Tuhan Menyediakan

 
Semenjak awal kehamilan istri saya, kami sepakat untuk melahirkan dengan normal di puskesmas yang dekat dengan tempat pelayanan kami. Untuk itu, berbagai saram yang disampaikan seperti harus rajin jalan pagi maupun harus banyak bergerak terus dilakukan istri saya agar bisa melahirkan normal.
Memasuki usia delapan bulan kami kembali memeriksakan kondisi istri seperti yang biasa dilakukan. Dari pemeriksaan tersebut, bidan menyarankan untuk melakukan USG di RSUD. Dari hasil USG di RSUD berat bayi diperkirakan 2300 gram. Namun, ada sebuah kekuatiran karena tekanan darah istri saya yang cukup rendah 90/60 sehingga bidan menyarankan untuk mencari pendonor buat mencegah hal yang tidak diinginkan.
Mendekati usia kehamilan 9 bulan, kami memutuskan untuk melahirkan di Kota, mengingat terbatasnya fasilitas kesehatan di daerah ini dengan kondisi istri yang memiliki tekanan darah rendah. Sesampainya di Kota, istri saya langsung memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan. Dari hasil pemeriksaan (USG), diperkirakan berat bayi 3500 gram, dan tekanan darah istri saya normal, hasil yang cukup membuat kami terkejut. Dokter kemudian menyampaikan bahwa dalam seminggu berjalan adalah waktu untuk melahirkan, tapi kalau tidak seminggu kemudian harus bail untuk diambil tindakan selanjutnya.
Seminggu berjalan, seperti biasanya orang yang akan melahirkan istri saya sering merasa sakit dibagian perut bahkan susah tidur, namun belum juga melahirkan. Akhirnya kami kembali ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, berat bayi terus bertambah, air ketuban sudah hampir habis serta ada lilitan sehingga dokter memutuskan untuk dioperasi. Sebagai seorang suami, saya menyetujui karena saya mau hasil terbaik, namun disisi lain ada sedikit kekuatiran karena dana kami yang terbatas. Malam itu juga istri saya dibawa ke RS karena besok paginya operasi akan dilaksanakan.
Puji Tuhan, besoknya tepatnya tanggal 04 Oktober 2013, operasi dilakukan dan semua berjalan lancar ada sebuah sukacita yang besar dalam hidup saya. Namun saya terus berpikir bagaimana dengan biaya Persalinan yang cukup besar buat kami yang lagi merintis pelayan di daerah. Memang ada dana yang kami pegang, tetapi itu dana untuk Pembangunan dan sebagaimana komitmen kami bahwa apapun yang terjadi kami tidak akan mengutak-atik dana tersebut, namun dalam kondisi seperti ini sepertinya membuat kami harus melanggar komitmen kami.
Akhirnya sebuah keyakinan muncul bahwa kalau Tuhan mengijinkan istri saya dioperasi, meka Tuhan pasti menyediakan semua dana yang dibutuhkan. Puji Tuhan, ketika kami hendak keluar RS ada beberapa anak Tuhan yang tahu istri saya lagi di operasi mengirimkan dana untuk membantu dan ternyata semua itu cukup untuk membayar biaya RS bahkan Tuhan memberikan lebih. Tuhan menyediakan tepat pada waktuNya.

Pdm. Voldi Y.A. Mokosolong


 
 

| A R S I P |


   
Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright 1999