HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

September 2018
Alkitab

 

•Alkitab dalam Konteks Sejarah • Allah PL Allah PB? • Wibawa Alkitab -
Penyalahgunaan Alkitab • Peran Alkitab dalam Pembentukan Karakter

 

Fokus
_____________________

 
Alkitab adalah kumpulan kitab yang ditulis oleh banyak orang dengan kecakapan masing-masing dalam kurun waktu yang cukup panjang. Karena ditulis oleh banyak orang dengan kecakapan dan pengalaman yang berbeda-beda, tulisan-tulisan di dalamnya pun beragam genre sastra, seperti: syair, puisi, kata hikmat, narasi atau surat. Isinya secara garis besar berisi kesaksian manusia mengenai karya Allah dan bagaimana manusia merespons karya Allah itu.Alkitab bukan buku yang"turun" dari langit, melainkan kumpulan tulisan yang ditulis dengan tujuan tertentu dan dalam konteks tertentu dengan latar belakang budaya, sejarah, dan pergumulan umat manusia. Dengan demikian, untuk lebih memahami isi Alkitab, seseorang perlu memahami konteks yang ada di sekitar penulisan kitab-kitab tersebut. Pelajaran hari ini disusun agar remaja memahami bahwa Alkitab ditulis dalam konteks hidup manusia pada zamannya dan untuk membaca Alkitab remaja perlu memahami konteks tersebut.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Perikop singkat ini memaparkan semacam kesimpulan dari penulis Injil Yohanes mengenai apa maksud injil ini ditulis. Ia memulainya dengan menegaskan bahwa masih banyak tanda lain yang dibuat oleh Yesus di hadapan murid-murid-Nya, namun tidak semuanya dicatat dalam tulisan sang penulis Injil Yohanes. Itu artinya sang penulis menyeleksi dan memilih serta memilah mana-mana bahan yang bisa masuk dalam kerangka tulisannya yang punya maksud atau tujuan tertentu itu.

Mengenai "tanda" yang dibuat Yesus, ada dua pemahaman yang muncul.Yang pertama, tanda yang Yesus buat ini adalah tanda-tanda yang meliputi keseluruhan masa Ia berkarya, sejak dibaptis sampai naik ke sorga. Yang kedua, ada pemahaman tanda yang dimaksud di sini lebih spesifik tertuju pada mukjizat-mukjizat yang Yesus lakukan setelah Ia bangkit sampai naik ke sorga. Kedua pemahaman ini sebenarnya tertuju pada hal yang sama, bahwa Yesus melakukan banyak "tanda". Kata Yunani yang dipakai untuk "tanda" di sini adalah semeia (secara harfiah artinya: tanda ajaib, wonder, miraculous, fenomena yang tidak umum, pertanda). Mukjizat dan tanda-tanda ajaib itu umumnya membawa efek: orang-orang ketakutan, bukan ngeri tapi kagum dan terpesona. Penulis Injil Yohanes dengan sengaja menyeleksi, memilih dan memilah mana tanda-tanda yang Yesus lakukan, yang ia masukkan dalam tulisannya. Ini berkaitan dengan tujuan dimunculkannya tanda menurut pandangan sang penulis yang punya latar belakang konteks berbeda dengan para penulis Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas).

 

- Dalam Injil Sinoptik, mukjizat yang Yesus lakukan merupakan tanda bahwa Kerajaan Allah sudah hadir di tengah-tengah umat manusia. Ketika Kerajaan Allah datang, semua keadaan dibarui,Allah turun tangan mangatasi secara tuntas masalah, dosa dan kejahatan manusia. Dalam keadaan serba baru itu, tidak ada lagi penyakit, maut maupun kedukaan. Orang yang mengalami mukjizat akan memuliakan dan memuji-muji kebesaran Allah.
- Dalam Injil Yohanes, mukjizat selain tanda kehadiran Kerajaan Allah juga menjadi sarana untuk membangkitkan iman orang yang mengalami dan melihatnya sehingga mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias.

