Cerita yang ditampilkan merupakan cerita atau kesaksian yang bisa
         menggugah dan memotivasi pembacanya.
         Bisa juga merupakan kesaksian pribadi, kiriman email atau diambil dari buku,
         kadang juga kiriman berantai dengan sumber yang tidak jelas
 


HADIAH KENAIKAN TINGKAT

 


Syalom.
Kami percaya bahwa Tuhan ijinkan perkara besar terjadi sebagai ujian naik tingkat. Bila kita lulus uji, Tuhan akan sediakan hadiah. Sesudah kami menjalani operasi besar 20 Mei 2013 lalu, kami imani Tuhan akan memberi kami hadiah berupa rumah yang lebih besar. Uang muka sudah tersedia, hasil penjualan rumah Juli 2013 lalu.

13 Juli 2013, kami ditawari sebuah rumah bekas, belum pernah ditempati, seharga Rp 1900. Sesudah semua anggota keluarga melihat-lihat dan merasa cocok, kami menawar Rp 1760 dan ditolak. Saat hendak pulang, sangat jarang terjadi, alarm mobil bermasalah. Setiap pintu ditutup, alarm berbunyi dan kami jadi tertahan, tidak bisa langsung pulang. Saat itulah, pemilik datang mendekati mobil kami yang sedang heboh dan harga rumah turun menjadi Rp 1800 pas. Puji Tuhan!
22 Juli 2013 kami mengajukan KPR ke B* dan kebetulan pagi itu kepala bagian Kredit Konsumen sedang berkunjung di situ. Kami sering datang ke kantor cabang ini, tetapi baru kali ini bertemu Beliau. (Terakhir kami baru mengerti bahwa Tuhan menolong kami melalui Beliau ini)

13 Agustus 2013, B* mengabarkan KPR hanya disetujui Rp 887. Karena tidak cukup untuk melunasi, kami mengajukan batal tetapi ternyata pemilik rumah juga sedang bermasalah. Ia menugaskan orang yang tidak tepat untuk mengurus PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), dan sudah 1 bulan ini berkas tersebut belum dia dapat. Dengan kondisi demikian, dia memberi perpanjangan waktu. Puji Tuhan!
Kami mengajukan KPR di 2 bank lain, mulai dari NOL lagi.
Puji Tuhan, kepala bagian Kredit Konsumen B* mengupayakan peninjauan ulang KPR kami. 20 Agustus 2013, pinjaman naik menjadi Rp 967. Karena masih menunggu jawaban dari 2 bank lain dan berkas PBB yang belum ada, kami menunda persetujuan dengan B* sambil menghubungi Notaries untuk meminta perincian biaya-biaya.

02 Sept 2013, pinjaman KPR B* naik lagi menjadi Rp 1070. Puji Tuhan!
Karena suku bunga Bank Indonesia sudah 2 kali naik sejak kami mengajukan KPR, maka bunga KPR sekarang naik menjadi 8,75%. Hal lain, notaries menyampaikan adanya biaya tambahan karena semua rincian biaya dibuat untuk pinjaman Rp 967, bukan Rp 1070. Untuk hal ini, kami pasrah saja.
10 Sept 2013, akhirnya kami akad kredit. Di luar dugaan, bunga pinjaman kembali ke 8,00%. Notaries pun tidak meminta tambahan biaya. Puji Tuhan!!

Elza Boenyati

 
 

| A R S I P |


   
Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999