HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


 
Musik 2 Tawarikh 34:8-13 | Menyanyi
Mazmur 96:1-6 | Dancing With God
Mazmur 149 | I Love To Tell The Story
Matius 13:10-11, 34-35 |Bukan Sekadar Bangunan 1 Raja-raja 6:1-10
 
  Menjadi Berkat bagi Sesama

    I Love To Tell
The Story
 
Minggu Keempat :
22 September 2019
Bacaan : 
Matius 13: 10-11, 34-35
Bahan yang diperlukan :


 
 

fokus
Tradisi bercerita adalah tradisi kuno yang muncul sejak manusia mengenal kata dan bahasa. Sebagai bagian dari komunikasi, bercerita bukan hanya kegiatan yang bertujuan menyampaikan pesan, namun tradisi ini memiliki kekuatan untuk mengajarkan hikmat (wisdom) tentang kehidupan. Alkitab yang ada di tangan kita, misalnya, merupakan buah dari budaya bercerita ribuan tahun yang lalu. Ketika orang-orang bergumul tentang kehidupan, mereka mulai mengisahkan tentang Tuhan, tentang hidup, tentang dirinya sendiri, sesama, serta ciptaan lainnya. Tradisi bercerita yang tadinya berupa lisan, kemudian hari dituliskan oleh para penulis kitab sebagai bagian dari inspirasi Roh Kudus. Pelajaran kali ini, kita akan menggali kekayaan budaya bercerita yang dapat remaja gunakan untuk kehidupan spiritualitas dan berbagi kasih Allah kepada sesama.

penjelasan teks
Apabila kita membaca Injil Matius 13 seluruhnya, kita akan berjumpa dengan delapan perumpaan yang Yesus gunakan untuk mengajarkan tentang Kerajaan Sorga. Walaupun tema pengajaran-Nya adalah Kerajaan Allah, namun setiap perumpamaan yang dikisahkan memiliki tujuan yang berbeda.
Pada perumpamaan pertama, misalnya. Yesus mengajarkan pendengarnya untuk memelihara Firman yang akan menolong mereka bertahan dalam penderitaan (ayat 3-23). Perumpamaan kedua, Yesus masih tetap menggunakan perumpamaan tentang menabur benih, tapi kisah itu bertujuan untuk mengajarkan para murid untuk melakukan kebaikan (ayat 24-30, 37-43). Sedangkan untuk perumpamaan lainnya - seperti perumpaan tentang biji sesawi (ayat 31-32), ragi yang dikhamirkan (ayat 33), harta yang terpendam (ayat 44), pedagang yang mencari mutiara berharga (ayat 45-46), pukat untuk mengumpulkan ikan (ayat 47-48), dan Yesus mengajarkan tentang pemisahan orang baik dan jahat pada akhir zaman. Perumpamaan terakhir dalam perikop ini adalah perumpaan tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan lama dari pembendaharannya (ayat 52). Tujuan Yesus mengisahkan ini adalah membicarakan tentang para ahli Taurat yang selama ini berbeda ajaran dengan Yesus tentang Kerajaan Sorga.

