HOME KESAKSIAN DOA ABOUT US CONTACT US LINK

 

















 
Cara mendapatkan Derap Remaja

Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 514721 Fax(0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

DERAP REMAJA EDISI 46
Juli - Desember 2019
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


 
Musik 2 Tawarikh 34:8-13 | Menyanyi
Mazmur 96:1-6 | Dancing With God
Mazmur 149 | I Love To Tell The Story
Matius 13:10-11, 34-35 |Bukan Sekadar Bangunan 1 Raja-raja 6:1-10
 
  Menjadi Berkat bagi Sesama

    Bukan Sekedar
Bangunan
 
Minggu Kelima :
29 September 2019
Bacaan : 
1 Raja-raja 6 : 1-10
Bahan yang diperlukan :


 
 

 

fokus
Rumah, tempat ibadah (seperti gedung gereja), dan sekolah, bangunan-bangunan ini tentu tidak asing lagi di mata para remaja. Selain melindungi kita dari cuaca, bangunan¬bangunan tersebut dirancang secara khusus sesuai dengan fungsinya. Arsitektur rumah tidak sama dengan arsitektur sebuah gereja atau gedung kampus. Setiap jenis gedung dirancang oleh sang arsitek agar menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi pengguna gedung tersebut. Melalui pelajaran minggu ini, remaja diajak untuk memahami bahwa arsitektur gedung yang sesuai bagi kegunaannya dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Selain itu, remaja yang berminat diajak untuk mengembangkan kreativitasnya dalam bidang arsitektur.

penjelasan teks
Bacaan kita minggu ini membahas pembangunan Bait Allah pada tahun ke-4 masa pemerintahan Salomo. Sejak zaman Musa, Tabut Perjanjian disimpan dalam tenda. Setelah kerajaan Israel menjadi makmur dan kaya, dirasa perlu untuk membangun bangunan yang permanen dan lebih layak, baik sebagai Rumah Tuhan maupun untuk umat yang datang beribadah.
Pada ayat 2-6 dijelaskan ukuran dan arsitektur Bait Allah tersebut. Bangunan utama berukuran 60 hasta x 20 hasta x 30 hasta (panjang x lebar x tinggi). Di depan bangunan utama dibuat balai dengan ukuran 20 hasta x 10 hasta (panjang x lebar). Pada bangunan utama dibuat jendela-jendela yang rapat bidainya. Tampaknya fungsi utama jendela-jendela ini bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga untuk ventilasi agar asap dan uap dari lampu-lampu minyak dan dupa-dupa yang ada di dalam dapat terbuang keluar.
Pada dinding luar bangunan utama dibuat kamar-kamar tambahan sebanyak 3 tingkat untuk tempat tinggal para pelayan Bait Allah dan tempat penyimpanan. Pada dinding luar bangunan utama telah dibuat ceruk-ceruk, agar rangka bangunan tambahan ini tidak perlu masuk ke dalam dinding bangunan utama. Hal ini menunjukkan perhatian yang luar biasa pada rancangan Bait Allah.

Hal lain yang menunjukkan detail rancangan Bait Allah dapat kita baca pada ayat 7. Setiap batu untuk pembangunan Bait Allah telah diukur sedemikian rupa sehingga dapat disiapkan semua di tempat penggalian.
 

Pada saat pembangunannya, tidak diperlukan perkakas besi seperti palu atau kapak untuk membentuk batu-batu itu lagi. Semua bagiannya sudah pas sehingga tinggal dirakit seperti sebuah puzzle 3-dimensi.
Pintu masuk ke kamar-kamar tambahan terdapat di sebelah kanan bangunan utama. Tangga untuk naik ke tingkat tengah dan alas berupa tangga pilin (spiral). Setelah seluruhnya selesai dibuatlah atap dari kayu aras.
Dari ayat-ayat bacaan minggu ini, kita dapat melihat proses pembangunan Bait Allah secara mendetail. Rancangan Bait Allah memperhatikan berbagai hal. Bukan hanya masalah kelayakan sebagai Rumah Tuhan di bumi, tetapi juga bagi para personel yang tinggal di dalamnya serta kebutuhan umat untuk beribadah di situ. Dengan begitu Bait Allah ini dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang hadir di sana.

