HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

maret 2016    
berkorban berarti berbagi dan memberi
lukas 18:18-30
 
  1
berkorban perasaan: di mana batasnya?
yohanes 18:12-14, 19-24
 

 
2
Kristus berkorban bagi dunia - apa untungnya bagiku?
roma 5:12-19
 
  3
fruit of sacrifice
filipi 3:10-11
  4
     

 
Bacaan:

Filipi 3:10-11

Bahan yang diperlukan:
- Lembar kertas
- Alat tulis
 


Fruit of Sacrifice
 


FOKUS


Paska merupakan titik tertinggi pada iman Kristen dimana kebangkitan Kristus menandai ajaran ketuhanan Yesus Kristus yang dalam penebusan-Nya memberikan kekuatan dan keyakinan akan identitas dan karya Kristus dalam dunia. Namun dalam praktiknya kebangkitan Kristus ini terkadang sekadar menjadi peringatan dan perayaan belaka tanpa memiliki dampak dalam hidup sehari-hari remaja. Tidak terjadi transformasi iman yang berpengaruh dalam kehidupan mereka. Padahal Paska yang dimengerti dan dimaknai dengan baik dapat membangun kerinduan mereka untuk lebih mengenal siapa Kristus, memberikan kekuatan dan pengharapan dalam hidup remaja, dan hidup seturut pengenalan mereka pada Kristus. Melalui pelajaran kali ini remaja akan diajak untuk belajar melihat dampak dan makna kebangkitan Kristus melalui pandangan dan hidup Rasul Paulus.
 

PENJELASAN TEKS


Teks ini dapat dibagi ke dalam beberapa bagian yang menjadi inti kerinduan Paulus:

Mengenal Dia
Mengenal Dia merupakan kerinduan terdalam Paulus. Hal yang tidak umum dijumpai dalam kehidupan manusia legalis, yang pada umumnya berfokus pada status dan prestasi untuk menemukan kedamaian pribadi dengan Tuhan. Namun Paulus hanya ingin mengenal Kristus, bukan dirinya. Mengenal Kristus tidak sama dengan mengetahui sejarah hidupnya, tidak sama dengan mengetahui doktrin-doktrin mengenai Kristus, tidak sama dengan mengetahui contoh kehidupan moralnya, dan tidak sama dengan mengetahui karya besar-Nya bagi kita. Mengenal Kristus berarti mengenal pribadi-Nya, apa yang membedakan-Nya dengan orang lain. Mengenal Kristus pun berarti mengenal keinginan dan kebiasaan-Nya karena mengenal-Nya berarti ada hubungan dua arah yang dibangun, ada waktu yang diberikan untuk berkomunikasi dengan-Nya, dan bahkan memberikan komitmen hidup kepada-Nya setiap hari, berbagi apapun dengan Dia. Pengenalan yang sebenarnya akan Kristus meliputi mendengarkan firman-Nya, mengikuti Roh-Nya, menanggapi semua tindakan-Nya dengan iman, kebenaran dan ketaatan, serta menyatu dengan segala urusan dan maksud-Nya.

Mengenal kuasa kebangkitan-Nya
Mengenal Kristus berarti mengenal kekuatan dari kebangkitan-Nya, sebuah kehidupan baru yang dinyatakan dan kita hidupi sekarang, bukan pada saat kita meninggal nanti. Paulus ingin mengenal kuasa kebangkitan Kristus melalui pengalaman hidupnya. Kekuatan atau kuasa ini bukanlah kuasa seperti yang dilihat sehari-hari dalam kehidupan manusia pada umumnya, juga bukan suatu presentasi kekuatan supranatural. Kenneth Wuest, seorang ahli Perjanjian Baru, mengatakan bahwa Paulus ingin mengalami kekuatan yang sama yang membangkitan Kristus dari kematian, mengalahkan dosa dan menyatakan karunia dalam hidupnya. Kuasa kebangkitan-Nya adalah bukti nyata dari apa yang Yesus katakan dan lakukan. Kuasa kebangkitan-Nya adalah kebenaran bahwa pengorbanan-Nya di kayu salib itu nyata sebagai tebusan bagi kita dan dunia. Kuasa kebangkitan-Nya adalah kekuatan pemberian hidup yang menyatakan bahwa siapapun yang menerimanya terikat dengan Kristus, yang memberikan kekuatan penghiburan bahwa siapapun yang meninggalkan kita akan hidup bersama Kristus. Mengalami kuasa kebangkitan-Nya adalah mengalami pembaruan hidup.

