HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


 
Musik 2 Tawarikh 34:8-13 | Menyanyi
Mazmur 96:1-6 | Dancing With God
Mazmur 149 | I Love To Tell The Story
Matius 13:10-11, 34-35 |Bukan Sekadar Bangunan 1 Raja-raja 6:1-10
 
  Menjadi Berkat bagi Sesama

    Dancing With God  
Minggu Ketiga :
15 September 2019
Bacaan : 
Mazmur 149
Bahan yang diperlukan :

Tayangan tarian
 
 

fokus
Ada dua hal yang perlu kita perhatikan dalam pembelajaran kita kali ini. Pertama, menyembah Tuhan dengan seluruh hidup, artinya tubuh juga merupakan bagian dari hidup yang dapat kita persembahkan kepada Tuhan. Kedua, Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang. Talenta berhubungan dengan bakat dan seni. Dalam seni, bakat dapat kita kelola untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan pendapat kita yang tak selalu bisa tersalurkan melalui kata-kata. Tarian merupakan keduanya. Tarian terkaitan dengan tubuh. Seluruh anggota tubuh kita bergerak mengikuti ekspresi perasaan yang tercipta dalam sebuah karya seni. Dalam Alkitab dan tradisi Kristen, tarian dipakai sebagai bagian dari ritual menyembah Tuhan, sekaligus mempersembahkan talenta menari untuk memuliakan nama-Nya. Selain itu, menari juga bagian dari ekspresi perasaan yang muncul dalam perjalanan hidup bersama dengan Tuhan. Oleh karena itu, tema pelajaran kita hari ini lebih dari sekadar "dancing for God" (menari untuk Tuhan) tetapi "dancing with God" (menari bersama Allah).

penjelasan teks
Sepintas Mazmur ini adalah mazmur pujian kepada Tuhan. Dengan kata "Haleluya" di awal dan di akhir nyanyian ini menandai tradisi puji-pujian orang Israel kepada Allah. Apalagi jika kita memerhatikan ayat-ayat selanjutnya, Pemazmur mengajak umat untuk memuliakan Tuhan atas perbuatan-Nya yang berkenan kepada umat-Nya (ayat 4). Ajakan memuji Tuhan itu terlihat melalui undangan bersorak-sorai, memuji-muji dan bermazmur (ayat 2-3). Tambahan lainnya, puji-pujian itu diikuti iringan tari-tarian serta alat musik, rebana dan kecapi.
Sebenarnya Mazmur ini lebih daripada ajakan untuk memuji Tuhan. Fred Gaiser menyebut mazmur ini adalah mazmur peperangan terhadap musuh-musuh Israel. Perhatikan ayat 6-9. Pemazmur menyeruhkan para orang saleh untuk melawan musuh-musuh mereka dengan pedang bermata dua, membalas perbuatan bangsa dan suku-suku bangsa, membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang penting dari bangsa itu dengan tali-tali besi (ayat 6-8). Alasan mereka melakukan peperangan itu adalah semuanya sudah tertulis (ayat 9). Tentu saja hal ini mengacu pada kehendak Tuhan untuk bangsa pilihan-Nya.

Gaiser memberi perhatian pada kata "orang-orang saleh" dalam Mazmur 141. Dalam versi NRSV kata "orang saleh" digunakan kata "faithful" dan kata ini disebutkan tiga kali dalam Mazmur ini (ayat 1, 5 dan 9). Karena itu, menurut Gaiser, Mazmur ini tidak sepenuhnya ditujukan kepada bangsa Israel secara umum, tetapi bagi mereka yang setia kepada Tuhan. Cirinya adalah mereka yang rendah hati (ayat 4). Tuhan akan membela mereka pada saat mereka mengalami penderitaan karena tekanan para musuh mereka.
Apabila kita fokus pada tarian dalam Mazmur ini. Kita dapat membacanya bahwa orang-orang yang setia ini diajak untuk menarikan hidup bersama Tuhan. Tarian itu bukan sekadar tarian sukacita atas kesetiaan Tuhan, tetapi tarian pada saat mereka harus berjuang melawan musuh-musuh mereka. Tarian perang untuk kemerdekaan mereka. Tarian perjuangan untuk keluar dari penderitaan mereka. Tarian yang mengingatkan mereka bahwa mereka tidak sendirian. Tarian keyakinan bahwa Tuhan yang setia bersama dengan mereka. Inilah tarian kehidupan mereka. Mereka sedang menarikan kehidupan: sukacita, sedih, perjuangan, penderitaan, kemerdekaan, dan iman. Mereka Tuhan yang setia bersama dengan mereka. Inilah tarian kehidupan mereka. Mereka sedang menarikan kehidupan: sukacita, sedih, perjuangan, penderitaan, kemerdekaan, dan iman. Mereka menarikannya bersama dengan Tuhan.

