Suatu siang, seorang Ibu menelepon saya. Ia mendapatkan nomor telepon saya dari "kesaksian" di www.sahabatsurgawi.net, padahal saya tidak menulisnya.
Ternyata seorang teman yang meminta saya bercerita tentang pelayanan saya telah menulis dan mengirimkannya.

Berikut kesaksian yang dimuat di November 2012:

Pelayanan pada suku terasing

Saya Pdm. Gustaf (Yanto) telah 6 thn melayani suku terasing. Bagi saya sebenarnya pelayanan ini terasa berat. Karena memang untuk menjangkau suku ini saya harus mempersiapkan fisik yang prima, sebab saya harus mendaki gunung, dan melalui jalan setapak pinggiran jurang, sungai yang berarus sangat deras dan medan yang sulit.
Untuk menjangkau suku ini saya harus menempuh jarak perjalanan selama 4 hari dari tempat saya. Untuk semuanya ini saya harus meninggalkan istri dan anak saya berhari-hari lamanya.

Namun adalah satu sukacita bagi saya karena jerih payah saya selama 6 tahun ini tidaklah sia-sia,sekalipun tanpa sponsor tetap, saya sudah bisa mendirikan sekolah darurat.

Harapan saya ke depan suku Wana yang saya layani ini khususnya anak-anak bisa baca tulis dengan baik. Dan lebih mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Doa saya semoga Tuhan mengutus teman untuk bisa bersama-sama saya mengerjakan proyek besar ini.

Sejak telepon itu, selama Februari 2013 s.d. Januari 2014, ia menjadi sponsor untuk pembangunan tambahan kelas-kelas, pembuatan WC sekolah dan rumah Pembina. Ia juga mengirimkan pakaian dan sepatu bagi para Hamba Tuhan dan pengajar. Murid-murid mendapat pakaian juga.

Hal tersebut membuat saya terharu.
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. (Amsal 16 : 9)

Sebelum ini, saya sudah mendatangi beberapa Gembala Senior yang Gereja dan kehidupan ekonominya sudah mapan, sudah diberkati rumah besar dan bagus, banyak mobil, tetapi mereka tidak tergerak untuk mendukung pelayanan untuk suku Wana. Saya juga menghubungi beberapa anak Tuhan yang pengusaha kaya setempat, tetapi mereka pun tidak tergerak.

Di dalam rasa kecewa, saya berdoa agar Tuhan mengirimkan orang sederhana, yang meskipun tidak kaya, tetapi mau terbeban untuk suku Wana. Hampir 3 tahun kemudian, Tuhan menjawab doa saya lewat seorang karyawati, bukan pengusaha, bukan Gembala! Rancangan Tuhan melebihi rancangan manusia agar kita mengandalkan Tuhan saja.

Pdm. Gustaf Erwanto Paoda
Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah

 
 

| A R S I P |


   
Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999