HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

februari 2016    
cinta berarti memilih
kejadian 29:15-28
 
  1
memilih pacar
matius 22:39
 
  2
siap mencintai, siap terluka
hosea 3:1-5
 
  3
memilih komitmen atau seks
roma 13:8-14
  4
    5

 
Bacaan:

Kejadian 29:15-28

Bahan yang diperlukan:
- Alat tulis
- Film pendek"When a Matchmaker Falls in Love *
- Teks lagu NKB 85
 


Cinta Berarti Memilih
 


FOKUS


Pada hakikatnya cinta bukanlah sekadar perasaan yang muncul dari dalam diri seseorang, tetapi juga suatu tindakan aktif yang ditunjukkan dengan keseriusan, kegigihan, dan kesetiaan. Namun, harus diakui, banyak orang menghayati cinta sebagai perasaan diri saja terhadap sesuatu atau seseorang yang disenanginya dan yang ingin dimilikinya. Jika dihayati sebagai perasaan diri saja, maka cinta cenderung bersifat egois atau tepatnya lebih mementingkan diri sendiri. Oleh karena itu, penghayatan akan cinta seharusnya melampaui perasaan diri sendiri, lebih diarahkan kepada sesuatu atau seseorang (subjek) yang dicintai. Ketika orang menghayati cinta sebagai tindakan aktif bagi subjek yang dicintai, maka dia akan melakukan banyak hal secara serius, gigih, dan setia bagi dirinya dan terutama bagi subjek yang dicintai. Salah satu hal yang dia lakukan itu adalah memilih. Itulah sebabnya cinta berarti memilih.

Melalui pelajaran ini, remaja diajak untuk menghayati cinta sebagai tindakan serius, gigih, dan setia dalam memilih. Secara khusus, memilih di sini menunjuk pada tindakan memilih teman dekat atau pacar. Ketika remaja ingin berteman secara dekat dengan seseorang alias ingin berpacaran, dia pun mampu menghayati bahwa mencintai itu ditunjukkan oleh kualitas tindakan memilih dan menjalani pilihan.
 

PENJELASAN TEKS


Cerita dalam teks Kejadian 29:15-28 ini merupakan bagian dari cerita "pelarian" Yakub dari Esau, kakaknya, setelah peristiwa pemberkatan Ishak kepada Yakub (lihat Kej. 27:1-28:5). Kita tahu, Yakub pergi ke rumah Laban di Padan-Aram atas perintah Ishak. Sebelumnya Ribka, ibu Yakub, telah menyampaikan kejemuan hidupnya, oleh karena perempuan-perempuan Het, kepada Ishak. Ribka berkata, "Jikalau Yakub juga mengambil istri "dari antara perempuan negeri (Kanaan) ini, semacam perempuan Het itu, apa gunanya aku hidup lagi?" (Kej. 27:46). Dengan perkataan lain, sang ibu berharap anaknya, yaitu Yakub, dapat mengambil istri bukan seorang perempuan Het, melainkan seorang perempuan dari sanak keluarganya. Ishak menangkap dengan baik pesan Ribka itu, lalu meneruskan pesan itu kepada Yakub. "Janganlah mengambil istri dari perempuan Kanaan. Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang istri dari anak-anak Laban, saudara ibumu" (Kej. 28:1-2).

Ketika tiba di negeri Bani Timur, yakni di daerah dekat rumah Laban, Yakub bertemu dengan Rahel yang sedang menggembalakan kambing domba milik Laban, ayahnya. Yakub menolong Rahel dengan memberikan minum kambing domba yang digembalakan Rahel. Itulah pertemuan pertama Yakub dengan Rahel, yang tidak mustahil berkesan di hati Yakub (lihat Kej. 29:9-11).
Setelah pertemuan itu, Yakub dibawa Rahel ke rumah Laban, ayahnya, yang tidak lain adalah paman dari Yakub sendiri. Hubungan antara keponakan dan paman dari garis ibu tampaknya lebih dekat dan erat. Itu terbukti dari perkataan Laban sendiri kepada Yakub, "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku" (29:14). Ini dapat dibandingkan dengan hubungan persaudaraan di keluarga Batak, antara keponakan (Batak: bere) dan paman (Batak: tulang) yang dihayati iebih dekat dan erat. Di keluarga Batak, seorang bere laki-laki dapat dijodohkan dengan anak perempuan dari tulang. Rupanya hal semacam ini pun terjadi pada keluarga Ishak-Ribka dan keluarga Laban.

