HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

                                                                                                                                                APRIL I

Bacaan: Markus 16:1-8
Tema Liturgis: Kristus Bangkit, Percayalah dan Bersaksilah…!
Tema Pendalaman Alkitab: Yakin dengan kesaksian Alkitab (sola scriptura), mendasari kebangkitan kita untuk bersaksi tentang Tuhan Yesus.


Keterangan bacaan

Tiga perempuan datang kepada jenazah Tuhan Yesus, melakukan suatu tradisi yang terjadi secara umum saat itu, untuk memberikan rempah dan meminyaki jenazah Tuhan Yesus. Naluri alami sebagai ungkapan kasih dan menghormati (ayat 1).
Namun ada halangan besar bagi kaum yang lemah itu untuk melaksanakan kerinduannya mengungkapkan kasihnya kepada jenazah Tuhan Yesus, yakni batu besar penutup kubur (ayat 3). Sumber-sumber tafsir menyebut batu itu seberat 2 ton. Mana mungkin manusia biasa secara diam-diam dan hanya satu-dua orang saja kuat menggeser batu seberat itu. Ini yang menjadi sumber keresahan tiga perempuan itu.
Tiga perempuan yang datang ke kubur pagi itu, juga mewakili perasaan yang sedang berkecamuk pada diri para murid Tuhan Yesus; takut, kecewa, malu, sedih kehilangan pengharapan dan sosok idola yang agung-agungkan selama ini. Kondisi ini memberikan tekanan yang dahsyat sehingga menjadikan para murid lelah tidak hanya secara lahiriah namun juga psikologis. Sehingga ketika para murid memberikan berita tentang kebangkitan Tuhan Yesus, ditanggapi orang lain dengan prasangka buruk, karena para murid dianggap berhalunisasi dan membuat konspirasi tipu muslihat.
Khususnya tiga perempuan yang mengalami visiun (penampakan istimewa) berupa sosok orang muda yang menyapa mereka (ayat 6). Visiun bersifat pribadi dan sulit dibuktikan dengan fakta-fakta. Visiun seperti itu bisa menggerakkan orang baik pribadi maupun bersama untuk memperjuangkan suatu pilihan hidup.
Kekacauan perasaan para murid terjadi sekali lagi, (ayat 8) fakta yang dijumpai di kubur yang kosong itu, sungguh tidak terduga oleh mereka; …sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka… Kondisi ini jelas membatalkan tuduhan konspirasi bahwa para murid mencuri dan menyembunyikan jenazah Tuhan Yesus. Ditambah fakta-fakta: (1) Para murid dalam kondisi kacau balau dan terguncang, setelah melihat penangkapan, penyiksaan dan penyeliban Tuhan Yesus. Apakah masuk akal mereka mampu membuat konspirasi yang begitu cemerlang dalam waktu mendesak pada hari Sabat (ada aturan, orang tidak boleh bekerja!) (2) Motif apa yang mungkin dimiliki para murid? Ada resiko hukum mati, kesia-sian, bahkan merugikan, jika mencuri jenazah Tuhan Yesus, yang (pada saat itu) belum terbukti sebagai Anak Allah seperti yang dinyatakan Tuhan Yesus sendiri.
Sebagai tambahan keterangan. Perlu diingat bahwa keempat Injil saling melengkapi, dengan keberadaan para prajurit Romawi yang menjaga makam Tuhan Yesus. Dalam tradisi penjagaan ini, 16 orang serdadu dengan rotasi disiplin untuk tidur di waktu malam setiap 4 jam mereka bergantian. Jika melanggar mereka akan mendapat hukuman salib Roma.

