HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

januari 2016    
Tuhan Juga Memilih
Galatia 1:15-16, Yohanes 15 :16
  1
Free Will
Kejadian 2: 15-17
  2
Hidup Adalah Pilihan
Ulangan 30: 11-20
  3
Memilih Dengan Hati
Kejadian 13: 1-18
  4
Di antara Dua Pilihan atau Lebih
Kisah para rasul 1: 15-26
  5

 

Bacaan:
Ulangan 30:11 -20

Bahan yang diperlukan:
 - Cuplikan tayangan "The Marshmallow Test"

 


Hidup Adalah Pilihan
 


FOKUS


Hidup yang dijalani ini penuh pilihan. Dapat dikatakan kita dari bangun tidur di pagi hari sampai akan beranjak tidur di malam hari, dari pilih makanan sampai pilih pasangan. Tidak jarang pilihan itu mudah untuk diputuskan karena ada kejelasan atau ketegasan antara yang buruk dan yang baik. Namun tidak sedikit juga kita dibuat bingung ketika pilihan yang ada tampak sama baiknya, tidak ada kejelasan atau ketegasan. Fokus pelajaran kali ini mengajak remaja menyadari bahwa hidup ini adalah pilihan dan mereka dapat memilih dengan baik ketika diperhadapkan dengan pilihan-pilihan.
 

PENJELASAN TEKS


Kitab Ulangan disebut juga kitab Deuteronomi - berasal dari kata deutero (kedua, ulangan) dan nomos (hukum). Dari namanya, tergambar secara garis besar isi kitab ini sebagai ulangan mengenai wejangan hukum dan pengajaran-pengajaran penting selama 40 tahun pengembaraan di gurun. Hukum yang diberikan Tuhan tidak dimaknai sebagai hal yang membatasi gerak umat Israel, tetapi dilihat sebagai pagar yang membuat orang Israel lebih mudah memutuskan pilihan mereka. Mematuhi hukum Tuhan berarti mereka mengalami hidup yang baik, sebaliknya melanggar hukum Tuhan berarti siap menuai kehancuran dan kematian.

Perikop yang menjadi bahan kali ini adalah bagian yang berisi tantangan bagi umat Israel untuk memilih. Kala mereka berdiri di seberang sungai Jordan dan bersiap memasuki Kanaan, setelah mereka mendengarkan rangkuman ulangan mengenai hukum dan pengajaran yang mereka terima selama pengembaraan, kini di hadapan mereka terhampar pilihan: memilih kehidupan atau kematian. Memilih kehidupan berarti memilih untuk mengasihi Allah dan mengikuti perintah, ketetapan, dan peraturan-Nya. Sebaliknya, memilih jalan kematian dan kecelakaan, berarti menjauh dari Tuhan dan mengabaikan perintah, ketetapan, dan peraturan-Nya.

Musa menegaskan bahwa pilihan itu bukanlah sesuatu yang sulit dan jauh dari kemampuan mereka untuk memutuskannya. Pilihan untuk patuh dan taat pada kehendak Allah adalah sesuatu yang dapat dilakukan, bukan sesuatu yang jauh dan mustahil dikerjakan. Ayat 11-14 menggambarkan bahwa perintah Tuhan itu tidak terlalu jauh dan tidak pula sukar untuk dilakukan (ay. 11). Perintah Tuhan itu tidak di langit tempatnya sehingga orang mengatakan sukar untuk mencapainya, atau tidak terletak di seberang lautan sehingga sulit untuk mendengarnya karena terlalu jauh (ay. 12-13). Pada ayat 14, Musa justru memotivasi umat dengan menyatakan bahwa firman Tuhan yang berisi perintah, ketetapan dan peraturan-peraturan itu sangat dekat dengan umat, ada di mulut (sehingga dapat mereka ucapkan dan ulangi) dan di dalam hati mereka (sehingga mereka memikirkan dan memahaminya). Yang mau ditekankan pada bagian ini adalah bahwa perintah. ketetapan dan peraturan Tuhan itu ada di dekat umat dan mematuhinya adalah sebuah pilihan yang dapat dikerjakan, bukan sesuatu yang mustahil.

