HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 40
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

september 2016    

Alkitab dan Pengilhaman
2 Timotius 3:14-17
 
  1
Mengapa Berbeda?
Lukas 1:1-4
 
  2
Firman-Mu Pelita Bagi Kakiku Terang Bagi Jalanku
Mazmur 119:1-9
 
  3
Penyebaran Alkitab
Kisah Para Rasul 1:6-8
 
  4

 

Mengapa Berbeda? 


 
 Bacaan: Lukas 1:1-4

Bahan yang diperlukan : -

 
 

FOKUS



Alkitab, yang terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, merupakan kumpulan kitab dan surat. Kitab-kitab dan surat-surat itu ditulis oleh orang-orang yang berbeda dari zaman yang berbeda pula. Itu sebabnya kadang ada perbedaan data dan detil tentang peristiwa yang sama yang ditulis dalam kitab-kitab yang berbeda. Misalnya tentang kehidupan, karya, dan ajaran Yesus ditulis dalam empat kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) dengan cara yang tidak persis sama. Hal ini sering menimbulkan tanda tanya: mengapa ada perbedaan? Bagaimanakah kitab-kitab dan surat-surat itu terbentuk dan bagaimana pemilihan dan penyusunannya sehingga terwujud satu buku yaitu Alkitab? Melalui pelajaran ini remaja memahami proses penyusunan Alkitab.
 

PENJELASAN TEKS


Lukas 1:1-4 menggambarkan dengan singkat proses terbentuknya kitab Injil Lukas.
* saksi mata dan pelayan Firman menyampaikan apa yang mereka dengar, lihat,dan ketahui
* penulis Injil Lukas menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, agar yang diajarkan itu 
   benar adanya
* penulis Injil Lukas membukukannya dengan teratur

Demikianlah proses yang terjadi dalam penulisan sebuah kitab.Ternyata ada banyak sekali kitab yang beredar di tengah jemaat Kristen. Tulisan-tulisan itu kemudian diseleksi untuk ditetapkan sebagai tulisan yang bisa dipergunakan dalam gereja. Proses itu disebut dengan kanonisasi atau proses seleksi terhadap tulisan-tulisan yang ada. Kata kanon, kata dasar kanonisasi, berasal dari bahasa Yunani kanOn dan kane. Kata itu sendiri sebenarnya serapan kata dalam bahasa Semit yaitu kaneh. Makna harfiah dari kanon adalah tongkat. Pada zaman dahulu, salah satu kegunaan tongkat adalah untuk mengukur atau menyeleksi. Maka kanon dimaknai sebagai tongkat pengukur. Jadi, kanonisasi Alkitab adalah upaya menilai sebuah kitab atau kitab-kitab, apakah dapat dikategorikan masuk dalam Kitab Suci atau tidak. Tegasnya, kanonisasi adalah proses seleksi terhadap tulisan-tulisan yang akan dibakukan sebagai Kitab Suci.

a. Kanonisasi Perjanjian Lama
Orang Yahudi memiliki 24 kitab yang disebut TENAKH, singkatan dari Torah, Nevi'im dan Ketuvim (kitab-kitab Taurat, kitab-kitab para nabi, dan kitab-kitab kebijaksanaan). Proses kanonisasi yang pertama terjadi pada masa pemerintahan raja Yosia (622 SM), yang berhasil menghimpun (dan mengedit) dari berbagai sumber menjadi satu kumpulan Taurat (Torah) yang terdiri dari 5 kitab (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan). Kitab Nabi-nabi ditambahkan kemudian oleh para imam yang dibuang ke pembuangan di Babel (586-539 SM). Yang disebut kitab nabi-nabi (nevi'im) ada 8 kitab, yaitu Yosua, Hakim-hakim, Samuel, Raja-raja, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, dan kitab nabi-nabi kecil yang dijadikan satu kitab (Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi). Kitab-kitab kebijaksanaan (ketuvim) ditambahkan setelah mereka pulang dari pembuangan, kemungkinan besar pada masa Ezra dan Nehemia. Ada 11 kitab kebijaksanaan, yaitu Mazmur, Amsal, Ayub, Kidung Agung, Ruth, Ratapan, Pengkotbah, Ester, Daniel, Ezra dan Nehemia (sebagai satu buku), dan Tawarikh.

