|HOME |ABOUT US |KESAKSIAN | AGENDA GEREJA | LINK |


Membina Diri

Bahan  Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia

Edisi 34

Derap Remaja Edisi 34
Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 30.000,-

 

Juli 2013


Follow Your Passion
1 Tawarikh 28:9

Kemalasan
Amsal 6:6-8

Follow Your Heart
Kisah Para Rasul 5:1-11

Keberanian
Lukas 23:50-56a
 


Follow Your Heart
Bacaan:
Kisah Para Rasul 5:1-11
Bahan yang diperlukan:
video clip "Status Palsu" oleh Vidi Aldiano

 

 


Fokus

Kejujuran adalah satu dari nilai-nilai utama dalam kehidupan. Mengapa? Karena kejujuran mencerminkan kualitas dari seseorang dalam relasi dengan diri sendiri, sesama dan Sang Pencipta. Dari sikap ini seseorang akan dinilai apakah bisa dipercaya atau tidak. Oleh karenanya menanamkan kejujuran dalam kehidupan dapat dijadikan dasar dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik, apakah itu dalam pertemanan, persahabatan, pacaran, relasi suami istri, dunia pekerjaan dan bisnis, serta dalam kehidupan beragama. Pelajaran Ini mengajar remaja untuk memiliki kejujuran dalam kehidupan mereka.
 

 

Penjelasan Teks
Ketidakjujuran di tengah kejujuran (ayat 1-2)
Jemaat perdana tumbuh dalam persekutuan yang erat satu dengan yang lain. Mereka sehati dan sejiwa. Hal ini bukan hanya ditandai dengan seringnya mereka berkumpul dalam ibadah sebagai orang-orang percaya. Mereka menunjukkan itu
dalam hal kepunyaan. Entah siapa yang memulai, di antara mereka mulai ada yang menjual harta miliknya dan membagi-bagikan kepada semua anggota sesuai dengan kebutuhannya.
Setiap hari secara bergantian selalu ada yang menjual harta miliknya,membagikan nya sesuai kebutuhannya.


Demikian juga dengan Ananias dan Safira. Pada suatu hari mereka juga sepakat menjual tanah milik mereka. Mereka menyerahkan itu kepada rasul-rasul. Hanya saja apa yang mereka lakukan ini berbeda dengan orang-orang yang telah lebih dahulu melakukannya. Alkitab mencatat bahwa mereka berdua sepakat untuk berlaku tidak jujur. Apa yang mereka sepakati? Mereka bersepakat untuk menahan sebagian hasil penjualan tanah itu. Tetapi pada saat yang sama mereka mengatakan kepada para rasul bahwa uang yang mereka bawa kepada mereka adalah seluruh hasil penjualan tanah mereka.
Apakah motivasi mereka saat melakukan hal itu? Alkitab tidak memberikan catatan mengapa mereka berlaku demikian. Bisa jadi dengan berlaku demikian mereka akan memperoleh hasil yang lebih banyak, karena selain menerima pembagian dari orang lain, mereka juga masih memiliki simpanan hasil penjualan tanah yang masih mereka tahan. Apapun alasannya bisa jadi apa yang mereka lakukan, yaitu menjual tanah dan menyerahkan sebagian hasilnya kepada para rasul bukan didasarkan pada kesadaran diri. Bisa jadi mereka melakukannya hanya sekadar ikut-ikutan atau untuk mendapatkan pujian. Jadi bukan berdasarkan dari kesadaran diri akan makna hidup bersama sebagai anggota persekutuan. Sadar atau tidak tindakan itu akan menimbulkan permasalahan dalam hidup bersama. Tindakan Ananias dan Safira yang berlaku tidak jujur di tengah persekutuan yang jujur adalah sebuah noda yang melukai banyak orang.

