HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

Pemahaman Alkitab (PA)
  
                                                                                                September 2019 (I)
Bulan Kitab Suci

Bacaan : Ulangan 7 : 12 – 26
Tema Liturgis : Firman Allah Menerangi dan Menuntun Umat Kepada Kebenaran
Tema PA : Jatuh Bangun dalam Memelihara Perjanjian dengan Tuhan.
Tujuan PA :
Jemaat dapat menyadari kerapuhan hidup yang ditandai dengan serangkaian pengalaman kegagalan, baik dari pengalaman diri maupun pengalaman umat pilihan, bangsa Israel.
Jemaat diajak untuk mampu memandang setiap peristiwa dalam kehidupan sebagai sarana Tuhan Allah memelihara umat-Nya.

Pengantar Ke Metode PA :
Pemahaman Alkitab di bulan September kali ini menggunakan metode Shared Christian Praxis (Berbagi Praksis Kristiani) yang secara garis besar dimaknai sebagai sebuah upaya mendialogkan pengalaman iman dari berbagai konteks. Konteks pertama adalah pengalaman iman masa kini yang kemudian dipertemukan dengan teks Alkitab. Hasil perjumpaan/percakapan ini kemudian dibawa kembali dalam penerapan/aplikasi kehidupan sehari-hari. Harapannya akan didapatkan suatu refleksi otentik peserta PA dalam rangka menggumuli perjalanan iman mereka. Selamat ber-PA !

Pertanyaan Diskusi:
1. Jemaat diajak untuk mendefinisikan arti kata kegagalan dalam kehidupan keseharian mereka. Hal ini dapat dijelaskan dengan contoh-contoh riil yang ada.
2. Jemaat diajak untuk memperdalam/menganalisa lagi penyebab dan akibat dari kegagalan Apakah itu disebabkan dari faktor internal ataukah ada faktor eksternal?
3. Diskusi diakhiri untuk sejenak dengan sebuah pertanyaan retoris, ‘’Apakah orang yang gagal itu pertanda tidak diberkati oleh Tuhan?’’

(Catatan : durasi diskusi awal ini hendaknya tidak terlalu lama, dijaga arah diskusinya dan diupayakan peserta dapat berperan aktif berbagi pengalaman imannya. Oleh karena itu diperlukan ketrampilan dan keluwesan pelayan PA untuk memandu proses diskusi ini.)

Penjelasan Teks : ULANGAN 7 : 12 – 26
*Kitab Ulangan atau dalam terjemahan Yunaninya bernama kitab Deuteronomi adalah suatu kitab yang secara harafiah berarti hukum kedua. Sebagai salah satu bagian dari lima kitab Taurat (Pentateukh), kitab Ulangan ini lebih dipahami sebagai sebuah kompilasi atau penyampaikan kembali ajaran-ajaran Musa di Gunung Sinai.
* Pesan utama dalam kitab Ulangan ini adalah mengenai tema perjanjian Allah dengan umat pilihan-Nya, Israel. Perjanjian (Ibr: Berith) berarti suatu istilah hukum untuk persetujuan timbal balik antara dua rekanan yang sejajar. Menjadi sangat menarik bahwa ketika dibawa dalam tataran Teologis, digambarkan bahwa Tuhan Allah, Sang Penguasa Langit dan Bumi berkenan mengikat suatu perjanjian dengan sekelompok umat manusia yang memiliki relasi kekerabatan mulai dari Bapa Abraham, Ishak dan Yakub (Israel) hingga keturunan 12 anak Israel. Dan di sepanjang kitab Ulangan ini akan berkali-kali ditemukan pola perjanjian yaitu : 1) adanya judul yang menyatakan Raja Sang pembuat perjanjian, 2) latar belakang sejarah yang mengisahkan tindakan baik dari Sang Raja pembuat perjanjian kepada bangsa yang menerima perjanjian tersebut. 3) Adanya tuntutan atau syarat permintaan Raja yang harus dipenuhi, 4) dimuatnya daftar saksi perjanjian atau tuntutan syarat untuk mengumumkan perjanjian tersebut secara teratur, dan 5) adanya kutuk dan berkat sebagai konsekwensi pelanggaran atau pemenuhan perjanjian.
* Dalam perikop Ulangan 7 : 12-26 unsur-unsur pakta perjanjian itu tercantum dan dapat ditemukan dengan jelas. Penjelasannya sebagai berikut :
 
