HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

September 2017
Hidup
   

56 Pertumbuhan
 
 
1
62 Mens Sana in Corpore Sano
 
 
2
66 Teknologi: Hidup Lebih Mudah
 
 
3
70 Lifestyle  
4
     

September 2017 Minggu III

Teknologi: Hidup Lebih Mudah
Bacaan:
Keluaran 16:1-20
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus



Teknologi memberikan banyak kemudahan buat manusia. Dengan teknologi, manusia mampu melakukan tanggung jawabnya dengan lebih cepat dan tepat. Sayangnya, kemudahan teknologi kerapkali menghasilkan orang-orang yang malas. Sebagai contoh, dari hasil penelitiannya, B. Melkyor Pando — seorang pastor dan pengamat teknologi — pernah menuturkan bahwa kesenangan dan kenikmatan dunia maya berisiko melahirkan sikap puas sebagai konsumen tanpa tergelitik menjadi produsen. Kesimpulannya, teknologi membuat kita menjadi penikmat bukan pencipta. Kemalasan berpikir menjadi pencipta, membuat remaja menikmati hidup sebagai konsumer. Pelajaran ini dibuat agar remaja mempergunakan teknologi yang memudahkan hidupnya demi tujuan yang lebih bermanfaat bagi kehidupan.

 

Penjelasan Teks

Teks Keluaran 16:1-20 ini bertutur tentang bagian dari perjalanan pembebasan bangsa Israel. Pembebasan adalah harapan semua orang, khususnya mereka yang mengalami penindasan. Harapan itu diungkapkari melalui panggilan Tuhan kepada Musa.Tuhan mengatakan:"Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya" (Kel. 3:7-8a). Dengan demikian tindakan pembebasan yang dilakukan Tuhan adalah tindakan yang dinanti-nantikan, tindakan yang diharapkan.
Perjalanan pembebasan itu dimulai dengan kegembiraan yang terasa begitu kuat sebagaimana diungkapkan dalam nyanyian Musa (Kel. 15). Namun dalam perjalanan menuju pembebasan, banyak hal tidak mudah yang harus mereka lewati. Di tengah jalan, di antara Elim dan Sinai, mereka mulai bersungut-sungut karena bekal sudah mulai habis dan mereka mulai kelaparan. Kata mereka: "Lebih baik sekiranya kami sudah mati dibunuh TUHAN di Mesir. Di sana sekurang-kurangnya kami dapat duduk makan daging dan roti sampai kenyang..." (Kel. 16:3 BIMK).

Pernyataan itu berangkat dari perasaan kecewa dan merasa bahwa masa kini tidak lebih baik dari masa lalu. Mereka merasa ada kemudahan yang mereka terima saat berada di Mesir, sekalipun berstatus budak. Salah satunya adalah kemudahan mendapatkan makanan dan minuman. Kini kemudahan itu telah lenyap.

Yang mereka lupakan adalah perjalanan menuju masa depan untuk meraih kebebasan memang tidak mudah. Namun di tengah ketidakmudahan itu,Tuhan tetap memberikan kemudahan berupa pertolongan-pertolongan. Kemudahan yang pertama adalah manna, yaitu hujan roti (ay. 4). selain itu akan ada burung puyuh yang dengan mudahnya dapat ditangkap (ay. 13).

Tentang manna, Musa mengatakan: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi" (ay. 19). Sayangnya pernyataan Musa itu tidak diperhatikam umat dengan baik. Masih saja ada yang meninggalkannya sampai pagi, hingga muncul ulat dan bau yang menjijikkan (ay. 20).
Kemudahan yang Tuhan berikan dimaksud untuk menumbuhkan keyakinan umat bahwa penyertaan¬Nya selalu hadir. Sayangnya kemudahan itu justru meninabobokan mereka sehingga mereka tidak menjadi pejuang dalam hidup ini.


Pengenaan

 
Teknologi selalu saja berwajah ganda. Teknologi informasi sebagai contoh. Di wajah yang pertama teknologi informasi memberikan kemudahan berelasi antar manusia.Wajah yang kedua, sebaliknya, teknologi informasi justru membuat manusia merasa terasing dan sendiri. B. Melkyor Pando dalam bukunya Hiruk Pikuk Jaringan Sosial Terhubung: Refleksi Filsafat Teknologi atas Jaringan Sosial Terhubung, menuturkan bahwa teknologi membuat kita terhubung dengan jaringan sosial terhubung mampu menarik dan mengumpulkan massa, namun sekaligus jaringan sosial terhubung bisa mempersempit hidup kita, membuat kita miskin dalam makna dan kurang perhatian pada yang lain karena apa yang dipikirkan adalah identitas yang ingin ditampilkan. Inilah yang disebutnya sebagai alone together.

Tanpa refleksi yang memadai teknologi tidak lagi menjadi alat yang membantu memudahkan hidup kita, justru menjadikan kita hamba yang tergantung padanya. Bagi seorang remaja yang always-on (selalu terhubung), keberadaan teknologi informasi seakan menjadi nafas barunya. Bahkan, kata survey, orang sekarang lebih gelisah ketinggalan HP daripada ketinggalan dompet. Yang perlu ditegaskan, teknologi adalah alat bukan tujuan. Kemudahan karena teknologi seharusnya membuat karya kita semakin cepat dan tepat.


Langkah-langkah Penyampaian


1. Ajak remaja memberikan penilaian terhadap teknologi yang mereka gunakan (pakai kegiatan I). Berikan kesimpulan bahwa teknologi baik dan bermanfaat jika dipergunakan untuk kepentingan yang baik. Sebaliknya kemudahan yang diberikan teknologi membuat manusia malas berjuang. Berikan contoh-contoh praktis.
2. Masuklah dalam penjelasan teks. Berikan penegasan bahwa kemudahan seringkali meninabobokan, membuat orang malas berjuang. Umat Israel yang tengah berjalan merasa kemudahan di Mesir jauh lebih baik daripada derita perjalanan. Pakai gambar dalam ilustrasi I untuk menjelaskan hal tersebut.
3. Masuklah dalam pengenaan. Kemudahan dalam penggunaan teknologi membuat malas mendalami sebuah persoalan, malas mengembangkan diri, bahkan malas bergerak. Sampaikan ilustrasi 2 di bawah.
4. Minta remaja membuat resolusi untuk memanfaatkan teknologi sebagaimana mestinya (kegiatan 2).
 

Kegiatan


Kegiatan I:
Manfaat teknologi yang memudahkan kita:
Manfaat positif Manfaat Negatif
Mudah menemukan jawaban atas persoalan Kehilangan kedalaman.

Kegiatan 2

Berikan selembar kertas dengan tulisan di bawah ini. minta peserta melanjutkan dengan bahasa sendiri.
"Dengan melihat manfaat baik dari teknologi saya akan: "

 

Ilustrasi

Ilustrasi 1:



Ilustrasi 2:
Dalam film Wall-E dituturkan dampak kemudahan teknologi membuat manusia kehilangan kekuatan kemanusiaannya. Bahkan untuk berjalan sekalipun ia tidak lagi punya kekuatan. Putarkan petikan film Wall-E dalam https://www.youtube.com/watch?v=hIBQPV-iCkU

 

                                                                                         


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999