Pada tahun 70 M, setelah runtuhnya Yerusalem, pemuka-pemuka Yahudi mengadakan Sidang Sinode di Jamnia, untuk menentukan secara pasti kitab-kitab apa yang diakui dan masuk ke dalam Alkitab Ibrani. Di sidang itulah, kanon kitab suci bagi orang-orang Yahudi (yang disebut Perjanjian Lama oleh orang-orang Kristen) diputuskan secara final.

b. Kanonisasi Perjanjian Baru
Sejak gereja perdana, Kristus yang bangkit menjadi "ukuran iman" (rule of faith, regulum fidei). Iman pada Kristus itu diturunalihkan dari satu generasi ke generasi lain, baik melalui tradisi oral (penceritaan lisan kisah kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus) maupun melalui surat-surat dari para rasul kepada jemaat-jemaat.

Namun, masalahnya kemudian, ketika Injil tersebar dan bersentuhan dengan banyak budaya, filsafat dan agama, "Kristus yang bangkit" sebagai regulum fidei itu kemudian diinterpretasi secara berbeda dan bahkan berlawanan satu dengan yang lain, yang muncul lewat banyak tulisan, baik Injil maupun surat. Banyak dari ajaran-ajaran dalam tulisan tersebut yang di kemudian hari dianggap sebagai ajaran yang menyimpang.

Kebutuhan menjawab ajaran-ajaran yang menyimpang ini dibarengi dengan kesadaran bahwa tradisi oral yang mengandalkan ingatan tidaklah dapat bertahan lama, dan bahwa saksi-saksi pertama (para rasul) tidak akan tinggal bersama jemaat selamanya. Karena itulah Injil-injil mulai ditulis, dan koleksi surat-surat rasuli lainnya yang sudah terlebih dahulu beredar diperbanyak di antara jemaat-jemaat.
Kanonisasi PB berlangsung melalui proses yang panjang, sampai akhirnya diputuskan dalam Konsili Karthago (419).
 

Daftar yang muncul di konsili itulah yang kita miliki hingga sekarang, yang diakui oleh seluruh gereja Kristen.Dengan demikian ukuran penerimaan sebuah kitab adalah kewibawaan gereja. Tulisan-tulisan yang akhirnya disebut sebagai Kitab Suci (Alkitab) itu disebut buku kanonik. Perlunya kanonisasi adalah untuk membantu jemaat yang pada waktu itu mulai tersebar ke berbagai penjuru dunia. Tulisan-tulisan lain yang tidak dimasukkan ke dalam daftar kanonik disebut sebagai tulisan non-kanonik atau dengan bahasa lain disebut dengan apokrif (tulisan yang diragukan kebenarannya).
 

PENGENAAN
 

Remaja hidup dalam lingkungan berbagai agama, yang juga memiliki kitab suci masing-masing. Ada yang meragukan Alkitab karena dianggap keliru, bahkan palsu, gara-gara proses kanonisasi. Perbedaan-perbedaan di antara kitab-kitab juga dapat membuat remaja bertanya-tanya: jadi mana yang benar? Remaja perlu meyakini bahwa proses kanonisasi juga merupakan proses di bawah bimbingan Roh Kudus, yang berlangsung berabad-abad. Perbedaan-perbedaan yang ada justru semakin memperkaya Alkitab, dan bukan memperlemah iman. Dalam perbedaan justru tampak keindahan, sama seperti taman bunga yang indah karena kepelbagaian bunga yang ada di dalamnya.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
 


