Membentengi Masuknya Faktor "U"
 

  Syalom,
Saya membutuhkan waktu beberapa menit untuk bisa memasukkan benang ke lobang jarum.
Faktor "U" (Usia) memang membuat segalanya seperti melambat, kadang seperti hidup tidak ada gunanya.
Pagi itu saya berusaha membetulkan celana kolor yang robek.
Sekalipun lama, celana ini enak dipakai, sayangnya karena murah, barang korden ini tidak punya kwalitas berarti, namanya juga kolor, sekedar dipakai santai.
Sekalipun barang sederhana, tetap kita perlukan.

Di sore yang indah itu, saya menerima sms dari seorang pelayan Tuhan yang rajin membantu para Hamba Tuhan dan gereja di daerah, isinya kira-kira begini:
"Syalom, selamat sore pak, jika bapak sedang di Harapan Indah dan sekitarnya, saya undang bapak mampir ke rumah, ada sembako, celana pendek selutut & jaket kaos".

Kaget bercampur sukacita, saya menyambutnya.
Ternyata Tuhan memperhatikan, juga hal-hal yang kecil yang remeh temeh Tuhan peduli...Tuhan memberi bahkan lebih dari yang kita minta.
Tidak cuma kolor, Tuhan memberi lebih dari itu, bukan kwalitas korden, ini kwalitas Tuhan, karena ada makna di balik pemberian ini.

Tugas kita adalah tetap berharap serta bersandar pada Tuhan, sekalipun kita dalam posisi kekurangan namun tetap kita berusaha semampu kita mengerjakan hal-hal baik yang sanggup kita kerjakan, sekalipun usia kita sudah tua.

"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu." (Yes 46:4)

Tuhan memberkati. (TP)

 
 

| A R S I P |


   
Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999