HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

September 2018
Alkitab

 

•Alkitab dalam Konteks Sejarah • Allah PL Allah PB? • Wibawa Alkitab -
Penyalahgunaan Alkitab • Peran Alkitab dalam Pembentukan Karakter

 

Fokus
_____________________

 
Pegangan Ajaran GKI tentang Alkitab diawali dengan pernyataan:Alkitab adalah kitab suci kita yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Berkaitan dengan pemahaman itu, gereja memahami Alkitab itu bersifat: cukup, jelas dan berwibawa. Cukup dalam hal menuntun orang kepada hidup yang kekal; jelas dalam hal isi mengenai karya Allah yang menyelamatkan dan respons manusia terhadap karya Allah tersebut; dan berwibawa: karena dapat dipercaya mengenai berita yang disampaikannya, yaitu tentang karya Tuhan yang menciptakan, memelihara dan menyelamatkan manusia. Pelajaran kali ini mengajak remaja untuk menyadari kewibawaan Alkitab terletak pada isinya yang meberitakan karya Allah dalam hidup manusia dan bagaimana respons manusia terhadap karya Allah tersebut.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Ketika Nehemia membangun kota Yerusalem,salah satu bagian yang ia prioritaskan adalah memugar Pintu Gerbang Air yang terletak di tembok bagian timur Yerusalem. Kenapa ini jadi prioritas? "Gerbang" biasanya berfungsi untuk pengamanan dan sekaligus simbol "the glory of the city"atau kemuliaan suatu kota. Sementara "Air"adalah sumber kehidupan. Jadi Pintu Gerbang Air mempunyai makna yang penting baik secara harfiah maupun simbolik, yaitu: sebagai benteng pertahanan dan sumber kehidupan.
Di depan Pintu Gerbang Air itulah umat Israel berhimpun untuk mendengarkan pembacaan Kitab Taurat. Di depan simbol keamanan dan sumber kehidupan duniawi itu, mereka haus bukan akan air, tetapi haus akan firman Tuhan. Kerinduan untuk mendengar isi Kitab Taurat itu muncul tampaknya karena kala mereka ada dalam pembuangan, mereka tidak dapat dengan leluasa membaca dan merenungkan firman Tuhan.
Dalam pertemuan jemaat itu, kerinduan mereka akan firman Tuhan tampak lewat begitu antusiasnya mereka mendengarkan Ezra membacakan kitab Taurat dari pagi sampai tengah hari. Mereka berdiri ketika kitab Taurat dibuka, mengangkat tangan, memuji Allah dan mengaminkannya. Mereka juga berlutut dan sujud menyembah Tuhan.

Lalu saat pembacaan Kitab itu berlanjut dengan pendalaman pengajaran oleh orang-orang Lewi (ay. 8-9). umat yang berhimpun itu mengerti isi Kitab Taurat yang dibacakan. Respons selanjutnya adalah mereka menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat. Kata yang dipakai untuk"menangis" adalah bakah yang secara harfiah berarti menangis dan meratapi sesuatu. Mereka menangis dan meratap karena mereka diingatkan lagi mengenai hukum dan kehendak Tuhan, yang tampaknya sudah mereka lalaikan dan abaikan selama dalam pembuangan.Tapi bersamaan dengan itu, mereka menangis juga karena terharu dan sebagai tanda syukur dapat kembali mendengar firman Tuhan.

Di ayat selanjutnya (ay. 11-13) disebutkan bahwa umat Israel setelah mendengarkan firman Tuhan, mereka bersukacita dan saling berbagi karena mereka mengerti segala firman Tuhan yang diberitakan kepada mereka.
Poin utama bagian ini adalah pembacaan firman Tuhan menghasilkan sebuah respons yang sungguh¬sungguh dan sepenuh hati dari umat Tuhan yang ditunjukkan lewat perubahan nyata dalam hidup mereka dan kemudian dibagikan kepada sesama. Dalam hal inilah wibawa alkitab nyata kala isinya tentang karya dan kehendak Tuhan membawa perubahan umat yang mendengarnya.

Pengenaan
____________________


Alkitab punya wibawa. Pada umumnya "wibawa" dimengerti sebagai kuasa yang dapat mempengaruhi pihak lain. Bila dikatakan wibawa Alkitab, itu berarti isi dari Alkitab itulah yang punya kuasa untuk memberi pengaruh dan mengubah orang-orang yang membaca dan mencoba memahaminya. Apa isi Alkitab?
Alkitab berisikan kesaksian menyeluruh mengenai Allah yang menyatakan diri-Nya, kehendak¬Nya serta karya penciptaan, pemeliharaan, penyelamatan, dan penggenapan-Nya kepada manusia dan dunia. Kesaksian Alkitab mengenai Allah ini cukup dan menjadi ukuran (kanon) bagi iman kita dan untuk menggumuli kehidupan iman kita dalam kesetiaan kepada-Nya.
Alkitab juga berisikan kesaksian mengenai jawaban manusia terhadap pernyataan Allah itu, baik jawaban yang positif maupun jawaban yang negatif. Kesaksian mengenai jawaban manusia ini hendak memperlihatkan kepada kita jawaban yang diharapkan dari kita, yaitu jawaban yang positif menyambut pernyataan Allah.
Tidak sedikit remaja zaman now yang memandang Alkitab sebagai buku usang dan kuno yang sudah tidak update dengan situasi zaman modern. Alkitab menjadi seperti buku yang lain yang tak punya "nilai plus" atau wibawa apa-apa bagi kaum muda karena banyak remaja saat ini tidak lagi punya kerinduan untuk membaca Alkitab, memahami dan memberlakukan firman Tuhan. Alkitab menjadi buku yang punya wibawa bukan karena dianggap punya kekuatan magis, tapi ketika isinya dipahami dan membawa dampak bagi umat Tuhan, termasuk remaja. Karenanya remaja perlu belajar dari umat Israel pada zaman Nehemia untuk kembali menumbuhkan kerinduan membaca Alkitab. Kerinduan itu mewujud dalam kesiapan hati untuk dibentuk dan diubah oleh firman Tuhan.

