HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

Oktober
Sakramen

 

•Sakramen Menyelamatkan? •Baptisan dan Pertobatan • Percik atau Selam? •Perjamuan Kudus sebagai Perayaan Sukacita

 

Fokus
_____________________

 
Baptis berasal dari kata baptizo yang artinya membersihkan, mewarnai, menyiramkan, memurnikan atau mencelup berulang-ulang. Orang yang dibaptis berarti ia dibersihkan dari dosa oleh kasih karunia Allah yang berkenan mengampuni dan menyelamatkan manusia. Jika seseorang telah diampuni dan diselamatkan, maka tidak bisa tidak sikap hidup lama yang tidak di dalam Tuhan mesti diubah menjadi sikap hidup yang baru di dalam Tuhan. Perubahan sikap hidup inilah yang disebut pertobatan.Yohanes Pembaptis mengistilahkannya dengan "menghasilkan buah-buah pertobatan". Oleh karenanya baptisan dan pertobatan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Baptisan adalah simbol atau tanda yang kasat mata dari pertobatan yang tidak kasat mata. Melalui pelajaran hari ini diharapkan remaja mengerti bahwa sakramen baptis terkait dengan penghapusan dosa, pertobatan, dan hidup menghasilkan buah-buah pertobatan sebagai tanda syukur atas sakramen baptis yang telah diterimanya.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Kemunculan Yohanes Pembaptis yang menyerukan tentang pertobatan, baptisan, dan pengampunan dosa dituliskan oleh keempat Injil. baik Matius (Matius 3:1-12), Markus (Markus 1:1-8), Lukas (Lukas 3:1-18). maupun Yohanes (Yohanes 1:19-28). Namun hanya Lukas saja yang memberi keterangan konteks pemerintahan yang sedang berlangsung pada saat itu. Dituliskan bahwa Yohanes berkarya "dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar"(ayat 1-2). Keterangan itu menunjukkan beberapa hal mengenai kondisi Israel yang memprihatinkan. Pertama, bahwa Israel berada di bawah pemerintahan bangsa asing, yakni sebagai jajahan Kerajaan Romawi. Kedua, pemerintahan yang berasal dari kalangan Yahudi sendiri hanyalah pemerintahan sebagai raja boneka. Ketiga, pemerintahan oleh kaum agamawan yang tidak sewajarnya.Ada dua imam besar, yakni Hanas dan Kayafas (mertua dan menantunya), yang semestinya hanya ada satu saja. Dapat dikatakan bahwa kondisi bangsa Israel jauh dari keadaan baik.Tidak ada figur yang menjadi panutan bagi kehidupan moral dan spiritual bangsa Israel: orang banyak tidak tahu apa yang harus mereka lakukan (ayat 10), mereka yang bekerja sebagai pemungut cukai menagih Iebih banyak dari apa yangtelah ditentukan (ayat 13), mereka yang menjadi prajurit merampas dan memeras rakyat (ayat I4). Bangsa pilihan Allah ini sedang berjalan dalam kegelapan.

Meski demikian, rupanya bangsa Israel tidak menyadari bahwa mereka berada dalam kondisi tidak baik. Mereka masih beranggapan bahwa mereka adalah umat istimewa keturunan Abraham yang pasti selamat berdasarkan keturunan. Keyakinan ini membuat mereka merasa aman dan nyaman meski mereka tidak hidup seperti Abraham dan tidak menunaikan tanggung jawab sebagai umat Allah.

Dalam optimisme Israel, tampillah Yohanes Pembaptis menyerukan," Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu" (ayat 3).Yohanes mengungkap bahwa bangsa Israel tidak dalam kondisi baik, tidak bisa merasa aman dan nyaman hanya karena keturunan Abraham saja sebab Allah sanggup membuat keturunan Abraham dari batu-batu (ayat 8). Dengan keras Yohanes menegur mereka sebagai keturunan ular beludak (ayat 7). Ular beludak adalah ular yang sangat berbisa dan mematikan. Ular ini sangat agresif apalagi saat tubuhnya sedang dalam posisi melingkar. Kepalanya berbentuk segitiga dan kulitnya kasar. Ular beludak mewakili gambaran sifat yang penuh kejahatan, kelaliman, selalu menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, dan tidak mengenal damai.

ltulah sebabnya Yohanes memperingatkan bahwa mereka harus bertobat. Kata bertobat yang dipakai di sini adalah metanoia yang berarti perubahan pola pikir, dari yang lama menjadi baru. Terjadi perubahan orientasi hidup lama menjadi baru.Artinya, pertobatan bukan hanya menyatakan menyesal dan bertobat dengan mulut saja melainkan berputar balik dari dosa kepada Allah dan pengabdian kepada-Nya. Kesungguhan untuk mau berubah muncul dari dari dalam diri, dari dalam hati, dan mewujud nyata dalam pikiran, sikap, pandangan dan arah yang sama sekali berubah.Yohanes menyatakan bahwa hanya dengan pertobatan yang demikianlah orang akan memperoleh pengampunan dosa.