Yakub bekerja di rumah Laban. Dia memperoleh kesempatan dari Laban untuk meminta sesuatu sebagai upah pekerjaan."Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu," tanya Laban kepada Yakub. Pada titik inilah Yakub masuk ke dalam situasi yang menentukan untuk memilih bagi masa depannya. Sebenarnya terbentang luas rupa-rupa pilihan pada diri Yakub: tanah, rumah, dll. Namun, Yakub mengarahkan pandangnya kepada dua anak perempuan Laban: yang paling tua Lea, dan yang lebih muda Rahel. Penulis teks Kejadian 29 ini memang memberikan keterangan tambahan tentang kedua anak Laban itu: "Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya" (29:17). Di antara dua pilihan saja, Yakub mungkin sempat merasa bingung. Pembaca teks ini jelas tidak menemukan bukti tersurat tentang proses Yakub menetapkan pilihan. Hanya dituliskan, "Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: Aku mau bekerja padamu (pada Laban) tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu" (29:18).

Perkataan Yakub itu sebenarnya menunjukkan bahwa antara cinta dan memilih itu sangat berkaitan erat. Pada perkataan itu, ada nada keseriusan, kegigihan, dan kesetiaan. Yakub mau serius dengan cintanya kepada Rahel. Oleh karena itu, ketika menetapkan pilihannya, dia mau sadar dan secara matang melakukan pertimbangan. Yakub tidak mau asal-asalan dalam cinta dan proses memilih istri. Dengan sadar, ia berkata, "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapatkan Rahel."

Nada kegigihan dan kesetiaan dalam perkataan Yakub terbukti nyata melalui pekerjaan yang ditunaikan Yakub bagi Laban selama tujuh tahun. Yang menarik, penulis teks Kejadian 29 ini memberitahukan bahwa "yang tujuh tahun itu dianggapnya (Yakub) seperti beberapa hari saja karena cintanya kepada Rahel" (29:20). Sungguh energi cinta itu dahsyat! Cinta mampu membuat waktu jadi relatif.Yakub yang serius dengan cinta dan pilihannya menunjukkan kegigihan dan kesetiaannya dalam bekerja selama tujuh tahun. Yakub mantap dengan cintanya. Dia juga mantap dengan pilihannya. Dia tunaikan pekerjaan dengan ulet dan penuh tanggung jawab.

Oleh karena tradisi keluarga tidak biasa mengawinkan adiknya lebih dahulu daripada kakaknya, Laban membawa Lea, kakak Rahel, kepada Yakub pada waktu malam. Dengan demikian, Laban mengingkari kesepakatan yang telah dibuat tujuh tahun sebelumnya bersama Yakub.Tentu saja Yakub kecewa dan marah kepada pamannya itu (29:25). Laban memberikan penjelasan. Dia juga memperbarui kesepakatan dengan Yakub. Untuk mendapatkan Rahel, Yakub diminta bekerja pada Laban selama tujuh tahun lagi (29:27). Jadi, Yakub sungguh mengalami tantangan atau ujian dalam cinta dan pilihannya kepada Rahel. Bagi Yakub, betapa cinta itu berarti memilih. Cinta bukan sekadar perasaan diri, tetapi melampaui perasaan diri. Cinta berarti juga mewujudkan kualitas diri. Yakub berhasil menunjukkan kualitas dirinya dengan cinta dan tindakan memilih dalam keseriusan, kegigihan, dan kesetiaan.
 