Tidak Jujur: Hancur (ayat 3-10)
Entah bagaimana caranya, tetapi para rasul mengetahui ketidakjujuran pasangan suami istri, Ananias dan Safira. Begitu Ananias meletakkan uang hasil penjualan tanahnya, Petrus berkata: "Ananias mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?(ay. 3). Petrus menyatakan bahwa hati Ananias dikuasai oleh Iblis, bapa segala dusta, yang membelokkan manusia dari kebenaran. Pada saat yang sama Ananias mendustai Roh Kudus, karena ia tidak melakukan kebenaran. Dalam hal ini Ananias telah memilih Iblis yang membuatnya menipu dan berlaku tidak jujur. Ia mengabaikan Roh Kudus yang menuntun manusia pada kebenaran. Jadi ketidakjujuran bukan hanya sebuah kesalahan kecil akibat dari salah pilih. Ketidakjujuran dalam hidup juga menunjukkan kepada siapa manusia menundukkan dirinya. Ketika Ananias memilih berlaku tidak jujur berarti ia membiarkan Iblis menguasai hatinya. Pada saat yang sama ia membungkam suara Roh Kudus. Maka yang ia tipu sebenarnya bukan hanya manusia, baik para rasul dan anggota persekutuan, tetapi Allah sendiri (ay. 4). Jadi kejujuran atau ketidakjujuran dalam hidup sehari-hari menunjukkan siapa sebenarnya yang berkuasa dalam hati manusia.

Akibat yang harus diterima oleh Ananias karena ketidakjujurannya sungguh fatal. Ananias dan Safira bukan hanya mempermalukan diri mereka sendiri karena melakukan kecurangan, tetapi Ananias dan Safira juga menciderai persekutuan orang percaya. Ketidakjujuran itu telah menempatkan diri mereka pada posisi yang sulit. Jelas mereka akan tersisih secara sosial. Ia menerima hukuman ini karena ia dengan sengaja merencanakan untuk berlaku dusta dalam hidupnya. Ia dengan sadar bersepakat dengan istrinya untuk berlaku dusta dan tidak jujur. Apakah hukuman ini tidak terlalu keras? Saat seseorang dengan sadar merencanakan dalam hatinya untuk berdusta dan berlaku tidak jujur, sebenarnya ia telah membunuh dirinya sendiri. Ia akan kehilangan kepercayaan dari sesamanya. Ia telah menutup jalan hidupnya sendiri. Karena pada dasarnya Iblis adalah "pembunuh manusia sejak semula" maka ketika manusia mendengarkan suaranya dan hidup di dalamnya, kematian yang akan dituainya.
Hal yang sama juga menimpa Safira, istrinya (ay. 10). Pada Safira, Petrus menegaskan bahwa mereka berdua telah sepakat untuk mencobai Roh Tuhan. Ananias dan Safira telah bersepakat untuk berdusta dan berlaku tidak jujur. "Janganlah mencobai Tuhan Allahmu" menjadi peringatan yang sangat keras bagi setiap orang yang mencoba melakukannya. Saat manusia memutuskan untuk mencobai Tuhan Allah sebenarnya mereka telah membawa diri mereka dalam posisi yang sangat kritis. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi, apakah masih ada kesempatan untuk berubah atau tidak. Bagi Ananias dan Safira kesempatan itu sudah tidak ada. Maka ketidakjujuran itu telah menghancurkan hidup mereka.

