HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

april 2016    
    1
pay it forward
kejadian 12:1-3
  2
memenangkan "jiwa"
lukas 4:16-30
  3
sesama sebagai mitra berkarya
kisah para rasul 6:1-7
 
  4
menjadi teman bagi yang kesepian
lukas 19:1-10
   

 
Bacaan:
Lukas 4:16-30

Bahan yang diperlukan:
- Kertas
- Spidol warna-warni
 


Memenangkan "Jiwa"
 


FOKUS


Mengabarkan Injil adalah tugas orang Kristen, termasuk remaja. Tugas ini seringkali dipahami dengan menjadi orang lain (yang belum beragama Kristen), untuk bertobat dan menjadi kristen.Tugas semacam ini dianggap terlalu berat. Apalagi di Indonesia yang orang Kristen minoritas. Akibatnya, tugas pekabaran Injil menjadi tidak menarik. Sebaliknya remaja kristen justru sering merasa malu dengan identitas Kristen. Alih-alih mengabarkan Injil, justru remaja kristen larut dalam nilai dunia. Pelajaran ini dibuat untuk mengajak remaja memiliki pemahaman yang lebih utuh tentang pekabaran Injil. Pekabaran Injil bukanlah menjadikan seseorang beragama Kristen, melainkan mengusahakan damai sejahtera bagi semua. Lewat pemahaman ini remaja didorong untuk menghadirkan damai sejahtera, dengan cara-cara yang remaja mampu lakukan.
 

PENJELASAN TEKS


Teks ini mengungkapkan ringkasan dari karya-layan Yesus. Karya-layan itu dimulai dari Nazaret, kota di mana Ia dibesarkan. Ibadah di sinagoge pada hari Sabat, menjadi awal dari tampilnya Yesus di muka umum. Yesus membacakan teks Yesaya 61:1-2. Pembacaan teks Alkitab memang bisa dilakukan oleh siapa saja. Pembacanya disebut minyan dan berusia tiga belas tahun ke atas.

Penjelasan terhadap teks yang dibacakan (yang kemudian dikenal dengan khotbah) pada waktu bisa dilakukan oleh siapa saja. Catatan Kisah Para Rasul menunjukkan hal itu,"Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka, "Saudara-saudara, jikalau saudara-saudara ada pesan untuk membangun dan menghibur umat ini, silakanlah!" Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya" (Kis. 13:15-16a).

Berangkat dari teks itu, Yesus pun mulai mengajar. Kita tidak tahu apa yang diajarkan Yesus. Lukas hanya mencatat,"mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya" (ay. 22).Terjemahan Alkitab BIMK lebih tegas lagi, "Kata-kata yang diucapkan-Nya bagus sekali, sehingga mereka kagum dan menyokong Dia."

Kita dapat menduga bahwa dalam pengajaran-Nya Yesus menekankan upaya menyampaikan kabar baik. Kabar Baik (Yun: euaggelion) menunjuk pada Injil. Menariknya, Kabar Baik itu tidak identik dengan menjadi penganut agama tertentu (menjadi Yahudi atau Kristen). Kabar Baik adalah tindakan mengentaskan atau membebaskan. Jadi mengabarkan Injil bukanlah menjadikan seseorang beragama kristen, melainkan mengusahakan damai sejahtera bagi semua. Inilah yang disebut dengan "memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang" Inilah tahun di mana Allah meraja, menjadi raja atas kehidupan.
Namun kekaguman mereka terhenti, ketika tahu bahwa Yesus hanyalah anak Yusuf, warga mereka sendiri. Perubahan sikap itu tidak menyenangkan hati Yesus sehingga Ia mengatakan: "... sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya." (ay. 24). Menjawab penolakan mereka, Yesus mengingatkan pada nabi Elia, nabi yang sangat dihormati oleh orang Yahudi, yang justru diutus Tuhan pada orang-orang kafir. Hal itu membawa kemarahan orang-orang itu.

 

PENGENAAN


Mengabarkan Injil di zaman sekarang selalu dikaitkan dengan menjadi orang sebagai pengikut Yesus (yang secara dangkal dimaknai beragama kristen. Padahal beragama kristen belum tentu menjadi pengikut Yesus). Tentu saja hal itu salah, hanya bukan tujuan. Beragama kristen adalah dampak dari kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera. Jadi tujuan mengabarkan Injil adalah menghadirkan damai sejahtera di atas bumi ini.

