HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

mei 2016    

kala aku jatuh dalam kesalahan
mazmur 51
  1

kala aku merasa tak mampu
keluaran 3:7-14,4:1-13
 
  2
kala aku dalam masalah
roma 8:19-25
 
  3
kala aku merasa ditinggalkan
mazmur 22:1-22
 
  4
saat hampa menyapa hidup
I raja-raja 19:1-8
  5

 
Bacaan: Mazmur 51

Bahan yang diperlukan:
- Fotokopi artikel
"Mari Merayakan Kesalahan"
 


Kala Aku Jatuh dalam Kesalahan 
 
 


FOKUS


Sebaik-baik seseorang, ia adalah manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan. Melakukan kesalahan adalah hal yang tidak dapat dihindari oleh siapapun. Apa bentuknya? Bisa jadi kita salah dalam berpikir, salah bertutur kata, salah ketika bersikap serta kesalahan-kesalahan yang lain. Kesadaran bahwa semua orang dapat terjatuh dalam kesalahan merupakan langkah bijak supaya dapat memperbaiki kesalahan. Orang yang tahu dirinya salah tetapi tidak mau mengakui kesalahannya adalah orang bebal. Sebaliknya orang yang menyadari dan mengakui kesalahannya adalah orang yang siap memperbarui diri. Melalui pelajaran hari ini remaja diajak menghayati apa yang akan dilakukan bila dirinya terjatuh dalam kesalahan.
 

PENJELASAN TEKS


Mazmur 51 merupakan mazmur pertobatan. Mazmur ini dinyanyikan di tengah jemaah dalam peribadatan. Dari redaksinya kita mengetahui bahwa Mazmur ini merupakan Mazmur Daud (ayat I). Penghayatan Daud bahwa dirinya bukan manusia yang super sehingga dapat jatuh ke dalam dosa dinyatakan secara jujur.Ayat 2 memberi keterangan: ketika nabi Natan datang kepada Daud setelah ia menghampiri Batsyeba. Apa yang dilakukan oleh Daud adalah kesalahan fatal. Kesalahan itu merupakan tindakan jahat di mata Tuhan (lihat 2 Sam. 11:27). Atas kesalahan Daud itu, Tuhan mengutus Nabi Natan supaya datang kepada Daud dan mengingatkan kesalahan yang telah dilakukannya. Ketika mendengar tuturan Nabi Natan, Daud menyadari bahwa dirinya bersalah. Ia tidak dapat berkelit dan mencari-cari alasan untuk menutupi kesalahan yang sudah dilakukan. Daud mengatakan pada Natan, "Aku sudah berdosa kepada Tuhan" (I Sam. 12:13a).

