HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US


 

Derap Remaja Edisi 39
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-
 

mei 2016    

kala aku jatuh dalam kesalahan
mazmur 51
  1

kala aku merasa tak mampu
keluaran 3:7-14,4:1-13
 
  2
kala aku dalam masalah
roma 8:19-25
 
  3
kala aku merasa ditinggalkan
mazmur 22:1-22
 
  4
saat hampa menyapa hidup
I raja-raja 19:1-8
  5

 
Bacaan:
Roma 8:19-25
Bahan yang diperlukan:
-Fotokopi kertas kerja untuk remaja
-Alat tulis
 


Kala Aku dalam Masalah
 
 


FOKUS


Setiap orang pasti punya masalah. Selama kehidupan masih berlangsung, masalahpun selalu ada. Masalah dapat datang baik dari dalam maupun dari luar diri manusia. Masalah dari dalam diri manusia misalnya konflik batin untuk menentukan pilihan atau menanggung akibat karena melakukan suatu kesalahan. Masalah dari luar diri manusia misalnya tertimpa bencana alam atau mengalami sakit karena terpapar virus. Jadi, tidak ada manusia yang dapat melarikan diri dari masalah. Masalah harus dihadapi.

Berat ringannya sebuah masalah bersifat relatif. Semua itu tergantung dari cara pandang orang terhadap masalah. Permasalahan yang sama bisa jadi berat bagi orang yang satu dan ringan bagi orang yang lain. Misalnya, putus dengan pacar. Bagi orang yang satu, ini merupakan akhir dari dunia sebab ia berpikir tidak akan ada lagi orang yang mencintai dan dicintainya. Sementara bagi orang yang lain, ini adalah sebuah kesempatan untuk lebih fokus pada studinya. Cara pandang yang positif terhadap masalah dapat membuat masalah terasa lebih ringan.

Yang pasti, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Bagi orang percaya, selalu ada harapan bahwa Tuhan akan menolong manusia menemukan jalan keluar tersebut. Pelajaran hari ini mengajak remaja untuk berani menghadapi masalah dan percaya bahwa Tuhan pasti menolong menemukan jalan keluarnya.
 

PENJELASAN TEKS


Roma 8 berisi dorongan, ajakan, penghiburan, dan pengajaran mengenai keberadaan manusia yang diizinkan untuk menjadi bagian dalam kemuliaan Allah. Pembahasan Paulus dalam pasal ini merupakan suatu pembahasan yang bernuansa eskatologis. Ia berbicara mengenai pengharapan yang dinantikan bukan saja oleh manusia, tetapi juga seluruh makhluk (ayat 19). Pengharapan seperti apakah ini? Pengharapan akan kemuliaan Allah (ayat 21). Siapakah yang mengharapkannya? Orang-orang yang tertindas. Penindasan yang dimaksud adalah penindasan oleh dosa. Dosa bukan saja telah merusak hubungan manusia dengan Allah, melainkan juga merusak hubungan manusia dengan sesamanya dan alam semesta. Dunia menjadi penuh dengan kejahatan, alam semestapun mengalami ketidakseimbangan.

Akibatnya, manusia dan alam mengalami masalah. Masalah itu menimbulkan penderitaan. Dan karena kerusakan demi kerusakan akibat dosa masih terus berlangsung, maka penderitaan pun seolah tiada henti. Permasalahan demi permasalahan datang silih berganti. Manusia pun mengeluh betapa beratnya hidup di dunia. Paulus mengibaratkan keluhan itu seperti sakitnya seorang wanita yang menghadapi persalinan (ayat 22). Alam pun mengerang dengan caranya sendiri (terjadi banjir, longsor, dan lain sebagainya). Jadi, bukan hanya manusia saja yang mengalami masalah, namun seluruh makhluk juga mengalaminya. Tidak ada yang terbebas dari permasalahan dan penderitaan yang menyertainya.

Penderitaan itu tidak pandang bulu. Penderitaan tidak hanya menimpa mereka yang sengaja merusak dunia dan berbuat kejahatan, melainkan juga menimpa mereka yang sudah menjalani hidup benar sesuai dengan tuntunan Roh Kudus (ayat 23). Karenanya, semua makhluk begitu menanti-nantikan pembebasan dari penderitaan ini. Bagi orang yang sungguh hidup di dalam Roh, pembebasan itu mengacu kepada pembebasan tubuh (ayat 23), yaitu pembebasan dari dosa dan keterbatasan yang senantiasa dirasakan selama hidup di dalam tubuh yang fana ini.

Hidup bebas dari penderitaan merupakan sebuah pengharapan yang harus terus diperjuangkan selama hidup di dunia. Mengapa? Sebab pengharapan itu belum kelihatan sekarang. Paulus mengatakan bahwa pengharapan yang dilihat bukan pengharapan lagi (ayat 24-25). Tidak semua orang dapat bertahan dalam perjuangan ini sebab sebagian orang menggantungkan harapan pada apa yang kelihatan. Namun bagi orang-orang yang sadar akan kemuliaan yang menanti, mereka akan menjadi orang-orang yang imannya kuat dan teguh. Iman yang mengarahkan pandangan mereka melampaui apa yang kelihatan.
 