Selain itu waktu penulisan Injil Yohanes berbeda dengan Injil Sinoptik. Injil Sinoptik ditulis antara tahun 70-90 M, sementara Injil Yohanes ditulis kira-kira antara tahun 95-100 M. Dengan perbedaan waktu penulisan ini pun, di balik tulisan yang dihasilkan ada konteks sejarah dan perkembangan peradaban yang berbeda. Injil Yohanes ditulis kala paham gnostik sedang berkembang dan masuk dalam ajaran kekristenan. Mereka menekankan tentang kemuliaan roh atau jiwa dan memandang rendah semua yang berkaitan dengan tubuh atau badan.Yang dari "atas" atau roh lebih hebat dan lebih mulia dibanding yang di "bawah" atau dari dunia jasmani. Dalam paham gnostik kristen, dipahami Kristus yang mulia yang disebut Logos hanya sementara menggunakan badan Yesus yang manusiawi. Keduanya, yaitu Kristus yang rohani atau "dari atas" dan Yesus yang jasmani, bersatu saat Yesus dibaptis dan terpisah kembali saat Yesus disalibkan. Paham ini menjadi berbahaya karena memisahkan dengan tajam antara roh dan daging. Dalam paham mereka yang menganut gnostisisme, yang diselamatkan oleh karya Allah hanyalah roh, sementara daging atau tubuh akan habis, hancur. dan tak dibangkitkan.
Dengan tegas penulis Injil Yohanes melawan ajaran itu. Di awal Injil yang ditulisnya, dengan gamblang ia menegaskan bahwa Sang Logos dari "atas" itu masuk ke dalam dunia, benar¬benar menjadi daging dan menjadi sama dengan manusia. Yang Ilahi dan yang insani menjadi satu dalam diri Yesus Kristus, tak terpisahkan.Tanda-tanda yang dibuat Yesus, yang ditampilkan dalam Injil Yohanes mau menunjukkan hal itu. Misalnya peristiwa Yesus mengubah air menjadi anggur dalam pernikahan di Kana, mau menunjukkan bahwa Ia manusia biasa, yang diundang hadir dalam suatu pernikahan (kemungkinan pernikahan kerabat-Nya), yang punya ibu dan diberi nasihat oleh sang ibu. Tapi sejurus kemudian ketika ada kondisi genting dalam pesta itu, yaitu sang tuan rumah kehabisan anggur,Yesus mengadakan satu tanda mukjizat, dengan cara yang melampaui hukum alam, air biasa (bahkan air untuk membasuh kaki) diubah menjadi anggur kelas istimewa. Yang lain lagi adalah mukjizat Yesus membangkitkan Lazarus. Ia ditampilkan sebagai sungguh-sungguh manusia biasa yang bisa ikut bersedih dan menangis serta masgyul hati-Nya ketika kehilangan seorang sahabat. Namun Ia bertindak melakukan tanda yang melampaui apa yang bisa dipikirkan manusia, Lazarus yang sudah empat hari meninggal dan tubuhnya sudah membusuk, dibangkitkan-Nya untuk hidup kembali. Semua karya Yesus itu disimpulkan oleh sang penulis Injil Yohanes demikian "supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias,Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama¬Nya." Tujuan utama sang penulis adalah supaya para pembacanya percaya kepada Yesus sebagai Mesias dan sekaligus Anak Allah.

Dua sebutan ini sebenarnya adalah sebutan atau gelar yang biasa di antara umat Yahudi. Mesias adalah pribadi terpilih yang diurapi Roh Allah dan orang yang diurapi di sana biasanya punya tugas sebagai raja, imam atau nabi. Sementara sebutan Anak Allah dikenakan pada umat pilihan-Nya juga, termasuk umat Israel. Tapi sekalipun Yesus disebut dengan sebutan yang biasa dan manusiawi, penulis Injil Yohanes tadi sudah menegaskan soal banyaknya tanda yang dibuat¬Nya, yang justru mau menyatakan bahwa Yesus juga adalah Dia yang yang Ilahi yang benar-benar jadi daging dan hidup di antara manusia.

Pengenaan
____________________


Kadang ada remaja yang berpandangan bahwa Alkitab adalah tulisan yang langsung"turun dari langit", didiktekan Allah pada seseorang yang bertugas mencatatnya secara mekanis. Alkitab merupakan kumpulan kitab berisi tulisan dari banyak orang dalam kurun waktu yang panjang tentang karya Allah bagi dunia dan bagaimana respons manusia terhadap karya Allah itu. Masing¬masing kitab ditulis dengan gaya sastra yang berbeda-beda. Ada yang bergaya narasi, surat, puisi, syair atau kata-kata hikmat, sesuai kecakapan penulisnya. Selain itu masing-masing kitab ditulis dengan latar belakang waktu, sejarah, budaya dan konteks yang berbeda-beda, dengan maksud tertentu dari para penulisnya. Karenanya remaja perlu belajar untuk memahami konteks di sekitar penulisan Alkitab supaya makin mengerti apa yang dimaksud oleh para penulisnya dalam memaparkan kesaksian iman mereka tentang Allah dan karya-Nya. Untuk itu, remaja dapat menggalinya lewat membaca buku-buku seperti Pengantar Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru atau bisa juga menggalinya secara daring lewat situs-situs yang memaparkan tentang latar¬belakang sekitar penulisan Alkitab.
 


