HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

September 2017
Hidup
   

56 Pertumbuhan
 
 
1
62 Mens Sana in Corpore Sano
 
 
2
66 Teknologi: Hidup Lebih Mudah
 
 
3
70 Lifestyle  
4
     

September 2017 Minggu I

Pertumbuhan
Bacaan: 1 Samuel 2:18-26
Bahan yang diperlukan: -

 

 

Fokus


Hidup ditandai dengan pertumbuhan. Pada usia remaja pertumbuhan tampak begitu cepat dan terlihat. Pertumbuhan yang seperti ini terkait dengan pertumbuhan fisik.Tubuh yang semakin tinggi, suara yang berubah, muncul jakun pada laki-laki, pada perempuan mulai terlihat payudara, dan banyak lagi yang lain. Pertumbuhan cepat ini sering membuat remaja mengalami kebingungan. Mereka bingung mengambil peran sebagai anak atau orang dewasa. Itulah sebabnya periode ini kerap disebut dengan storm period. Pelajaran ini dirancang agar remaja memahami pertumbuhaan yang dialaminya adalah wajar. Pertumbuhan adalah bagian dari hidup manusia. Hal itu mestinya memberi remaja rasa syukur bahwa dia telah diberi pertumbuhan untuk menjadi pribadi yang dewasa.

Penjelasan Teks

Proses tumbuh kembang Samuel terlihat kontras dengan anak-anak Imam Eli, Hofni dan Pinehas. Untuk Samuel,dalam teks kita membaca:"Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia" (I Sam 2:26). Sedangkan untuk anak¬anak Eli dikatakan:"Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu" (I Sam 2:25). Anak kalimat "sebab Tuhan hendak mematikan mereka" (I Sam 2:25), tidaklah bermakna Tuhanlah yang membuat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tidak mau mendengar ayahnya. Ayat itu menunjukkan kemarahan Allah atas tingkah laku mereka yang tidak mau berubah.
Kemarahan Tuhan terkait erat dengan perilaku Hofni dan Pinehas yang berlaku sewenang-wenang, bahkan terhadap hal-hal yang terkait dengan ibadah. Penulis menyimpulkan, "mereka memandang rendah korban untuk Tuhan" (I Sam 2:17). Perilaku itu telah disampaikan umat kepada Eli. Eli menegor mereka (I Sam 2:23-25). Agaknya kekerasan hati telah membutakan mereka, hingga mereka tidak peduli dengan nilai-nilai yang diajarkan ayahnya.

Tidak dijelaskan bagaimana Hofni dan Pinehas bertumbuh. Tidak juga jelas siapa ibu mereka. Berbeda dengan itu, Samuel dituturkan dengan lebih detail. Ayahnya, Elkana, seorang yang cukup saleh, yang setiap tahun mempersembahkan korban di Silo. Ibunya, Hana, adalah seorang perempuan yang mandul. Kemandulannya itu membuat ia mengalami penistaan yang dilakukan oleh Penina istri kedua Elkana. Sebagaimana pola yang menjadi tuturan Alkitab Perjanjian Lama, jerit tangis orang yang menderita itulah yang didengarkan oleh Tuhan. Samuel pun terlahir. Nama Samuel diberikan karena "Aku telah memintanya dari pada Tuhan" (I Sam 1:20). Secara harfiah nama Samuel bermakna:"nama¬Nya adalah Allah" atau "Allah mendengar." Pemberian nama itu tampaknya cocok dengan perilaku Samuel yang sigap ketika namanya dipanggil(lih. I Sam. 3).
Nama itu juga kontras dengan nama anak-anak Eli. Secara harfiah kata "Hofni" berarti "orang yang suka berselisih," sedangkan kata "Pinehas" bermakna "mulut yang lancang." Kontras ini disampaikan oleh penulis untuk menunjukkan bahwa Allah memang telah mempersiapkan Samuel menjadi penerus Eli. Hal itu melawan kebiasaan terkait jabatan imam yang turun temurun berdasarkan garis keturunan.