Apa yang dilakukan oleh Daud setelah sadar bahwa dirinya terjatuh dalam kesalahan? Dari Mazmur 51 kita belajar bagaimana mengubah diri dari kesalahan menjadi kebaikan. Kebaikan yang dimaksud adalah kebaikan bagi diri sendiri dan bagi sesama setelah mengakui kesalahan dan bertekad untuk berubah. Langkah yang dilakukan Daud adalah mengakui kesalahan. Ayat 3-8 merupakan pengakuan dosa yang dilakukan Daud. Ia sadar, memohon ampun dan berefleksi dari kesalahannya. Berefleksi merupakan langkah yang penting dilakukan oleh karena dengan merefleksikan diri seseorang diibaratkan berdiri di depan cermin dan melihat dirinya sendiri. Di depan cermin itu seseorang akan tahu semua hal yang tidak dapat dilihat, contoh: bila seseorang memiliki tahi lalat di hidung, tahi lalat itu tidak dapat dilihat bila tidak dibantu cermin. Inilah kegunaan refleksi. Dalam refleksinya Daud melihat dengan penuh kesadaran bahwa kesalahan yang dilakukannya bukan hanya saat ia melakukan tindakan tercela pada Betsyeba. Sejatinya kesalahan demi kesalahan telah dilakukan oleh Daud sejak dulu kala. Dalam bahasa puitis Daud berkata, "Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku."
Langkah berikutnya adalah membersihkan diri dari kesalahan. Pada ayat 9-15 kita melihat upaya ini. Pembersihan diri dari kesalahan dilakukan dalam hubungan vertikal dan horizontal. Secara vertikal, Daud memohon pengampunan Tuhan. Ia sadar bahwa hanya Tuhan yang punya kuasa mengampuni kesalahannya. Hal ini rupanya lahir dari refleksi Daud pada saat Nabi Natan mengatakan, "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati" (2Sam. 12:13b). Selama Daud memendam kesalahan, ia tersiksa. Tulang-tulangnya terasa remuk, kesukacitaan hilang. Dalam kesalahan, hidup terasa tak bermakna. Inilah "kematian" dalam hidup Daud. Ia memohon ampunan dengan harapan bahwa ke depan akan hidup dalam pengharapan.Tulang-tulang yang remuk dan hati yang suram akan diubah. Daud memohon ampunan Tuhan supaya juga beroleh kelengkapan roh yang rela (ayat 14). Apa maksudnya? Maksudnya adalah kerelaan untuk mengakui kesalahan di hadapan sesama. Selain itu roh yang rela merupakan kesediaan untuk menegur sesama yang melakukan kesalahan. Teguran dalam kasih akan menyadarkan sesama dari kesalahan dan memperbaiki hidupnya (ayat 15)

Langkah ketiga merupakan janji Daud untuk selalu menyadari keberadaan dirinya. Ia sadar punya banyak kelemahan. Kesadaran itu menjadikan dia bertekad untuk selalu menjaga diri agar tidak terjatuh lagi dalam kesalahan, apalagi kesalahan yang sama. Cara Daud mejaga diri adalah dengan peribadatan yang sungguh-sungguh pada Allah. Hal ini seperti yang kita baca pada ayat 16-19.
 

PENGENAAN


Semua orang dapat terjatuh dalam kesalahan. Kesalahan dapat diperbaiki. Perbaikan pada kesalahan terjadi ketika seseorang sadar pada kesalahan. Kesadaran pada kesalahan merupakan bagian penting untuk berbenah dan mengembangkan diri. Selain tidak adanya kesadaran pada kesalahan, ada dua hal yang membuat seseorang terpuruk setelah melakukan kesalahan. Pertama, tindakan "membebalkan diri". Seseorang yang "membebalkan diri" beranggapan bahwa dirinya selalu benar atau jika melakukan kesalahan ia menganggap kesalahannya itu sebagai kebenaran. Kedua, mempersalahkan diri terus menerus. Penyesalan pada kesalahan tidak menumbuhkan tekad untuk berubah ke arah yang lebih baik karena terus menerus mempersalahkan diri.

Remaja Kristen juga dapat terjatuh pada kesalahan. Hal yang perlu diingat adalah: seseorang dapat bertumbuh melalui kesalahan. Belajar dari Daud yang sadar bahwa dirinya bersalah dan bersedia memperbaiki diri merupakan hal terbaik yang dapat dilakukan oleh remaja Kristen.

 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Ajak remaja menuliskan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Apa rasanya ketika melakukan kesalahan? Mintalah remaja menuliskan perasaan ketika melakukan kesalahan.
2. Sampaikan ilustrasi tentang sebagai contoh orang yang mengakui kesalahan masa mudanya.
3. Minta remaja membayangkan apa jadinya apabila dalam hidup bersama semua orang tidak pernah melakukan kesalahan. Perandaian ini dapat diceritakan.
4. Ajaklah remaja membaca teks Mazmur 51. Jelaskan kisah Daud yang melakukan kesalahan dengan penekanan tentang kesadaran, pertobatan, dan tekad Daud setelah ia belajar dari kesalahan yang dilakukannya.
5. Ajak remaja melakukan Kegiatan.
6. Akhiri dengan memberikan penekanan bahwa setiap orang dapat bertumbuh melalui banyak hal, termasuk melalui kesalahan yang dilakukannya.
 