Jika kita memperhatikan ayat 10-13, Yesus memberikan jawaban kepada para murid alasan-Nya menggunakan perumpamaan untuk mengajar para pendengar-Nya. Yesus mengatakan bahwa Dia ingin menyingkap rahasia kerajaan Sorga melalui perumpamaan. Hal ini diperkuat melalui narasi penulis Matius yang menegaskan gaya Yesus mengajar yang menggunakan perumpamaan sebagai penggenapan dari nubuat nabi yang menyatakan rahasia tersembunyi sejak dunia diciptakan (ayat 34-35). Sebenarnya penjelasan Matius tentang alasan Yesus menggunakan perumpamaan ketika mengajar tidak memberi jawaban yang gamblang. Hanya saja, ketika Yesus maupun penulis mengatakan ada rahasia tersembunyi yang ingin dinyatakan melalui perumpamaan, maka sebenarnya perumpamaan itu sendiri merupakan tradisi yang berfungsi menjelaskan maksud tertentu dari yang Allah kerjakan bagi manusia.
Tradisi menceritakan perumpamaan termasuk tradisi kuno Yahudi. Mereka mengenalnya dengan sebutan mashal yang merupakan salah satu metode mengajar. Sebagai metode mengajar, perumpamaan menggunakan tercerita dengan menggunakan kisah-kisah yang dekat dengan pendengar agar mereka mengerti inti dari ajaran sang guru. Yesus sebagai orang Yahudi menggunakan tradisi kuno ini untuk mengajar para murid-Nya. Oleh karena itu, penulis Matius mengisahkan Yesus menggunakan berbagai perumpamaan untuk menjelaskan tentang kerajaan Sorga. Perumpamaan-perumpamaan tersebut adalah kisah-kisah umum yang sudah dikenal oleh pendengar-Nya.
Secara khusus untuk perumpamaan dalam Matius 13, David J. Lose menjelaskan fungsi perumpamaan dalam perikop ini adalah untuk menggerakkan orang merasakan sungguh-sungguh dalam dirinya arti dari Allah berkarya dalam hidup mereka dan dunia ini. Yesus, melalui perumpamaan-Nya, mengajak kita bukan hanya memahami kerajaan Sorga secara intelektual, tetapi memahaminya karena kita mengalami penebusan Allah telah mengubah hidup kita.

pengenaan
Sekali lagi, tradisi bercerita, salah satunya melalui perumpamaan, merupakan tradisi kuno dalam hidup manusia. Alkitab adalah salah satu buktinya. Indonesia sendiri sangat kaya dengan tradisi bercerita. Budaya Melayu, yang menjadi salah satu budaya Indonesia, dekat dengan tradisi bercerita. Tradisi "babaka" pada masyarakat melayu Minangkabau, misalnya, merupakan tradisi bercerita yang mengajarkan soal nilai adat dan nilai agama. "Lamut", pada masyarakat melayu Banjar, merupakan seni bertutur tentang penciptaan dunia ini, dipercaya dapat menyembuhkan seorang anak yang sakit. "Wayang, Ketoprak" merupakan contoh-contoh budaya bercerita pada masyarakat Jawa yang berbicara tentang kehidupan.
 

Pada masa kini, budaya bercerita di kalangan kaum muda memiliki cara dan bentuk berbeda. Kalau dulu budaya bercerita disampaikan secara lisan dalam sebuah pertemuan formal maupun non formal. Namun, kamu muda menggunakan media sosial sebagai sebagai sarana bercerita tentang dirinya maupun kisah kesehariannya. Di kalangan mereka bermunculan fenomena blog dan vlog sebagai sarana mereka berkisah. Blog adalah menuliskan cerita dan mengunggahnya di website pribadi. Vlog adalah bercerita melalui audio maupun video dan mengunggahnya di media sosial yang tersedia.
Dengan perkembangan blog dan vlog di kalangan remaja, sarana ini dapat dimanfaatkan oleh komunitas gereja untuk memotivasi remaja untuk mengisahkan pengalaman inspiratifnya bersama dengan Tuhan, diri pribadi, dan sesama. Begitu juga dengan aktivitas-aktivitas komisi remaja dapat dituliskan atau dibuatkan videonya kemudian diunggah di media sosial sebagai cara berbagi kisah tentang indahnya persekutuan tubuh Kristus.