PENGENAAN


Sekarang ini seringkali remaja berkata, "Saya stres!" Yang dimaksud sebenarnya ia sedang menghadapi masalah. Misalnya kesulitan mengerjakan PR, konflik dengan orang tua, konflik dengan pacar, krisis identitas, atau masalah dengan teman. Pada umumnya memang remaja mengalami masalah berkaitan dengan tugas perkembangannya menuju kedewasaan serta tuntutan lingkungan yang menyertainya seperti tuntutan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Teks Alkitab hari ini mengingatkan bahwa masalah selalu ada selama kehidupan masih berlangsung. Tidak ada seorang pun yang tidak punya masalah sebab masalah datang dan menimpa semua makhluk tanpa pandang bulu. Jadi, jika remaja mendapatkan masalah, remaja perlu membuang jauh-jauh pikiran bahwa hanya dirinyalah orang satu-satunya yang bermasalah.Yang penting, sebagai orang percaya, remaja punya pengharapan kepada Tuhan. Pada waktunya Tuhan pasti akan memberi kebebasan dan jalan keluar atas permasalahan dihadapi.

Bagaimana respons remaja terhadap masalah tentu sangat terkait dengan pola didik orang tua sejak masa kanak-kanak? Remaja yang sejak masa kanak-kanak biasa dididik untuk memandang masalah sebagai sesuatu yang harus dihadapi dan diselesaikan dengan cara yang positif, cenderung tidak akan melarikan diri dari masalah dan memakai cara yang positif pula untuk menyelesaikan masalahnya. Sebaliknya, remaja yang sejak masa kanak-kanak tidak biasa dididik untuk memandang masalah sebagai sesuatu yang harus dihadapi dan diselesaikan dengan cara yang positif, cenderung akan melarikan diri dari masalah dan memakai cara yang negatif untuk menyelesaikan masalahnya. Bagaimanapun juga, remaja mesti menyadari bahwa masalah harus dihadapi dan diselesaikan sebab setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Melarikan diri dari masalah tidak akan mengurangi bobot masalah atau menghilangkan masalah.
 

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN


1. Tunjukkan ilustrasi kepada remaja. Beri pengantar bahwa setiap manusia mempunyai masalah. Tidak seorang pun di dunia ini yang terbebas dari masalah. Selama manusia hidup, masalah pun selalu ada. Saat datang masalah, jangan merasa hanya diri sendiri seorang yang punya masalah.
2. Masuklah dalam Penjelasan Teks. Sampaikan bagaimana masalah dan penderitaan melanda semua makhluk tanpa pandang bulu, namun orang percaya punya harapan bahwa Tuhan pasti menolong.
3. Jelaskan dua respons manusia terhadap masalah: menghadapi atau melarikan diri. Sampaikan bahwa sebenarnya tidak ada manusia yang dapat melarikan diri dari masalah. Jadi masalah harus dihadapi. Orang yang melarikan diri dari masalah terkadang karena ia memandang masalah dari sisi negatif. Padahal berat ringannya masalah bergantung dari mana sudut pandangnya (lihat Fokus).
4. Sampaikan Pengenaan.
5. Akhiri dengan Kegiatan.
 

KEGIATAN



Berbagi Ide Pemecahan Masalah

1. Minta remaja duduk melingkar. Jika jumlah remaja cukup banyak, maka minta remaja mengelompokkan diri. Setiap kelompok terdiri atas 6-8 orang.
2. Bagikan kepada remaja Kertas Kerja (lihat Lampiran).
3. Minta tiap remaja menuliskan masalah yang sedang dihadapinya dalam bentuk pertanyaan. Misalnya: Bagaimana sebaiknya saya bersikap kepada seorang teman di sekolah yang sering mengganggu saya?
4. Minta remaja untuk memberikan Kertas Kerja yang berisi pertanyaan kepada remaja yang duduk di kanan atau kirinya.
5. Remaja yang menerima Kertas Kerja dari remaja di sebelahnya segera menuliskan jawabannya pada kolom Saran Pemecahan Masalah yang telah disediakan.
6. Ulangi proses yang sama dengan memberikan kertas berisi pertanyaan tadi kepada remaja berikutnya. Demikian seterusnya, hingga akhirnya lembar pertanyaan tadi kembali pada pemilik pertanyaan.

Jika masih ada waktu, pembimbing dapat mengajak remaja mendiskusikan saran pemecahan masalah yang telah ditawarkan remaja lain. Panduan diskusinya sebagai berikut:
1. Apakah orang lain menemukan jawaban yang cocok untuk menyelesaikan masalahmu?
2. Apakah dari jawaban-jawaban yang kamu terima, kamu mendapat inspirasi/ide lain untuk memecahkan masalahmu?
3. Apakah pikiranmu sekarang menjadi lebih terbuka bahwa setiap masalah pasti ada penyelesaiannya? (Apalagi jika remaja meminta pertolongan kepada Tuhan)
                                                      
                                                     

ILUSTRASI

                                                                Kertas Kerja

Tuliskanlah sebuah masalah yang sedang kamu hadapi saat ini dalam bentuk pertanyaan. Contoh: Bagaimana sebaiknya saya bersikap kepada seorang teman di sekolah yang sering mengganggu saya?
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................

                                                       Saran Pemecahan Masalah
 
NO. NAMA SARAN PEMECAHAN MASALAH
1.    
2.    
3.    
4.    
5.    
6.    
7.    
8.    

 

 


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999