KEGIATAN



                                                                   Diskusi Kelompok

1. Bagikan artikel "Mari Rayakan Kesalahan" (terlampir).
2. Minta remaja membaca artikel dan menanggapi kisah-kisah dalam artikel.
                                                     

ILUSTRASI


                                                   Agustinus: Berontak tetapi Dicengkeram Tuhan

Pernahkah kamu merasa telah melakukan sesuatu yang jahat sehingga kamu berpikir bahwa Tuhan tidak mau mengampunimu? Baiklah, kalau saja kamu tahu kehidupan Agustinus, Bapa Gereja, kamu akan menyadari bahwa tidak peduli seberapa jauh kamu berontak dan menyimpang dari Tuhan. Ia pasti akan membawamu kembali.

Agustinus lahir pada 13 November 354 di Tagaste, Algeria, Afrika Utara. Ayahnya bernama Patrisius, seorang kafir. Ibunya ialah Monika, seorang Kristen yang saleh. Monika mendidik ketiga putra-putrinya dalam iman Kristen. Namun demikian, menginjak dewasa Agustinus mulai berontak dan hidup liar. Pernah suatu ketika ia dan teman-temannya yang tergabung dalam kelompok "Tujuh Penantang Tagaste" mencuri buah-buah pir yang siap dipanen milik Tallus, seorang petani miskin, untuk dilemparkan kepada babi-babi.

Pada umur 29 tahun Agustinus dan Alypius, sahabatnya, pergi ke Italia. Agustinus menjadi mahaguru terkenal di Milan. Sementara itu, hatinya merasa gelisah. Sama seperti kebanyakan dari kita pada zaman sekarang, ia mencari-cari sesuatu dalam berbagai aliran kepercayaan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Sembilan tahun lamanya Agustinus menganut aliran Manikhisme, yaitu kelompok yang menolak Allah. Tanpa kehadiran Tuhan dalam hidupnya, jiwa Agustinus tetap kosong. Semua buku-buku pengetahuan dibacanya, tapi ia tidak menemukan kebenaran dan ketentraman jiwa.

Sejak awal tak bosan-bosannya ibunya menyarankan kepada Agustinus untuk membaca Alkitab. Namun.Agustinus meremehkan nasihat ibunya. Alkitab dianggapnya terlalu sederhana dan tidak akan menambah pengetahuannya sedikit pun.

Pada usia 31 tahun Agustinus mulai tergerak hatinya untuk kembali kepada Tuhan berkat doa-doa ibunya serta berkat ajaran Ambrosius, Uskup kota Milan. Namun demikian ia belum bersedia dibaptis karena belum siap untuk mengubah sikap hidupnya. Pada suatu hari, Agustinus mendengar tentang dua orang yang bertobat setelah membaca riwayat hidup Pertapa Antonius. Agustinus merasa malu. "Apa yang telah kita lakukan?" teriaknya kepada Alypius. "Orang-orang yang tak terpelajar memilih surga dengan berani. Tetapi kita, dengan segala pengetahuan kita, sedemikian pengecut sehingga terus hidup bergelimang dosa!" Dengan hati yang sedih, Agustinus pergi ke taman dan berdoa, "Berapa lama lagi, ya Tuhan? Mengapa aku tidak mengakhiri perbuatan dosaku sekarang?"
Tiba-tiba ia mendengar seorang anak menyanyi, "Ambillah dan bacalah!" Agustinus mengambil Alkitab dan membukanya tepat pada ayat, "Marilah kita hidup dengan sopan seperti pada siang hari... kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya." (Roma 13:13-14). Sejak saat itu,Agustinus memulai hidup baru.