Dalam proses pertumbuhan Samuel, sang ibu tetap menemani sekalipun tidak dalam bentuk fisik. Dalam teks dituturkan setiap tahun ibunya datang membawakan jubah untuk Samuel (I Sam 2:19). Tidak jelas seperti apakah jubah itu. Kemungkinan berbeda dengan jubah imam yang disebutkan dengan baju efod dari kain lenan (I Sam 2:18). Seperti apapun bentuknya, jubah pemberian ibunya menemani pertumbuhan Samuel. Seakan menyiratkan kehadiran sang ibu dalam pertumbuhan diri.

Pengenaan


Sebagai makhluk hidup, manusia mengalami pertumbuhan. Masa remaja adalah masa di mana pertumbuhan berlangsung dengan sangat cepat. Di masa ini banyak remaja dan orang tua yang bingung dengan perubahan diri remaja. Kajian psikologis menunjukkan bahwa perubahan itu (disebut perkembangan) terjadi dalam berbagai aspek dalam diri remaja. Antara lain: fisik, kognitif, pengambilan keputusan moral, psikososial, dan iman. Pembinaan terhadap remaja perlu memerhatikan teori perkembangan ini, agar pembinaan kena mengena dengan kehidupan remaja. Tentu teori perkembangan tidak dapat menjelaskan secara tuntas perkembangan remaja. Setidaknya lewat teori itu remaja dan orang tua dapat memiliki gambaran tentang pertumbuhan remaja yang kerap membuat tidak nyaman. Dengan pemahaman ini remaja dapat menyikapi perubahan mereka sekaligus bersyukur bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah proses yang harus dilewati untuk menjadi pribadi yang dewasa
 

Langkah-langkah Penyampaian


1. Tunjukkan gambar yang menunjukkan proses pertumbuhan manusia. Jelaskan, proses perubahan adalah hal yang wajar dan alamiah. Setiap perubahan pasti memiliki dampak, berikan contoh¬contoh sesuai dengan Pengenaan.
2. Dalam teks hari ini kita belajar tentang perubahan dari Samuel dan Hofni-Pinehas. Perubahan itu ternyata tidak sekadar bertumbuh secara fisik.Ada perubahan pada faktor-faktor lain, misalnya kognitif, psikososial, dll (lihat penjelasan dalam box). Mengapa dalam pertumbuhan itu kita menemukan perbedaan besar di antara Samuel dan Hofni-Pinehas? Lihat penjelasan teks. Pendampingan ibu Hana menjadi poin yang perlu digaris bawahi.
3. Ingatkan para remaja persoalannya bukan bagaimana perubahan itu, tetapi sikap kita terhadap perubahan. Sikap bersyukur membuat perubahan itu tidak membawa dampak negatif buat remaja.
4. Tanyakan hal positif apa yang mereka dapatkan dalam perubahan dari anak-anak ke remaja? Berikan contoh, misalnya mendapatkan SIM (jika berusia 17 tahun ke atas), semakin matang dalam mengambil keputusan, dll.
5. Masuklah dalam kegiatan.
 

Kegiatan

Analisis Puisi
+ Minta seorang remaja membacakan puisi "Anak Generasi Harapan di Tengah Zaman" karya Nestor Rico Tambunan pada bagian ilustrasi
+ Diskusikan pertanyaan-pertanyaan sbb:
1. Apa yang menarik dari puisi ini?
2. Seperti apakah generasi harapan?
3. Bagaimana cara menjadi generasi harapan?
4. Perubahan apa yang perlu saya lakukan agar saya menjadi generasi harapan?

Ilustrasi

Anak Generasi Harapan di Tengah Zaman
karya Nestor Rico Tambunan

remaja adalah generasi harapan
tumpuan kaum tua,
pemilik masa depan.

tugas yang tak ringan
di tengah derasnya arus pergeseran zaman
  teknologi berkembang pesat
  budaya baru melanda dari segala penjuru
  yang tak awas bisa bingung
  terbawa arus, lalu tersesat

penduduk bertambah banyak
tanah semakin langka dan sesak
manusia saling berebut
ribut, dan saling sikut

yang lemah, tak tabah, tak ulet akan terjepit
yang tak hati-hati, terlalu santai akan hanyut

jadi. harus bagaimana?
jadilah generasi mandiri
kenali diri
dewasakan pikiran
pacu prestasi
taklukkan tantangan
kemampuan demikian mungkin tak diajarkan di sekolah
atau tak dapat ditukar dengan selembar ijazah
namun tak usah resah.
cari, gali, pelajari
sampai kau mampu berteriak: inilah saya,
  siap menerima tantangan masa depan.

semoga tercapai
semoga semua kau temukan...

