yang berbahasa Yunani. Gereja di kota Efesus adalah sebuah jemaat yang mayoritas anggotanya terdiri dari orang-orang non-Yahudi dari beragam tradisi dan suku bangsa (2:11-13,19; 3:1,6). Sekalipun jemaat ini terbentuk dari beragam latar belakang budaya dan suku bangsa, namun Paulus bersyukur kepada Tuhan bahwa jemaat Efesus tidak menganggap perbedaan ini sebagai sumber perpecahan (seperti yang terjadi di Jemaat Korintus). Bermodalkan keberagamannya, jemaat Efesus justru berhasil menemukan suatu identitas baru sebagai komunitas yang membutuhkan Keselamatan Sejati, yang telah mereka temukan di dalam Kristus (1:1-5). Keselamatan yang telah dialami jemaat Efesus bukanlah hasil usaha manusia (seperti yang diajarkan oleh aliran gnostik — "mistik" Yunani — yang berkembang pada waktu itu), melainkan semata-mata karena karunia Allah (2:1-9).

Kenikmatan anugerah keselamatan serta kehidupan dalam persatuan merupakan modal yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup sebuah gereja; dan gereja di Efesus telah memilikinya. Namun itu saja tidak cukup. Gereja memiliki tugas untuk terus bertumbuh dewasa di dalam iman kepada Kristus. Kedewasaan iman itu ditandai dengan pengenalan yang benar akan Kristus, sifat tidak kekanak-kanakan yang mudah terombang-ambing dan disesatkan oleh berbagai pengajaran lain yang tengah populer dan diminati banyak orang (4:13, 14), terus bertumbuh di dalam kasih, dan makin menyerupakan hidupnya dengan Kristus (4:15). Kasih menjadi syarat mutlak yang harus ada agar semua proses pembangunan dan pertumbuhan tubuh Kristus dapat terus berjalan (4:16). Untuk itulah Paulus menasihati agar umat Tuhan terus membangun dan memperlengkapi diri dengan bimbingan dari para pemimpin rohani, yakni para rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar (4:11-12). Para pemimpin rohani ini disediakan oleh Tuhan sendiri melalui karunia (charisma) pemberian-Nya. Dengan demikian, umat Tuhan dididik dalam pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus. Pada gilirannya umat Tuhan juga dapat menunaikan tugas pelayanannya di dunia sesuai dengan karunia masing-masing (4:12, 16).

Pengenaan

 
Meskipun Efesus 4: 11-16 membahas Kristus sebagai Kepala Gereja, namun tak dapat dilepaskan kaitannya dengan Kristus sebagai Kepala Keluarga sebab keluarga adalah unit terkecil dari gereja. Jika Kristus adalah Kepala Gereja, maka Kristus juga adalah Kepala Keluarga.

Anugerah keselamatan yang diberikan Kristus kepada gereja juga diberikan kepada keluarga. Jika gereja memiliki tugas untuk mewartakan kabar keselamatan yang telah diterimanya pada dunia, maka keluargalah yang mengawalinya dengan mewartakan kabar keselamatan bagi seisi rumahnya. Kabar keselamatan bukanlah berita verbal, melainkan nyata dalam perilaku setiap orang kristen di dalam keluarganya maupun di masyarakatnya. Nilai-nilai kristiani yang dihayati di dalam keluarga-keluarga kristen menentukan kekokohan gereja dan karyanya ditengah¬tengah masyarakat. Kekokohan gereja merupakan cermin kekompakan dan persatuan warganya, termasuk keluarga yang membentuk gereja. Cinta kasih yang menjadi dasar kehidupan bergereja juga menjadi dasar kehidupan berkeluarga. Pola relasi dalam keluarga yang disatukan oleh cinta kasih adalah pola relasi yang sama yang terdapat di dalam gereja sebagai tubuh Kristus.

Gereja sebagai tubuh Kristus perlu terus membangun diri. Membangun diri bukan dalam arti kuantitas semata seperti menambah jumlah anggota atau memperbesar gedung gereja, melainkan meningkatkan kualitas hidup beriman kepada Kristus — bertumbuh dalam kedewasaan iman kepada Kristus dan semakin menyerupakan diri dengan Kristus Sang Kepala. Pembangunan ini jelas menuntut partisipasi dan keterlibatan seluruh warga gereja. Setiap keluarga di dalam gereja ikut bertanggung jawab atas pembinaan iman warga gereja, dimulai dari pembinaan iman dalam keluarganya sendiri. Dengan demikian, tujuan dari pembangunan iman, yakni memperlengkapi anggota gereja untuk melakukan misi pelayanan (4:12), dipenuhi. Keluarga menjadi tempat pengejawantahan Kristus Sang Kepala melalui pelayanannya bagi keluarga dan masyarakatnya.

