HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

PEMAHAMAN ALKITAB                  MARET 2019 (II)

Bacaan : Daniel 3: 19-30
Tema Liturgis : Kedaulatan Cinta dan Keadilan Allah Berjalan Seiring Indah Pada Waktunya.
Tema PA : Jawaban Iman Dalam Cinta Dan Keadilan Allah.

Hermeneutik/Penjelasan Teks:

Latar Belakang Teks

Kitab Daniel merupakan kitab yang mencatat peristiwa dari penyerbuan pertama Nebukadnezar ke Yerusalem (sekitar th 605SM) hingga tahun ketiga pemerintahan Koresy (th 536). Sehingga, latar belakang sejarah kitab Daniel ini adalah Babel selama 70 th pembuangan. Daniel beserta dengan Hananya, Misael dan Azarya ikut dalam pembuangan di Babel. Mereka tergolong para pemuda yang memiliki perawakan yang baik, memahami berbagai hikmat, berpengetahuan dan wawasan yang luas (lih.Dan 1:4). Mereka adalah para pemuda yang memenuhi kriteria baik untuk dijadikan pekerja di Istana Raja Babel.Pada saat berada di Babel nama mereka diubah oleh pemimpin pegawai istana. Nama Daniel diubah menjadi Beltsazar, Hananya menjadi Sadrakh, Misael menjadi Mesakh dan Azarya menjadi Abednego (Dan 1:7).

Secara singkat, keempat pemuda ini dikaruniai oleh Allah hikmat, bernubuat dan mengartikan penglihatan/vision. Kemudian Daniel dimuliakan oleh raja Nebukadnezar sebab ia dapat mengartikan mimpi raja. Ia dijadikan kepala semua orang bijaksana di Babel dan tinggal di istana Raja. Sedangkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjadi penguasa pemerintahan wilayah Babel (lih.Dan 2:48-49).

Karakter dalam Daniel 3: 19-27


Kemudian raja Nebukadnezar membuat patung emas sebagai lambang atas dirinya dan memerintahkan semua orang menyembahnya. Namun Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak menyembah patung itu. Raja pun marah. Maka ada 4 tokoh utama dalam kisah ini, yaitu:

Sadrakh, Mesakh, Abednego:

1. Adalah orang buangan di Babel yang mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan di wilayah Babel.
2. Hanya menyembah Tuhan Allah dengan setia = memperhatikan dan melakukan perintah/sabda Tuhan.
3. Imannya teguh pada Allah: Percaya Allah pasti menolong.
4. Berani menolak dan tidak takut kepada ancaman Raja.(Dan 3:17-18)
5. Dilindungi dan diselamatkan oleh Allah dari panasnya api perapian.

Raja Nebukadnezar:

1. Membuat patung emas untuk memuja diri dan memerintahkan semua orang memujanya (patung).
2. Mudah emosi: marah, mudah memutuskan sesuatu dan mudah mengubah keputusan.
3.Kemarahan yang meluap: menjadikannya orang yang bahaya! Ini dapat mematikandan salah sasaran. Kemarahan yang ditujukan pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego dengan memasukkan dalam perapian justru menjadikan pegawai Raja (yang tunduk pada perintah Raja) yang diutus melemparkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego mati terkena panas perapian.
4. Tidak menghargai hidup orang lain: tega menghilangkan nyawa karena tidak dipuja.

Sadrakh, Mesakh dan Abednego dimasukkan dalam perapian karena menolak untuk menyembah patung raja Nebukadnezar. Mereka dihukum dengan diikat dan dimasukkan dalam perapian yang sangat panas (7 x panasnya). Utusan raja yang akan memasukkan mereka dalam perapian, mati karena panasnya perapian sampai di luar batas perapian. Namun mereka selamat dari perapian karena mendapat perlindungan dari Allah. Raja Nebukadnezar melihat ada seorang bersama Sadrakh,Mesakh dan Abednego dalam perapian. Raja menyebutnya malaikat Allah, sedangkanpegawai raja menyebutnya seperti anak dewa. (lih.Dan 3:25, 28). Dalam kisah tersebut tampaklah bahwa:

1. Sadrakh, Mesakh dan Abednego menyadari resiko menyembah Allah dibandingkan menyembah dewa. Resiko tetap menyembah Allah adalah nyawa mereka sendiri. Namun hal itu justru membuat mereka bertiga menyadari harus selalu hidup benar dihadapan Allah (takut dan hormat pada Allah).Hal ini ditunjukkan melalui cara hidupmereka yaitu dengan melakukan hidup suci (bersih, tak bernoda) jasmani dan rohani. Mereka menjaga apa yang dikonsumsinya (yang masuk dalam tubuh/makanan: hanya sayur dan air, tidak makan makanan raja) untuk tubuh tetap sehat. Mereka pun menjaga kesucian batinnya dengan berdoa serta berpuasa[1]. Hingga saat menghadapi maut, mereka tetap berdoa sambil memuji-muji nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa penyerahan diri total telah dilakukan: hidup dan matinya adalah tertuju pada Allah. Allah pun tidak tinggal diam atas mereka. Allah memberikan keadilan dan menunjukkan cintanya.
2. Allah berlaku adil bagi Sadrakh, Mesakh, Abednego. Keadilan Allah tidak sama dengan membebaskan mereka dan menghukum raja. Keadilan Allah diwujudkan dalam perlindungannya secara langsung bagi Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang bisa dilihat secara langsung oleh raja Nebukadnezar dan para pegawainya. Keadilan Allah membuat mereka selamat, sekaligus membuat raja Nebukadnezar melihat (menyaksikan langsung) bagaimana Allah menyelamatkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Keadilan Allah merupakan jawaban iman mereka bertiga dalam kesehariannya dan pada saat menghadapi tekanan.
3. Allah mencintai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, juga raja Nebukadnezar. Cinta Allah tampak dari penyelamatan Sadrakh, Mesakh, Abednego dari panasnya perapian. Sedangkan cinta Allah bagi raja Nebukadnezar yakni dibuatnya menyaksikan sendiri bagaimana Allah menyelamatkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego.Cinta Allah pada raja Nebukadnezar ini menunjukkan bahwa Allah menghargai kehidupan manusia dengan tidak serta membalas niatan Nebukadnezar pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Cinta kasih Allah ini justru membuat raja Nebukadnezar mengakui kemahakuasaan Allah dan memujinya.

Pertanyaan Reflektif:

1. Pernahkah saudara menghadapi pergumulan yang menggoyahkan iman ? Apakah itu?
2. Apakah yang saudara lakukan saat menghadapi pilihan yang sulit dan mengancam/ mempengaruhi kehidupan saudara?
3. Bagaimana Allah menolong saudara dalam pergumulan tersebut (sesuai dengan penghayatan dan perenungan saudara)?
4. Bagaimana saudara memandang dan menghayati cinta kasih dan keadilan Allah berkarya dalam hidup saudara?

[1] Boadt, Lawrence, Reading The Old Testament: An Introduction, NY:Paulist Press, p.511.

 
                                                                            

Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.