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan kegiatan meminta beberapa remaja untuk menggambarkan Alkitab dengan satu kata, misalnya:"keren","kuno","jadul","berat" dan lain-lain. Lalu minta mereka untuk menjelaskan apa yang mereka maksudkan dengan pilihan satu kata itu. Kemudian ajak mereka memahami kata "wibawa" ketika dikenakan pada Alkitab (Lihat bagian Fokus dan Pengenaan), yaitu berkaitan dengan isinya yang dapat membawa dampak perubahan pada orang yang membaca dan memahaminya.
2. Lanjutkan dengan bagian Penjelasan.Tekankan pada bagian kerinduan umat Israel pada zaman Nehemia dan Ezra untuk mendengarkan isi Kitab Taurat. Lalu sampaikan juga soal respons mereka setelah mendengar firman Tuhan tersebut, bagaimana mereka mengalami perubahan.
3. Awali Pengenaan dengan Ilustrasi. Lalu ajak remaja untuk berefleksi bagaimana selama ini mereka memperlakukan Alkitab: ada yang menjadikannya buku primbon untuk mencari petunjuk, ada yang untuk memuaskan rasa ingin tahu akan hal-hal yang akan terjadi di masa depan, tapi ada juga yang tidak lagi peduli dan tidak lagi punya kerinduan untuk membaca dan memberlakukan isi firman Tuhan dalam Alkitab tersebut. Sampaikan penegasan soal wibawa Alkitab terletak pada isinya yang memberitakan karya Tuhan dan respons manusia terhadapnya dengan memerhatikan Pegangan Ajaran GKI tentang Alkitab (Lihat bagian Fokus).
4. Akhiri dengan ajakan untuk menikmati wibawa Alkitab dengan memiliki kerinduan untuk membaca atau mendengarkan isi Alkitab serta mengalami perubahan dalam hidup.

Kegiatan
_____________________

Diskusi:
- Mintalah peserta menggambarkan Alkitab dalam satu kata!
- Tanyakan mengapa yang bersangkutan memilih satu kata tersebut untuk menggambarkan Alkitab!
 

Ilustrasi
_____________________

  

Semuanya bermula dari kegundahan seorang bernama Ang Boen Swie. Ia merasa tidak memiliki ketenangan batiniah karena pikirannya terusik oleh dosa dan kematian. Suatu kali di tengah kegundahannya, ia melihat sebuah perahu kecil yang terlepas dari tali penambatnya sehingga terombang-ambing dan terhempas kian kemari tak tentu arah dipermainkan riak air sungai Cimanuk. Ia merasa saat itu hidupnya mirip dengan perahu kecil tersebut, diombang-ambingkan oleh berbagai macam aliran dan kepercayaan. Maka ia bertekad untuk menemukan pegangan yang kokoh untuk hidupnya.
Suatu Kali, ia singgah di rumah seorang Belanda bernama Herrklots di Karangampel (23 km dari Indramayu). Saat itu Herrklots sedang membaca kitab Perjanjian Baru terjemahan bahasa Jawa. Kepadanyalah Ang Boen Swie bertanya tentang buku itu dan mendapat penjelasan lebih banyak mengenai kekristenan.
Dari pertemuan di Karangampel itu,Ang Boen Swie tergerak untuk memiliki Kitab Suci. Kerinduannya amat besar untuk bisa mendapat Alkitab dan membaca isinya. Dengan bantuan Herrklots tadi, ia mendapatkan sebuah Alkitab PB dalam bahasa Jawa dari Bupati Indramayu, Raden Tumenggung Karta Adi Negara.
Sejak memiliki Kitab Suci itu,Ang Boen Swie membaca dan mempelajari isinya dengan tekun. Pada suatu hari ia berteriak,"Inilah emas tulen yang telah lama kucari!". Ia mengalami sukacita yang besar, hatinya dipenuhi damai sejahtera. la telah berjumpa dengan Yesus dan bersahabat dengan-Nya secara pribadi.
Sejak saat itu, ia mengajak seluruh anggota keluarganya untuk mempelajari isi Alkitab. Kemudian dari keluarga inilah, Kabar Baik itu disampaikan juga kepada keluarga-keluarga lain. Setiap sore mereka berkumpul di rumah Ang Boen Swie untuk mengadakan penelaahan Alkitab, yang seringkali berlangsung sampai tengah malam. Sebuah kerinduan yang besar untuk mengenal Firman Tuhan.
Akhirnya pada tanggal 13 Desember 1858 keluarga Ang Boen Swie beserta empat keluarga lainnya memberi diri dibaptis dan menjadi orang Kristen. Pelayanan Sakramen Baptisan Kudus dilakukan oleh Pdt. J.A.W. Krol dari gereja Belanda di Cirebon. Jumlah baptisan pertama itu adalah 14 orang. Tanggal 13 Desember kemudian ditetapkan sebagai hari jadi GKI Indramayu, salah satu jemaat tertua di Gereja Kristen Indonesia.
 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999