TUHAN MEMBERI YANG TERBAIK TEPAT PADA WAKTUNYA
 

  Syalom.

Sejak menikah pada November 1997, kami suami istri tinggal di kamar kost.
Pada Juni 1998, kami pindah ke rumah kontrakan.

Meskipun saya ikut mencari nafkah mulai tahun 2000, uang yang kami kumpulkan
tidak cukup untuk uang muka rumah. Kami rindu punya rumah sendiri, tetapi
kenaikan harga rumah lebih besar daripada kenaikan jumlah tabungan kami.
Setiap Juni, kami memperpanjang masa kontrak rumah, meskipun lingkungannya
semakin bermasalah. Jalanan rusak, banyak lubang, mudah banjir, banyak rumah
yang kecurian. Rumah pun semakin lembab, sebagian dinding berjamur, banyak
kayu di bagian atap juga di langit-langit dimakan rayap, bocor di banyak
tempat. Setiap hujan, kami sibuk meletakkan ember dan baskom untuk menampung
kucuran air. Saat puncak musim hujan, pintu-pintu harus disumbat supaya
banjir tidak masuk. Meskipun begitu, kami berminat membeli rumah tersebut
asalkan boleh KPR tetapi Pemilik rumah menolaknya.

Suami selalu mengingatkan untuk berserah kepada Tuhan. Kami bergumul dalam
doa, juga tetap setia membayar perpuluhan. Kami survey ke banyak lokasi,
baik rumah bekas ataupun baru, dan tidak mudah karena dana terbatas. Rumah
bekas dengan luas tanah 60 m2 pun saya mau, tetapi suami lebih mencari rumah
baru. Secara manusia, keadaan ini membuat stress. Kami percaya bahwa Tuhan
akan memberi rumah pada waktu NYA, tetapi kapan? Berapa lama lagi?

Maret 2003, kami ke kantor pemasaran. Tidak diduga, Developer membuka
cluster baru dan uang muka bisa dicicil 8 kali. Kami segera membayar uang
tanda jadi untuk rumah dengan tipe paling kecil, luas tanah 102 m2. Sudah
seperti orang kalap, kami berencana untuk menutupi uang muka ke-6 s.d. ke-8
dengan meminjam uang ke kantor dan keluarga. Keesokan harinya, marketing
mengabarkan bahwa dia salah memberi informasi, uang muka hanya boleh dicicil
6 kali. Kami sampaikan bahwa kami tidak sanggup dan meminta kebijaksanaan.
Puji Tuhan, atasannya mengabulkan. Saat akad kredit KPR Oktober 2003, semua
cicilan uang muka telah lunas dibayar tanpa meminjam uang. Tuhan telah
sediakan bahkan untuk biaya KPR dan biaya notaris!

Ternyata cluster yang berada di ujung perumahan tersebut, yang berbatasan
dengan sawah, rawa-rawa dan tanah kosong, beberapa tahun kemudian diperluas
dan menjadi sector baru. Kawasan baru dengan jalan yang lebar, saluran
drainage yang baik, banyak cluster baru, dan sangat jarang banjir. Kenaikan
harga rumah kami jauh lebih besar dibandingkan semua rumah yang pernah kami
survey. Tuhan memberi kami yang terbaik pada waktu-NYA. Puji Tuhan!

Elza Boenyati

 
 

| A R S I P |


   
Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999