  * Pernyataan Tuhan Allah sebagai Raja yang menjanjikan berbagai macam berkat seperti : memberikan keturunan, hasil bumi dan ternak yang melimpah, bebas dari sakit penyakit, dsb. (ayat 13-15)
* Bukti sejarah penyertaan Tuhan Allah dalam membebaskan bangsa Israel dari penindasan bangsa Mesir dan membawa mereka ke negeri perjanjian, Tanah Kanaan. (ayat 18-19)
Tuntutan/syarat yang harus dipenuhi supaya perjanjian itu dipenuhi adalah dengan cara bangsa Israel harus menyingkirkan segala berhala dan ikatan perjanjian dengan bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan Allah serta berupaya untuk tidak terkooptasi dengan semuanya itu. (ayat 16 dan 25-26)
* Adanya daftar saksi perjanjian yaitu para bangsa yang secara bertahap diserahkan menjadi tawanan dibawah kendali bangsa Israel. (ayat 22-24)
* Konsekwensi berkat dan kutuk yang termuat baik ketika bangsa Israel bersedia setia kepada Tuhan Allah (ayat 12) maupun ancaman jerat kutuk ketika bangsa Israel melawan kepada Tuhan Allah (ayat 16, 25 dan Pasal 8 : 19-20)

* Disepanjang perjalanan bangsa Israel, terbukti nyata bahwa menjaga perjanjian kesetiaan dengan Tuhan Allah merupakan suatu perkara yang tidak mudah. Acap kali ditemukan peristiwa kejatuhan ketika mereka menyeleweng dengan beribadah kepada ilah lain. Hal ini dapat ditemukan dalam masa pra kerajaan (kitab Hakim-hakim, Yosua), pada era kepemimpinan para Raja (kitab 1-2 Samuel, 1-2 Raja-Raja dan 1-2 Tawarikh) dan pada masa pembuangan (melalui seruan para nabi-nabi seperti Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel).

Refleksi

* Jemaat peserta PA diajak untuk kembali mendialogkan pengalaman kegagalan mereka dengan kesaksian Alkitab tentang Janji Berkat Tuhan Allah serta kenyataan sejarah jatuh bangunnya bangsa Israel sebagai umat pilihan.
* Jemaat diajak menyadari bahwa sebutan umat pilihan bagi bangsa Israel bukan berarti secara otomatis akan dilimpahi berkat dan dijauhkan dari segala hukuman, status umat pilihan berarti dijadikan contoh, baik dalam hal yang positif (menjaga kesetiaan kepada Tuhan Allah) maupun dalam hal negatif (saat menyeleweng kepada ilah lain).
* Upaya kita untuk menjaga kesetiaan kepada Allah yang diganjar dengan limpahan berkat (1), itu hanya sebagai salah satu konsekwensi yang ada. Sebab dalam varian yang lain, ditemukan juga adanya fakta bahwa sudah berupaya setia namun penderitaan dan kegagalan terus menerus datang (2), atau bahkan yang tidak setia namun tetap aman dari segala kegagalan dan derita (3). Terhadap konsekwensi-konsekwensi tersebut, jemaat diajak untuk tidak secara cepat menghakimi diri sendiri, sesama terlebih kepada Tuhan. Justru jemaat diajak untuk dapat terus melihat tanda Kasih dan Kesetiaaan Allah dalam menjaga perjanjian terhadap umat ciptaan-Nya. Kepada yang diberkati menjadi bukti, kepada yang tetap setia sekalipun menderita menjadi ajang kesaksian dan kepada yang masih mbalela dipandang bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan untuk bertobat.
* Jemaat peserta PA dapat diajak untuk mencermati teks 1 Korintus 10: 13 sebagai penutup diskusi: ’Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.’’ ‘
                                                                                             
 
                                                    
Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.