HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 42
Juli-Desember 2017
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

September 2017
Hidup
   

56 Pertumbuhan
 
 
1
62 Mens Sana in Corpore Sano
 
 
2
66 Teknologi: Hidup Lebih Mudah
 
 
3
70 Lifestyle  
4
     

September 2017 Minggu IV


Lifestyle
Bacaan: Roma 13:12-14
Bahan yang diperlukan: -
 

 

Fokus


Di zaman yang makin modern ini, remaja disuguhi berbagai trend lifestyle yang cepat sekali berubah. Mulai dari cara berpakaian, gaya berbicara, gadget, hingga media sosial yang wajib update setiap saat. Tentu tidak ada salahnya mengikuti trend kekinian asal kita mengerti benar makna dan manfaat trend tersebut. Melalui pelajaran kali ini, remaja diajak melihat pengaruh gaya hidup yang selalu berubah. Diharapkan remaja dapat memiliki integritas dan keteguhan hati agar dapat mempertimbangkan dengan bijak sebelum "asal ikut" trend-trend kekinian.

Penjelasan Teks

Roma 13 adalah bagian dari sikap etis-praktis Paulus atas berbagai persoalan yang terjadi. Dalam perikop bacaan minggu ini, rasul Paulus mengingatkan jemaat di Roma tentang gaya hidup orang¬orang yang sudah mengenal kasih Tuhan. Apa yang dinyatakan Paulus ini amat penting, mengingat keterbatasan waktu hidup manusia. Keterbatasan waktu ini bukan hanya soal kematian yang semakin hari semakin dekat, tetapi juga tentang kedatangan Kristus kembali. Memang tidak ada seorangpun yang tahu kapan waktunya (lih.Mrk. 13:32), tetapi satu hal yang pasti adalah dengan berlalunya waktu, kedatangan Kristus semakin dekat. Karena itu setiap orang yang percaya sudah seharusnya berjaga-jaga dan mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus. Caranya dengan "...menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan don mengenakan perlengkapan senjata terang!" (ay. 11 ).

Lebih lanjut lagi nasal Paulus mengajarkan agar orang percaya jangan hidup hanya demi memuaskan diri, tetapi "hidup dengan sopan seperti pada slang hari" dan menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Pada ayat 13 ada 6 contoh gaya hidup kehidupan yang perlu dijauhi oleh umat, yaitu:
1. Pesta pora (Yunani: komos): kata komos mempunyai makna segerombolan orang yang berpesta sambil berkeliling kota di malam hari. Perbuatan seperti ini merendahkan derajat diri dan mengganggu orang-orang lain.
2. Mabuk (Yunani: methe): pada zaman Yunani kuno, anggur adalah minuman yang diminum setiap orang, bahkan anak-anak, karena sumber air bersih langka, dan air yang didapat belum tentu aman bagi kesehatan. Karena itu, anggur dicampurkan ke dalam air sehingga kadar alkoholnya rendah; tidak memabukkan. Sarapan mereka disebut akratisma, roti yang dicelupkan anggur Jadi mabuk-mabukan adalah sesuatu yang dicemooh.
3. Percabulan (Yunani: koite): kata koite berarti kasur Yang dimaksud oleh rasul Paulus di sini adalah perbuatan selingkuh/zinah kapan saja dan di mana saja.
4. Hawa nafsu (Yunani: aselgeia): kata aselgeia dalam bahasa Yunani adalah kata yang sangat kasar. Maknanya bukan sekadar percabulan, tetapi orang yang sudah kehilangan rasa malu. Sudah tidak peduli lagi apa dan di mana maupun siapa yang melihat perbuatan bejatnya.
5. Perselisihan (Yunani: eris): perselisihan di sini didasarkan pada rasa kompetitif yang tidak sehat. Mementingkan posisi dan prestise, benci berada di posisi yang lebih rendah daripada orang lain maupun melihat orang lain lebih sukses daripada diri sendiri, sehingga akan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang lain. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan ajaran Kristus yang mengajarkan siapa yang ingin menjadi terdahulu, hendaklah menjadi yang terakhir (bdk. Mrk. 9:33-37).
6. Iri hati (Yunani: zelos): kata ini tidak selalu memiliki arti buruk. Salah satu makna positifnya adalah iri dengan kebaikan orang dan ingin menirunya. Namun dalam perikop ini, rasul Paulus mengartikannya sebagai tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki dan selalu iri dengan apa yang dimiliki orang lain. Orang seperti ini tidak akan pernah bersyukur dengan hidupnya.