Sumber: Nestor Rico Tambunan, Remaja-remoja: kumpulon ortikel psikologi popular, Jakarta, Arcan, 1993 (cetakan V)

Berikut ini secara sekilas akan diuraikan teori perkembangan remaja.

Dari perkembangan fisik kita berjumpa dengan perubahan yang amat cepat pada remaja. Jika sebelumnya tampak culun, tiba-tiba pada masa SMA mereka terlihat sudah dewasa secara fisik. Remaja putra gagah seperti laki-laki dewasa, dan remaja putri tumbuh menjadi perempuan dewasa yang sudah matang secara fisik. Masa ini secara sederhana ditandai dengan tumbuhnya rambut di beberapa tempat (itu sebabnya disebut masa pubertas yang berasal dari kata pubes yang berarti rambut). Di masa ini remaja putri mulai mengalami menstruasi dan remaja putra mimpi basah yang menandakan kematangan seksual. Dampaknya, remaja memiliki berahi seksual yang besar yang perlu dikendalikan.

Dalam perkembangan kognitif, Jean Piaget (1896-1980) menyimpulkan bahwa mulai usia 11seseorang mengalami kematangan intelektual, yakni dapat berpikir secara logis, abstrak, hipotetis¬deduktif.metodis-sistematis.Tahap ini disebut operasi formal. la tidak lagi bergantung pada dunia real/kongkret, melainkan masuk dunia ide-ide. lnilah dasar cara berpikir ilmiah. Berdasarkan itu,pembinaan remaja tidak hanya diisi dengan ceramah, nasehat, atau khotbah yang bersifat satu arah melainkan melibatkan remaja untuk berpikir tentang realita dan bagaimana memperbaikinya agar lebih adil, benar, dan damai. Remaja dapat diajak berpikir dan berdiskusi; pendapat mereka harus didengar dan dipertimbangkan.

Perkembangan pengambilan keputusan moral menurut Lawrence Kohlberg (1927-1987) mnempatkan remaja pada tingkat Konvensional (10 tahun ke atas), di mana pengambilan keputusan moral dilakukan t
Tingkat ini berdasar pada persetujuan kelompok (keluarga, grup, masyarakat, agama, negara). Tingkat ini dibaagi 2 tahap yaitu:

 

Tahap 3: Orientasi Kesepakatan Antarpribadi (Orientasi Anak Manis; good-boy, nice girl).Anak mengambil     keputusan moral berdasarkan apa yang menyenangkan dan membantu orang lain, sehingga ia sendiri disebut sebagai anak yang baik sesuai dengan yang diharapkan lingkungannya.
Tahap 4 : Orientasi Hukum dan Ketertiban (Law and Order).Anak/ remaja mengambil keputusan berdasarkan kewajiban yang harus dilakukannya sesuai dengan peraturan/hukum yang ada dalam grup/masyarakat/negara/agama.

Dalam perkembangan psikosial, Erik Homburger Erikson (1902-1994) menempatkan remaja pada tahap Identitas versus Kebingungan Peran (identity vs role confusion). Pada tahap ini remaja mengalami kebingungan saat memasuki dunia baru, yaitu dunia orang dewasa — setelah meninggalkan dunia kanak-kanak. Remaja yang belum mengenal dirinya secara utuh, yang masih bertanya-tanya tentang dunianya dan masa depannya, sering merasa ragu-ragu dan bingung. Dalam kebingungan ini remaja dapat terlibat dalam kenakalan remaja dalam rangka mencari perhatian dan menunjukkan keberadaan dirinya.

Dari James Fovler (1940- ), kita belajar teori perkembangan iman yang menempatkan remaja pada tahap "Kepercayaan sintetis-konvensional"- yang bercirikan penyatuan beraneka ragam keyakinan yang dibangun di atas dasar kesetiakawanan, kesetiaan, dan kepercayaan kepada orang lain dalam kelompoknya.Pada tahap ini kepercayaan bagi remaja juga bergantung pada teman sebaya dan lingkungan terdekat (keluarga, masyarakat, kelompok agama).

                                                      

 

                                                                                         


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999