  Unsur-unsur hidup dalam penghayatan akan Kristus sebagai Kepala:
v Menerima anugerah keselamatan dan mewartakannya
v Hidup dalam kekompakan dan persatuan
v Menjadikan kasih sebagai dasar hidup
v Membangun diri dalam kedewasaan iman
v Menyerupakan diri dengan Kristus
v Melaksanakan tugas pelayanan
 

                                                                           

Remaja adalah anggota keluarga sekaligus anggota gereja. Dengan demikian remaja saat ini juga dipanggil untuk menghayati kehidupan kristiani yang menjadikan Kristus sebagai Kepala, baik dalam kehidupan di gereja maupun di keluarga, juga saat nanti ia menikah / berkeluarga.


Langkah-langkah Penyampaian


1 . Tanyakanlah kepada remaja siapakah kepala keluarga menurut mereka. Kebanyakan remaja mungkin akan menjawab ayah. Beberapa mungkin akan menjawab ibu. Biarkan mereka menjawab sesuai dengan pengalaman masing-masing. Katakan kepada remaja bahwa semua jawaban itu akan disimpan terlebih dahulu untuk dibahas lagi nanti.
2. Ajak remaja membaca teks Efesus 4:1 1-16. Jelaskan terlebih dahulu latar belakang jemaat Efesus dengan fokus pada anugerah keselamatan yang telah diterima dari Allah serta kesatuan jemaat meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Kemudian lanjutkan dengan menjelaskan bahwa anugerah keselamatan dan persatuan itu menjadi modal untuk terus menumbuhkan diri dalam kedewasaan iman dan semakin menyerupakan diri dengan Kristus (Lihat Penjelasan Teks).
3. Ajaklah remaja mengingat kembali jawaban mereka di awal penyampaian tadi. Kemudian sampaikan bahwa kepala keluarga yang sejati adalah Kristus sebab Tuhanlah yang berinisiatif mengawali dan memimpin kehidupan keluarga (Lihat Fokus).
4. Ajak remaja untuk melihat makna keluarga dalam arti yang lebih luas (gereja).Agar remaja lebih mudah memahami, tunjukkan gambar ilustrasi kepada remaja dan sampaikan maknanya (lihat Ilustrasi).
5. Jelaskan mengenai Kristus Kepala Keluarga dan Kepala Gereja dan kaitannya dengan hidup remaja (Lihat Pengenaan). Pertegas mengenai makna Yesus adalah Kepala Keluarga, yakni bahwa Kristuslah yang menjadi panutan bagi keluarga dalam menjalani hidup sesehari. Ajaran-ajaran Kristus senantiasa menjadi dasar pikiran, perkataan, dan perilaku setiap anggota keluarga (lihat Fokus).
6. Akhiri dengan mengajak remaja melakukan Kegiatan.
 

Kegiatan


Menyusun Puzzle "Christ is The Head"

Tujuan Kegiatan
Remaja mendapat gambaran mengenai Kristus sebagai Kepala bagi keluarga dan gereja.

Keterangan Gambar
"Christ is The Head" -> menunjukkan Kristus sebagai Kepala
"Believers are His body"-> menunjukkan orang percaya (termasuk keluarga) sebagai tubuh Kristus
"The Church isThe Body of Christ"-> menunjukkan gereja adalah tubuh Kristus

Langkah kegiatan:
1. Perbesarlah gambar di bawah ini.
2. Potong-potonglah menjadi sebuah puzzle.
3. Bagikan potongan puzzle kepada remaja.
4. Minta remaja menuliskan nama keluarganya di balik potongan puzzle miliknya.
5. Minta remaja untuk merangkai puzzle itu bersama-sama sehingga menjadi gambar yang utuh.
6. Sampaikanlah keterangan gambar.
 

Ilustrasi

GEREJA bukan suatu tempat untuk kamu pergi. Gereja adalah KELUARGA di mana kamu termasuk di dalamnya.

Ilustrasi ini untuk memberi gambaran kepada remaja bahwa gereja adalah "keluarga" (besar) mereka.

 

                                                                                         


A R S I P
| derap januari 0117 | derap januari 0217 | derap januari 0317 |
| derap januari 0417 |derap januari 0517 | derap februari 0117 | derap februari 0217 |
| derap februari 0317 | derap februari 0417 | derap maret 0117 |derap maret 0217 |
| derap maret 0317 | derap maret 0417 | derap april 0117 | derap april 0217 | derap april 0317 |
| derap april 0417 | derap april 0517 | derap mei 0117 | derap mei 0217 | derap mei 0317 |
| derap mei 0417 | derap juni 0117 | derap juni 0217 | derap juni 0317 | derap juni 0417 |
| derap Juli 0117 | derap juli 0217 | derap juli 0317 | derap juli 0417 | derap juli 0517 |
| derap agustus 0117 | derap agustus 0217 | derap agustus 0317 | derap agustus0417 |
| derap september 0117 | derap september 0217 | derap september 0317 | derap september 0417 |
| derap oktober 0117 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999