HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

februari 2016    
cinta berarti memilih
kejadian 29:15-28
 
  1
memilih pacar
matius 22:39
 
  2
siap mencintai, siap terluka
hosea 3:1-5
 
  3
memilih komitmen atau seks
roma 13:8-14
  4
    5

 
Bacaan:

Matius 22:39
Bahan yang diperlukan:
- Fotokopi artikel berita "Mau Sewa Pacar Cantik,Tarifnya Rp.75 Ribu Per Jam"
 


Memilih Pacar
 


FOKUS


Pacaran di kalangan remaja seolah telah menjadi gaya hidup. Kebutuhan remaja untuk memiliki pacar seringkali lebih didasarkan pada desakan teman-teman atau lingkungan. Akibatnya, memilih pacar lebih cenderung merupakan prestige semata. Remaja laki-laki akan merasa bangga jika dapat berpacaran dengan remaja perempuan yang cantik, apalagi yang menjadi rebutan para laki-laki di lingkungannya. Sebaliknya remaja perempuan akan merasa bangga jika dapat berpacaran dengan laki-laki yang ganteng, yang menjadi rebutan para perempuan di lingkungannya. Pelajaran kali ini dirancang agar remaja memahami pacaran sebagai salah satu cara untuk memahami orang lain dan diri sendiri, bukan ajang adu gengsi.
 

PENJELASAN TEKS


Teks Markus (dan paralelnya) dikenal sebagai Hukum Kasih. Pernyataan Yesus dalam teks ini berangkat pertanyaan ahli Taurat, "Hukum manakah yang utama?" (ay. 28). Jawaban Yesus menunjukkan kesetiaan-Nya terhadap tradisi Yahudi dan komitmennya kepada spiritualitas yang menekankan hal-hal yang hakiki. Hal itulah yang membuat ahli Taurat menyatakan bahwa jawaban Yesus tepat (ay. 32-33).

Jawaban Yesus terdiri dari dua bagian. Bagian pertama mengatur relasi kasih dengan Allah, yang kedua mengatur relasi kasih dengan sesama. Pada hukum yang kedua inilah fokus perhatian kita. Hukum yang kedua mengatur relasi dengan sesama dengan diri sendiri menjadi tolok ukur: "kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri."

Jawaban Yesus itu mengacu pada Imamat 19:8, "Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN." Berdasarkan teks tersebut, tampaklah bahwa yang disebut "sesamamu" adalah "orang-orang sebangsa." Agaknya, dengan tidak memberikan definisi tentang "sesamamu," Yesus mengubah konsep Imamat 19:8. Pengubahan yang Yesus lakukan, disambut dengan baik oleh ahli Taurat yang dikenal sebagai penafsir teks suci. Ahli Taurat menyatakan bahwa kasih bahkan melebihi korban bakaran dan korban sembelihan (ay. 33). Penegasan ahli Taurat memberikan legitimasi bahwa "sesamamu" berlaku umum, pada semua orang.

Dalam Hukum Kasih ini, mengasihi diri sendiri menjadi penting, sebab itu yang menjadi tolok ukur mengasihi sesama. Dalam bahasa Golden Role, hukum ini berbunyi: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka" (Mat. 7:12). Tolok ukur pada diri sendiri menjadi jelas di sini.
Mengasihi diri bukan mengasihani diri. Kedua jelas berbeda. Orang yang mengasihi dirinya akan berusaha memberikan yang terbaik buat dirinya, sekalipun membutuhkan kerja keras. Orang yang mengasihani dirinya, justru mudah "terayu" oleh keinginan diri, hingga mudah menyerah dan memanjakan diri. Jika dikenakan ada orang lain, yaitu sesama kita, mengasihi adalah tindakan membangun, memberdayakan, dan membahagiakan orang itu. Kalau perlu dengan pengorbanan diri.
 

PENGENAAN


Tidak mudah mencari teks yang secara langsung berkaitan dengan pacaran. Pemilihan teks ini mengajak kita untuk melihat kasih sebagai kunci berpacaran. Melalui perenungan teks ini, Remaja perlu diajak untuk melihat apakah keputusannya berpacaran didorong rasa mengasihani diri atau mengasihi diri. Kalau didorong rasa mengasihani diri, maka berpacaran adalah ajang unjuk kemampuan diri. Demi gengsi atau menaikkan "harga diri," agar dianggap laku dan dikejar-kejar orang.

