HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 44
Juli-Desember 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

September 2018
Alkitab

 

•Alkitab dalam Konteks Sejarah • Allah PL Allah PB? • Wibawa Alkitab -
Penyalahgunaan Alkitab • Peran Alkitab dalam Pembentukan Karakter

 

Fokus
_____________________

 
Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan yang membedakan seseorang dari yang lain. Karakter merupakan hasil dari temperamen bawaan yang sudah dibentuk oleh pendidikan masa anak-anak, di sekolah, pendidikan agama, dll. Jika temperamen merupakan sifat batin yang tetap, yang memengaruhi perbuatan, perasaan dan pikiran, maka karakter adalah hasil pembentukan dari lingkungan dan pendidikan yang diterima seseorang. Pelajaran kali ini mengajak remaja memahami bahwa Alkitab berisi pengajaran yang dapat membentuk karakter diri seseorang, oleh karenanya remaja bersedia dibentuk melalui pengajaran Alkitab.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Mazmur 119 merupakan satu pasal yang memiliki ayat terbanyak dalam Alkitab. Mazmur ini berisi pujian terhadap Taurat yang dipandang sebagai anugerah Tuhan yang paling berharga bagi umat Israel. Taurat dipakai sebagai petunjuk hidup yang diberikan oleh orangtua kepada anak kecil dan orang muda yang belum berpengalaman supaya bijak dalam menjalani hidup, tahu adat, sanggup membawa diri dengan baik dalam masyarakat dan terutama dapat berjalan di jalan yang benar seturut perintah Tuhan. Pemazmur memakai pengalaman hidupnya dan hendak mengajak orang lain untuk mengikuti jalan yang serupa dan mengalami bahwa "firman Tuhan adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (ay. 105).

Dalam bagian yang menjadi pembahasan kita, Pemazmur mengawalinya dengan sebuah pengakuan bahwa peringatan-peringatan Tuhan (Alkitab BIS:"peraturan-peraturan Tuhan") itu ajaib. Dalam bahasa Ibrani dipakai kata eduth yang artinya kesaksian (testimony, witness). Jadi Pemazmur mau menegaskan bahwa kesaksian-kesaksian tentang Tuhan, tentang firman, perintah dan karya-Nya sungguh menakjubkan. Jadi perintah dan firman Tuhan tidak dipandang sebagai sesuatu yang menyusahkan, memberatkan dan mengekang, tetapi sebagai suatu yang mengagumkan.
Di ayat 130 disebutkan berdasarkan pengalaman Pemazmur, perintah dan firman Tuhan itu bila diungkapkan, dibukakan atau disingkapkan secara jelas akan memberi terang dan memberi pengertian (Ibr. biyn berarti "memberi petunjuk") kepada orang-orang bodoh (Ibr. pethee berarti "orang-orang sederhana dan tidak berpengalaman", di dalamnya termasuk anak kecil dan orang muda). Jadi firman Tuhan berfungsi untuk memberikan petunjuk dan tuntunan kepada yang belum berpengalaman supaya bisa arif dan bijak membawa diri dan bersikap. Bila orang-orang yang belum berpengalaman itu tidak memiliki pegangan seperti firman Tuhan, maka mereka akan bingung, tidak mengerti bagaimana bersikap dan mudah tergelincir. Sebaliknya yang diberikan firman Tuhan dan berpegang padanya, langkahnya akan diteguhkan dan kejahatan tidak menguasai hidupnya (ay. 133).

Menyadari pentingnya firman Tuhan dalam hidup, maka Pemazmur membuka mulutnya lebar-lebar sampai megap-megap supaya Allah memenuhinya sampai penuh dengan firman Tuhan (ay. 131). Ia mendambakan perintah-perintah Tuhan. Itu artinya ia penuh kerinduan mengalami pembentukan dari firman Tuhan sehingga ia siap menjalani hidup dengan benar seturut dengan kehendak-Nya.
Dengan diri yang sudah dibentuk dan dituntun oleh firman Tuhan itulah, Pemazmur siap juga menghadapi tantangan hidup yang berat seperti yang digambarkan dalam ayat 134 dan 136. Air matanya memang berlinang berhadapan dengan Para musuh (orang yang tidak berpegang pada Taurat Tuhan) yang memeras dirinya. Namun Pemazmur tetap memandang kepada Allah dan setia berpegang pada firman Tuhan. Ia meminta tolong kepada Allah supaya Allah tetap menyinari Pemazmur dengan wajah-Nya. Bila Tuhan menghadapkan wajah-Nya dan menyinari dengan wajah¬Nya, itu tandanya Tuhan berkenan dan mau memberkati orang yang ada di hadapan-Nya itu.