Pada bagian selanjutnya, dengan gamblang Allah melalui Musa memperhadapkan pilihan kepada umat-Nya: kehidupan dan keberuntungan versus kematian dan kecelakaan (ay. 15-I6);taat dan patuh kepada Tuhan atau menolak untuk mendengar Tuhan dan memilih beribadah kepada ilah lain (ay. 17). Memilih untuk taat berarti seseorang melakukan dua hal sekaligus, yaitu mengasihi Tuhan Allah dan hidup menurut jalan yang dikehendaki-Nya sehingga ada kehidupan yang baik yang mereka jalani. Sebaliknya memilih tidak taat kepada Tuhan berarti mengalami kehancuran karena hidup terpisah dari Allah. Oleh karena itu Musa dengan tegas menyatakan agar umat Israel memilih kehidupan (ay. 19).
 

PENGENAAN


Hidup adalah pilihan. Dalam perjalanan hidup seorang remaja, terbentang banyak pilihan yang menarik dan menggoda. Ditambah dengan energi yang sedang berlimpah ruah di masa muda, maka potensi untuk memutuskan suatu pilihan jadi sangat kaya dan beragam. Karenanya remaja perlu diingatkan untuk berani memilih. Ada tiga cara untuk memilih. Pertama, pilihan diambil berdasarkan pertanyaan "apa yang menguntungkan buat saya" (kepentinganku). Kedua, pilihan diambil berdasarkan pertanyaan "apa kata orang, apa yang menyenangkan bagi orang lain" (berdasarkan kepentingan dan kesenangan orang lain). Seringkali pada usia remaja, yang diisi juga adanya peer pressure, pilihan seorang remaja lebih sering dipengaruhi apa kata teman atau kelompoknya. Ditambah pengaruh roh zaman yang juga kerap membuat seseorang menjadi lebih individualis dan egois, maka pilihan seorang remaja juga banyak dipengaruhi faktor apa yang menguntungkan buat dirinya itu yang menjadi dasar pilihan. Contoh-contoh nyata salah pilih di sekitar kehidupan remaja justru kerap membawa remaja pada kehancuran dan kecelakaan karena pilihan yang salah. Kriminalitas remaja, tawuran, seks bebas, narkoba merupakan pilihan yang seringkali diambil seorang remaja karena menuruti keinginan diri dan menuruti apa kata teman. Hal itu menjerumuskan remaja pada kematian dan kehancuran.

Sebagai anak Allah, remaja perlu didorong untuk memilih dengan landasan ketiga, yaitu "apa yang Tuhan kehendaki".Jadi bukan berdasarkan "apa yang saya inginkan" atau "apa kata orang" tetapi"apa yang Tuhan inginkan". Pilihan yang sesuai kehendak Tuhan, pastilah pilihan yang menuntun remaja pada kehidupan bukan kematian, kebaikan bukan kecelakaan.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Awali dengan Kegiatan.

2. Mintalah remaja berkomentar soal apa yang menyebabkan kenakalan remaja itu terjadi. Arahkan jawaban pada soal pilihan dan dasar memutuskan pilihan - berdasarkan apa yang menyenangkan diri sendiri atau berdasarkan apa yang menyenangkan kelompok atau apa kata orang lain (perhatikan bagian Fokus dan Pengenaan).

3. Lanjutkan dengan Penjelasan Teks yang memaparkan soal pilihan hidup umat Israel: mematuhi atau menolak hukum Tuhan dengan konsekuensi masing-masing.Tekankan soal Musa memotivasi umat untuk memilih patuh pada kehendak atau hukum Tuhan karena pilihan itu bukan sesuatu yang mustahil atau jauh dari jangkauan umat, tetapi ada di mulut dan di hati (lihat Penjelasan Teks).

4. Berikan contoh-contoh untuk menjadi pengenaan tentang hidup yang dipenuhi pilihan. Bagaimana tiap pilihan juga punya konsekuensi yang perlu dipertimbangkan sebelum kita memutuskan pilihan.

5. Akhiri dengan Ilustrasi berupa tayangan "The Marshmallow Test". Berikan penekanan bahwa seringkali seseorang memilih mengikuti keinginan dan hawa nafsu diri atau juga dapat karena kata teman. Ingatkan agar remaja Kristen memilih berdasarkan apa yang menjadi kehendak Tuhan.
 

KEGIATAN



Menonton video tentang kenakalan remaja soal tawuran, seks bebas, aborsi, dan penyalahgunaan narkoba. Video dapat diunduh di: https://www.youtube.com/watch?v=YvY7ih0KFyg.
 

ILUSTRASI


The Marshmallow Test (link: https://www.youtube.com/watch?v=x3S0xS2hdi4)
 


 


A R S I P


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999