 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan menanyakan kepada peserta akan pemahaman mereka soal Alkitab: apa itu Alkitab menurut mereka, bagaimana Alkitab ditulis, apakah langsung"turun dari langit" didiktekan kepada penulisnya. atau melewati proses yang panjang dan punya latar belakang atau konteks yang berbeda-beda sesuai masa penulisannya.
2. Lanjutkan dengan penjelasan bahwa Alkitab merupakan kumpulan kitab yang berjumlah 66 kitab dengan gaya sastra yang beragam. Masing-masing kitab ditulis oleh seorang atau lebih penulis dengan latar belakang budaya, kemampuan, konteks sejarah yang berbeda-beda. Tapi isinya sama, yaitu tentang kesaksian mereka akan karya Tuhan dalam sejarah umat manusia dan bagaimana manusia merespons karya Tuhan itu.
3. Masuk pada bagian Penjelasan Teks. Tekankan soal penulis Injil Yohanes yang dengan jujur menyatakan bahwa ia dengan sadar memilih dan memilah mana-mana tanda yang Yesus lakukan, yang dimasukkan dalam tulisannya. Ini berkaitan dengan latar belakang yang dihadapi penulis pada masa itu dan tujuan yang hendak disampaikannya lewat tulisannya. Bandingkan dengan maksud dan tujuan tanda mukjizat yang dilakukan Yesus dalam pemaparan penulis Injil Sinoptik. Masing-masing ditulis dalam masa yang berbeda dengan pergumulan yang berbeda dan konteks sejarah yang berbeda pula.
4. Pada bagian Pengenaan, ajak remaja untuk belajar memahami Alkitab dengan lebih mendalam melalui penggalian konteks sejarah dan pergumulan yang dihadapi di sekitar penulisan kitab-kitab dalam Alkitab.
5. Akhiri dengan ilustrasi untuk mengingatkan remaja agar tidak membaca Alkitab secara sembarangan atau asal "comot" ayat tanpa memerhatikan keseluruhan perikop dan konteksnya.

Kegiatan
_____________________

Diskusi:Apakah isi Alkitab itu "turun dari langit"?
- Bagi peserta dalam dua kelompok antara yang pro dan kontra soal tersebut.
- Masing-masing kelompok memaparkan pandangan mereka dengan disertai alasan-alasan yang mendukung pendapat mereka.

 

Ilustrasi
_____________________

                                
Salah Membaca Alkitab

Ada seorang remaja yang memiliki kebiasaan unik untuk mengetahui kehendak Tuhan. Caranya ia membaca alkitab setiap pagi hari sebelum melakukan aktivitas. Cara membacanya pun unik, yaitu ia membuka Alkitab secara sembarangan serta menjatuhkan jari telunjuknya pada halaman tertentu dengan mengandaikan bahwa ayat yang ditunjuk jarinya akan mengatakan kepadanya apa yang patut dibuatnya seturut kehendak Allah.

Seperti suatu hari ia melakukan hal dan bagian Alkitab yang ditunjuk oleh jarinya adalah I Tesalonika 5:18 yang menyatakan:"Mengucap syukurlah dalam segala hal." Maka walaupun saat itu ia sedang sakit ia tetap mengucap syukur. Lain hari ia membuka Alkitab kembali dan kali ini jarinya menunjuk Matius 5:44 yang berbunyi:"Kasihilah musuhmU dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." Anak remaja ini sungguh bersyukur karena merasa diingatkan Tuhan. Rupanya kemarin ia baru berkelahi dengan seseorang, ia berusaha menghapus dendam dan mengasihi musuhnya itu.

Suatu hari seperti biasa ia bangun pagi dan membuka Alkitab serta secara sembarangan menunjuk ayat yang ada. Yang ditunjuk adalah Matius 27:5 > "Maka Yudas pun melemparkan uang Perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri ".la sangat terkejut,"Masak sick kehendak Tuhan untukku hari ini seperti itu?" Maka ia memutuskan untuk mencoba sekali lagi dan kali ini ayat yang ditunjuk adalah Lukas 10:37 yang berbunyi:"Pergilah dan perbuatlah demikian." la makin kaget dan ketakutan. Sekali lagi ia mencoba membuka Alkitab dan yang ditunjuk adalah Yohanes 13:27 > "Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah segera!"

(Disadur dari buku "III Cerita & Perumpamaan bagi Pengkhotbah dan Guru", Kanisius, 1994)

 

            
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999