PENGENAAN


Pada usia pertumbuhan menuju kematangan, remaja seringkali menghayati cinta sebagai perasaan diri semata. Tindakan yang seringkali dilakukan remaja dalam mencintai sesuatu atau seseorang cenderung tidak disertai keseriusan, kegigihan, dan kesetiaan dalam memilih. Keseriusan dalam memilih ditunjukkan oleh sikap yang suka mempertimbangkan pilihan secara matang, tidak asal-asalan. Kegigihan dalam memilih ditunjukkan oleh sikap yang suka memperjuangkan apa yang telah dipilih secara ulet, tidak ogah-ogahan. Kesetiaan dalam memilih ditunjukkan oleh sikap yang suka memelihara pilihan yang sudah ditetapkan secara penuh tanggung jawab, tidak ugal-ugalan.

Sekadar perasaan saja dalam mencintai membuat remaja bersikap asal-asalan, ogah-ogahan, dan ugal-ugalan. Mereka tidak menunjukkan kualitas diri ketika mencintai. Cerita percintaan Yakub kiranya memberikan semacam pencerahan bagi mereka tentang bagaimana seharusnya mencintai sesuatu atau seseorang itu. Semakin kita mencinta, semakin kita juga serius, gigih, dan setia dalam memilih dan menjalani apa yang kita pilih.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Awali dengan Kegiatan I.
2. Tanyakan kepada masing-masing kelompok: Apakah ada anggota kelompok yang menuliskan kriteria tetapi tidak tahu alasannya. Jika ada, tanyakan: Mengapa? Di sini hendak ditunjukkan betapa sering orang mengacu pada perasaan diri, tidak mempertimbangkan secara matang pilihannya.
3. Sampaikan Ilustrasi yang mau mengungkapkan kecenderungan remaja, mencintai seseorang berangkat dari penghayatan cinta sebagai sekadar perasaan diri saja dan tidak disertai dengan kualitas diri yang baik.
4. Sampaikan cerita percintaan Yakub yang menegaskan keterkaitan antara cinta dan tindakan memilih (lihat Penjelasan Teks).
5. Jelaskan makna keseriusan, kegigihan, dan kesetiaan dalam memilih. Lihat Pengenaan.
6. Akhiri dengan Kegiatan 2: menyanyikan dan membahas NKB 85 agar remaja memperoleh pemahaman tentang kasih yang aktif, yang bukan sekadar perasaan diri saja.
 

KEGIATAN


Kegiatan 1

1. Bentuk beberapa kelompok kecil, terdiri atas 5-6 orang.
2. Dalam kelompok masing-masing, ajak remaja menyampaikan apa yang sudah dituliskannya dan alasan pemilihan 3 kriteria itu.

Kegiatan 2

1. Bahas lagu tersebut dengan tuntunan pertanyaan: Manakah kata-kata dari lagu tersebut yang menunjukkan makna kasih sebagai bukan sekadar perasaan saja, tetapi juga tindakan yang aktif (serius, gigih, dan setia) dari Yesus bagi kita?
2. Akhiri kegiatan dengan saat teduh dan doa pribadi: menghayati kasih Yesus yang ditunjukkan dengan memilih kita dengan serius, gigih, dan setia; dan memohon agar aku (diri remaja masing-masing) mampu mencintai dan memilih seperti telah ditunjukkan oleh Yakub dan Yesus.
 

ILUSTRASI


When A Matchmaker Falls in Love

Nong adalah seorang pemuda, karyawan sebuah kantor. Nong menyukai Nicha, seorang pemudi, rekan sekantornya, tetapi perasaannya itu dipendamnya. Pada suatu hari kantor tempat Nong dan Nicha bekerja mendapat manajer marketing baru, namanya Mr. Kane. Begitu melihat Nicha yang cantik, Mr. Kane langsung jatuh cinta. Mr. Kane meminta agar Nong menjadi matchmaker atau penghubung (comblang) dirinya ke Nicha. Melalui Nong. Mr. Kane membuat berbagai macam dan hadiah untuk Nicha. Nong yang sebenarnya mencintai Nicha menjadi terluka sendiri oleh karena pilihannya untuk tidak mengungkapkan cinta secara terbuka.

Film pendek ini dapat diunduh di www.youtube.com/watch?v=dXw0HRv3yiE
 


 


A R S I P


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999