Pdt. Em. Widi Artanto dalam buku Gereja dan Misinya (Yogyakarta.TPK, 2015, 11-12) membedakan mengabarkan Injil sebagai memenangkan jiwa dan memghadirkan damai sejahtera. Bagan berikut ini penjelasannya:
 

VISI-MISI AGAMAWI

VISI-MISI KERAJAAN ALLAH

Misi = tuntutan agama (pemimpin agama) untuk membela agama sendiri tetapi tidak membela kehendak Allah => fanatik, radikal. Misi = panggilan Allah, demi cinta kepada sesama, tawaran dan undangan untuk mengalami kasih Allah.
Aksi = memasukkan orang lain ke agama kita =>proselitisme, "kristenisasi." Aksi = menghantar orang dan masyarakat mengalami kasih dan pertolongan Allah • => warga Kerajaan Allah.
Hasil yang diharapkan = pertambahan jumlah penduduk agama tertentu. Hasil yang diharapkan = terwujudnya tanda-tanda Kerajaan Allah, kesejahteraan, keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan.
Visi = agama sendiri menjadi semakin besar dan berkuasa. Visi = Kerajaan Allah; agama adalah sarana dan gereja hanyalah hamba Kerajaan Allah.
Sasaran = pertobatan individu Sasaran = transformasi individu dan sosial, kualitas > kuantitas.

Gambaran ini menunjukkan bahwa panggilan kita, sebagaimana Yesus telah lakukan, adalah memberitakan visi-misi Kerajaan Allah. Itulah mengabarkan Injil.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Mulailah dengan mengajak Remaja menyampaikan pendapatnya tentang ciri gereja yang sukses. Arahkan pendapat mereka dengan menunjuk bahwa salah satu ciri gereja sukses adalah anggota jemaatnya banyak. Lanjutkan dengan menjelaskan bahwa jemaat yang banyak itu harus diusahakan dengan cara mengabarkan Injil. Mengabarkan Injil berarti menjadikan orang beragama kristen. Benarkah pendapat semacam itu?
2. Masuklah pada Penjelasan Teks. Pusatkan penjelasan pada isi pengajaran Yesus, yaitu menghadirkan damai sejahtera bagi semua.
3. Pakailah penekanan, khususnya bagan yang membedakan visi-misi agamawi dan visi-misi Kerajaaan Allah.
4. Pakailah Kegiatan untuk mendalami hal-hal praktis apa saja yang dapat remaja lakukan untuk menghadirkan damai sejahtera.
5. Akhiri dengan llustrasi.
 

KEGIATAN



Diskusi kelompok kecil "Menghadirkan Damai Sejahtera"

■ Bentuklah kelompok kecil (maksimal 5 orang).
■ Minta mereka memperhatikan dengan lebih baik dan detil hal-hal yang terkait dengan visi-misi Kerajaan Allah (seperti dalam bagan).
■ Ajak peserta membuat hal-hal praktis apa saya yang dapat mereka lakukan (sebagai remaja dan anggota jemaat) agar damai sejahtera dapat terjadi di bumi ini.
■ Minta mereka menuliskannya dengan tulisan indah (berwarna-warni) di atas kertas yang disediakan. Hasilnya dapat ditempel di majalah dinding atau di ruang ibadah remaja agar senantiasa diingat.
 

ILUSTRASI


Andar Ismail menulis kisah tentang Gladys adalah misionaris yang berkarya di kota Yangchen, di pedalaman Provinsi Shanxi Tiongkok. Begini tulis Andar Ismail:

"Cara Gladys mengabarkan Injil sangat unik dan kreatif. Ia membuka losmen bagi para kuli angkut. Jika ada kafilah datang, nona Inggris berwajah imut-imut ini langsung menarik tali kekang keledai terdepan dan menuntunnya ke kandang yang bersih, hangat, dan penuh rumput kering. Puluhan keledai di belakangnya menurut. Para kuli angkut merasa tertolong karena tidak usah mengurus keledai.

Di ruang makan para kuli angkut itu makan dengan lahap. Sambil mengeruk dengan sumpit, mereka menyeruput makanan di mangkok.Tak seorang pun berbicara. Mereka terlalu sibuk dengan makan. Pada saat itulah Gladys beraksi. Ia berdiri di depan dan mulai bercerita tentang Yesus."

Di kemudian hari, setelah melewati berbagai peristiwa, Gladys dijuluki Ai Wei De. artinya orang baik dan benar. Losmennya lenyap seturut nama Gladys yang tidak lagi dikenal warga. Mereka hanya tahu ada perempuan yang perbuatannya baik dan benar, Ai Wei De (Andar Ismail, Selamat Berbuah, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015,20-24).

 

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999