HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

   
 Membuka Tirai Kesaksian
 
 

TIDAK MAU DIKASIHANI

 

Cerita ini merupakan kelanjutan cerita "Wanita yang tidak diinginkan"

Beberapa hari setelah operasi, saya kembali ngantor di proyek. Sebenarnya masih berasa nyeri, tetapi diam di rumah pun tidak nyaman. Itu lho...rumah yang di pinggir kali, yang sering hingar bingar karena tetangga punya lagu favoritnya masing-masing. Tinggal di warung mami pun sama berisiknya. Suara mobil motor lalu lalang hampir 24 jam.
( Kondisi lengkapnya ada di  www.ayamrajawali.blogspot.co.id/2017/02/dari-pinggir-kali-ke-rumah-real-estate.html )

Meskipun untuk sementara waktu tidak turun ke lapangan (project site), saya bisa kerjakan hal-hal lain seperti review gambar kerja, ngurusin perhitungan pekerjaan tambah kurang dan order material.
Banyak duduk dan hanya berjalan sebentar untuk mengambil minum atau ke kamar mandi di sebelah kantor proyek. Untuk menahan guncangan saat berdiri atau berjalan, saya selipkan lengan di antara dada dan perut.
Sorenya, Pak SK datang... ini pertama kalinya kami bertemu setelah saya operasi. Pak SG, atasan saya, cuma melirik. Sepertinya dia penasaran dengan reaksi Pak SK. Apakah akan sama seperti yang Pak SG katakan beberapa jam yang lalu?
( Ucapan lengkapnya ada di www.ayamrajawali.blogspot.co.id/2017/03/wanita-yang-tidak-diinginkan.html )
Merasa menyesal lalu mundur teratur?
Mulai mencari wanita lain, yang lebih besar peluangnya untuk memberi keturunan?
Ya ampun...ternyata saya terpengaruh juga!
Pikiran pikiran itu simpang siur di benak dan menekan perasaan.
Meskipun statusnya m a n t a n ....hati kecil ini belum move on juga.
Seandainya ini "perang", siapa yang sebenarnya kalah? Saya? Kalah telak? Hiks....

Saya tetap duduk di belakang meja kerja, tidak jauh dari meja Pak SG.
Sama seperti karyawan lain, pertanyaan Pak SK sama saja.
Sakit apa? Kenapa operasi? Koq sudah masuk kerja?
Bla ...bla...bla.... bukan pertanyaan baru...so jawabannya sama juga: "rahasia... ga usah dibahas. Ngomong yang lain aja ya."
lalu Pak SK menjawab: "Nanti pulang saya yang antar!" dan tanpa menunggu konfirmasi, dia langsung pergi keluar kantor proyek.

Sorenya, Pak SK benar-benar mengantar saya pulang. Kami duduk diam sepanjang perjalanan, dari proyek sampai mendekati pintu tol keluar. Waktu terasa bergerak lambat....sama seperti mobil yang berjalan pelan di jalur paling kiri, bahkan kadang di bahu jalan. Mata saya menerawang keluar jendela.
Keluar tol Pasteur, Pak SK berkata, "Apa sih yang dipikirin? Kenapa diam aja? Ga enak kalau diam-diaman terus. Kalau ada masalah, lebih baik ngomong. Selama kamu masih sakit, saya akan usahakan untuk antar jemput. Angkutan umum kan goncangannya lebih terasa."

Saya jawab singkat, "Terima kasih... tetapi saya tidak perlu dikasihani."
Dia langsung jawab, "ini bukan (rasa) kasihan tapi sayang."
Hm ... saya pun terdiam.
Dia pun melanjutkan, "Kalau kamu ga bisa terima saya sebagai pacar.... kamu bisa anggap saya sebagai kakak..... Saya tidak punya adik perempuan, juga tidak punya saudara di sini.... Gimana? Enaknya gimana...terserah kamu aja.... tetapi sebagai kakak, boleh dong datang ke rumah adik.....sekali-sekali nemanin jalan-jalan juga."
Ha...ha...ha...bisa-bisanya dia aja deh.

cerita bisa berlanjut ke www.ayamrajawali.blogspot.co.id/2017/03/trauma-berat.html
Elza Boenyati

Sumber: http://ayamrajawali.blogspot.co.id/

 

| Arsip |

 

 

Copyright 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.