pengenaan
Merancang sebuah bangunan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Rancang bangun tidak boleh hanya memperhatikan soal estetika saja. Sang arsitek harus juga memperhatikan dan melihat kegunaan dan lokasi bangunan yang dirancangnya, serta orang-orang yang mempergunakannya. Sebagai contoh, saat ini banyak bangunan yang sudah memerhatikan kebutuhan penyandang disabilitas, mulai dari tempat parkir khusus hingga tangga yang dapat dilalui kursi roda.
Begitu juga dengan tempat-tempat ibadah. Jika kita memperhatikan berbagai gedung gereja, mungkin kita dapat merasakan suasana yang berbeda antara satu gereja dengan yang lain. Ada gedung gereja yang dirancang khusus agar dapat membangkitkan suasana ibadah yang nyaman sehingga kita semakin merasakan kehadiran Tuhan, tetapi ada juga gereja yang mengalihfungsikan gedung yang awalnya tidak dirancang sebagai tempat ibadah. Perubahan pada interior gedung seperti ini dapat dilakukan untuk menunjang suasana dan kenyamanan beribadah.
Pada akhirnya, seorang arsitek harus memperhatikan berbagai hal agar gedung yang dirancangnya dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

langkah-langkah penyampaian
1. Tanyakan pada remaja apakah gedung tempat mereka berada saat ini nyaman untuk beribadah?
2. Ajak remaja membaca bacaan minggu ini tentang pembangunan Bait Allah di masa pemerintahan raja Salomo.
3. Sampaikan penjelasan teks dan pengenaan. Tekankan bahwa merancang bangunan tidak boleh hanya melihat segi estetikanya saja, namun juga segi "manusia"-nya, karena pada akhirnya yang menggunakan dan memfungsikan bangunan tersebut adalah manusia. Sebuah bangunan harus "manusiawi" (tidak menyulitkan pengguna/pengunjung,bangunan tersebut), serta menimbulkan suasana yang mendukung untuk berkegiatan di dalam maupun di sekitarnya.
4. Tunjukkan beberapa contoh bangunan gedung gereja/kapel seperti pada ilustrasi.
5. Akhiri dengan kegiatan.

kegiatan
1. Gunakan foto-foto arsitektur di bagian ilustrasi sebagai bahan diskusi remaja. Mintalah mereka menilai kelebihan dan kekurangan masing-masing desain. Bagaimanakah usulan dari para remaja untuk menjadikan desain-desain tersebut lebih baik dan lebih menunjang peribadatan?
2. Diskusikan lagi hal yang sama, namun dengan menggunakan gereja setempat sebagai bahan diskusi (dengan acuan langkah-langkah penyampaian poin 1).
3. Jika memungkinkan (dan remaja berminat), ajak mereka untuk mendesain sebuah bangunan. Fungsi bangunan bebas, bisa rumah, gereja, kantor, sekolah, dll. Minta mereka untuk mempresentasikan hasil desain arsitektur mereka serta menjelaskan alasan kenapa mereka membuat desain seperti itu.

ilustrasi

Inspirasi arsitektur kapel dan gereja dapat diakses di:
https://www.yellowtrace.com.au/take-me-to-church-religious-architecture/
 

   


 

A R S I P  
| derap desember 0118 | derap desember 0218 | derap desember 0318 |
| derap desember 0418 | derap desember 0518 | derap januari 0119 | derap januari 0219 | derap januari 0319 | derap januari 0419 |
| derap februari 0119 | derap februari 0219 | derap februari 0319 | derap februari0419 |
| derap maret 0119 | derap maret 0219 | derap maret 0319 | derap maret 0419 | derap maret 0519 |
| derap april 0119 | derap april 0219| derap april 0319 | derap april 0419 |
| derap mei 0119 | derap mei 0219 | derap mei 0319 | derap mei 0419 |
| derap juni 0119 | derap juni 0219 | derap juni 0319 | derap juni 0419 | derap juni 0519 |
| derap juli 0119 | derap juli 0219 | derap juli 0319 | derap juli 0419 |
|derap agustus 0119 | derap agustus 0219 | derap agustus 0319 | derap agustus 0419 |
| derap september 0119 | derap september 0219 | derap september 0319 | derap september 0419 |
 


Sahabat Surgawi
,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999