PERGUMULAN 43 TAHUN

 

Syalom.
Tahun 1970, bunda berpacaran dengan ayah yang belum mengenal Tuhan Yesus.
Awalnya ayah mau datang ke Gereja, tetapi kemudian muncul kekecewaan di
Gereja itu. Sejak itu, ayah antipati terhadap Pendeta, Gereja, Kristen dan
hal-hal terkait dengan itu semua.

Mereka menikah tahun 1972, membangun keluarga di luar Tuhan Yesus, hidup
damai sejahtera, memiliki 3 orang anak.

Dalam kondisi itu, ternyata bunda diam-diam berdoa dan berusaha agar
anak-anak menjadi Kristen.

Bunda kadang-kadang mengirim kami untuk berakhir pekan di rumah kakak
/adiknya agar kami ikutan ke Gereja.

Bunda pun dapat meyakinkan ayah untuk menyekolahkan anak-anak di TK s.d. SMA Katolik dengan alasan mutu pendidikannya baik. Di situlah kami mengenal Yesus.

Setelah saya, anak pertama, menikah di Gereja tahun 1997, Bunda mulai datang ke Gereja, meskipun hal itu kadang membuat ayah marah.

Setelah adik saya, anak bungsu, menikah di Gereja tahun 2010, Bunda mulai
mengundang banyak pendeta, teman dan saudara untuk meng-kristen-kan ayah, tetapi belum berhasil.

Akhir tahun 2011, sungguh di luar dugaan, ayah yang tanggal 03 Feb 2012
berusia 81 tahun, mau datang ke Kebaktian Natal.

Ayah merasa bosan dan kesepian. Teman sebaya, adik kandung dan sepupu
sebagian besar sudah meninggal. Sejak saat itu, ayah cukup rajin datang ke
Gereja.

Puji Tuhan, 29 Desember 2013, Ayah dibaptis, bersama-sama anak keduanya.
Akhirnya, setelah 43 tahun, doa Bunda agar kami sekeluarga menjadi Kristen
terkabul.

Tuhan yang sangat baik mengijinkan hal itu terjadi pada keluarga kami.

Percaya dan berdoa dengan sabar saja! Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Elza Boenyati


 
 

| A R S I P |


   
Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999