Ketidakjujuran itu Menakutkan (ayat 11)
Apa yang terjadi dan menimpa Ananias dan Safira menjadi pengalaman bersama dalam kehidupan berjemaat. Lalu apakah reaksi jemaat melihat kenyataan yang mengerikan ini? Alkitab mencatat bahwa mereka sangat ketakutan: "Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu" (ay. 5b). Kepada mereka ditegaskan melalui contoh yang sangat jelas, bahwa ketidakjujuran itu menghancurkan hidup. Hal itu bukanlah hal yang sepele atau sederhana sehingga dapat dipandang ringan. Tuhan Allah melalui para rasul mengajarkan bahwa kejujuran itu penting dan mendasar dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Hal ini menjadi pelajaran bagi jemaat bahwa menghidupi nilai-nilai yang benar dalam hidup bersama itu menjadi penting. Melalui nilai-nilai itu manusia diajar untuk saling memercayai satu sama lain. Tanpa adanya nilai-nilai kebenaran yang dijunjung dan dihayati bersama maka tidak akan tercipta relasi yang harmonis karena manusia hanya mernikirkan dan mementingkan dirinya sendiri dan dengan mudah akan mengorbankan orang lain.
Bukan hanya jemaat, tetapi juga semua orang yang mendengar hal itu sangat ketakutan (ay. 11). Apa yang terjadi dalam jemaat juga didengar oleh orang-orang di sekitarnya. Dan hal itu menimbulkan ketakutan yang sangat besar. Hal ini bisa menjadi kesaksian yang positif. Pertama, Allah yang disembah oleh orang-orang Kristen adalah Allah yang Mahakuasa. Kedua, menjadi orang Kristen berarti harus memiliki kualitas hidup yang tinggi, satu di antaranya adalah dalam hal kejujuran. Nilai-nilai inilah yang akan membuat orang lain menghargai persekutuan yang dihidupi oleh orang-orang percaya. Pada saat yang sama hal ini juga menjadi kesaksian akan indahnya hidup sebagai orang percaya. Persekutuan orang percaya akan menjadi gaya hidup yang bisa menerangi dunia sekitarnya. Yang akhirnya bisa menarik orang untuk datang dan bergabung dengan persekutuan orang percaya.

Pengenaan
1. Remaja sering mendapatkan tuntutan untuk berlaku jujur, baik dari orang tua, lingkungan sekolah, gereja maupun dalam keluarga. Tetapi pada sisi yang lain mereka tidak mendapatkan cukup contoh atau teladan untuk dijadikan sebagai model. Justru dalam kehidupan sehari-hari mereka mendapatkan contoh betapa banyaknya orang yang tidak jujur tetapi hidupnya malah mujur. Sedangkan orang yang melakukan kejujuran seringkali malah hancur atau "jujur ajur" (bhs. Jawa).
2. Bisa dimengerti kalau kemudian para remaja memandang bahwa kejujuran sebatas ajaran moral. Mereka seringkali tidak benar-benar jujur. Kalaupun jujur, itu karena terpaksa karena mereka takut dihukum oleh orang tua atau guru bila melakukan ketidakjujuran. Atau bisa juga kekujuran itu membuat mereka ditertawakan oleh teman-temannya. Bisa jadi mereka juga beranggapan bahwa kejujuran itu bukan sesuatu yang penting. Mereka belum mendapatkan manfaat dari bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.
3. Kejujuran itu tidak mudah dan membutuhkan perjuangan untuk mewujudkannya. Masa remaja adalah masa yang tepat untuk melatih sifat ini. Hal ini penting karena masa remaja adalah masa saat para remaja belajar tentang nilai-nilai utama kehidupan. Bisa jadi kejujuran itu pada awalnya tidak mendatangkan keuntungan, tetapi justru menimbulkan permasalahan dan pergumulan dalam pergaulan sehari-hari. Tetapi harus diyakini bahwa di masa mendatang kejujuran itu akan membahagiakan setiap orang yang melakukannya.