Selain meminta orang banyak untuk bertobat,Yohanes juga meminta mereka untuk memberi diri dibaptis. Ritual baptis sebenarnya bagi orang Yahudi bukan hal yang baru. Ketika seorang non Yahudi memutuskan menganut agama Yahudi, maka ia harus memeluk prinsip-prinsip dan doktrin doktrin Yudaisme. Ia juga harus menjalani suatu upacara permandian untuk penyucian yang dikenal sebagai baptisan proselit. Ritual penyucian ini dilakukan karena orang Yahudi menganggap bahwa orang non Yahudi kotor.
Orang-orang Yahudi, secara kontras, menganggap diri bersih, sehingga mereka tidak harus menjalani ritual pembersihan apapun.Yohanes menunjukkan bahwa  anggapan itu keliru. Menjadi Yahudi tidak otomatis menjadi bersih sebab dosa membuat hidup manusia kotor. Hanya kasih karunia dan pengampunan dari Allahlah yang membasuh manusia menjadi bersih dan baptisan menjadi tandanya.
Namun, pertobatan dan baptisan saja belumlah cukup.Yohanes masih melanjutkan lagi bahwa buah¬buah pertobatanpun harus dihasilkan (ayat 8). Contoh dari buah-buah pertobatan itu dinyatakan Yohanes kepada orang banyak sebagai sikap mau berbagi kepada sesama yang membutuhkan; kepada para pemungut cukai untuk tidak menagih lebih banyak dari yang ditentukan; dan kepada para prajurit untuk mencukupkan diri dengan gajinya sehingga tidak perlu merampas dan memeras (ayat 10-14).

Jadi, ketika orang bertobat dan berbalik kepada Allah, ia tidak harus berganti profesi, melainkan tetap menjalankan profesinya dengan orientasi hidup yang berbeda, yakni berorientasi kepada Allah. Jika orang menyatakan bertobat, namun tetap berorientasi pada hidup lama, maka itu artinya pertobatannya sia-sia.Tidak ada buah pertobatan yang dihasilkan.Yohanes memperingatkan dengan keras bahwa murka Allah akan datang bagi mereka yang hidupnya tidak menghasilkan buah-buah pertobatan (ayat 7)."Kapak sudah tersedia bagi setiap pohon yang tidak menghasilkon buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api"(ayat 9). Hal itu akan terjadi saat penghakiman kelak. Jika seseorang menyatakan sudah bertobat bahkan dibaptis, namun tidak ada perubahan dalam sikap hidup sesehari maka sama saja itu tidak berarti apa-apa saat penghakiman kelak.Tidak ada lagi yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Hakim Agung kecuali kesungguhan untuk menghasilkan buah-buah pertobatan.

Pengenaan
____________________


Masa remaja merupakan masa seseorang mempersiapkan diri menerima baptisan (baptis dewasa) atau mengaku percaya/sidi (bagi yang sudah dibaptis saat bayi/anak). Menerima baptisan atau sidi harus didasari kesadaran bahwa seseorang sungguh-sungguh mau mengikut Tuhan dengan bertobat, mengubah orientasi dari hidup yang lama menjadi hidup yang baru di dalam Tuhan. Hasil dari perubahan orientasi hidup itulah yang disebut buah-buah pertobatan. Jadi setelah menerima baptisan/sidi seseorang tidak boleh merasa aman dan nyaman karena merasa telah selamat tanpa menghasilkan buah-buah pertobatan.
Mengubah orientasi hidup bukan soal mengubah penampilan. Misalkan dulu sebelum dibaptis kalau memakai baju tidak rapi, lalu setelah dibaptis kalau memakai baju selalu rapi; atau misalkan dulu sebelum dibaptis berambut gondrong (cowok), lalu setelah dibaptis tidak lagi berambut gondrong.
Bukan soal itu, melainkan soal perubahan cara hidup. Misalnya, dulu sebelum dibaptis/sidi suka berkata kasar, sekarang tidak lagi; atau dulu kalau belajar asal-asalan, sekarang lebih sungguh¬sungguh. Jelasnya.apakah hidupnya sudah menghasilkan buah-buah pertobatan atau belum.