pengenaan
Dalam sejarah gereja, tarian sebagai bagian dari ritual ibadah Kristen, pernah mengalami penolakan. Khususnya, pada abad-abad pertengahan, gereja menolak tarian digunakan dalam ibadah. Laural Hellsten mengutarakan tiga keberatan gereja menggunakan tarian: (1) tarian dianggap sebagai bagian dar i penyembahan berhala; (2) tarian menyebabkan kekacauan dalam komunitas karena pada waktu itu orang menari dalam pesta sambil bermabuk-mabukan; (3) tarian merupakan bentuk perbuatan tak bermoral karena praktek menari dikaitkan dengan mabuk dan pesta pora. Namun seiring dengan perkembangan teologi, pada abad ke-20 terjadi koreksi terhadap fungsi dan pandangan negatif tentang tarian. Penggalian tentang tradisi menari dalam Alkitab dan pada gereja pertama menjadi bahan koreksi gereja dan teologi terhadap tarian. Tarian menjadi bagian dari ekspresi manusia dalam spiritualitasnya bersama Allah. Pemahaman teologis tentang berjalan bersama Allah dalam hidup manusia kemudian disandingkan dengan "menari bersama Allah." Dalam pergumulan hidup manusia, dia bergumul bersama Allah dalam tarian kehidupan.

Selain itu, tarian pun dipahami sebagai salah satu cara manusia mempersembahkan hidup kepada Allah.
Tarian dalam pemahaman karya seni, juga Tarian yang merupakan olah tubuh seringkali menjadi simbol hidup manusia. persembahan hidup, sebab tubuh mendekatkan kita pada pemahaman menguatkan arti persembahan diri sebab seni terkait dengan talenta yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia.

Karena itu, kemudian, tarian masuk kembali dalam ibadah gerejawi. Kelompok gereja Pentakosta, misalnya, menggunakan tarian tamborin dalam ibadahnya. Gereja kelompok kulit hitam di Amerika Utara menggunakan tarian hip hop sebagai tarian ibadah gereja.
Remaja pada dasarnya memiliki energi tubuh fisik yang lebih aktif dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, pada usia remaja menyalurkan energi tersebut diarahkan pada kegiatan-kegiatan fisik. Tarian menjadi salah satu alternatif untuk menyalurkan energi tersebut. Selain itu, pada konteks masa kini, selain berselancar di dunia maya dengan gadget mereka, ditambah juga dengan budaya popular yang berkembang, tarian bukan menjadi aktivitas asing dan usang bagi mereka. Seni tari, hip hop khususnya, sangat digemari di kalangan remaja. Oleh karena itu, tarian dapat menjadi alternatif pilihan bagi gereja untuk mengembangkan spiritualitas remaja masa kini.