Persekutuan dalam penderitaan-Nya
Mengenal Kristus berarti juga bersekutu dan bersama dengan Kristus, juga termasuk dalam penderitaan-Nya. Sebagai anak-anak Allah, menderita bersama Kristus adalah bagian dari hidup. Kita tidak dapat hanya memilih untuk menikmati hubungan yang indah bersama Kristus tanpa mau ikut serta dalam penderitaan-Nya. Justru dalam persekutuan dalam penderitaan-Nyalah pengenalan akan Kristus akan semakin lengkap. Paulus menekankan hal ini karena ia tidak hanya ingin menikmati pengalaman indah bersama Kristus. Baginya mengenal Kristus berarti bersama-sama dengan Kristus dalam suka dan juga dalam duka.

Serupa dengan Dia dalam kematian-Nya
Hal ini mengingatkan bahwa bersama Kristus juga berarti bersama dalam kematian-Nya. Kata-kata ini berhubungan kemudian dengan keadaan Paulus yang berhadapan dengan kematiannya.

Supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Kalimat ini berkaitan erat dengan apa yang sedang dihadapi oleh Paulus pada saat itu dimana ia sedang dalam penjara Romawi. Paulus sudah mengalami penderitaan yang cukup besar pada saat itu sehingga kalimat ini mengandung harapan melalui pengenalan dan pengalaman hidup bersama Kristus. Kebangkitan ini merupakan tujuan Paulus sehingga penderitaan yang ia alami sepadan dengan janji dan harapan akan kebangkitan ini.
 

PENGENAAN


Setiap orang yang ingin mengenal orang lain secara tulus harus memberikan dan mengorbankan usaha, waktu, tenaga, pikiran serta hati sampai mereka mengenal orang yang ingin dikenal.Tidak ada pengenalan yang tidak memerlukan pengorbanan ini. Mengenal Kristus membutuhkan proses yang panjang karena Kristus tidak terlihat secara fisik dan membutuhkan kepekaan untuk dapat mengenalinya. Remaja pada saat ini lebih banyak mendengar dan mengetahui tentang Kristus tetapi tidak berarti secara otomatis mengenal-Nya. Hal ini membuat mereka kurang dapat memaknai peristiwa penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya. Padahal peristiwa ini adalah bagian terpenting dalam iman Kristiani. Pengenalan akan Kristus dapat membuat remaja menyadari akan penyertaan Kristus yang ada dalam diri mereka saat mereka menghadapi beban atau masalah, atau pada saat mereka ragu dan bimbang. Bahkan remaja dapat tidak akan kematian. Pemahaman akan penderitaan dan kematian Kristus akan memampukan mereka untuk bertahan dalam penderitaan, serta pemahaman akan kuasa kebangkitan-Nya akan memberikan mereka kekuatan dan pengharapan untuk melihat masa depan dengan optimis karena janji yangTuhan berikan dalam hidup mereka.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Ajaklah remaja untuk melakukan Kegiatan. Lalu tanyakanlah pada mereka apakah perbedaan antara mengetahui dan mengenal tokoh yang dimaksudkan. Jelaskan kepada mereka bahwa mengetahui tidak sama dengan mengenal. Pengenalan akan membuat mereka mengetahui kebenaran akan tokoh yang dimakud dan semakin kenal mereka, semakin dekat pula mereka kepada sang tokoh.
2. Masuklah pada pembacaan perikop
3. Lanjutkan pada Penjelasan Teks, dan jelaskan bagaimana Paulus mengenal Kristus melalui pengalaman hidupnya.
4. Masuklah pada pengenaan dan tegaskan betapa pentingnya remaja untuk mengenal Kristus dan bagaimana mereka dapat mengenali Kristus.
5. Sampaikan Ilustrasi.
6. Lalu mintalah remaja untuk menuliskan pengenalan mereka akan Kristus. Apakah sebagai sahabat, sebagai bapak/ibu, sebagai kakak, sebagai raja, sebagai Tuhan, sebagai idola dan lainnya.
 