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1.Tanyakan kepada remaja siapakah diantara mereka yang sudah menerima baptis dewasa/sidi atau sedang mengikuti katekisasi baptis/sidi? Kemudian tanyakan apa alasan mereka menerima baptis/sidi tersebut. Berikan kesempatan kepada dua atau tiga remaja untuk bercerita.
2. Sampaikan kepada remaja makna baptisan dan kaitannya dengan pertobatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain (lihat Fokus).
3. Masuklah ke dalam Penjelasan Teks. Ceritakan bahwa pada saat Yohanes Pembaptis menyerukan kepada bangsa Israel untuk bertobat dan dibaptis, bangsa Israel merasa dalam kondisi baik saja padahal sebenarnya tidak.Terjadi kebobrokan moral di sana-sini. Masing-masing orang berjalan menurut apa yang ia pandang baik. Sementara itu mereka tidak merasa perlu bertobat dan dibaptis sebab merasa aman dan nyaman karena beranggapan sudah selamat berdasarkan keturunan Abraham. Jelaskan bahwa Yohanes menegaskan bahwa pertobatan dan baptisan saja tidak cukup tanpa menghasilkan buah-buah pertobatan. Contohnya nampak pada jawaban Yohanes kepada para pemungut cukai dan prajurit yang bertanya kepadanya tentang apa yang harus dilakukan.
4. Tegaskan bahwa inti dari baptisan dan pertobatan adalah perubahan orientasi hidup dari yang lama menjadi baru.Yang berubah adalah cara hidupnya, bukan profesi atau penampilannya.
5. Sampaikanlah Pengenaan.Ajak remaja mencari relevansi buah-buah pertobatan dalam hidup sesehari di masa kini.
6. Sampaikanlah ilustrasi. Jelaskan bahwa perilaku Niko menunjukkan bahwa orientasi hidupnya belum berubah dari yang lama menjadi baru, sekalipun sudah dibaptis.
7. Akhiri dengan Kegiatan.

Kegiatan
_____________________

Mewawancarai para peserta baptis
Caranya:
• Buatlah janji bertemu dengan orang/orang-orang yang belum lama ini dibaptis di gereja. Mintalah kesediaan mereka untuk sharing kepada remaja mengenai pengalaman spiritualnya usai dibaptis.
• Ajak remaja untuk mengunjungi orang/orang-orang tersebut untuk mendengarkan sharing mereka.
• Setelah selesai, minta remaja untuk saling membagikan makna dan inspirasi apa yang bisa diambil dari sharing tersebut.
 

Ilustrasi
_____________________

 
Niko baru saja menerima baptisan di gereja. Saat pulang dari gereja dengan mengendarai sepeda motor, mendadak ada pengendara motor lain yang mendahuluinya dengan cepat (menyalip) di lampu merah. Niko menganggap itu sebagai sebuah kesengajaan sebab Niko juga mendengar pengendara motor tersebut membuat suara yang keras dengan gas motornya. Emosi Nikopun terpancing. Ia segera melarikan motornya lebih cepat untuk mengejar pengendara motor yang telah mendahuluinya tadi. Saat berhasil berada di sampingnya, maka Nikopun membunyikan gas motornya dengan keras sambii memelototkan matanya dan berteriak,"Apaa?? Mau sok jagoan?? Loe kira gue takut??"
 

 


A R S I P
| derap januari 0118 | derap januari 0218 |
| derap januari 0318 | derap januari 0418 | derap februari 0118 | derap februari 0218 |
| derap februari 0318 | derap februari0418 | derap maret 0118 | derap maret 0218 |
| derap maret 0318 | derap maret 0418 | derap april 0118 | derap april 0218 |derap april 0318|
| derap april0418 | derap april 0518 | derap mei 0118 |derap mei 0218 | derap mei 0318 |
| derap mei 0418 | derap juni 0118 | derap juni 0218 | derap juni 0318 | derap juni 0418 |
|derap juli 0118 |derap juli 0218 |derap juli 0318 |derap juli 0418|derap juli 0518 | derap agustus 0118 |
| derap agustus 0218 | derap agustus 0318 | derap agustus 0418 |
| derap september 0118 | derap september 0218 | derap september 0318 | derap september 0418 |
| derap september 0518 |derap oktober 0118 |

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999