TUHAN BENTENG HIDUPKU

 
Saya lahir, tumbuh besar dan berkeluarga di kota Garut. Setelah lama aktif di gereja setempat, saya mulai berkunjung berkala ke desa-desa di Garut
Selatan untuk menginjil.

Ternyata kegiatan rutin ini meresahkan beberapa orang penduduk dan Pemuka Agama setempat. Suatu waktu, saat kami sedang mengadakan ibadah, datang sekerumunan orang dengan berteriak-teriak dan membawa banyak "senjata" mengepung kami. Saat diseret keluar, saya segera berdoa, minta Tuhan Yesus tolong. Mereka beramai-ramai menendang, memukul, sambil berteriak-teriak penuh caci maki. Saya rasakan ketakutan dan kengerian yang luar biasa, teringat istri dan anak-anak. Hal ajaib terjadi! Meskipun setiap pukulan itu sampai di muka dan tubuh, saya tidak merasakan sakit. Setelah lelah / puas menyiksa dan mengancam agar jangan berani datang lagi, mereka pun pergi.

Dalam keadaan muka dan tubuh babak belur, memar, banyak darah dan luka terbuka, juga beberapa gigi lepas kena pukul, team segera membawa saya ke kota Garut, dan lanjut ke Bandung. Sepanjang perjalanan, mereka terus berdoa, agar saya tetap hidup. Sesampainya di Rumah Sakit di Bandung, langsung masuk ruang Gawat Darurat, di-rontgen dan diperiksa semua. Dokter dan suster pun heran!

Mereka tidak menemukan organ dalam tubuh yang rusak. Tidak ada geger otak juga. Setelah dirawat beberapa hari untuk memastikan tidak ada keluhan lanjutan, saya boleh pulang.

Bergumul berbulan-bulan dengan rasa trauma, dengan kekuatan dari Tuhan, saya kembali datang ke tempat itu dan kembali mengadakan ibadah. Puji Tuhan, sejak itu tidak ada lagi gangguan yang berarti. Beberapa dari penduduk menerima Tuhan Yesus dan dibaptis. Saat ini, mereka sudah menjadi Gereja yang berkembang dan Tuhan kirim jiwa-jiwa baru.

Disaksikan oleh N.Z.

 
 

| A R S I P |


   
Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999