Sebaiknya, kalau orang didorong rasa mengasihi memutuskan berpacaran sebagai ajang penerimaan diri dan sesama. Dalam hal ini, pilihan pacar tak lagi soal tampang, melainkan kecocokan untuk menumbuhkan diri dan sesama.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Mulailah dengan Kegiatan.
2. Tanyakan kepada remaja yang belum.memiliki pacar: apakah mereka merasa malu, atau biasa-biasa saja?
3. Sampaikan ilustrasi di bawah. tanyakan komentar terhadap konsep bibit, bobot, bebet.
4. Masuklah pada Fokus, berikan penegasan butuhnya remaja memiliki hikmat dalam memilih pacar.
5. Kuncinya adalah kasih. Pakailah Penjelasan Teks.
6. Kemudian masuklah pada Pengenaan, tegaskan berpacaran adalah kebutuhan untuk menerima diri dan sesama.
 

KEGIATAN



Analisa Berita

■ Bagikan lembar artikel di bawah ini.
■ Minta remaja memberikan komentarnya.

Mau Sewa Pacar Cantik, Tarifnya Rp. 75 Ribu per Jam

SURABAYA - Bagi para jomblo yang tidak ingin malu saat bertemu dengan rekan-rekannya, memanfaatkan jasa penyedia pacar sewaan adalah solusinya. Bisnis yang digagas oleh muda-mudi asal Surabaya yakni EN dan BU ini, kian digemari. Salah satunya karena tarif pacar sewaan ini cukup bersahabat dengan kantong para remaja.

Untuk sekali sewa, EN dan BU mematok tarif Rp75 ribu per jam. Dan yang terjadi, para penyewa tidak akan menyewa selama 1 jam. Biasanya menyewa antara 3 jam hingga 4 jam. "Per Jam Rp75 ribu. Pelanggan harus menaati aturan dari kami. Dan kami ketika menerima pelanggan juga berdasarkan rekomendasi orang-orang yang kita kenal," kata BU kepada Okezone, Senin (18/5/2015).

Ia juga menjelaskan, dari tarif tersebut tentunya ada pembagian dengan pihak manajemen. Tarif tersebut juga telah disepakati antara BU, EN dan si cewek yang menjadi pacar sewaan. Pembagiannya 40 persen untuk manajeman dan sisanya untuk perempuan yang menjadi pacar sewaan. Tentunya, pelanggan biasanya memberikan uang tips kepada cewek tersebut. Sedangkan untuk makan dan minum si cewek ditanggung oleh si penyewa. "Lagian enggak ada salahnya mentraktir cewek untuk sekedar makan dan minum," ujarnya.

Saat ini, BU dan EN mempekerjakan tujuh mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi di Surabaya. BU menjelaskan, dalam mencarikan pasangan untuk sang pelanggan juga harus memahami karakter pelanggan tersebut. Ketika sudah paham, maka sang pelanggan akan direkomendasikan kepada salah satu cewek untuk dijadikan pacar sewaan. "Misalnya, kita punya pelanggan yang memiliki karakter pendiam tidak mungkin kita beri cewek yang pendiam pula. Tapi semua terserah pelanggan kita hanya merekomendasikan," ujar BU.

Pun demikian dengan pelanggan pihaknya juga sangat selektif. BU dan EN tidak akan melepas anak buahnya kepada orang-orang tidak kenal. Misalnya, ada pelanggan yang ingin menyewa pun harus mendapatkan rekomendasi dari orang yang dikenal oleh BU dan EN.

Ia merinci, seorang pelanggan biasanya menyewa empat jam per hari. Total biaya yang dikeluarkan Rp300 ribu. Jika dalam sehari ada tujuh penyewa, maka uang yang dikumpulkan sebesar Rp2.100.000,-. Jumlah tersebut sebanyak 40 persen masuk ke manajeman. "Biasanya acara long weekend ini laris manis. Kadang juga untuk acara ulang tahun atau momen pernikahan," ungkapnya.

Sumber:
http://news.okezone.com/read/2015/05/18/340/1151498/mau-sewa-pacar-cantik-tarifnya-rp75-ribu-per-jam
 

ILUSTRASI


Orang Jawa mengenal konsep tentang bibit, bobot, dan bebet dalam memilih pasangan hidup. Bibit itu berbicara tentang asal usul calon pasangan. Bobot itu tentang kualitas calon pasangan, biasanya terkait dengan ekonomi. Bebet terkait dengan nilai hidup atau karakter. Tujuannya adalah agar kehidupan berumah tangga kelak dapat membahagiakan.



A R S I P


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999