Pengenaan
____________________


Salah satu proses pembentukan karakter remaja kristen adalah melalui pemberlakuan firman Tuhan secara terus menerus sehingga menjadi bagian hidup yang muncul dalam kebiasaan di tengah hidup keseharian remaja. Untuk itu remaja perlu menumbuhkan kerinduan untuk membaca firman Tuhan, membuka diri untuk memahaminya, menjadikannya pegangan dan memberlakukannya secara terus menerus dalam hidup sehari-hari.

 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan memberikan penjelasan singkat apa itu karakter (lihat bagian Fokus). Berikan contoh-contoh tokoh Alkitab dengan karakter yang mereka punyai (misal: setia, jujur, peduli). Tegaskan bahwa karakter seseorang adalah hasil pembentukan lewat pendidikan di usia dini, di sekolah maupun lewat pendidikan agama. Pengajaran firman Tuhan dalam Alkitab menjadi penting bagi proses pembentukan karakter remaja kristen
2. Lanjutkan dengan Penjelasan Teks. Ungkapkan pengalaman Pemazmur yang memandang penting titah, firman, ketetapan dan perintah Tuhan bukan sebagai sesuatu yang memberatkan dan mengekang, tetapi justru sebagai anugerah karena memberinya tuntunan dan pegangan untuk bijak menjalani hidup. Hidup yang dituntun (dibentuk) oleh firman Tuhan itu selain menghasilkan yang baik dalam relasi dengan sesama, juga membuat seseorang benar di hadapan Allah. Tekankan juga soal kerinduan Pemazmur akan firman Tuhan sampai ia membuka mulut lebar¬lebar supaya bisa diisi penuh oleh firman-Nya. Itu menjadi bukti kesediaan seseorang untuk dibentuk oleh firman Tuhan.
3. Masuk pada bagian Pengenaan dengan diawali Kegiatan. Dari sharing dan mengumpulkan ayat¬ayat yang berperan dalam pembentukan diri, ajak remaja untuk terus punya kerinduan mendengar firman Tuhan dan membuka diri untuk terus menerus dibentuk oleh-Nya.
4. Akhiri dengan Ilustrasi. Ajak remaja untuk membaca Alkitab dan membentuk karakter mereka melalui pemberlakuan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Kegiatan
_____________________

- Sharing dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 remaja: pengalaman pribadi tentang firman Tuhan yang kemudian menjadi pegangan dan tuntunan dalam menghadapi persoalan hidup.
- Kumpulkan ayat-ayat Alkitab yang dirasakan membentuk hidup pribadi masing-masing peserta
 

Ilustrasi
_____________________

 
Alkitab Terjemahan Ibu

Pada suatu kali empat orang pendeta sedang berdiskusi tentang manfaat dari berbagai jenis terjemahan Alkitab, dan terjemahan manakah yang paling bagus menurut mereka masing-masing. Pendeta yang pertama sangat suka dengan King James Version, sebab katanya, bahasanya sederhana dan indah. Pendeta yang kedua lebih suka dengan American Standard Version, sebab terjemahannya lebih harfiah, dan sangac dekat dengan bahasa aslinya, Ibrani dan Yunani. Pendeta yang ketiga mengaku bahwa dia lebih senang dengan terjemahan Moffatt sebab menggunakan istilah-istilah yang lebih dikenal oleh orang modern.
Sementara itu, pendeta yang keempat terdiam sejenak.Akhirnya dia berkata,"Aku menyukai terjemahan ibuku. Dia menerjemahkan ayat-ayat Alkitab ke dalam kehidupan nyata, dan itulah terjemahan yang paling meyakinkan yang pernah aku lihat".

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999