Pada 24 April 387 Agustinus mantap dibaptis oleh Uskup Ambrosius. Ia memutuskan untuk mengabdikan diri pada Tuhan dan dengan beberapa teman dan saudara hidup bersama dalam doa dan meditasi. Pada tahun 388, setelah ibunya wafat, Agustinus tiba kembali di Afrika. Ia menjual segala harta miliknya dan membagi-bagikannya kepada mereka yang miskin papa, Ia sendiri mendirikan sebuah komunitas religius. Atas desakan Uskup Valerius dan umat maka Agustinus bersedia menjadi imam. Empat tahun kemudian Agutinus diangkat menjadi Uskup kota Hippo.

Semasa hidupnya Agustinus adalah seorang pengkhotbah yang ulung. Banyak orang tak percaya kembali ke gereja Katolik sementara orang-orang Katolik semakin diperteguh imannya. Agustinus menulis surat-surat, khotbah-khotbah serta buku-buku dan mendirikan biara di Hippo untuk mendidik biarawan-biarawan agar dapat mewartakan injil ke daerah-daerah lain, bahkan ke luar negeri. Gereja Katolik di Afrika mulai tumbuh dan berkembang pesat.

Di dinding kamarnya, terdapat kalimat berikut yang ditulis dengan huruf-huruf yang besar: "Di sini kami tidak membicarakan yang buruk tentang siapa pun." "Terlambat aku mencintai-Mu, Tuhan," serunya kepada Tuhan suatu ketika. Agustinus menghabiskan sisa hidupnya untuk mencintai Tuhan dan membawa orang-orang lain untuk juga mencintai-Nya.

Agustinus wafat pada 28 Agustus 430 di Hippo dalam usia 76 tahun. Makamnya terletak di Basilika Santo Petrus. Kumpulan surat, khotbah serta tulisan-tulisannya adalah warisan Gereja yang berharga. Di antara ratusan buku karangannya, yang paling terkenal ialah Pengakuan-Pengakuan (di Indonesia diterbitkan bersama oleh Penerbit Kanisius dan BPK Gunung Mulia) dan Kota Tuhan. Agustinus dikenang sebagai Uskup dan Pujangga Gereja serta dijadikan Santo pelindung para seminaris.

Sumber:
YESAYA: www.indocell.net/yesaya

LAMPIRAN:

                                                                            Mari Rayakan Kesalahan


Banyak orang menyesali kesalahan dan kegagalan dalam hidup mereka, termasuk yang mereka lakukan dalam karier mereka. Namun, ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari kesaiahan-kesalahan yang akan meningkatkan karir kita.

Suatu hari, seorang karyawan membuat kesalahan besar yang membuac rugi IBM jutaan dolar. Karyawan tersebut dipanggil oleh Tom Watson, pendiri IBM. Dengan kepala tertunduk, dia mengakui kesalahannya dan berkata:"Saya yakin Anda ingin pengunduran diri saya."

Apa yang terjadi setelah itu? Dalam banyak cerita, diceritakan bahwa Watson mengatakannya dengan senang had, "Anda pasti bercanda. Aku hanya menghabiskan 10 juta dolar untuk melatih Anda." Dan sejak saat itu, bahkan sampai sekarang, IBM masih dikenal sebagai salah satu perusahaan IT terkemuka di dunia.

Hal yang sama hampir terjadi pada salah satu cabang dari perusahaan online Zappos.com. Dalam program promosi pada website mereka, mereka membuat kesalahan dalam sistem harga. Akibatnya hampir semua produk yang dijual memiliki harga lebih rendah dibandingkan dengan biaya produksi. Menurut Tony Hsieh, CEO Zappos.com, karena kesalahan itu, perusahaannya mengalami kerugian sekitar $ 1.600.000 dolar. Namun - dalam laporan itu - yang diterbitkan di berbagai media dan jejaring sosial, Hsieh mengatakan bahwa tidak ada karyawan yang dipecat Di sisi lain, ia menyatakan bahwa itu adalah kesalahan yang membuat mereka lebih berhati-hati dan belajar untuk menjadi lebih teliti sehingga mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik di masa mendatang.

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999