langkah-langkah penyampaian
1. Pembimbing membuka pelajaran dengan membahas tema Derap Remaja minggu ini. Tema ini berasal dari sebuah lagu himne yang syairnya diciptakan oleh Arabella Catherine Hankey pada 1866, dan lagunya oleh William G. Fischer pada 1869. Hankey dalam puisinya menceritakan tentang kebaikan Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan dirinya dari sakit keras pada usia 30 tahun. Sukacitanya ini dia nyatakan lewat kisah dan ajakan untuk menceritakan kebaikan Tuhan kepada banyak orang. Judul lagu ini dalam Kidung Jemaat 427 adalah "Ku Suka Menuturkan" (Pembimbing dapat menyajikan link lagu ini dalam dua versi: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris).
2. Pembimbing kemudian mengajak peserta remaja menyadari keindahan dan kekuatan sebuah cerita yang dapat mengubah seseorang bahkan memperjumpakan orang dengan Kristus.
3. Pembimbing masuk ke dalam Penjelasan Teks dan fokuskan pada tradisi perumpaan yang digunakan oleh Yesus dan fungsi dari perumpaaan tersebut dalam pelayanan-Nya.
4. Kemudian pembimbing masuk lebih dalam mengenai tradisi bercerita dalam konteks Indonesia yang sudah ada sejak dulu dan kaya dengan keragaman tradisi tersebut (lihat Pengenaan alinea 1).
5. Pembimbing menjelaskan tentang tradisi bercerita dalam konteks remaja masa kini, yaitu melalui sosial media. Ajak mereka berdiskusi tentang blog dan vlog yang viral dikalangan kaum muda zaman sekarang (lihat Pengenaan alinea 2). Arahkan peserta untuk menyadari fungsi blog dan vlog untuk perjalanan spiritualitas mereka dan berbagi kisah tentang Tuhan dan sesama (lihat Pengenaan alinea 3).
6. Pembimbing menegaskan kembali kekayaan budaya cerita untuk memberi inspirasi bagi banyak orang melalui vlog Merry Riana (lihat Ilustrasi).
7. Pembimbing mengajak peserta remaja untuk membuat blog/vlog pribadi dan gereja (lihat kegiatan). Saran: apabila ada anggota gereja yang telah aktif membuat blog/vlog pribadi, sebaiknya dia diundang untuk berbagi pengalaman dan Teknik membuat blog/vlog sebagai contoh peserta remaja melakukan Kegiatan.

kegiatan
Membuat Blog atau Vlog Pribadi/Gereja

Pembimbing dapat berdiskusi dengan peserta remaja mengenai rencana membuat blog atau vlog pribadi/ gereja:
1. Materi untuk blog/vlog pribadi dapat berupa pengalaman pribadi saat mengikuti acara gereja.
2. Sedangkan untuk blog/vlog gereja, remaja dapat membentuk kelompok untuk membuat video tentang aktivitas remaja Kristen.
3. Mintalah peserta untuk membuatnya dalam waktu 1-2 minggu. Setelah itu mintalah remaja untuk mengunduh dan membagikan link-nya kepada komunitas komisi remaja mereka.

ilustrasi
 

Merry Riana adalah salah satu motivator terbaik Indonesia. Perjalanan hidupnya yang penuh liku membawanya pada keberhasilan meraih mimpinya, yaitu memiliki penghasilan satu juta dollar. Pengalaman jatuh bangun meniti karier inilah yang kemudian memacu Merry Riana untuk berbagi cerita hidupnya kepada banyak orang. Keberhasilannya membuatnya dikenal oleh khalayak ramai di Indonesia maupun di luar negeri. Dia pun dianugerahi sebagai Creative and Innovative Person of the Year pada Indonesian Choice Awards 2016.
Selain mendirikan perusahaan bisnis, dia juga mengembangkan sekolah kepribadiaan untuk berbagai golongan usia. Dia menggunakan kekuatan cerita tentang hidupnya maupun orang-orang yang memberi inspirasi bagi banyak orang untuk bahan¬bahan ajarnya. Dia juga aktif mengisahkan cerita inspiratif melalui blog pribadinya: https://merryriana.com/ maupun vlog pribadi yang dia unggah di YouTube maupun Instagram. Link diatas adalah salah satu cerita inspiratif-nya untuk memotivasi para pendengarnya.
Lihat di: https://www.youtube.com/watch?v=rtqMGrp9Sq8
 


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 | derap agustus 0419 |
| derap september 0119 | derap september 0219 | derap september 0319 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999