Cerita yang ditampilkan merupakan cerita atau kesaksian yang bisa
         menggugah dan memotivasi pembacanya.
         Bisa juga merupakan kesaksian pribadi, kiriman email atau diambil dari buku,
         kadang juga kiriman berantai dengan sumber yang tidak jelas
 


Sungguh, Tuhan itu Maha Tahu!
 


Syalom.

Sejak Nov 2006, saya memiliki seorang rekan kerja, Sdr.EF. Hubungan kami dekat seperti sahabat, saling menasehati dan mendukung. Saat saya pindah ke perusahaan lain, beberapa bulan kemudian, Sdr. EF ikut pindah ke perusahaan ini.

Keadaan berubah setelah Sdr. EF cuti melahirkan.
Motivasi kerjanya menurun dan sering lupa akan tanggung jawab. Akibatnya,
saya dan rekan kerja sering ditegur oleh atasan, dianggap lalai padahal tugas
sudah kami selesaikan dan di-disposisikan ke Sdr. EF tetapi ia lupa menindaklanjuti.
Hal itu membuat saya sangat jengkel.
Sorenya, seorang staf senior menemui saya, mengeluhkan hal yang sama, dan saya terpancing untuk saling curhat.

Keesokan pagi, satu SMS masuk dari Hamba Tuhan di luar pulau, yang tidak tahu apa yang saya alami, tertulis Lebih baik ditegur SAHABAT yang selalu ada dalam keadaan susah, daripada disanjung teman yang hanya ada waktu bahagia dan senang?! Sebab sahabat selalu bermaksud baik, tetapi teman yang sementara kadang-kadang menjerumuskan. Amsal 17:17?

Ya, ampun! Tuhan sadarkan saya! Daripada terus berdiam diri, kecewa, jengkel dan menjauh, saya segera menemui Sdr. EF, menyampaikan dengan lemah lembut semua keluhan, pendapat juga harapan agar dia sadar dan berubah.Hubungan kembali baik bila ada komunikasi dari hati ke hati.

Sungguh, Tuhan itu Maha Tahu!

Elza Boenyati
 
 

| A R S I P |


   
Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999