Contoh gaya hidup itu berangkat dari realitas kehidupan masyarakat pada waktu itu. Gaya hidup semacam itu berimbas pada kehidupan umat. Untuk melawan godaan ikut-ikutan gaya hidup tersebut, rasul Paulus mengingatkan agar orang Kristen "...mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya" (ay. 14). Artinya, sebagai orang Kristen, umat harus selektif dalam hidup kita. Ukuran menyeleksi adalah ajaran dari Tuhan Yesus. Dari ajaran Yesus umat belajar bahwa hidup bukan hanya untuk memuaskan diri saja, tetapi melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat di mata Tuhan.


Pengenaan

 
Masa remaja adalah masa pencarian identitas. Di tengah pencarian itu, remaja mencari idola atau tokoh yang menjadi model dalam hidupnya. Model yang dipilih biasanya pesohor yang memang telah menjadi trendsetter. Akibatnya, kerap remaja terlihat berganti-ganti gaya hidup — dari yang tampak biasa sampai yang ekstrim — tergantung dari pesohor yang diidolakannya. Di sini kita menemukan remaja dengan mudahnya berganti-ganti gaya: gaya rambut, berpakaian, bicara, dan sebagainya.

Apa yang terjadi pada para remaja ini perlu dimengerti sebagai pencarian jati diri. Namun dalam masa remaja mencari jati diri itu, mereka juga perlu diingatkan dan didampingi untuk menyadari bahwa hidup bukan sekadar mengikuti gaya hidup. Remaja perlu kritis, termasuk soal gaya hidup. Sebab, tanpa bersikap kritis, gaya hidup dapat merusak diri sendiri. Bersikap kritis bukan berarti menolak, apalagi menganggap mengikuti kekinian sebagai suatu hal yang keliru dan berdosa. Salah satu sikap kritis yang perlu dikembangkan remaja adalah bertanya pada diri sendiri (instrospeksi). Misalnya, apa manfaat positif gaya hidup itu bagi saya (remaja)? Apakah kondisi saya (remaja dan orang tuanya) mampu memenuhi kebutuhan akan gaya hidup?


Langkah-langkah Penyampaian


1. Tanyakan kepada remaja, gaya hidup apa saja yang sedang ngetrend atau kekinian? Apakah remaja mengetahui asal-muasal trend tersebut? Jelaskan bahwa mengikuti kekinian dapat merugikan diri sendiri. Pakai Pengenaan untuk menjelaskan hal ini.
2. Bacalah teks Alkitab. Sampaikan penjelasan teks dengan penekanan bahwa hidup kita adalah bagi Tuhan, karena itu kita harus menempatkan Tuhan sebagai yang utama dan menggunakan ajaran Tuhan untuk menyikapi berbagai gaya hidup yang ada.
3. Ajak remaja menonton video sebagai ilustrasi.
4. Akhiri dengan Kegiatan.
 

Kegiatan


Bedah lagu

Ajak remaja mendengarkan dan menelaah lagu pada ilustrasi. Gaya hidup dan trend manakah yang sering mereka ikuti? Apakah gaya hidup tersebut bermanfaat atau hanya untuk memuaskan/ menyombongkan diri? Tekankan bagian lagu yang mengatakan bahwa boleh saja ikut kekinian, tapi jangan sampai lupa diri.

Walaupun lagu ini.berbicara soal nasionalisme, tapi hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen. Ingatlah bahwa sebagai orang Kristen, hidup kita harus mencerminkan Kristus. Boleh ikut trend, tapi jangan sampai lupa tujuan utama hidup kita sebagai orang Kristen seperti yang sudah dibahas dalam penjelasan teks dan pengenaan.
 

Ilustrasi

Perlihatkan video clip:"TIPIKAL ANAK MUDA INDONESIA."
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=661kugJn06M

 

                                                                                         


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999