1. Lakukan Kegiatan.
2. Jelaskan bahwa kitab-kitab dalam Alkitab berasal dari zaman yang berbeda, dan menggambarkan situasi yang berbeda pula. Oleh karena itu ada proses penulisan tiap kitab dan surat, kemudian ada proses penyusunan kitab-kitab menjadi satu buku yang disebut Alkitab.
3. Ajak remaja membaca Lukas 1: 1-4. Jelaskan bahwa ada proses penyusunan kitab Injil Lukas (pakailah Penjelasan Teks). Proses yang sama juga terjadi dalam penyusunan kitab-kitab yang lain. Ada bahan mentah berupa kata-kata atau peristiwa-peristiwa yang disusun dan dikembangkan menjadi suatu kitab. Itulah sebabnya walaupun menceritakan tokoh yang sama, yaitu Yesus, keempat Injil menuliskannya secara berbeda. Masing-masing ditulis di tempat tertentu oleh orang-orang tertentu pula, yang berbeda satu sama lain. Sampaikan ilustrasi untuk menegaskan keindahan dari perbedaan.
4. Jelaskan proses kanonisasi, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru (lihat Penjelasan Teks).
5. Setelah mengenal proses penyusunan dan proses kanonisasi, ajak remaja untuk semakin menghargai dan mencintai Alkitab. Seluruh proses ternyata melibatkan banyak orang dari zaman yang panjang sekali, ratusan tahun. Tuhan berkenan memakai begitu banyak orang dalam penulisan tiap kitab atau surat, dan proses kanonisasi. Dengan demikian Alkitab dapat didialogkan dengan pengalaman hidup masa kini yang juga memiliki situasi yang khusus.
 

                                                                                                   
KEGIATAN

        
1. Siapkan tempat yang memadai untuk melakukan Cerdas Cermat Alkitab antar kelompok kecil.
2. Minta beberapa pembimbing atau penatua menjadi juri.
3. Persilakan remaja masuk dalam kelompok-kelompok kecil (misalnya 3 orang) sebagai peserta Cerdas Cermat Alkitab.
4. Pelaksanaan cerdas cermat bisa bervariasi. Misalnya tiap kelompok menjawab pertanyaan yang sama dalam waktu bersamaan. Atau tiap kelompok menjawab pertanyaan yang berbeda secara bergiliran; jika ada yang tak bisa menjawab maka pertanyaan dilemparkan ke kelompok lain. Atau pertanyaannya dalam bentuk pantomim. Silakan mengembangkan dengan cara-cara lain yang kreatif.
5. Pemenang dapat diberi hadiah sederhana, misalnya biskuit yang jumlahnya cukup untuk dimakan semua remaja yang hadir
 

Contoh-contoh pertanyaan dan kunci jawabannya:

 

Pertanyaan

Kunci Jawaban

1. Ada berapa kitab dalam Alkitab? 66
2. Ada berapa kitab dalam Perjanjian Lama? 39
3. Ada berapa kitab dalam Peijanjian Baru? 27
4. Apa garis besar isi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Peijanjian Lama sebelum zaman Yesus; Perjanjian Baru mulai dari zaman Yesus hingga gereja perdana
5. Ada berapa kitab Injil? Sebutkan. 4 kitab. Matius, Markus, Lukas, Yohanes
6. Apa isi keempat kitab Injil itu? Kehidupan, karya, dan ajaran Yesus
7. Kitab apa yang memuat kisah penciptaan? Kejadian
8. Kitab apa yang menceritakan kembalinya orang Israel dari pembuangan Babel? Ezra, Nehemia
9. Ada di dalam kitab apakah ayat yang berbunyi "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu"? 1 Petrus
10. Ada di dalam kitab apakah ayat yang berbunyi "Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan"? Amsal

Pertanyaan dapat dikembangkan lebih banyak lagi mengenai isi kitab-kitab dan ayat-ayat.
 
ILUSTRASI

Tentang indahnya perbedaan dapat dipakai perbandingan dengan taman bunga, manusia, baju, warna, mosaik dll.
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999