Langkah-langkah Penyampaian
1. Awali pertemuan dengan Kegiatan, yaitu nonton bareng video klip dari Vidi Aldiano "Status Palsu." Ajak remaja mendiskusikan isi lagu tersebut dengan panduan pertanyaan seperti yang ada di bagian Kegiatan.
2. Masuk pada Penjelasan Teks. Pertama, jelaskan bagaimana pola hidup jemaat mula-mula yang dilandasi oleh sikap hidup sehati sejiwa. Mereka berlaku jujur dan saling memercayai sehingga tidak ada yang kekurangan dalam hidupnya. Kedua, jelaskan juga apa yang dilakukan oleh Ananias dan Safira yang berlaku sebaliknya, yaitu tidak jujur. Ananias dan Safira bukan hanya berlaku tidak jujur terhadap persekutuan orang percaya, apa yang mereka lakukan ternyata juga mendustai dan mencobai Roh Tuhan. Ketiga, jelaskan juga hukuman yang diterima oleh pasangan suami istri ini akibat ketidakjujuran mereka. Mereka harus menerima hukuman, baik secara sosial dari lingkungan maupun juga dari Tuhan.
3. Pertegas dengan Pengenaan. Bagi remaja memang tidak mudah untuk bersikap jujur, namun apapun alasannya mereka harus menyadari bahwa kejujuran itu hal yang penting dan mendasar dalam hidup manusia. Hal itu memang tidak mudah tetapi mereka harus berani mengupayakan dan memperjuangkannya dalam hidup
4. Akhiri dengan ilustrasi tentang Lance Armstrong, atlet balap sepeda dari Amerika Serikat pemenang Tour de France sebanyak 7 kali yang harus kehilangan semuanya karena ketidakjujuran yang dilakukannya.

Kegiatan
1. Putarkan video klip lagu "Status Palsu" dari Vidi Aldiano.
2. Ajak remaja untuk memerhatikan apa yang menjadi isi lagu itu: apa alasan si penyanyi sehingga ia membuat status palsu, siapa yang dirugikan ketika seseorang melakukan sesuatu yang bukan berdasarkan kata hati.
3. Apakah remaja setuju dengan apa yang dilakukan oleh si penyanyi? Apa alasannya? Bagaimana bila itu terjadi pada diri mereka sendiri?

Ilustrasi
LANCE ARMSTRONG

Lance Armstrong adalah legenda dalam olah raga balap sepeda. Ia dikagumi, disanjung, dipuja bahkan dianggap sebagai salah satu pahlawan olahraga oleh negaranya, Amerika Serikat. Ia mendapatkan ketenaran, kesuksesan, dan kekayaan yang sungguh luar biasa. Ia mendapatkan hadiah yang melimpah, baik dari hadiah kejuaraan atau lomba yang diikuti dan dimenangkannya, maupun dari sponsor, Ia dianggap sebagai salah satu legenda olahraga balap sepeda karena ia memenangi lomba Tour de France sebanyak tujuh kali. Tour de France merupakan lomba balap sepeda paling bergengsi di dunia. Dari olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas ia telah mendapatkan semua hal yang diinginkan oleh seorang atlet. Kisah hidupnya juga sangat inspiratif. Ia pernah divonis terkena kanker tetapi kemudian bangkit dan menjadi atlet balap sepeda yang luar biasa. Hidupnya dijadikan contoh sebagai orang yang bangkit dari keterpurukan dan kemudian mengukir prestasi gemilang dalam hidupnya.
Tetapi apa daya, ternyata semua itu didapatkan dengan cara yang salah. Sekian lama dunia tidak tahu bahwa Lance Armstrong mengkonsumsi obat doping untuk mendongkrak prestasinya. Ia menggunakan sejenis zat perangsang dan melakukan transfusi darah yang membuatnya memiliki stamina yang kuat dan tidak mudah lelah kala berlomba. Ia telah berlaku tidak jujur atau tidak sportif di tengah dunia olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas atau kejujuran dalam setiap kegiatannya.
Saat ini kondisi hidupnya terbalik, bukan lagi sebagai pahlawan yang patut dibanggakan tetapi dipandang sebagai pecundang yang harus dijauhi. Ia diharuskan mengembalikan semua hadiah dan keuntungan dari iklan yang pernah diterimanya.Ia dilarang mengikuti lomba balap sepeda seumur hidupnya. Pada saat yang sama ia harus menanggung malu. Banyak pihak yang kini mencela dan menertawakannya, bahkan sponsor yang dulu mendukungnya kini berencana menggugat kembali uang yang dulu pernah diterimanya. Akibat ketidakjujurannya kini Lance Armstrong kehilangan semua hal dalam hidupnya.
 


 

A R S I P


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999