KEGIATAN



Ajaklah remaja untuk membentuk kelompok-kelompok dan berbaris. Setelah itu mintalah mereka untuk menentukan seorang wakil untuk maju ke depan. Lalu bisikkanlah nama seseorang beserta karakter, sifat, prestasi dan identitasnya kepada wakil-wakil kelompok tersebut. Sisipkan beberapa informasi yang keliru mengenai tokoh ini disampinng hal-hal yang benar. Pembicara dapat memilih tokoh terkenal atau seseorang yang dikenal oleh remaja. Setelah itu mereka secara berantai harus menyebutkan nama tokoh tersebut beserta dengan identitasnya kepada rekan-rekan sekelompoknya. Mereka boleh saja menambahkan informasi sesuai dengan pengenalan mereka akan tokoh tersebut. Orang terakhir harus menjelaskan sebanyak-banyaknya informasi mengenai tokoh tersebut. Lalu tanyakan kepada orang terakhir apakah ia mengenal tokoh yang dimaksud atau tidak, dan tanyakan juga apakah ada informasi yang tidak tepat mengenai tokoh yang dimaksud.

Berikan kepada setiap remaja selembar kertas dan alat tulis. Mintalah mereka untuk menuliskan apa yang mereka ketahui mengenai teman-teman sekelompok mereka. Setelah itu minta wakil dari kelompok untuk menceritakan pengenalannya kepada salah satu teman sekelompoknya.
 

ILUSTRASI


Anak Laki-Laki yang Menunggu Bis

Ada cerita mengenai seorang anak lak-laki yang sedang berdiri di pinggir jalan menungggu bis. Ia kepanasan dan terlihat beberapa kali menyeka keringatnya. Seorang pria melihatnya dan memberikan beberapa usulan kepadanya "Nak, jika kamu menunggu bis, kamu harus pindah ke sana, di ujung jalan, karena disanalah bis akan berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Jika kamu menunggu disini, kamu dapat dehidrasi karena panas, dan bis yang kamu tunggu tidak akan berhenti di sini."

"Oh terima kasih, tidak apa-apa," katanya, "Saya akan menunggu disini saja, dan bisnya akan berhenti disini untuk saya."
Pria tersebut kemudian mengulangi pernyataannya karena ia kasihan dan mulai khawatir dengan anak laki-laki ini yang nampaknya tidak mengerti apa yang ia ucapkan. Namun si anak tetap mengatakan hal yang sama pula. Lalu ia bertanya kepadanya "Nak, apakah kamu tidak menderita kepanasan di sini? Aku saja baru sebentar di sini sudah sangat kepanasan." Si anak tetap diam di situ.

Namun kemudian sebuah bis mendekat dan berhenti di depan si anak. Pintu bis terbuka dan si anak masuk ke dalam bis tersebut. Pria yang menyaksikannya hanya dapat terdiam. Si anak membalikkan badannya dan di pintu bis ia berkata kepada pria tadi, "Pak, saya tahu bahwa bis ini akan berhenti disini, karena sopir bis ini adalah ayah saya. Tidak apa-apa saya harus kepanasan menunggu, karena saya tahu pasti bahwa bis ini akan berhenti di sini."

Sumber:
Fred Markes, Fix Your Eyes upon Jesus.


 

 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999