langkah-langkah penyampaian
1. Pembimbing mengajak peserta untuk berdiskusi tentang tarian dalam gereja,
a. Apa pendapat mereka tentang tarian di dalam ibadah gereja?
b. Apakah fungsi dari tarian?
2. Pembimbing masuk ke dalam penjelasan teks untuk menjelaskan makna tarian dalam relasi antara Allah dan manusia. Selain itu penjelasan teks juga menolong peserta untuk memahami tarian dalam tradisi Yahudi yang menjadi cikal bakal fungsi tarian dalam ibadah Kristen. Beri
penekanan pada paragraph terakhir dari penjelasan teks tentang tarian.
3. Pembimbing melanjutkan penjelasan tentang perjalanan tarian dalam ibadah Kristen yang sempat dilarang oleh gereja. Namun kemudian tarian disadari sebagai bagian dari penghayatan spiritualitas manusia terhadap Tuhan. Manusia dapat menyembah Tuhan melalui tarian, dan gerakan tubuh sebagai persembahan kepada-Nya (lihat bagian pengenaan).
4. Pembimbing kemudian menggunakan ilustrasi dengan membacakan puisi "Dance with God and Angels"sebagai kesimpulan pelajaran. Peserta memahami lebih dalam tentang menarikan hidup bersama Allah. Dalam segala keadaan, menari bersama Allah berarti mereka diajak untuk menjalani hidup ini dengan penyertaan Tuhan. Mereka tidak sendirian, tetapi ada Allah yang menari bersama mereka.
5. Pembimbing mengajak remaja untuk membentuk kelompok tarian sebagai persiapan untuk menari dalam rangkaian lbadah Natal dan Tahun Baru (lihat kegiatan)

kegiatan
Hip Hop Dance. Pada kegiatan kali ini, ajaklah para peserta untuk mempersiapkan tarian untuk Natal dan Tahun Baru tahun ini. Jenis tarian bisa beragam tetapi umumnya remaja zaman sekarang menyukai tarian jenis Hip Hop. Salah satu contoh tarian yang telah dikerjakan oleh tim GKI Dance Crew (tarian kaum muda GKI) adalah tarian "Tiap Langkahku." Videonya dapat dilihat di link: https://www.youtube.com/watch?v=67Dh8ChXBhg&list=PLHpsjB22F9otfVwaE8JCYyAwvHwIsiQT N&index=1

Beberapa hal yang perlu didiskusikan oleh pembimbing dan peserta remaja:
1. Tujuan dari tarian yang akan ditampilkan dalam ibadah.
2. Koordinator kelompok tari dan kreografer.
3. Jenis tarian, yaitu Hip Hop (terbuka untuk jenis tarian lainnya).
4. Lagu dan musik pengiring.
5. Waktu pelaksanaan dan waktu latihan.

ilustrasi
Dancing with God and Angels
by Elizabeth Padilio Olesen

In darkness and light
You follow me.
In my sighs and cries
You hold my hand.
In my anger and despair
You show me the way out.
In my own poverty as human
You send me angels to guide.

You dance with me
each day and night
Though I dance awkwardly,
You continue to coach me.
In my ripples of joy
I hear you laugh.

Thanks for dancing with me
You, the love of my life,
You, my Creator, Redeemer,
my Savior, Refuge and Rock!

I have kept on running
away from you
But you caught me
by your strong hands
asking me only
to dance with you.

Terjemahan Indonesia:

Dalam kegelapan dan terang
Engkau mengikutiku.
Dalam keluhan dan tangisan
Engkau memegang tanganku.
Dalam kemarahan dan keputusasaanku
Engkau menunjukkan jalan keluar kepadaku.
Dalam kemiskinanku sendiri sebagai manusia
Engkau mengirimkan para malaikat untuk membimbingku.

Engkau menari bersamaku
siang dan malam
Sekalipun aku menari dengan canggung
Engkau tetap melatihku.
Dalam teriakan kegembiraanku
Aku mendengar Engkau tertawa.

Terima kasih telah menari denganku
Engkau, Cinta dalam hidupku.
Engkau, Pencipta dan Penebus,
Penyelamat, Pelindung dan Gunung Batuku.

Aku terus menerus lari darimu,
namun Engkau menangkapku
dengan kedua tangan-Mu yang kuat
hanya untuk memintaku menari lagi dengan-Mu.

Diambil dan: https://www.poemhunter.com/poem/dancing-with-god-and-angels/

 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 | derap agustus 0419 |
| derap september 0119 | derap september 0219 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999