Pesan bagi kita

Sejak abad ke 19 dogma Kebangkitan Tuhan Yesus ini menjadi persengketaan yang hebat sekali. Baik dalam golongan orang Kristen sendiri (yang diwakili oleh para Bapa Gereja yang terus beradu argumentasi), maupun oleh agama yang terus meragukan dan menolak kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Sumber masalahnya sejak awal adalah: kebangkitan dan ketidakpercayaan. Sehingga selalu ada usaha-usaha ilmiah dan arkeologis untuk membuktikan Tuhan Yesus yang bangkit, atau tidak bangkit (oleh antikristus). Contohnya dalam bulan September 2017, dilakukan pembongkaraan Makam Tuhan Yesus yang asli di Yerusalem yang dipercaya secara tradisi (di lokasi Church of the Holy Sepulchre in the Old City of Jerusalem), setelah ditutup 500 tahun. Hasilnya menggembirakan umat Kristen, karena di makam itu tidak ada sisa-sisa jenazah, penemuan ini membatalkan penemuan ahli pada tahun 1980, yang menk laim Tuhan Yesus tidak bangkit, karena ahli ini menemukan peti mati kuna yang berisi tulang belulang, dengan beberapa artefak yang mendukung kesimpulannya.
Kewibawaan Alkitab (sola scriptura), para reformator melandaskan Alkitab dalam hubunganya dengan Firman Allah. Alkitab memuat Firman Allah, meskipun demikian terdapat konsensus bahwa Alkitab harus diterima seakan-akan Allah sendirilah yang sedang berbicara. Para penulis Alkitab adalah “sekretaris (notaires authentiques) Roh Kudus”. Sehingga Kewibawaan Alkitab bersifat mutlak dan otonom. Alkitab mencatat gagasan yang bertentangan dengan proyeksi (halusinasi) dan tipu muslihat para murid tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Alkitab mencatat pada saat berita kebangkitan Tuhan Yesus mendatangi para murid, mereka sama sekali tidak menyangka, sehingga para murid merespon dengan; ketakutan (Mrk 16:8; Mat 28:8), ragu-ragu (Mat 28:17; Mrk 16:5), dan tidak percaya (Mrk 16:11,12). Mereka baru yakin, setelah melewati waktu yang penuh keragu-raguan dan ketidaktentuan (contoh; butuh 8 hari , Tomas yang tidak percaya – Yoh 20:26 , penampakan dijalan ke Emaus –Luk 24:13 dst, di tepi Danau Tiberias –Yoh 21, dll)
Setiap orang percaya terhisap ke dalam panggilan “umum”, yakni menyaksikan Tuhan Yesus Yang Bangkit, Sang Juruslamat itu kepada siapa saja. Panggilan untuk pewqrtaan Injil sangat jelas dan alasannya pun sangat jelas; yakni: (a) karena kehendak Allah (2 Petrus 3:9); (b) Karena perintah Kristus (Matius 28:18-20); (c) Karena dorongan kasih (2 Korintus 5:14-15); (d) karena perasaan berhutang (Roma 1:14).
Gunakanlah segala sesuatu yang ada pada kita, terlebih dalam moment Kebangkitan Tuhan Yesus ini, kita ambil sebagai landasan dalam rangka pewartaan Injil. Itulah salah satu indikator bahwa kita sudah benar-benar menerima anugerah keselamatan dan bangkit bersama Tuhan Yesus! Kebangkitan Tuhan Yesus adalah kemenangan Allah atas dosa dan kematian (Kis 2:36). Demikian pun kita, umatNya menyanyikan; “Dengan matiNya Ia telah membinasakan kematian kami, dan dengan kebangkitanNya Ia telah memulihkan kehidupan kami”.

Pertanyaan untuk dipergumulkan!

Peranan media sosial sudah begitu nyata dalam hidup kita sehari hari, tidak jarang umat Tuhan terjebak dalam informasi-informasi yang kurang memenuhi standart literasi yang bagus. Tidak sedikit yang terpengaruh karena begitu saja percaya dengan informasi dari media sosial, bahkan mengalahkan Kewibawaan Alkitab. Termasuk informasi yang tertkait dengan kebangkitan Tuhan Yesus dari kelompok antikristus (siapapun; ide-ide dan usaha yang menolak kebangkitan Tuhan Yesus). Tuhan Yesus yang membawa pedamaian bagi dunia, bukan perpecahan dan vandalisme!

Bagaimana sikap Saudara?
Bagaimana Saudara menyatakan kebangkitan pribadi Saudara bersama Tuhan Yesus dalam dunia saat ini? Khususnya di Negara Indonesia yang akan melaksanakan Pilpres 2019 nanti?
Bagaimana Saudara melaksanakan pewartaan Injil dalam era globalisasi, yang berbasis media sosial ini?

Pdt. Agus Puji Purwanta

                                                                                                                                                                                                                    
Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.